Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL TUGAS AKHIR

EVALUASI RUANG GEMA JURUSAN FISIKA INSTITUT


TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

Disusun:

YUSUF HAIKAL BAKHTIAR


NRP 1112100062

Dosen Pembimbing :
Dr. Suyatno
Susilo Indrawati,M.Si

JURUSAN FISIKA
Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2016
i
LEMBAR PENGESAHAN
EVALUASI RUANG GEMA JURUSAN FISIKA INSTITUT
TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah Tugas Akhir Program Strata 1
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Oleh :

YUSUF HAIKAL BAKHTIAR


NRP 1112100062

Surabaya, 09 Novemer 2016

Menyetujui,
Dosen Pembimbing I: Dosen Pembimbing II:

Dr.Suyatno Susilo Indrawati, M.Si


NIP. 197606202002121004 NIP. 1100201301001
Mengetahui,

Ketua Prodi S1
Ketua Jurusan Fisika FMIPA ITS
Jurusan Fisika FMIPA ITS

Dr. Yono Hadi Pramono, M.Eng. Gontjang Prajitno, M.Si.


NIP. 19690904 199203.1.003 NIP. 19660102 199003.1.001

1
URAIAN SINGKAT
Ketika sumber suara berada pada ruang tertutup, Tingkat gema yang terjadi dan waktu
peluruhan suara secara perlahan stetalah sumber bunyi dimatikan tergantung dari karakteristik
permukaan batas, udara mengisi ruang, dan benda-benda dalam ruang. Secara umum, sebagian kecil
daya dari suara datang diserap permukaan tergantung pada sudut datang. Pengetahuan tentang
karakteristik penyerapan suara oleh permukaan, biasanya dalam bentuk rata-rata yang cocok untuk
semua sudut datang. Diperlukan, dalam pengukuran waktu dengung dari auditorium, kantor, bengkel,
dll, hingga pengurangan kebisingan yang akan dipengaruhi oleh pemberian penyerap. Karena
distribusi suara gelombang di ruang tertutup suara bisa datang dari sudut yang tidak terduga, maka
distribusi intensitas suara harus sama di semua titik untuk melakukan standarisasi. Jika bunyi
intensitas bunyi pada semua titik sudah merata maka medan suara bisa disebut medan difus. Dan suara
yang mencapai permukaan ruang dianggap memiliki sudut datang yang acak. Medan suara di ruang
gema dirancang agar mendekati medan difus. Oleh karena itu, penyerapan suara diukur dalam ruang
gema akan mendekati penyerapan suara yang akan diukur pada kondisi dasar yang diasumsikan untuk
standardisasi.Dimana standarisasi ini bertujuan adalah untuk menseragaman metode dan kondisi
pengukuran penyerapan suara di ruang gema.

Kata kunci: Absorber, Ruang gema,

2
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN..................................................................................................................... 1
URAIAN SINGKAT ............................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ........................................................................................................................................... 3
BAB I ...................................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN ................................................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................................... 4

1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................................... 4

1.3 Tujuan Penelitan...................................................................................................................... 5

1.4 Batasan Masalah ..................................................................................................................... 5

1.5 Sistematika Penulisan.............................................................................................................. 5

1.6 Manfaat Hasil Penelitian ......................................................................................................... 5

BAB II ..................................................................................................................................................... 6
TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................................................... 6
2.1 Bunyi ........................................................................................................................................ 6

2.2 Sumber Bunyi .......................................................................................................................... 6

2.3 Absorbsi, Refleksi dan Isolasi pada Ruang .............................................................................. 6

2.4 Ruang Gema ............................................................................................................................ 7

BAB III.................................................................................................................................................... 8
METODOLOGI PENELITIAN .............................................................................................................. 8
1.1 Tahap-Tahap Penelitian........................................................................................................... 8

1.2 Studi Literatur.......................................................................................................................... 8

1.3 Pengenalan Alat ...................................................................................................................... 9

1.4 Pengukuran ............................................................................................................................. 9

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... Error! Bookmark not defined.

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ketika sumber suara berada pada ruang tertutup, Tingkat gema yang terjadi dan waktu
peluruhan suara secara perlahan stetalah sumber bunyi dimatikan tergantung dari karakteristik
permukaan batas, udara mengisi ruang, dan benda-benda dalam ruang. Secara umum, sebagian kecil
daya dari suara datang diserap permukaan tergantung pada sudut datang. Pengetahuan tentang
karakteristik penyerapan suara oleh permukaan, biasanya dalam bentuk rata-rata yang cocok untuk
semua sudut datang. Diperlukan, dalam pengukuran waktu dengung dari auditorium, kantor, bengkel,
dll, hingga pengurangan kebisingan yang akan dipengaruhi oleh pemberian penyerap. Karena
distribusi suara gelombang di ruang tertutup suara bisa datang dari sudut yang tidak terduga, maka
distribusi intensitas suara harus sama di semua titik untuk melakukan standarisasi. Jika bunyi
intensitas bunyi pada semua titik sudah merata maka medan suara bisa disebut medan difus. Dan suara
yang mencapai permukaan ruang dianggap memiliki sudut datang yang acak. Medan suara di ruang
gema dirancang agar mendekati medan difus. Oleh karena itu, penyerapan suara diukur dalam ruang
gema akan mendekati penyerapan suara yang akan diukur pada kondisi dasar yang diasumsikan untuk
standardisasi.Dimana standarisasi ini bertujuan adalah untuk menseragaman metode dan kondisi
pengukuran penyerapan suara di ruang gema.
Di laboratorium instrumentasi akustik, jurusan fisika institute teknologi sepuluh nopember
sendiri. telah dibangun ruang gema utuk melakukan berbagai macam pengukuran koefisien absorbsi
material koefisien scattering material. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap ruang
tersebut. Sehingga dapat diketahui apaka ruang gema yang di evaluasi sudah memenuhi standart, bila
belum memenuhi apa saja yang perlu dilakukan agar dapat memenuhi standart.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan permasalahan di atas maka dapat dirumuskan permasalahan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah distribusi intensitas suara di ruang gema Fisika ITS adalah medan difuse atau
bukan
2. Berapakah ukuran optimal dari penampang absorber sehingga didapatkan pengukuran
yang akurat.
3. Bagaimana cara meningkatkan performa ruang gema sehingga sesuai dengan
ISO:354(2003)

4
1.3 Tujuan Penelitan
Adapun tujuan dari peneltian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui distribusi intensitas suara di ruang gema Fisika ITS adalah medan difuse
atau bukan, baik mengunakan pemodelan ataupun pengukuran langsung.
2. Mengetahui ukuran optimal dari penampang absorber sehingga didapatkan
pengukuran yang akurat
3. Mengetahui apakah adanya kebocoran yang terjadi dengan membandingan
pengukuran langsung dan pemodelan computer.
4. Memberikan perlakukan seperti penambalan ataupun pemberian karet pada pintu, jika
terjadi kebocoran,
5. Memberikan penambahan panel-panel aksutik sehingga suara membentuk medan
difuse, jika distribusi suara belum difuse saat dilakukan pengukuran ataupun
pemodelan

1.4 Batasan Masalah


Adapun batasan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bahan utama box adalah kayu triplex.
2. Bentuk dari box speaker adalah segi enam dengan 7 buah speaker.
3. Frekuensi yang digunakan selama pengukuran yaitu 250Hz, 500Hz, 1000Hz dan 2000Hz
4. Sudut pengukuran yang digunakan yaitu sudut-sudut 0o hingga 360o dengan pengukuran
kelipatan 10o .
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini, tersusun dalam lima bab yaitu: Bab 1: Pendahuluan,
berisi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, perumusan masalah dan manfaat tugas
akhir. Bab 2: Tinjauan Pustaka, berisi mengenai kajian pustaka yang digunakan pada tugas
akhir. Bab 3: Metodologi Penelitian, berisi tentang metode dan tahap pengambilan data. Bab
4: Analisa Data dan Pembahasan, berupa hasil data yang diperoleh, serta analisa yang
dilakukan. Bab 5: Kesimpulan, berisi kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan.

1.6 Manfaat Hasil Penelitian


Manfaat yang akan didapat dari penelitian tugas akhir ini antara lain:
1. Dapat menjadi rujukan untuk perbaikan ruang gema jurusan fisika ITS untuk masa
mendatag
2. Dapat menjadi rujukan pengunaan ruang gema sesuai dengan standart yang ada

5
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Bunyi
Bunyi atau suara adalah pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal yang
merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas.
Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara
Kebanyakan suara adalah gabungan berbagai sinyal getar terdiri dari gelombang harmonis,
tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan getar osilasi atau
frekuensi yang diukur dalam satuan getaran Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi
dengan pengukuran dalam satuan tekanan suara desibel (dB). Manusia mendengar bunyi saat
gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang telinga
manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia berkisar antara 20
Hz sampai 20 kHz. Suara di atas 20 kHz disebut ultrasonik dan di bawah 20 Hz disebut
infrasonik ( http://www.podcomplex.com/guide/physics.html diakses pada 14:21 11/10/2016).

2.2 Sumber Bunyi


Sumber suara (getaran) memancarkan energi ke arah yang menjauhi sumber tersebut.
Daya akustik yang dimiliki oleh sumber tersebut dinyatakan dalam besaran watt. Jika sumber
tersebut adalah sumber titik maka berarti sumber tersebut memancarkan energi suara yang
sama ke segala arah, sehingga bidang propogasi gelombang suara yang terjadi adalah bidang
bola (Prasasto,2008).

Sumber bunyi memancarkan gelombangnya ke segala arah (omni-directional) dalam


daerah yang tidak ada permukaan pantulnya, namun intensitas bunyi yang dipancarkan pada
salah satu arah dapat menjadi sangat nyata / lemah, tergantung dari medium dan
penghalangnya (termasuk refleksi dan absorbsi). Pola pemancaran akan berubah sejalan
dengan frekuensinya (Legoh,Finarya).

2.3 Absorbsi, Refleksi dan Isolasi pada Ruang


Dalam suatu ruangan, bunyi yang terjadi atau terdengar sebenarnya adalah kombinasi dari
bunyi asli dan bunyi lainnya. Hal ini akibat dari permukaan atau bahan-bahan yang terdapat
dalam ruangg memiliki sifat yang berlainan sebagai perlakuan dari bunyi, seperti pantulan,
penyerapan, difraksi, refraksi, dan sebagainya. Sifat-sifat ini ternyata apabila tidak
dikendalikan dapat pula mengakibatkan kualitas bunyi menjadi tidak baik sehingga perlu
dilakukan pengaturan terhadap bahan dalam suatu ruangan agar kualitas bunyi dapat sesuai

6
dengan kebutuhan dan fungsi ruang tersebut. Objek yang mampu menyerap bunyi (absorber)
secara umum lebih tepat digunakan untuk meningkatkan kualitas bunyi di dalam ruang
dengan jalan menyerap suara yang muncul dari dalam ruangan itu sendiri. Isolasi sendiri
adalah penggabungan dari refleksi, absorpsi, dan peredaman getaran untuk membatasi suara
agar tidak bisa lewat. Pada prinsip insulasi terjadi penyerapan gelombang bunyi yang jauh
lebih besar daripada proses absorpsi. Prinsip insulasi sangat baik diterapkan untuk mengatasi
kebisingan yang merambat secara airborne maupun structureborne. (Betabayu Santika, 2016)

2.4 Ruang Gema


Ruang gema dalah ruang yang desain sehingga distribusi intensitas suara di setiap titik
pada ruang menjadi sama dengan arah gelombang datang adalah acak. Ukuran ruang gema
disarankan 200 m2 dengan ukuran maksimal 500 m2 dan minimal 150 m2, untuk ruang reverb
fisika ITS ukurannya 150 m2. Tiap permukaan didalam ruang dibuat sedemikian rupa
sehingga tidak ada yang parallel/berhadapan untuk menghindari gelombang berdiri.
Permukaan juga dibuat untuk memantulkan suara sehigga waktu dengung yang terjadi besar,
pada ruang gema fisika ITS waktu dengungnya bekisar di waktu 6 detik.Ruang ini bisa
digunakan untuk pegukuran kekuatan speaker, kalibrasi microphone, dan pengukuran
koefisien absorbsi dari material. Dimana sumber suara yang digunakan adalah sumber suara
Omnidirctional.(ISO:354,2003)

Gambar 2.1 Pemodelan ruang gema Fisika ITS

7
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
1.1 Tahap-Tahap Penelitian

Pada pelaksanaan penelitian Tugas Akhir ini tahapan-tahapan yang ada mengikuti
diagaram alir adalah sebagai berikut

Start

Studi Literatur

Persiapan Alat dan Bahan

Pengukuran

Analisa Data

Kesimpulan

Penyusunan Laporan

Finish

Gambar 3.1 Diagram alir pada penelitian

1.2 Studi Literatur


Pada proses studi literatur ini dilakukan guna mendukung proses pembuatan tugas akhir
serta memahami arah dan alur penelitian yang dapat mendukung proses penelitian dari awal
sampai penulisan laporan. Pada tahap ini dilakukan untuk mendapatkan dasar teori yang
berhubungan dengan penelitian sehingga dapat menjadi acuan dalam melakukan analisis dan
pembahasan. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini meliputi buku-buku teks, artikel,
jurnal ilmiah, serta internet.

8
1.3 Pengenalan Alat
Pada tahap ini bertujuan untuk membahas fungsi dan karkteristik peralatan yang
digunakan dalam penelitian. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa
perangkat keras dan lunak yang meliputi:
1. Personal Computer ( PC/Laptop) yang berfungsi sebagai penghasil sumber bunyi
impuls dari Realtime Analyzer, juga memerlukan Skecthup dan EASE 4.3 untuk
pemodelan ruang gema

2. Amplifier berfungsi sebagai penguat bunyi yang dikeluarkan oleh PC sebelum masuk
ke speaker.
3. Speaker yang berfungsi untuk mengeluarkan bunyi yang telah dikuatkan oleh
4. Sound Level Meter (SLM) yang berfungsi sebagai alat untuk membaca nilai peluruhan
bunyi .
5. Statip yang berfungsi sebagai penyangga bahan uji agar berada sesuai dengan posisi
yang dikendaki.
6. Tripod yang berfungsi sebagai alat untuk penyangga mikropon agar mikropon tepat
pada jarak dan sudut yang dikehendaki.
7. Reverberation chamber tempat yang akan diukur.
8. Lasser meter untuk mengukur jarak
9. Absorber material bahan yang digunakan sebagai variable control untuk menentukan
sifat ruang gema
1.4 Pengukuran
Dalam penelitian Tugas Akhir ini akan dilakukan beberapa jenis pengukuran

1. Pengukuran distribusi SPL di ruang gema


2. Pengukuran kebocoran pada ruang gema
3. Pengukuran koefisien absorbsi optimum dibandingkan dengan nilai yang ada pada
literature