Anda di halaman 1dari 5

Proses Ventilasi pada paru-paru

Ventilasi adalah udara atau gas yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Secara khusus ventilasi yang terjadi di paru-paru adalah pergerakan udara ke dalam paru-paru dan kelur
paru-paru. Ventilasi dibutuhkan dalam proses terjadinya Respirasi.

Respirasi adalah pertukaran gas dalam tubuh.(pertukaran gas oksigen dengan karbondioksida)
a. Respirasi eksternal pertukaran gas dari paru-paru ke dalam darah.
b. Respirasi internal pertukaran gas dari darah ke jaringan tubuh.

Terjadinya Ventilasi disebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara didalam paru2 dan diluar tubuh.
Perbedaan tekanan tersebut dinamakan Pressure Gradient (P).
Ketika perbedaan tekanan terjadi maka udara atau gas akan mengalir dari area dengan tekanan tinggi
ke area dengan tekanan rendah.

Proses Terjadinya Ventilasi pada paru-paru


Ketika ada rangsangan(impuls) untuk bernapas, otot antar tulang rusuk dan diafragma berkontraksi,
tulang rusuk naik dan rongga dada mengembang. Ruang sekitar paru2 bertambah, paru2 mengembang,
dan tekanannya turun. Pergerakan anatomi tubuh menciptakan pressure gradient(P) antara paru2
dengan tekanan atmosfer diluar tubuh.
Contoh :
1. Tekanan atmosfer diluar tubuh 760mmHg, tekanan intrapulmonik didalam paru2 760mmHg,
dan tekanan intratoraks 757,5mmHg.
2. Selama fase inspirasi, tekanan intrapulmonik turun menjadi 758mmHg dan tekanan intratoraks
turun menjadi 754mmHg. Pressure gradient(P) menyebabkan udara mengalir dari area
bertekanan tinggi ke area bertekanan rendah pada paru2. Kerja dari otot disekitar paru2
tersebut menghasilkan perbedaan tekanan yang menyebabkan inhalasi(masuknya udara ke
paru2) dan memakai sekitar 2-4 persen dari energy tubuh.
3. Proses mengalirnya udara keluar paru2 disebut ekshalasi yang merupakan proses pasif, yang
berarti tidak ada aktifitas kerja otot dan membutuhkan energi tubuh yang sangat kecil. Udara
mengalir ke dalam paru2 sampai tekanan intrapulmonik dan intratoraks sama dengan tekanan
atmosfer 760mmHg.
4. Otot antar tulang rusuk dan dan diafragma relaksasi dan rongga dada berkontraksi. Tekanan
Intrapulmonik naik sedikit sekitar 763mmHg dan tekanan intratoraks turun 757,5 mmHg selama
ekshalasi. Udara kemudian mengalir dari tekanan tinggi didalam paru2 763 mmHg ke tekanan
rendah atmosfer 760mmHg. Perbedaan tekanan sebesar 3mmHg menyebabkan terjadinya
ekshalasi. Pada akhir ekshalasi dan sebelum inhalasi selanjutnya tekanan udara dalam dan luar
tubuh adalah seimbang(sama). Fase pause atau istirahat ini merupakan bagian proses normal
ventilasi.

Proses Respirasi

Untuk menopang hidup maka respirasi eksternal dan internal harus terjadi. Respirasi memenuhi
kebutuhan tubuh akan O2 dan membuang CO2 dari paru-paru dan seluruh jaringan tubuh. Untuk
memahami proses respirasi maka harus kita pelajari anatomi dan fisiologi dari respirasi.

Anatomi organ pernapasan :

Rongga hidung Faring laring Trakea Bronkus paru-paru

Nasal cavity (rongga hidung) membersihkan, menghangatkan, dan melembabkan udara yang dihirup.
Dalam hidung terdapat bulu hidung yang akan menyaring udara dari partikel debu dan kotoran lainnya.
Udara mengalir dari bagian dalam rongga hidung dimana terdapat sel goblet dan pembuluh darah
kapiler. Pembuluh darah kapiler menghangatkan udara yang seperti berputar didalam rongga. Sel goblet
adalah sel yang panjang, ramping ditemukan di sebagian besar organ tubuh manusia yang hampir
sepenuhnya bertanggung jawab dalam sekresi glandular untuk produksi lendir yang akan melembabkan
udara yang dihirup. Dengan proses yang demikian udara disaring dan dihangatkan sesuai dengan suhu
tubuh yaitu 37C dan dilembabkan dan kemudian meninggalkan rongga hidung menuju faring. Ukuran
rata-rata trakea orang dewasa memiliki panjang 12 cm dan berdiameter 2,5 cm. terletak diantara laring
dan bronkus. Tersusun dari 16-20 cincin tulang rawan yang berbentuk U yang terbuka menuju epliglotis.
Cincin-cincin ini akan membuka bersamaan dengan gerakan menelan dan menjaga udara lewat dari
Respiratory rate = jumlah napas yang terjadi dalam 1 menit

Volume tidal = jumlah udara yang masuk dan keluar paru2 dalam 1 siklus napas normal

Inspiration reserve volume = jumlah udara yang secara paksa dapat masuk setelah inspirasi normal

Expiration reserve volume = jumlah udara yang secara paksa dapat dikeluarkan setelah ekspirasi normal

Residual volume = jumlah udara sisa pada paru-paru setelah proses akhir ekspirasi maksimum

Vital capacity = jumlah total udara maksimum yang dapat masuk dan keluar paru2. (VT+IRV+ERV)

Total lung capacity = jumlah vital capacity dan residual volume (VC+RV)

Inspiratory capacity = jumlah udara maksimum yang dapat masuk ke paru2 setelah proses akhir
Ekspirasi (setelah fase istirahat) (IRV+VT)

Functional residual capacity = jumlah udara yang terdapat pada paru2 pada fase akhir ekspirasi normal
(pada Fase istirahat) (ERV+RV)
Respiratory minute volume = jumlah volume udara dalam napas normal pada 1 menit
(RR X VT)

Beri Nilai