Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN

OBAT DAN AROMATIK


FIELDTRIP MATERIA MEDICA BATU

Oleh:
Nama : Riska Yuwanna Sari (135040101111033)
Kelompok : Kamis, 08.45 SDL-1
Asisten : Fathya

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016
1. PENDAHULUAN
1.1 Sejarah Materia Medica Batu
Materia Medica didirikan sejak tahun 1960 oleh almarhum Bapak
R.M.Santoso. Beliau juga merupakan salah satu pendiri Hortus Medicus
Tawangmangu yang sekarang berubah nama menjadi Balai Besar Penelitian
dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO2T) di
Tawangmangu. Awal berdirinya Materia Medica didasarkan hasil pengamatan
beliau tentang tanaman obat di Indonesia yang tidak dapat dikoleksi pada satu
daerah saja. Hal ini disebabkan oleh perbedaan daya adaptasi tanaman obat
terhadap lingkungan (iklim).
Pengelolaan kebun percobaan MMB dilakukan oleh Yayasan Farmasi
bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur. Namun, Bapak
R.M.Santoso meninggal dunia pada tahun 1963 sebelum kebun percobaan
tersebut dapat dikelola dengan sempurna. Sebagai upaya menjaga
kelangsungan pengelolaan kebun percobaan MMB, Dr. Moedarsono (Inspektur
Dinas Kesehatan Jawa Timur) menunjuk R.Suhendro (Kepala Dinas
Perkebunan Rakyat Kabupaten Malang) sebagai pimpinan sementara kebun
MMB. Masa jabatan R.Suhendro berlaku sampai MMB mendapat pimpinan
yang baru.
Pada tahun 1964, Ir.N.V.Darmago terpilih sebagai pimpinan baru MMB.
Pada tahun 1970 atas permohonan sendiri NV Darmago, meletakkan jabatan,
kemudian selaku pimpinan Materia Medica Batu dipegang oleh Ir. Wahyu
Soeprapto. Pada pertengahan tahun 1970 terjadi perubahan status kepemilikan
Materia Medica dari milik swasta menjadi milik pemerintah yaitu Dinas
Kesehatan Daerah Provinsi Jawa Timur Direktorat Farmasi Jawa Timur.
Setelah tahun 1978 dengan berfungsinya Direktorat Daerah farmasi Jawa
Timur menjadi Sub Balai Pengawasan Obat dan Makanan (POM), yang
sekarang menjadi Balai Besar POM Surabaya, maka pengelolaan Materia
Medica Batu diserahkan kepada Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur hingga
sekarang.
1.2 Visi
Tumbuhan obat asli Indonesia dimanfaatkan sebagai obat bahan alami
unggulan bangsa Indonesia

1.3 Misi
1. Meningkatkan promosi pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan baku alam
Indonesia
2. Mengembangkan monografi dan standar mutu baik simplisia maupun
ekstrak
3. Membantu penyusunan parmakope herbal Indonesia
4. Mengembangkan penelitian dasar tanaman obat alam Indonesia
5. Mempertahankan plasma nuftah tanaman obat alam Indonesia
6. Memperkokoh jaringan kerjasama antar lembaga penelitian dan industri
terkait
7. Mengembangkan database tanaman obat alam Indonesia
2. TUJUAN
2.1 Tujuan Pendirian Materia Medica
1. Tujuan Umum:
Membangun STO (Sentra Tanaman Obat) dalam skala regional
dan sebagai alat dan sarana untuk memperkenalkan dan menggalakkan
budi daya serta penggunaan tanaman obat asli Indonesia untuk tujuan
pemeliharaan kesehatan dan peningkatan perekonomian masyarakat.
2. Tujuan Khusus:
Membangun sarana untuk percontohan dan penelitian tanaman
obat asli Indonesia, menyediakan sarana pendidikan dan pelatihan di
bidang obat bahan alam serta pengembangan wisata TOGA

2.2 Fungsi dan Kegiatan yang Dilakukan di Materia Medica


Pembangunan Sentra Tanaman Obat UPT MATERIA MEDIKA
dirancang untuk dapat berfungsi sebagai :
1. Museum dan etalase tanaman obat Indonesia, seperti tanaman obat yang
hampir punah atau langka, tanaman obat yang telah dilakukan penelitian
secara ilmiah terbukti khasiatnya
2. Sarana untuk melakukan applied research seperti penelitian budidaya
tanaman obat baik secara in-situ atau ex-situ sehingga dapat menghasilkan
tanaman obat dengan mutu, khasiat dan keamanan yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah, penelitian budidaya tanaman obat
yang terbukti kemanfaatannya dan tanaman obat tersebut mempunyai nilai
ekonomi yang tinggi,
3. Tempat dan alat untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan di
bidang obat bahan alam seperti pelatihan budi daya tanaman obat bagi
calon pelatih di Daerah, produsen/petani tanaman obat dan pihak lain yang
berminat, pelatihan teknologi ekstraksi, meracik, dan sebagainya,
4. Sarana dan alat dalam rangka untuk memperkenalkan, memotivasi dan
menumbuhkan minat di kalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat
umum, sehingga pada tahap selanjutnya yang bersangkutan dapat ikut
secara proaktif melakukan budidaya dan pemanfaatan tanaman obat
Indonesia,
5. Penyediaan informasi mengenai tanaman obat
6. Sarana promosi dan wisata TOGA Indonesia
Adapun kegiatan yang dilakukan oleh Materia Medica Batu yaitu:
1. Pelayanan informasi Tanaman Obat Alam Indonesia (obat tradisional).
2. Penelitian tanaman obat dan tanaman yang mengandung bahan baku obat,
yang berkaitan dengan budidaya dan identifikasi kandungan bahan aktif.
Untuk tujuan ini, materia medica mempunyai 2 laboratorium utama, yaitu
Lab. Fitokimia dan Lab. Kultur Jaringan Tanaman.
3. Pembinaan kepada kelompok tani dan PKK berkaitan dengan pemanfataan
dan budidaya tanaman obat. Materia medica aktif mengadakan penyuluhan
ke beberapa daerah, misal penyuluhan di Kota Mojokerto dan di
Kabupaten Malang Selatan.
4. Pelayanan contoh ekstrak dan simplisia tanaman obat tradisional yang
terstandarisasi. Materia medica menyediakan berbagai macam simplisia
(kering dan serbuk), serta ekstrak.
5. Pelayanan konsultasi kesehatan terhadap pemanfaatan tanaman obat
6. Pelaksanaan budidaya tanaman obat
7. Balai Materia Medica menjadi percontohan IKOT Jawa Timur
8. Wisata ilmiah tanaman obat. Kami juga menerima kunjungan dari
beberapa sekolah, perguruan tinggi, kelompok PKK, dll.
9. Pelatihan

2.3 Tujuan Fieldtrip


Tujuan dari fieldtrip praktikum Teknologi Produksi Tanaman Obat dan
Aromatik yaitu untuk mengetahui jenis-jenis tanaman obat yang sudah
dimanfaatkan dan berkhasiat bagi kesehatan di Materia Medica Batu, dan cara
pembuatan simplisia. Selain itu diharapkan mahasiswa juga mengetahui
prospek dan peluang dari tanaman-tanaman obat.
3. PEMBAHASAN
3.1 Pembuatan instan Kunyit
a. Alat
1. Panci : Untuk wadah ketika memasak dan mengaduk sari kunyit.
2. Blender : Untuk menghaluskan kunyit.
3. Pisau : Untuk memotong kunyit.
4. Saringan : Untuk menyaring hasil adukan sari kunyit.
5. Kompor : Untuk memanaskan panci dan membantu proses memasak
sari kunyit

b. Bahan
1. kg kunyit : Bahan utama dalam membuat instan kunyit.
2. Daun pandan wangi : Untuk memberi aroma pada instan kunyit.
3. 1 kg gula pasir : Untuk memberikan rasa manis dan membantu
menghomogenkan sari kunyit agar mengkristal.
4. 800cc air : Untuk membantu proses pemanasan.

c. Cara membuat
1. Mencuci kunyit
2. Mencincang kunyit
3. Menyiapkan sari kunyit.
4. Mencampur gula dengan sari kunyit.
5. Mengaduk campuran agar homogen selama kurang lebih 45 menit (dalam
proses ini perlu diperhatikan suhu kompor).
6. Menyaring campuran dan memasukkannya ke dalam panci lain.
7. Mengaduk campuran hingga berbusa dan mengkristal.
8. Memindahkan instan kunyit ke wadah kering.
9. Memasukkan instan kunyit ke dalam kemasan.
3.2 Tanaman obat di Materia Medica
1 Nama daerah: Cakar ayam
Nama latin: Selaginella doederleinii Hieron
Bagian yang digunakan: Herba (seluruh
bagian tanaman)
Khasiat: obat batuk, obat kanker.
Prospek: Prospek kedepannya bagus,
berpotensi untuk obat herbal dan juga
industri jamu. Serta sudah terdapat
perusahan jamu Dayang Sumbi yang
megolah cakar ayam sebagai obat herbal
tradisional yang diasarkan di berbagai
daerah di Indonesia
2 Nama daerah: Kumis kucing
Nama latin: Orthosiphon aristatus
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Pelancar kencing, obat kencing
batu
Prospek: Memiliki prosek ke depan yang
cukup baik sebagai obat tradisional.
Dengan sudah adanya perusahaan yang
mengelola tanaman kumis kucing sebagai
obat herbal. Namun harus lebih
memperbaiki strateginya lagi agar dapat
bersaing.

3 Nama daerah: Sambiloto


Nama latin: Eugenla polycephala
Bagian yang digunakan: seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Mengobati kanker, pusing, alergi,
cuci darah, anti gatal.
Prospek: Di Indonesia sudah mulai tumbuh
industri pangan fungsional yang berbasis
herbal. Untuk pengembangan suplemen
pangan berbasis tanaman asli Indonesia,
diperlukan kegiatan penelitian dan
pengembangan mendalam dalam bidang
ini.
4 Nama daerah: Tempuyung
Nama latin: Sonchus arvensis L.
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat asam urat, peluruh seni.
Prospek: Memunyai prospek yang baik
untuk kedepanya, baik untuk obat
tradisional biasa ataupun industri.
Dibuktikan dengan adanya produk di
pasaran yang menggunakan daun
tempuyung, yaitu Calcusol, Pentugin,
Gempur Batu, Batugin Elixir, Teh
Cibinong.
5 Nama daerah: Dandang gendis
Nama latin: Clinacanthus nutans Lindau
Bagian yang digunakan: Daun.
Khasiat: Obat kencing manis, anti diabetes.
Prospek: Dandang gendis merupakan
tanaman herbal, mespikun tidak begitu
popiler dibandingkan tanaman herba
lainnya. Namun, beberapa penelitian justru
mengungkap peluang tanaman ini sebagai
herba yang berpotensial menormalkan
kadar gula dalam darah.

6 Nama daerah: Srigading


Nama latin: Nyctanthes arbor-tristis
Bagian yang digunakan: seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Obat encok, rematik.
Prospek: Untuk prosek srigading masih
dalam skala tanaman yang dapat dijadikan
obat tradisional herbal. Untuk sakala
industri masih belum digunakan.

7 Nama daerah: Daun duduk


Nama latin: Desmodium triquetrum L.
Bagian yang digunakan: Seluruh bagian
tanaman kecuali akar
Khasiat: Obat eluruh seni
Prospek: Prospek daun duduk masih dalam
sekala industri kecil obat tradisional.
8 Nama daerah: Bangun bangun
Nama latin: Coleus amboinicus Lour
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat demam, pembengkakan
Prospek: Untuk prospek tanaman obat
bangun bangun masih dalam skala obat
herbal yang memiliki khasiat sebagai
demam dan pembengkakan. Belum ada
prospek untuk pengembangan dalam skala
industri.

9 Nama daerah: Patikim


Nama latin: Hydrocotyle rotundifolia
Bagian yang digunakan: Seluruh
bagiantanaman.
Khasiat : Obat penyakit kuning, lambung,
liver.
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

10 Nama daerah: Kitolot


Nama latin: Laurentia longiflora
Bagian yang digunakan: Bunga
Khasiat: Obat mata
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.
11 Nama daerah: Kayu rapet
Nama latin: Parameria laevigata
Bagian yang digunakan: Kulit dan batang
Khasiat: Obat keputihan
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

12 Nama daerah: Sambung nyowo


Nama latin: Gynura procumbens
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat kanker, diabetes
Prospek: Melihat kebutuhan masyarakat
yang terus meningkat akan penggunaan
sambung nyawa, membuat para pengusaha
industri farmasi memanfaatkan peluan ini
dengan menjual tanaman sambung nyawa
dalam bentuk olahan. Saat ini ekstrak daun
sambung nyawa sudah banyak di jual di
pasaran, baik dalam bentuk kapsul atau pun
dalam bentuk serbuk.
13 Nama daerah: Keji beling
Nama latin: Strobilanthes crispus
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat batu ginjal, radang ginjal,
kencing batu
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

14 Nama daerah: Rosmeri


Nama latin: Rosemarynus officinalis L.
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat nyamuk, batuk
Prospek: pengembangan produk derivat
minyak atsiri untuk meningkatkan nilai
tambah (diversifikasi vertikal),
pengembangan pemasaran IKM minyak
atsiri, pengembangan dan penguatan klaster
Industri Kecil Menengah (IKM) minyak
atsiri Indonesia, dan meningkatkan
investasi industri hilir.
15 Nama daerah: Zodia
Nama latin: Evodia sauveolens
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Penngusir nyamuk
Prospek: pengembangan produk derivat
minyak atsiri untuk meningkatkan nilai
tambah (diversifikasi vertikal),
pengembangan pemasaran IKM minyak
atsiri, pengembangan dan penguatan klaster
Industri Kecil Menengah (IKM) minyak
atsiri Indonesia, dan meningkatkan
investasi industri hilir.
16 Nama daerah: Rumput papua
Nama latin: Biopytum petersianum
Bagian yang digunakan: seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Obat awet muda, penyubur rahim
Prospek: Prospek rumut papua sudah
menjadi skala dalam industri obat
tradisional. Apalagi bila budidayanya
dikembangkan di wilayah tertentu yang
sesuai.

17 Nama daerah: Rumput mutiara


Nama latin: Hedyostis Corymvosa
Bagian yang digunakan: Seluruh bagian
tanaman
Khasiat: Obat radang paru-paru.
Prospek: Potensi tumbuhan obat sebagai
alternatif pengobatan di kalangan medis.

18 Nama daerah: Bunga sepatu


Nama latin: Hibiscus rosa-sinensis L.
Bagian yang digunakan: Daun, akar, dan
bunga.
Khasiat: Obat batuk, sariawan, demam
Prospek: Untuk prospek tanaman obat
bangun bangun masih dalam skala obat
herbal yang memiliki khasiat. Belum ada
prospek untuk pengembangan dalam skala
industri.
19 Nama daerah: Tabat barito
Nama latin: Ficus deltoidea
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat awet muda, vitalitas
Prospek: Jika dikembangkan lebih jauh,
tanaman tabat barito berpotensi sebagai
industri jamu.

20 Nama daerah: Jambu biji merah


Nama latin: Psidium guajava
Bagian yang digunakan: Daun
Khasiat: Obat diare, meningkatkan
trombosit
Prospek: Prospek tanaman jambu biji
merah sebagai obat tradisional herbal
sangat berpotensi, baik dalam dunia
industri pula. Dan sudah banyak dibuat
olahan obat dalam bentuk aapun dari
tumbuhan jambu biji.
4. PENUTUP
a. Kesimpulan
Banyak tanaman obat yang ada di sekitar kita yang ternyata sering kita
jumpai namun kita tidak mengetahui akan manfaatnya bahkan
menganggapnya hanya sebagai tanaman liar saja. adapun beberapa tanaman
obat yaitu cakar ayam, kumis kucing, sambiloto, tempuyung, banun bangun,
patikim, kotolot, rosmeri, zodia, rumut apua rumput mutiara dan lain
sebagainya. Disamping untuk tanaman obat, ada beberapa tanaman yang bisa
dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keindahan warna dan daunnya,
misalnya saja bunga sepatu, daun duduk, sri gading dan lainnya.
b. Saran
Perlu adanya pengenalan kepada masyarakatakan adanya tanaman obat,
sehingga masyarakat luas dapat mengetahui manfaatnya dan tidak
menganggap sebagai tanaman liar yang tidak ada gunanya. Serta dapat
mengurangi konsumsi obat-obat kimia.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Islamudin. 2014. Potensi Tanaman Obat Kalimantan Timur Khususnya di
Kawasan Perbatasan. Diakses pada tanggal 27 April 2016 dari
https://islamudinahmad84.wordpress.com/2014/02/05/potensi-tanaman-obat
-kali mantan-timur-khususnya-di-kawasan-perbatasan/
Anonymous1.2016. Menangkala Diabetes dengan Dandang Gendis. Diakses pada
tanggal 27 April 2016 dari http://www.pertanianku.com/menangkal-
diabetes-dengan-dandang-gendis/.
Anonymous2. 2013. http://jual-sambung-nyawa.blogspot.co.id/. Diakses pada
tanggal 27 April 2016
Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. 2008. Prospek Tanaman
Aromatik Dalam Menanggulangi Permasalahan. Pusat Penelitian Dan
Pengembangan Perkebunan
Chairul,Sofnie M.; Ros,Sumarny; Chairul. 2003. Aktivitas Antioksidan Ekstrak
Air Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Secara Invitro. Jakarta :
Universitas Pancasila, Fakultas Farmasi. Diakses pada tanggal 27 April
2016.
Kusuma,Dicky. 2012. Pembuatan Jamu Serbuk Daun Tanaman Cakar Ayam
(Selaginella doederleinii Hieron) di Perusahaan Dayang Sumbilawang,
Kecamatan Delanggu, Kabupaten Mojokerto. Universitas Sebelas Maret :
Fakultas Pertanian. Diakses pada tanggal 27 April 2016.
Litbang Pertanian. 2002. http://www.litbang.pertanian.go.id/tahukah-anda/?p=
14. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Diakses pada tanggal 27
April 2016.
NRM News. 2013. Prospek Obat Tradisional Indonesia Sangat Menjanjikan.
Diakses pada tangga 27 April 2016 dari https://nrmnews.com /2013/07/31
/prospek-pasar-obat-tradisional-indonesia-sangat-menjanjikan/
Seutar Pertanian. 2011. http://tipspetani.blogspot.co.id/2011/06/mengintip-pelua
ng-dan-prospek-usaha.html. Diakses pada tanggal 27 April 2016.
Suhirman,Sintha; Christina Winarti. 2012. Prospek Dan Fungsi Tanaman Obat
Sebagai Imunomodulator. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Pascapanen Pertanian. Diakses pada tanggal 27 April 2016.
Wastika,Iwayans. 2014. https://iwayanswastika.wordpress.com/2014 /11/10/manf
aat -daun-duduk/. Diakses pada tanggal 27 April 2016.
Wiranthi,Puspi Eko. 2011. Analisis Strategi Bisnis Kumis Kucing Kering Pada PT
Poros Nusantara Utama Jawa Barat. ITB : Fakultas Ekonomi dan
Manajemen. Diakses pada tanggal 27 April 2016.