Anda di halaman 1dari 2

Metode Bryant

Metode Bryant merupakan cara pemilihan prioritas dengan memberikan score (nilai) untuk parameter
yang ditetapkan. Parameter tersebut terdiri dari

1. Community Concern

Yakni sejauh mana masyarakat menganggap masalah tersebut penting atau dapat juga disebut
perhatianatau kepentingan masyarakat dan pemerintah atau instansi terkaitterhadap masalah tersebut.

2. Prevalensi

Yakni berapa banyak penduduk yang terkena masalah(penyakit) tersebut.

3. Seriousness

yakni sejauh mana dampak yang ditimbulkan penyakittersebut atau tingginya angka morbiditas atau
mortalitasserta kecenderungannya.

4. Manageability

Yakni sejauh mana kita memiliki kemampuan untukmengatasinya dengan ketersediaan sumber daya
(tenaga, dana, saranadan metode/cara).

Menurut cara ini masing-masing kriteria tersebut diberi scoring, kemudian masing-masing skor dikalikan.
Hasil perkalian ini dibandingkan antaramasalah-masalah yang dinilai. Masalah-masalah dengan skor
tertinggi, akan mendapat prioritas yang tinggi pula. Metode Bryant menggunakan skor yang berdasarkan
pada kriteria : P =besarnya kelompok atau staf yang terkena masalah, S = tingkat keseriusan
ataukegawatan masalah, C = dampak masalah terhadap perusahaan atau istansiterkait, M = ketersediaan
teknisi atau kesediaan perangkat. Rumus: Total skor =P x S x C x M Untuk mendapatkan skor dari kriteia P,
S, C, dan M yaitu dengancara berikut ini :

A. Pada kriteria P diatas skornya didapatkan dari rumus berikut : P =5-A/O

Keterangan : P = besarnya kelompok atau staf yang terkena masalah A = jumlah aset O = jumlah
pengguna.

Skor:

1 = jumlah individu/masyarakat yang terkena sangat sedikit

2 = jumlah individu/masyarakat yang terkena sedikit

3 = jumlah individu/masyarakat yang terkena cukup besar

4 = jumlah individu/masyarakat yang terkena sangat besar


B. Pada kriteria S skor didapatkan dari tingkat keseriusan ataukegawatan suatu masalah.

Skor:

1 = masalah yang ditimbulkan tidak berat

2 = masalah yang ditimbulkan cukup berat

3 = masalah yang ditimbulkan berat

4 = masalah yang ditimbulkan sangat berat

C. Pada kriteria C merupakan dampak masalah terhadap perusahanatau instansi terkait.

Skor:

1 = tidak mendapat perhatian masyarakat

2 = kurang mendapat perhatian masyarakat

3 = cukup mendapat perhatian masyarakat

4 = sangat mendapat perhatian masyarakat

D. Kriteria M dimaksudkan sebagai ketersediaan teknisi atauketersediaan perangkat.

Skor:

1 = tidak dapat dikelola dan diatasi

2 = cukup dikelola dan diatasi

3 = dapat dikelola dan diatasi

4 = sangat dapat dikelola dan diatasi

Setelah nilai dari tiap kriteria didapatkan, kemudian nilai dari tiap kriteria tersebut ditotal dengan cara
dijumlahkan, nilai tertinggi yang akan menjadi prioritas masalah.