Anda di halaman 1dari 11

MODUL PRAKTIKUM SERAT TEKSTIL

ANALISA SERAT CARA KUALITATTIF

1. PENDAHULUAN
Dalam rangka pelatihan calon instruktur pada mata kuliah praktikum serat tekstil maka
disusunlah modul praktikum serat tekstil yang memuat uji identifikasi serat meliputi uji
pembakaran, uji mikroskop penampang membujur dan melintang serat uji pelarutan. Modul ini
tidak memuat identifikasi serat secara keseluruhan, masih banyak yang belum dilakukan. Uji
identifikasi serat merupakan pengantar untuk mengetahui jenis serat. Untuk selanjutnya perlu
diadakan uji identifikasi lainnya untuk mengetahui identifikasi serat secara kualitatif dan
kuantitatif terhadap berbagai jenis serat, serat tunggal maupun serat campuran.

2. IDENTIFIKASI SERAT TEKSTIL


Identifikasi serat tekstil terutama didasarkan pada beberapa sifat khusus dari serat yaitu
morfologi, sifat fisika dan sifat kimia serat. Pemerikasaan morfologi serat memerlukan suatu
alat bantu yaitu mikroskop. Pengamatan dengan mikroskop meliputi pengamatan penampang
membujur dan penampang melintang.
Pengujian kimia dari serat dilakukan secara makro meliputi uji kelarutan serat dengan berbagai
jenis pelarut yang bersifat asam, basa, oksidator dan zat organik. Sedangkan uji fisika dilakukan
yaitu dengan uji pembakaran.
Adapun uji identifikasi yang akan diberikan yaitu :
Uji pembakaran
Uji mikroskop penampang membujur dengan penampang melintang
Uji pelarutan

3. PENGUJIAN SERAT TEKSTIL


3.1 UJI PEMBAKARAN
3.1.1 Cara uji ini adalah cara uji yang paling tua dan paling mudah dilakukan,
tetapi cara ini hanya dapat memperkirakan golongan serat secara umum dan kurang
tepat digunakan untuk identifikasi serat campuran. Nyala api untuk membakar serat
paling baik digunakan pembakar bunsen dengan bahan bakar spiritus.

3.1.2 Alat
Pembakar bunsen
Pinset
Korek api

3.1.3 Bahan
Berbagai macam serat terdiri dari :
serat kapas
serat rami
serat rayon viskosa
serat sutera
serat wool
serat poliester
serat poliakrilat
serat nilon
campuran serat dari poliester dan kapas
campuran serat dari poliester dan rayon
campuran serat dari poliester dan wool

3.1.4 Cara Kerja


beberapa helai serat yang akan diperiksa dipuntir sebesar batang korek api
contoh serat didekatkan pada nyala api dari samping dengan perlahan-lahan
sampai serat terbakar. Waktu terbakar diamati apakah serat meleleh,
menggulung atau meneruskan pembakaran.
Pada saat serat terbakar juga diamati warna asap yang terjadi, kemudian api
segera dipadamkan, dan diamati warna asap ketika api sudah padam.
Saat api sudah padam dibaui bau yang dikeluarkan dari serat dan diamati abu
sisa pembakaran, apakah menggumpal, remuk atau halus.

3.1.5 Evaluasi
1. Apabila serat terbakar cepat, asap berwarna putih, berbau kertas
terbakar, meninggalkan abu yang halus maka serat tersebut
menunjukkan golongan serat selulosa
2. Apabila serat terbakar cepat, asap berwarna putih, berbau rambut
terbakar, meninggalkan gulungan abu yang remuk maka serat tersebut
menunjukkan golongan serat protein
3. apabila serta terbakar meleleh, asap berwarna hitam, berbau plastik
terbakar, meninggalkan abu berwarna hitam keras maka serat tersebut
menunjukkan serat poliester
4. apabila serat terbakar meleleh, asap berwarna putih, berbau zat kimia,
meninggalkan abu berwarna putih kecoklatan keras maka serat tersebut
menunjukkan serat nilon.

3.2 UJI MIKROSKOP


3.2.1 Pemeriksaan serat dengan menggunakan alat bantu mikroskop dimaksudkan
untuk mengetahui penampang membujur dan penampang melintang dari serat.
Pada pengamatan secara membujur, prinsipnya serat diurai dengan bantuan jarum
diatas slide glass ditutup dengan cover glass dan ditetesi air, langsung diamati di
bawah mikroskop dengan perbesaran 10x, 25x, 40x.
Pada pengamatan secara melintang, prinsipnya serat dipotong secara melintang
setipis mungkin sehingga dapat diamati di bawah mikroskop. Pembuatan irisan
melintang dapat menggunakan cara gabus, dimana beberapa helai serat direkatkan
dengan bantuan lak merah dimasukkan ke dalam gabus dengan bantuan jarum jahit,
kemudian diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x, 25x, 40x.

3.2.2 Alat
Mikroskop Gabus
Kaca preparat Silet tajam
Cover glass Lak merah
Jarum jahit dan
benang
Oven

3.2.3 Bahan
Berbagai macam serat terdiri dari :
serat kapas
serat rami
serat rayon viskosa
serat sutera
serat wool
serat poliester
serat poliakrilat
serat nilon
campuran serat dari poliester dan kapas
campuran serat dari poliester dan rayon
campuran serat dari poliester dan wool
air suling

3.2.4 Cara kerja


3.2.4.1 penampang membujur
Serat diletakkan sejajar di atas kaca preparat dan dipisahkan satu
sama lain dengan bantuan jarum jahit agar serat tidak menumpuk
Kemudian serat ditutup dengan cover glass dan dari arah samping
ditetesi dengan medium air, kelebihan air dihisap dari sisi lainnya
dengan menggunakan kertas hisap atau kertas saring
Preparat diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x, 25 x,
40x.

3.2.4.2 penampang melintang


Jarum jahit yang berisi benang ditusukkan di tengah-tengah gabus,
kemudian jarum ditarik kembali dengan meninggalkan lengkungan
benang pada gabus.
Beberapa helai serat diberi lak merah kemudian dipanaskan
beberapa saat sampai lak merah agak kering
Selanjutnya serat yang telah kering tersebut dimasukkan ke dalam
lengkungan benang kemudian benang di tarik keluar sehingga serat
masuk ke adalam tengah tengah gabus dan terjepit di gabus
Selanjutnya gabus diiris setipis mungkin dengan silet yang tajam
sehingga serat di tengah gabus ikut terpotong secara melintang
Irisan melintang diamati di bawah mikroskop seperti pada
pengamatan membujur dengan perbesaran 10x, 25x, 40x.
3.3 UJI PELARUTAN
3.3.1 Uji pelarutan berhubungan erat dengan sifat-sifat kimia dari masing-masing
serat. Uji ini sangat penting terutama untuk serat-serat buatan yang
mempunyai morfologi hampir sama. Cara pengamatan melalui kelarutan
serat pada berbagai pelarut dapat disimpulkan jenis seratnya. Prinsip
pengujiannya adalah melarutkan serat pada beberapa pelarut dengan
kondisi yang berbeda kemudian diamati sifat kelarutannya.

3.3.2 Alat
Tabung reaksi
Rak tabung
Pengaduk
Pembakar
Pipet tetes
Piala gelas 250 ml
Pencapit kayu

3.3.3 Bahan

3.3.3.1 Berbagai macam serat terdiri dari :


serat kapas
serat rami
serat rayon viskosa
serat sutera
serat wool
serat poliester
serat poliakrilat
serat nilon
campuran serat dari poliester dan kapas
campuran serat dari poliester dan rayon
campuran serat dari poliester dan wool

3.3.3.2 zat kimia

H2SO4 60%
H2SO4 70%
HCl 1:1
HNO3 pekat
HCOOH pekat
NaOH 10%
NaOH 45%
KOH 10%
NaOCl
Metil salisilat
3.3.4 Cara kerja
Tabung reaksi dibersihkan dan dikeringkan
4 ml perekasi yang digunakan dimasukkan ke dalam tabung rekasi
dengan bantuan pipet tetes secara hati-hati
Beberapa helai serat yang akan diuji dimasukkan ke dalam tabung
reaksi yang berisi pelarut tadi
serat yang berada di dalam larutan perakasi diaduk-aduk dan
diamati kelarutannya selama 5 menit, jika setelah selesai 5 menit
ternyatra serat tidak larut pereaksi dan serat dapat dipanaskan
dengan hati-hati. Setelah 3 menit diamati kelarutan dari masing-
masing serat pada masing-masing pelarutnya.
SOAL PRAKTIKUM SERAT TEKSTIL

NAMA : TANGGAL UJIAN :

1. Apabila serat dibakar memberikan ciri bau kertas terbakar, asap berwarna putih, abu halus
maka serat tersebut adalah .....
a. Serat selulosa
b. Serat sintetik
c. Serat protein
d. Serat campuran dari protein dan sintetik
2. Apabila serat dibakar memberikan ciri bau rambut terbakar, asap berwarna putih, abu remuk
maka serat tersebut merupakan serat ......
a. Serat sintetik
b. Serat selulosa
c. Serat campuran selulosa sintetik
d. Serat protein
3. Apabila penampang membujur serat berbentuk seperti pita terpuntir, berkonvolusi dengan
penampang melintang seperti ginjal, ada lumen ditengahnya, maka serat tersebut adalah ...
a. Serat kapas
b. Serat rami
c. Serat rayon viskosa
d. Serat wol
4. Apabila penampang membujur serat berbentuk silinder dengan retakan di tengahnya,
penampang melintang berbentuk hampir bulat tidak beraturan, maka serat tersebut adalah ...
a. Serat kapas
b. Serat rami
c. Serat rayon viskosa
d. Serat wol
5. Apabila serat larut sempurna dalam H2SO4 60%, H2SO4 70 %, tidak larut dalam HCl 1:1 dan
HCOOH pekat maka serat tersebut adalah ...
a. Serat kapas
b. Serat rayon viskosa
c. Serat rami
d. Serat wol
6. Apabila serat larut sebagian dalam H2SO4 60%, larut sempurna dalam H2SO4 70%, tidak larut
dalam HCOOH pekat dan HCL 1:1, maka serat tersebut adalah ...
a. Serat kapas
b. Serat rayon viskosa
c. Serat wol
d. Serat sutera
JURNAL PRAKTIKUM SERAT TEKSTIL
UJI PEMBAKARAN

NAMA :
TANGGAL PRAKTIKUM :

NO Nama Serat Asap Bau Sifat Pembakaran Sisa Pembakaran Contoh Uji Hasil
Pembakaran
1 serat kapas

2 serat rami

3 serat rayon viskosa

4 serat sutera

5 serat wool

6 serat poliester

7 serat poliakrilat

8 serat nilon

9 campuran serat dari poliester


dan kapas
10 campuran serat dari poliester
dan rayon
11 campuran serat dari poliester
dan wool
JURNAL PRAKTIKUM SERAT TEKSTIL
UJI MIKROSKOP

NAMA :
TANGGAL PRAKTIKUM :

Penampang keterangan
NO Nama Serat
membujur melintang Membujur melintang
1 serat kapas

2 serat rami

3 serat rayon viskosa

4 serat sutera

5 serat wool
6 serat poliester

7 serat poliakrilat

8 serat nilon

9 campuran serat dari


poliester dan kapas

10 campuran serat dari


poliester dan rayon

11 campuran serat dari


poliester dan wool
JURNAL PRAKTIKUM SERAT TEKSTIL
UJI PELARUTAN
NAMA :
TANGGAL PRAKTIKUM :

NO Nama Serat Jenis jenis pelarut


H2SO4 H2SO4 HCl 1:1 HNO3 HCOOH NaOH 10% NaOH 45% KOH 10% NaOCl Metil Salisilat
60% 70% Pekat Pekat
1 serat kapas
2 serat rami
3 serat rayon
viskosa
4 serat sutera
5 serat wool
6 serat poliester
7 serat poliakrilat
8 serat nilon
9 campuran serat
dari poliester dan
kapas
10 campuran serat
dari poliester dan
rayon
11 campuran serat
dari poliester dan
wool