Anda di halaman 1dari 2

STENOSIS KATUP PULMONER

1.DEFINISI
Stenosis Katup Pulmoner adalah suatu penyempitan atau penyumbatan pada katup pulmoner.
Katup pulmoner adalah katup pada ventrikel kanan jantung, yang akan membuka untuk
mengalirkan darah ke paru-paru.

2.PENYEBAB
Stenos pulmoner seringkali disebabkan oleh adanya gangguan pembentukan selama
perkembangan janin yang penyebabnya tidak diketahui.
Penyempitan bisa terjadi pada katup pulmoner maupun di bawah katup pulmoner (pada arteri
pulmonalis).

Kelainan ini bisa berdiri sendiri atau bersamaan dengan kelainan jantung lainnya, sifatnya bisa
ringan maupun berat.
Ditemukan pada 1 diantara 8000 bayi.

3.GEJALA
Jika terjadi penyumbatan yang lebih berat, maka darah yang mengalir ke paru-paru sangat
sedikit. Tekanan di ventrikel dan atrium kanan meningkat, sehingga mendorong darah yang
kekurangan oksigen (yang berwarna biru) menembus ke dinding diantara atrium kiri dan kanan,
lalu masuk ke dalam ventrikel kiri dan dipompa ke dalam aorta untuk dialirkan ke seluruh
tubuh. Akibatnya bayi tampak biru (keadaan ini disebut sianosis).

Berat badan tidak bertambah dan anak gagal berkembang.

4.DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan dengan stetoskop akan terdengar murmur (bunyi jantung abnormal yang
terjadi karena darah menyembur melewati saluran yang sempit).

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:


- Rontgen dada
- EKG
- Ekokardiogram
- Kateterisasi jantung
- USG Doppler.
5.PENGOBATAN
Jika penyakitnya sedang sampai berat, katup bisa dibuka dengan cara memasukkan sebuah
selang plastik yang pada ujungnya terpasang balon melalui sebuah vena (pembuluh balik) di
tungkai.

Jika terjadi sianosis, maka sebelum dilakukan pembedahan diberikan obat prostaglandin
(misalnya alprostadil) agar duktus arteriosus tetap terbuka.
Pembedahan yang dilakukan bisa berupa membuat hubungan antara aorta dan arteri
pulmonalis atau membuka katup pulmoner maupun keduanya. Pembedahan ini memungkinkan
darah untuk tidak melewati katup yang menyempit dan mengalir ke dalam paru-paru agar kaya
akan oksigen.
Pembedahan biasanya dilakukan pada usia pra-sekolah.

Jika terdapat kelainan bentuk katup, maka dilakukan pembedahan untuk kembali membentuk
katup pulmoner.