Anda di halaman 1dari 15

METODE PELAKSANAAN

METODE PELAKSANAAN

RENOVASI KANTOR PT. PLN ( PERSERO) UNIT PELAKSANA


PROYEK JARINGAN JAWA BAGIAN TENGAH 1

TAHUN ANGGARAN 2017

CV. BUMI PADJAJARAN

1
METODE PELAKSANAAN

A. UMUM

PENDAHULUAN
Pelaksanaan suatu kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan pembangunan fisik
adalah sangat baik apabila dilaksanakan oleh suatu badan usaha yang bergerak
dalam bidang kontraktor yang mempunyai tenaga-tenaga professional yang handal
dalam bidangnya masing-masing didukung oleh peralatan-peralatan yang memadai.
Supaya pencapaian suatu hasil yang baik dalam suatu kegiatan yang telah ditentukan
kaidah-kaidah pelaksanaanya harus disertai dengan pengelolaan managemen yang
baik dan terstruktur. Dalam struktur proyek ini pelaksanaanya dikelola oleh team
manajemen yang keseluruhannya dipimpin oleh Kepala Proyek dalam hal ini adalah
Project Manager, dibantu oleh beberapa tenaga staft bidang teknik yaitu site
manager yang didukung oleh bidang tata usaha.

Sarana sistim pengendalian merupakan sesuatu yang sangat diperlukan untuk


menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan . Sebelum pekerjaan dimulai segala
sesuatu yang ada kaitannya dengan pengendalian dan dituangkan dalam bentuk
daftar-daftar dan di cheklist pengendalian yang mengacu pada jadwal pelaksanaan
pekerjaan inti (disesuaikan dengan jadual waktu pelaksanaan yang dibuat).

STRATEGI PELAKSANAAN
Hal yang paling penting untuk menentukan waktu pelaksanaan suatu pekerjaan agar
sesuai dengan waktu pelaksanaan yang telah diberikan oleh pihak owner, adalah
mempelajari secara cermat dan teliti item-item pekerjaan yang diajukan dengan
mengevaluasi kebutuhan waktu pelaksanaan setiap item. Apabila waktu yang
diberikan tidak mencukupi atau kuatir akan adanya kendala dilapangan yang
mengakibatkan waktu yang direncanakan menyimpang dari waktu yang telah
ditentukan, perlu dipelajari adanya lingkup pekerjaan yang dapat dikerjakan secara
bersamaan tanpa harus menunggu penyelesaian pekerjaan item per item dari
masing-masing lingkup pekerjaan. Untuk menunjang strategi pelaksanaan poyek ini
akan dibuat rencana Time Schedule dan Rencana Jaringan Kerja/Net Work Planning
(NWP).
Strategi dari sistim management lapangan yang dilakukan adalah dengan
menerapkan kontrol terhadap tiap item pekerjaan terutama terhadap critical path

2
METODE PELAKSANAAN

yang ada. Dengan mengawasi secara ketat terhadap critical path serta melakukan
berbagai persiapan yang dapat mengakomodasi kemungkinan yang terjadi maka
diharapkan setiap item pekerjaan dapat terlaksana tepat pada waktunya.

PENGENDALIAN MUTU
Pengendalian mutu ini diperlukan untuk mengantisipasi sedini mungkin kuantitas
maupun kualitas pekerjaan yang telah terlaksana sebagaimana yang diinginkan yang
disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Adapun yang perlu diperhatikan dalam pengendalian mutu ini adalah sebagai
berikut:

1. Pengadaan staf dan personil


Pengadaan tenaga kerja yang menangani pekerjaan ditempatkan orang-orang
yang sudah berpengalaman sesuai keahlianya masing-masing.

2. Pengadaan Peralatan Kerja


Pengadaan peralatan kerja disesuikan menurut kebutuhan dilapangan sesuai
dengan yang diisyaratkan oleh direksi. Setiap pekerjaan yang mengunakan
peralatan alat berat, sudah harus dimobilasasi sebelum pekerjaan dimulai, agar
pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan jangka watu pelaksanaan (time
schedule).

3. Pengadaan material/ bahan-bahan kerja


Pengadaan material disesuaikan dengan item pekerjaan yang akan
dilaksanakan baik kuantitas maupun kualitas.

4. Pemeriksaan/Pengujian Material

Material dan bahan-bahan kerja yang akan dipergunakan diminta persetujuan


dari direksi, hal ini dilakukan untuk lebih menjamin bahwa material yang
digunakan telah memenuhi kriteria yang diisyaratkan dalam spesifikasi teknis.
Bilamana diisyaratkan pengujian terhadap material dan mutu pekerjaan untuk
mengetahui pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan kualitas/mutu yang
diiginkan.
5. Evaluasi Pelaksanaan Pekerjaan

3
METODE PELAKSANAAN

Untuk mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan , maka setiap minggu atau


setiap bulan diadakan rapat evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan
dilapangan.

PELAPORAN
Laporan pelaksanaan pekerjaan adalah sangat mutlak dilakukan untuk
memperlancar kegiatan administrasi pelaksanaan pekerjaan. Untuk pelaksanaan
dilapangan, kami selaku pelaksana mempersiapkan laporan sebagai berikut:
a. Laporan Harian
Laporan harian ini berisikan a.l : jenis pekerjaan,tenaga kerja, peralatan,
kondisi cuaca dan permasalahan yang timbul.

b. Laporan Mingguan
Laporan mingguan adalah merupakan rekapitulasi dari laporan harian, yang
berisikan antara lain : Kemajuan Progress fisik setiap minggu, rencana
pekerjaan untuk minggu berikutnya.

c. Laporan Bulanan
Laporan bulanan adalah merupakan rekapitulasi dari laporan mingguan, yang
berisikan antara lain : Kemajuan Progress fisik setiap bulan, rencana pekerjaan
untuk bulan berikutnya, Foto dokumentasi.

B. METODE KERJA

PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan akan dimulai/dilaksanakan setelah mendapat Surat perintah mulai Kerja
dari Pejabat Pembuat komitmen atau Direksi Pekerjaan dalam hal ini Direksi atau
Pejabat satu tingkat di bawah Direksi atau GM/KEPALA atau Pejabat yang diberi
kuasa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dalam
lingkungan kerja , adapun pekerjaan pendahuluan ini terdiri dari :

a. Papan Nama Proyek

4
METODE PELAKSANAAN

Pembuatan Papan Nama Proyek dengan mencantumkan Nama Proyek/Pekerjaan,


Sumber Dana, Waktu Pelaksanaa, Nilai Proyek/Pekerjaan, Nama Penyedia
Jasa/Kontraktor, papan nama ini dibuat dengan ukuran minimal 1m x 1,2 m dan
dipasang pada lokasi pekerjaan yang dapat dengan mudah dilihat dan dibaca
oleh masyarakat umum.

b. Direksikeet dan Gudang Bahan

Direksikeet :

- Kantor Direksi Lapangan cukup representatif untuk bekerja dan untuk


menyimpan dokumen-dokumen program selama pelaksanaan pekerjaan.
- Luas dan peralatan yang disediakan untuk Kantor Direksi minimal harus
memenuhi persyaratan.
- Alat-alat lain yang harus senantiasa tersedia di proyek untuk setiap saat
dapat dipergunakan oleh Direksi Lapangan adalah :
1 (satu) alat ukur Waterpas
1 (satu) kamera biasa lengkap dengan blitznya, zoom 35-70 mm.
Sepatu proyek dan helm proyek secukupnya.

Gudang Bahan :
- Ukuran luas kantor Pemborong dan los kerja serta tempat penyimpanan
bahan, dibuat Pemborong dengan tidak mengabaikan keamanan dan
kebersihan dan bahaya kebakaran, serta memperhatikan tempat yang
tersedia sehingga tidak mengganggu kelancaran pekerjaan.
- Khusus untuk tempat penyimpanan bahan-bahan seperti pasir, kerikil, harus
dibuatkan kotak simpan dipagar dengan dinding papan sehingga masing-
masing bahan tidak tercampur dengan lainnya

JADWAL WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN


Jadwal waktu Pelaksanaan RENOVASI KANTOR PT. PLN ( PERSERO) UNIT
PELAKSANA PROYEK JARINGAN JAWA BAGIAN TENGAH 1 adalah selama 63 (Enam
Puluh Tiga) hari kalender sejak Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditanda tangani
sampai Serah Terima Pekerjaan dilakukan.

5
METODE PELAKSANAAN

Jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan ini kami susun sesuai dengan rincian jenis
pekerjaan yang akan dilaksanakan dan diurutkan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Rincian pekerjaan dan waktu dapat kami gambarkan dalam Daftar Time
Schedule (Jadwal Waktu Pelaksanaan) Berupa Kurva S sesuai terlampir.

PROSEDUR PELAKSANAAN PEKERJAAN


PROSEDUR PELAKSANAAN

Setelah Surat Perintah Mulai Kerja ditandatangani dan diserahkan kepada


kontraktor pelaksana maka Kontraktor Pelaksana segera membuat Surat
Permohonan Penyerahan Lapangan kepada Pejabat Pembuat Komitmen agar
pekerjaan dapat dilaksanakan dan setelah penyerahan lapangan dilaksakan maka
kontraktor wajib melaksanakan pekerjaan.

TAHAPAN PEKERJAAN

Sitiap tahapan kegiatan yang akan kami laksanakan dituangkan dalam suatu
program kerja serta Rencana Jaringan Kerja/Network Planning (NWP) dengan
rincian sebagai berikut :

1. PEKERJAAN PENDAHULUAN

Pekerjaan Persiapan dilaksakanan setelah penyerahan lapangan dilakukan oleh


Satuan Kerja kepada Kontraktor Pelaksana. Kegiatan ini berupa Mobilisai Personil,
Peralatan, Pembuatan Direksikeet Gudang Bahan Pembersihan Lokasi, Pemindahan
Barang Dalam Kantor, Pembuatan Papan Nama Proyek, pengukuran kembali, serta
penyediaan alat bantu kerja/prancah kerja.

2. PEKERJAAN BONGKARAN

Pekerjaan bongkaran ini meliputi pekerjaan, bongkaran kozen pintu , bongkaran


lantai lama, bongkaran Plafond, pembongkaran Dinding Partisi Lama, Pengerokan
Cat Dinding Lama, dan lain lain yang disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat-

6
METODE PELAKSANAAN

syarat pada gambar dan spesifikasi teknis. Sisa hasil bongkaran dibuang jauh dari
lokasi pekerjaan dan atas persetujuan dari direksi teknis.

A. PEKERJAAN KOZEN, PINTU ALUMINIUM


1. DAUN PINTU Kaca
a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga kerja dan jasa-
jasa lain sehubungan dengan pekerjaan daun pintu, daun jendela, daun
ventilasi dan lain-lain sesuai dengan gambar-gambar persyaratan teknis ini.

b. Pengendalian pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan harus mengikuti ketentuan-
ketentuan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis. Pekerjaan ini
dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan dinding batu-bata telah selesai
diplester, sehingga tidak terjadi kerusakan-kerusakan pada kosen yang
ditimbulkan akibat kegiatan kegiatan lain atau sesuai dengan persetujuan dari
direksi lapangan.

c. Bahan-bahan
Bahan daun pintu, daun yang dipergunakan adalah daun pintu terbuat dari
bahan kaca Frameles dengan ketebalan 10 mm dan daun sesuai dengan
spesifikasi teknis atau sesuai dengan petunjuk direksi lapangan.

B. PEKERJAAN PLAFOND
a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga kerja dan jasa-
jasa lain sehubungan dengan pekerjaan rangka plafond, plafond gybsum dan
profil gybsum dan lain-lain sesuai dengan gambar-gambar persyaratan teknis
ini.
b. Pengendalian pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan rangka plafond, plafond
gybsum dan profil gybsum serta accesories lainnya harus mengikuti ketentuan-
ketentuan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis. Pekerjaan ini
dilaksanakan setelah pekerjaan pasangan atap selesai dilaksanakan, sehingga
tidak terjadi kerusakan-kerusakan pada pada plafond gybsum yang

7
METODE PELAKSANAAN

ditimbulkan akibat kegiatan kegiatan lain atau sesuai dengan persetujuan dari
direksi lapangan. Pada setiap persambungan plafond akan digunakan dempul
gybsum guna menutup celah-selah persambungan.
c. Bahan-bahan
Khusus untuk pekerjaan rangka plafond material yang dipergunakan
merupakan bahan furing canel dengan ketebalan 0,06 mm yang telah di
pabrikasi dan dibentuk sesuai dengan peruntukannya atau bentuk dan
ukuran disesuaikan dengan spesifikasi teknik yang tertuang dalam
dokumen lelang.
Plafond terbuat dari bahan gybsum dengan ketebalan 9 mm dan ukuran
Standar Nasional Indonesia 1.20 x 2.40 cm dan merupakan bahan yang
telah di pabrikasi dan dibentuk sesuai dengan peruntukannya atau bentuk
dan ukuran disesuaikan dengan spesifikasi teknik yang tertuang dalam
dokumen lelang.
Profil terbuat dari bahan gybsum dengan ukuran Standar Nasional
Indonesia dan merupakan bahan yang telah di pabrikasi dan dibentuk
sesuai dengan peruntukannya atau bentuk dan ukuran disesuaikan dengan
spesifikasi teknik yang tertuang dalam dokumen lelang.

C. CAT DINDING TEMBOK DAN CAT PLAFOND


a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga kerja dan
jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan
cat tembok yaitu, cat dinding tembok, cat plafond dan lain-lain sesuai
dengan gambar-gambar persyaratan teknis ini.

b. Pengendalian pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan cat dinding tembok dan
cat plafond, serta accesories lainnya harus mengikuti ketentuan-
ketentuan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis. Pekerjaan ini
dilaksanakan 3 (tiga) kali pengecatan tidak termasuk cat dasar. Khusus
untuk dinding tembok bagian luar sebelum pengecatan dilaksanakan
terlebih dahulu dilakukan pelaburan dengan bahan Siller setara dengan

8
METODE PELAKSANAAN

Vinilex hal ini dilakukan untuk menghindari bercak-bercak atau jamuran


setelah pengecatan selesai dikerjakan, sedangkan untuk dinding tembok
bagian dalam dan plafond gybsum terlebih dahulu didempul. Pekerjaan
ini merupakan pekerjaan finishing atau pekerjaan paling akhir
dilaksanakan.
c. Bahan-bahan
Cat dinding tembok menggunakan cat yang bermutu baik yang setara
dengan vinilex, sedangkan cat dasar menggunakan bahan siller yang
bermutu baik setara dengan vinilex. Warna yang digunakan adalah
sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan atau warna putih
kekuning-kuningan (Broken White) sesuai dengan dokumen teknis.

d. CAT MINYAK
a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga kerja dan
jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan
cat kilat yaitu, cat Kusen Aluminum dan cat kosen kayu, dan lain sesuai
dengan gambar-gambar persyaratan teknis ini.
b. Pengendalian pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan cat kilat harus mengikuti
ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam spesifikasi teknis.
Pekerjaan ini dilaksanakan 3 (tiga) kali pengecatan tidak termasuk cat
dasar. Sebelum pengecatan dilakukan terlebih dahulu didempul dan
diamplas sehingga didapat permukaan yang rata.
c. Bahan-bahan
Cat kilat kayu dan aluminium menggunakan cat yang bermutu baik
yang setara dengan kuda terbang. Warna yang digunakan adalah
sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan atau sesuai dengan
dokumen teknis.

D. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK


a. Lingkup Pekerjaan

9
METODE PELAKSANAAN

Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga kerja dan


jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan
instalasi listrik yaitu, stop kontak, sakelar, fitting, bola lampu, serta
jaringan kabel listrik dan lain-lain sesuai dengan gambar-gambar
persyaratan teknis ini.
b. Pengendalian pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan instalsi listrik, serta
accesories lainnya harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang
disyaratkan dalam spesifikasi teknis atau sesuai dengan petunjuk direksi
pekerjaan.
c. Bahan-bahan
Kabel-kabel yang dipergunakan adalah kabel dengan kualitas NYY
dan NYA.
Panel induk, panel daya dan panel penerangan menggunakan produk
dalam negeri.
Pipa instalasi menggunakan pipa PVC dengan kualitas baik.
Sakelar dan stop kontak menggunakan produk dalam negeri.
Bola lampu menggunakan bahan bola lampu yang hemat energy.

E. PEKERJAAN PEMASANGAN LANTAI KERAMIK


A. GRANITE
Pekerjaan ini merupakan pemasangan lanati accesories granit tile,
pekerjaan ini akan dilakukan pada lantai dalam ruangan pada bagian
kantor(tempat kerja) . Sebelum pekerjaan ini dilakukan setelah
pekerjaan plesteran lantai cor selesai dilaksanakan, dasar plesteran
sudah rata sehingga memudahkan pelaksanaan pemasangan granit tile
dan menghasilkan permukaan yang rata pada pasangan granit .
Bahan yang digunakan pada pekerjaan ini adalah granit tile dengan
ukuran 60 cm x 60 cm, permukaan granit lantai untuk semua lokasi
pemasangan adalah jenis polish (halus/licin), dan warna granit tile
adalah sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan.

10
METODE PELAKSANAAN

Sistim pemasangan delakukan dengan memulai pemasangan dari


as/tengan pasangan, sehingga menghasilkan pembagian sir yang rapi dan
sisa potongan dapat diarahkan kesamping atau bagian luar.

F. PEKERJAAN INTERIOR
a. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga kerja dan
jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan Interior ini, seperti
pemasangan dinding partisi, melapis dinding HPL dan pemasangan
Wallpaper dan Lain-lain yang disesuaikan persyaratan teknis.
b. Pengendalian pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan interior ini, serta accesories
lainnya harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang disyaratkan dalam
spesifikasi teknis atau sesuai dengan petunjuk direksi pekerjaan
c. Bahan-bahan
Wallpaper dengan ukuran sesuai dengan dokumen teknis.
Gybsum diding partisi dengan kualitas baik menggunakan produk dalam
negeri dengan petunjuk direksi pekerjaan.
HPL pelapis dinding dengan kualitas baik menggunakan produk dalam
negeri.

G. PINISHING
Pekerjaan ini adalah merupakan pekerjaan akhir dan pembersihan
lokasi dari sisa-sisa hasil kegiatan, dan setelah kegiatan ini selesai
dilaksanakan maka akan segera diserah terimakan kepada Pihak
Pengguna Jasa.
Seluruh tahapan kegiatan ini kami gambarkan dalam suatu rencana
kerja Network Planning.
H. PEKERJAAN INSTALASI AC
d. Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga kerja dan
jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan yang berhubungan dengan

11
METODE PELAKSANAAN

instalasi AC yaitu, Unit AC, pipa refrigrant, kabel listrik dan lain-lain
sesuai dengan gambar-gambar persyaratan teknis ini.
e. Pengendalian pekerjaan
Kecuali disebutkan lain, maka semua pekerjaan instalsi AC, serta
accesories lainnya harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang
disyaratkan dalam spesifikasi teknis atau sesuai dengan petunjuk direksi
pekerjaan.
f. Bahan-bahan
Pipa Refrigant yang dipergunakan adalah pipa dengan kualitas SNI.
Unit AC menggunakan produk dalam negeri/ luar negeri sesuai RKS.
Kabel-kabel menggunakan pruduk dalam negeri SNI.
Serta material lain sesuai dengan RKS

A. PROSEDUR INSTRUKSI KERJA

PENGENDALIAN MUTU

1. Pengujian Bahan
Dengan berpedoman terhadap bahan yang akan digunakan serta prosedur
yang harus dipenuhi maka hasilnya akan bagus, untuk itu cara
pengendalian produk berpedoman terhadap penggunaan bahan yang
memenuhi kualitas serta Spesifikasi teknis yang ditetapkan dan terhadap
bahan yang memerlukan pengujian yang harus dilakukan.

2. Identifikasi dan Penelusuran Produk


Setiap produk yang dihasilkan selalu harus diidentifikasi (berapa,
bagaimana, dimana, oleh siapa dan kapan dibuat / jadi, memenuhi / tidak
dan lain-lain).

3. Pengendalian Proses

12
METODE PELAKSANAAN

Untuk setiap jenis pekerjaan harus selalu kami ketahui proses


pengerjaannya, dimulai dari penyiapan bahan sampai dengan selesai, jadi
senantiasa melalui pengendalian bertahap.

4. Inspeksi dan Tes


Perusahaan kami menerapkan Inspeksi dan Tes terhadap masing-masing
kontrak, sesuai dengan jadwal yang kami buat dalam Rencana Time
Schedule serta Quality Plant :

Dilakukan setiap kali akan melaksanakan pekerjaan coran beton dengan


dengan alat tekan terhadap sample kubus di Laboratorium uji, hasil uji
tersebut diserahkan kepada direksi pekerjaan sebagai bahan persetujuan
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya.

5. Status Inspeksi dan Tes


Inspeksi yang kami laksanakan selalu sesuai dengan prosedur yang kami
rencanakan dan status dari hasil inspeksi tersebut menjadi acuan atau
bahan evaluasi untuk proses pelaksanaan berikutnya.
6. Produk Tidak Sesuai
Untuk setiap hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar / spesifikasi
teknis, kami bongkar atau kami perbaiki bila memungkinkan dan menurut
petunjuk direksi

7. Pengujian Peralatan
Alat yang kami gunakan sebelumnya harus diadakan uji kelayakan oleh
petugas perusahaan/ diluar dan khusus untuk alat ukur / takar harus
diadakan kalibrasi apabila telah habis masa berlakunya.
8. Tindak Turun Tangan
Apabila terjadi/ terdapat kejadian yang mengakibatkan kegagalan
konstruksi atau kelalaian yang dilakukan oleh pegawai perusahaan maka
pimpinan akan melakukan tindak turun tangan dengan sanksi yang tegas
sesuai aturan perusahaan.

9. Pengelolaan dan Penyimpanan

13
METODE PELAKSANAAN

Sistem pengadaan tenaga di perusahaan kami adalah dengan seleksi sesuai


dengan standar kompetensi berdasarkan pendidikan, keterampilan,
pengalaman dan pelatihan yang dipersyaratkan karena kami sangat
mengutamakan quality Sumber Daya Manusia (SDM) dari para personil
tersebut dan apabila pekerjaan sudah selesai maka kami akan memberikan
pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kualitas para personil.
Sedangkan untuk pengelolaan peralatan setelah / sebelum proyek adalah
dengan membuatkan suatu metode pemeliharaan, perbaikan dan
perencanaan lainnya.
Untuk penyimpanan peralatan kami tempatkan digudang dan untuk
penyimpanan bahan yang tidak digunakan adalah dengan membuatkan
gudang yang khusus untuk bahan yang tidak digunakan.

14
METODE PELAKSANAAN

FOTO EKSISTING PEKERJAAN

15