Anda di halaman 1dari 15

Bisnis Freight Forwarding di Indonesia

Sejarah Perusahaan Freight Forwarding di Indonesia.

Bisnis Freight forwarder adalah suatu specialis perdagangan yang menyediakan bermacam-macam

fungsi dan fasilitas untuk transportasi barang (Murphy & Daley , 2000 ) . Sudah sejak lama freight forwarder

diketahui sebagai kunci perantara yang terlibat dalam transportasi barang (cargo) dari titik asal (origin) ketitik

tujuan (destination) melalui laut maupun udara. Sedangkan menurut Lai dan Cheng (2004) menjelaskan bisnis

utama dari freight forwarding adalah membeli jasa transportasi dari bermacam-macam pelayaran atau pemilik

kapal (carrier) dan membuat suatu rangkaian pengiriman (shipment) dari beberapa pengirim barang (shipper)

dalam jumlah kecil atupun besar , ketujuan tertentu dengan harga yang lebih murah. Dalam kalimat diatas

sudah terlihat jelas bahwa bisnis utama dari Freight forwader adalah membeli jasa transportasi dari bermacam-

macam pelayaran atau pemilik kapal/pesawat (shipping line atau airline atau carrier) dan memuat serangkaian

pengiriman (shipment) dari beberapa pengirim barang (shipper atauSUPPLIER ) yang ditujukan ke

beberapa penerima barang (consignee atau buyer) dalam jumlah kecil ataupun besar, ketujuan tertentu dengan

harga yang diharapkan bisa lebih murah dan sesuai dengan waktu yang di harapkan. Hal ini juga merujuk pada

definisi jasa freight forwarding pernah didefinisikan dalam PER 178/PJ/2006 yang kemudian dicabut dengan

terbitnya PER 70/PJ/2007 yaitu mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan No. KM/10 Tahun 1988

tentang Jasa Pengurusan Transportasi. Berdasarkan SK Menhub tersebut, yang dimaksud dengan Jasa Freight

Forwarding adalah sebagai berikut : Usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik barang, untuk

mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui

transportasi darat, laut dan udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi,

pengepakan, penandaan pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen

angkutan, klaim asuransi, atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya
berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak

menerimanya. Dari perpektif diatas sudah terlihat jelas bahwa Freight forwarding berusaha menjadi arsitek

dalam pengiriman barang ekspor keluar negeri atau sebaliknya dan perusahaan freight forwarder menjadi

sangatlah penting peran sertanya dalam arus laju perekonomian dunia khususnya Indonesia.

Freight Forwarding nasional pada pertengahan tahun 1970-an sudah ada di Indonesia walaupun masih

dalam bentuk kelompok-kelompok atau associate member. Pada tahun 19771978 beberapa perusahaan freight

forwarding nasional yang secara mandiri melakukan kegiatan jasa freight forwarding. Kemudian pada tanggal

16 Juli 1980 dengan mendapat bimbingan dan pengarahan dari Direktorat Jendral perdagangan Luar negeri

Departement perdagangan ( Dirjen, Deplu , Deperdag ) maka diberikan ijin operas kepada 15

perusahaan freight forwarding di Indonesia . Karena dinilai sangat pesat, dirikannya Indonesian Freight

Forwarder Association di singkat INFFA yang resmi di akui pemerintah RI yang beranggotakan 60

perusahaan freight forwarding yang ada di Indonesia yang pada akhirnya diakui sah sebagai

anggota FIATA pada tahun 1981.

Dalam perkembangan volume perdagangan Indonesia semakin meningkat sehingga memerlukan

perusahaan jasa angkutan yang betul-betul dapat dapat menunjang kegiatan ekspor komoditi Indonesia ke luar

negeri, pada tanggal 25 Juli 1989 terjadilah peleburan antara beberapa assosiasi yang bergerak dalam bidang

pengurusan barang export import yang terdiri dari INFAA ( Indonesia Freight Forwarder Association )

GAVEKSI ( Gabungan Veem dan Ekspedisi Seluruh Indonesia = EMKL ) EMPU ( Espedisi Muatan

Pesawat Udara = EMKU ) , yang menjadi INFA ( Indonesia Forwarder association ) atau GAFEKSI

(Gabungan Freight dan Ekspedisi Seluruh Indonesia ) yang diresmikan oleh menteri Perhubungan pada dengan

jumlah anggota pada saat itu 288 anggota dan pada tahun 2011 telah mencapai 1800 perusahaan yang tersebar

berbagai daerah di Indonesia dengan pembinaan dari Departement Perhubungan RI. Tetapi seiringnya

peningkatan jumlah perusahaan freight forwarding di Jakarta sendiri yang tidak terarah yang berimbas pada

banyaknya perusahan freight forwarding yang tumbuh secara liar, mengakibatkan pihak pemerintah yang

diwakili oleh Dirjen Perhubungan agar batasan dan pengketatan pengajuan perijinan perusahaan freight

forwarding yang diberlakukan sejak dua tahun lalu. Hal ini juga dalam usaha pemerintah dalam menertibkan
perusahaan-perusahaan freight forwarding yang liar atau tanpa ijin yang jelas maka hal ini mengakibatkan

menurunya jumlah perusahaan freight forwading di Jakarta sendiri.

Definisi Freight Forwarders

Menurut Koleangan (2004:20) pengertian Freight Forwading adalahorang atau badan usaha yang

melakukan jasa pengurusan dokumen dan atau definisi baku yang diberlakukan secara international,

pengapalan barang atas permintaan importer atau eksportir dengan menerima pembayaran sebagai kompensasi.

Menurut Suyono (2003:155) pengertian Freight Forwarding adalah badan usaha yang bertujuan

memberikan jasa pelayanan/pengurusan atau seluruh kegiatan diperlukan bagi terlaksananya pengiriman ,

pengangkutan dan penerimaan barang dengan menggunakan multimodal transport baik melalui darat, laut atau

udara.

Menurut Suyono (2005), freight Forwarder adalah badan usaha yang bertujuan memberikan jasa

pelayanan/pengurusan atas seluruh kegiatan yang diperlukan bagi terlaksanannya pengiriman, pengangkutan

dan penerimaan barang dengan menggunakan multimodal transport melalui darat, laut , dan/udara. Disamping

itu, freight forwarder juga melaksanakan oengurusan prosedur dan formalitas dokumentasi yang

dipersyaratkan oleh adanya peraturan-peraturan pemerintah Negara export, Negara transit dan Negara import.

Freight Forwarding adalah seseorang yang mendapatkan order dari langganan untuk pengangkutan

barang-barang tersebut ketempat tujuan . Sukrisman (1985:1).

Pengertian jasa freight forwarding, definisi jasa freight forwarding pernah didefinisikan dalam PER

178/PJ/2006 yang kemudian dicabut dengan terbitnya PER 70/PJ/2007 yaitu mengacu pada Keputusan Menteri

Perhubungan No. KM/10 Tahun 1988 tentang Jasa Pengurusan Transportasi. Berdasarkan SK Menhub

tersebut, yang dimaksud dengan Jasa Freight Forwarding adalah sebagai berikut : Usaha yang ditujukan untuk

mewakili kepentingan pemilik barang, untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya

pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut dan udara yang dapat mencakup kegiatan

penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan pengukuran, penimbangan, pengurusan

penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, klaim asuransi, atas pengiriman barang serta
penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai

dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya

Tipologi Freight Forwarder

Berdasarkan tugas dan tanggung jawabnya , freight forwarder dikelompokan menjadi 2 (dua)

tipe , yaitu :

1. Sebagai agen

Freight Forwarder bertindak sebagai agen apabila :

A. Secara umum, menerima kewajiban/tanggung jawab atas pengaturan pengangkutan barang

dilakukan atas dasar aturan tradisional keagenan, melakukan pemesanan ruangan kapal, mengatur transportasi,

pengurusan di Bea Cukai, dan sebagainya, dan dalam melaksankantugasnya patuh kepada prinsipal, mematuhi

instruksi-instruksi yang beralasan dan harus mampu melaksanakan seluruh transaksi yang terjadi.

B. Secara umum, tidak bertanggung jawab terhadap tindakan atau kesalahan maupun kelalaian pihak

ketiga, seperti carrier, re-forwarder dan sebagainya, dengan catatan bahwa pemilihan pihak ketiga tersebut

telah dilakukan sungguh-sungguh.

Contoh-contoh kesalaha terbatas yang menjadi tanggung jawabnya yaitu :

penyerahan barang tidak sesuai dengan instruksi pengirim barang

kesalahan mengasuransikan barang yang tidak sesua dengan instruksi

kesalahan selama pengurusan di pabean/Bea Cukai (customs operations)

barang dikirim kepelabuhan yang salah

re-export dilakukan tanpa memenuhi syarat kepabeanan/Bea Cukai

penyerahan barang tanpa menagih uang freight dari consignee

2. Sebagai prinsipal

Freight Forwarder bertindak sebagai prinsipal apabila :

1. Freight Forwarder berlaku sebagai suatu kontraktor bebas (independent contractor), bertanggung jawab atas

namanya sendiri, tidak hanya kesalahnnya sendiri tetapi terhadap seluruh pelaksanaan angkutan termasuk
periode barang selama dalam pengawasan carrier dan semua penangung jawab multimoda lainnya yang

diguanakan atas pekerjaan yang diminta pelanggan.

2. Bertanggung jawab atas tindakan dan kesalahan carrier dan pihak-pihak lainnya yang terkait dengan

pelaksanaan kontrak angkutan.

3. Melakukan konsolidasi , yaitu mengumpulkan muatan partai kecil dari beberapa shipper dan mengirim muatan

tersebut dalam satu shipment kepada agent consolidation di pelabuhan tujuan dan menyerahkannya

kepada consignee.

Apabila freight forwarder mengambil alih tugas angkutan darat, mengangkut sendiri barang yang

menjadi tanggung jawabnya, melaksanakan konsolidasi dan multimodal transport, menerbitkan House Bill of

Lading atau House Airwaybill sendiri, maka dapat dikatakan freight forwarder tersebut berlaku prinsipal.

Semoga informasi yang sudah di paparkan dapat dimengerti dan bermanfaat buat teman-teman

sekalian. Atau mungkin jika ada mau menambah informasi diatas yang dirasa kurang lengkap silahkan

komentar-komentarnya agar kita dapat masukan informasi yang jauh lebih bermutu. Terima kasih dan salam

sukses selalu !!

Friendship Logistic Lines adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa kepengurusan export - import
diseluruh pelabuhan nusantara,Domestics maupun International.
Adapun Layanan yang kami tawarkan antara lain :
1. Door to Door
2. Customs Clearance
3. Transportasi
4. Undername (Pinjam bendera,bagi importir yang belum memiliki licensi impor)
5. Warehouse,dan Agent Shipping Lainnya
TERPERCAYA, AMAN DAN CEPAT, HARGA BERSAING

Jika anda kesulitan untuk menangani masaalah impor barang,jangan ragu untuk menghubungi kami :
We can when the others say cant
BRgds
PT.friendship logistics line
as agent of
star-shipping SDN,BHD
Billy Hartanto
Mobile: +62 822 8356 - 9183
E-mail: Billy@FLLID.COM

JAKARTA - INDONESIA
Ruko Marinatama Manggadua blok b no.20
Jl. Gunung Sahari Raya - Jakarta Utara 14420 Indonesia.
Phone : +62 21 6407488 Fax : +62 21 6401658

SURABAYA - INDONESIA
Jl. Tanjung Batu Blok 21L No. 12A Surabaya 60165, Indonesia
Phone : +62 31 3536129 Fax : +62 31 3536128
FREIGHT FORWARDING

Definisi dan pengertian


Freight forwarding adalah perusahaan yang bergerak di jasa pengangkutan barang
secara keseluruhan,freight forwarding bisa berfungsi sebagai EMKL,Pelayaran,Jasa
kepabeanan ,bahkan pengiriman door to door.
Usaha Jasa Pengurusan Transportasi (freight forwading) adalah kegiatan usaha yang
ditujukan mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman
dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut atau udara yang dapat
mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, pengukuran,
penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan,
perhitungan biaya angkutan, klaim asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian
tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang- barang tersebut
sampai dengan diterimanya oleh yang berhak menerimanya.
Sedangkan orang atau badan hukum yang melaksanakan pekerjaan forwarding adalah
seorang freight forwarder.
Definisi dari Freight Forwarder yaitu:
1. Freight Forwarder bekerja hanya atas perintah dari mereka yang menginginkan
agar barangnya dikirim ke tempat lain.
2. Untuk menggerakkan barang muatan tersebut forwarder tidak harus memiiki sarana
angkutannya
3. Forwarder bertindak sebagai perantara antara si pengirim , pengangkut , dan
penerima barang .
Dari definisi tersebut diatas maka dapat disimpulkan Freight forwarder adalah :
Seseorang atau suatu badan hukum yang melaksanakan perintah pengiriman barang
(muatan) dari satu atau beberapa orang pemilik barang,yang di kumpulkan dari satu
atau beberapa tempat , sampai ke tempat tujuan akhir melalui system pengaturan lalu
lintas barang dan dokumen , dengan menggunakan satu atau beberapa jenis angkutan
dengan tanpa harus memiliki sarana angkutan di maksud .Status freight Forwarder
Forwarder adalah tempat dimana para pemilik barang akan menerima berbagai macam
advis atau nasehat dari Forwarder tentang segala sesuatu terhadap aspek-aspek
pengiriman dan pengangkutan barang,seperti :
a. Tata cara pengepakan/pengemasan barang
b. Negara tujuan barang beserta peraturan-peraturan setempat tentan pemasukan
barang.
c. Tentang jalur dan route angkutan barang yang terbaik dan tercepat.
d. Pengaturan dokumen serta pemantauan barang selam dalam proses angkutan
(shipment dan lain sebagainya)
Untuk melaksanakan pekerjaan sehari-harinya forwarder akan selalu melibatkan pihak-
pihak tertentu ,agar pekerjaan serta jasa yang ditawarkan kepada para pemilik barang
akan berjalan lancer ,mereka adalah :
a. Pemilik barang (baik itu penjual atau pembeli atau pihak lainnya)
b. Pihak Stevedore atau di Indonesia di sebut dengan perusahaan Bongkar muat
(PBM) yang membantu forwarder untuk memuat dan membongkar barangnya.
c. Cargo Surveyor pemeriksa barang di pelabuhan.
d. Pihak pengangkut barang serta dokumen muatannya.
e. Asuransi dan Bank dokumentasi dan keamanan barang serta system barang yang
terkait.
f. Badan dan Instansi pemerintah seperti :Bea Cukai,perdagangan,Perhubungan dan
lain sebagainya).
Disini seorang Forwarder merupakan seorang coordinator terhadap suatu proses
pengiriman barang,dengan menggunakan sarana angkutan tertentu yang mereka
pilih.Sesuai dengan jenis,berat,serta nilai barang bersangkutan.Secara maka
selanjutnya dapat kita sebutkan bahwa status seorang Forwarder itu dalah sebagai
berikut :
a. Selaku konsultan dri para pemilik barang.
b. Selaku kuasa dari pemilik barang yang diserahkan kepadanya untuk segera dikirim
ke tempat tujuan akhir(menerima dan menyerahkan barang).
c. Selaku coordinator serta pengawas terhadap suatu proses pengiriman barang.
Dari urian tersebut diatas maka sekarng dapat kita simpulkan bahwa mereka yang
termasuk dalam lingkup kerja seorang Forwarder adalah :
a. Perusahaan pengiriman paket dan dokumen.
b. Perusahaan EMKL,EMKU,dan EMKA serta sejenisnya.
c. Perusahaan pengepakan barang (packing companies)
d. Perusahaan barang pindahan (Cargo Moving,Company)dimana pada umumnya
perusahaan-perusahaan di atas ini,bekerja atas kontrak angkutan/pengiriman barang
yang di tanda tangani oleh kedua belah pihak dengan kondisi angkutan tertentu
(biasanya atas dasar door to door services).
Aspek-aspek tatalaksana forwarding
Beberapa pengertian tentang Freight Forwarding telah kita ketahui.Selanjutnya
bagaimanakah perusahaan Freight Forwarding dijalankan serta bagaimanakah
tatalaksananya.Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada dasarnya seorang
Forwarder adalah seorang perantara atau agen dari mereka yang memerlukan adanya
ruang muatan disatu pihak dan di lain pihak bagi mereka yang memerlukan barang
muatan bagi sarana angkutan yang dimilikinya.Oleh karenanya seorang Forwarder
dalam posisinya yang demikian itu harus dapat berdiri dn bertindak dengan baik bagi
keuntungan atau kepentingan dari pihak-pihak yang terkait.
Namun demikian pada saat-saat tertentu ,pihak-pihak yang berkepentingan itu akan
selalu mencari seorang Forwarder untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah
yang timbul terhadap barang-barang atau ruang muatan kosong.Dan biasanya yang
datang kepada seorang Forwarder itu adalah para pemilik barang ,sedangkan pihak
pengangkut tidak akan selalu berbuat demikian karena mereka hanya menghadapi
beberapa masalah saja seperti :
a. Bagaimanakah caranya mereka mampu untuk dalam waktu yang ditetapkan dapat
memadai ruang muatannya dengan barang muatan (cargo) untuk tujan tertentu yang
diinginkan.
b. Selanjutnya bagaimanakah mereka akan memelihara dan memerlukan barang
muatan yang berada dikapalnya selalu aman dan utuh selama dalam proses
pengangkutannya sampai di tempat tujuan.
Dan segala sesuatunya itu telah dengan jelas tertulis di dalam suatu kontrak angkutan
yang dikenal dengan sebutan Bill Of Lading/BL pada angkutan laut,dan pada kontrak
angkutan udara adanya Airway Bill atau di kenal dengan AWB.Pada kedua jenis
dokumen muatan tersebut dapat dibaca segala persyaratan pengangkutan barang yang
mengikat kedua belah pihak.Kemudian bagaimanakah tata cara pelaksanaan
operasional dari perusahaan Freight Forwarding itu ada beberapa macam tindakan
para forwarder dalam hal mereka mengelola usaha jasa forwarding tersebut.Secara
singkat beberapa langkah yang biasanya akan di ambil oleh perusahaan Forwarding itu
adalah sebagai berikut ini :
a. Mencari calon penngguna jasa,bila mungkin untuk dijadikan langganan (client)tetap
dengan cara : melalui jasa pos,dengan menjelaskan jasa-jasa yang akan di tawarkan
melalui system dari pintu ke pintu dengan kunjungan ke lapangan melalui cara lain yang
efektif.
b. Melakukan negosiasi atau perundingan lain,sehingga calon pemakai jasa setuju
untuk menggunakan jasa Forwarding yang ditawarkan.
c. Melaksanakan persiapan-persiapan yang di perlukan untuk memberikan pelayanan
yang sebaik-baiknya terhadap barang barang yang telah diterima dari pemilik barang.
d. Meneliti segala sesuatunya yang diperlukan agar barang dimaksud dapat segera di
kirim,seperti umpamanya :
Apakah isi,jenis,berapa berat dan volume barangnya,lengkap dokumen
penunjangnya.
Siapakah Nama dan Pemilik Barang.
Kemana tujuan barang ini akan di kirim.
Siapa nama penerima barang di tempat tujuan.
Apa dan bagaimana persyaratan angkutannya.
Apabila barang tersebut didukung oleh L/C dan bagaimanakah persyaratan yang
dibebankan terhadapnya.
KKepada siapakah barang tersebut diserahkan untuk dikirim.
Bagaimakah syarat pembayaran uang tambang dan berapa jumlahnya.
Apabila selesai proses pengiriman barangnya bagaimanakah tata cara penagihan
kepada pemilik barang,dimanakah tagihannya.
Bagaimanakah dengan polis asuransinya.
e. Proses pengursan dokumen ,pemeriksaan barang oleh petugas pabean,dan
sebagainya.
f. Melaksanakan negosiasi mengenai tariff angkutan,baik dengan pihak
pengangkut,maupun pemilik barang.
g. Apabila segala sesuatunya telah sesuai dengan keentuan yang berlaku,segera
menghubungi pihak pengangkut yang akan melaksanakan penngiriman barang yang
dimaksud.
h. Apabila proses pengiriman barang berjalan lancar dan barang jasa Forwarding
secara lengkap kepada pihak yang terkait(penerima dan pengirim).
Demikian ringkasan umum tentang bagaimanakah seorang Forwarder melaksanakan
operasional pekerjaannya setiap hari,yaitu mulai dari mencari calon
pelanggannya,proses tentang cargo dan dokumen handling ,pengangkutan dalam
proses pengiriman barang sampai dengan penagihan atas jasa-jasa yang dapat
dimanfaatkan oleh para pemilik barang.Seorang Forwarder akan selalu berkecimpung
dalam suatu pekerjaan rutin,yait segala hal mengenai :
a. Aspek-aspek pemasaran bagi produksi jasanya.
b. Koordinasi penggunaan dengan berbagai macam peralatan,pengendalian,dan
pemeliharaan barang.
c. Pemanfaatan tata ruang gudang yang diisi barang dagangan/muatan kapal yang
efisisen.
d. Koordinasi terhadap lalu lintas dokumen.
e. Pemanfaatan ruang kapal yang berada di bawah unit operasionalnya agar dapat diisi
muatan secara maksimal.
f. Menerima dan menyerahkan barang.
g. Penanggung jawab terhadap hasil pekerjaan dari para sub kontrak yang bekerja
untuknya.
Apabila dilihat dari beberapa sector,jika pengiriman barang di serahkan sepenuhnya
kepada forwarder maka Para pemilik barang akan terlepas dari beberapa problema
yang selalu membayanginya pada setiap barang produksi yang siap untuk di
pasarkan,Problema yng dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Memikirkan bagaiman system kemasan atas barangnya yang terbaik,agar ekonomis
dan efisien.
b. Harus menghubungi perusahaan pengemasan barang apabila produksinya tersebut
berbentuk agak istimewa.
c. Untk mengangkut hasil produksinya ke pelabuhan harus berhubungan dengan
pemilik usaha angkut darat(kereta api atau truck)
d. Di pelabuhan harus mencari perusahaan EMKL (khususnya di Indonesia)untuk
mengurus penyelesaian dokumen yang muatan dan sebagainya.
e. Mencari perusahaan bongkar dan muat(Stevedoring)dan pelayanan yang baik di
pelabuhan agar hasil produksinya tersebut dapat dimuat ke kapal dan di kirim kepada
penerima di luar negeri.
f. Menghubungi perusahaan asuransi untuk mengurangi resiko kerugian yang mungkin
akan dideritanya di kemudian hari.
Keadaan yang demikian ini tentunya akan sangat menguras tenaga dan pikiran para
produsen bersangkutan atau pemilik barang ,karena :
Pemilik barang harus mengeluarkan surat perintah kerja bagi setiap pihak yang
terkait tersebut diatas,setelah melalui proses negosiasi yang melelahkan.
Pemilik barang harus selalu mengikuti seluruh proses pergerakan barang selama
dalam pengangkutan sampai barang diserahkan kepada penerima.
Selalu di bayangi oeh suatu kemungkinan terjadinya tuntutan ganti rugi (claim)
Sistem distribusi barang tidak teratur.
Oleh karenanya maka para pemilik barang menyadari bahwa jika pelaksanaan
pengiriman dan pengangkutan barang itu dilaksanakan sendiri maka akhirnya biaya
yang terkait ternyata lebih tinggi di bandingkan apabila pengiriman barang tersebut di
serahkan saja sepenuhnya kepada Freight Forwarder.Karena seorang forwarder akan
selalu siap untuk melayani setiap kepentingan para pemilik barang maka pada saat-
saat tertentu,yaitu pada saat barang muatan yang diserahkan kepada pihak
pengangkut,maka secara otomatis Forwarder tersebut akan bertindak untuk dan atas
nama pihak pemilik barang,dengan perkataan lain bahwa Forwarder disini telah
berubah statusnya yaitu menjadi pemilik barang atau si pengirim.Sehubungan dengan
ststusnya tersebut maka kepada pihak pengangkut ,seorang forwarder pada dasarnya
dapat pula memberikan jasanya antara lain berupa :
1. Mampu memberikan jaminan muatan untuk jalur atau route tertentu kepada pihak
pengangkut,secara teratur baik waktu maupun jumlahnya.
2. Akan menggunakan salah satu atau beberapa peti kemas milik pihak pengangkut
guna melayani para pemilik barang dengan volume atau kuantitas yang relative lebih
kecil(mutan kosolidasi atau Groupage Cargo)
3. Proses penyelesaian dokumen yang tepat waktu sehingga muatan bersangkutan
dapat segera dikirim ke tempat tujuannya.
Dari uraian tersebut yaitu mengenai tatalaksana Freight Forwarding maka dapat kita
gambarkan tata cara mereka menjalankan operasional beserta beberapa aspek yang
terkait di dalamnya khususnya tentang pengiriman /pengangkutan barang baik sebagai
pengangkut atau pengirim barang.
Jenis-jenis Freight Forwarding
Freight Forwarding dalam kegiatannya sehari-hari dapat dibagi dalam 2 jenis golongan
yaitu :
1. Atas dasar operasional
Pengiriman barang oleh para Forwarder hanya dapat dilaksanakan dengan
menggunakan sarana angkutan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh mereka,yaitu
dengan melihat bentuk,kemasan,berat dan isi barang bersangkutan.Tetapi secara
operasional,mereka hanya akan melayani pada areal pengiriman barang terbatas
kemampuan atau keinginannya masing-masing.
Umpamanya saja di Indonesia,Forwarder itu dibagi dalam tiga kategori yaitu :
- Forwarder Internasional (kelas A)
- Forwarder Domestik/Regional(Kelas B)
- Forwarder Lokal(Kelas C)
Dari ketiga jelas yang dibagi oleh INFA/GAPEKSI yaitu pendekatan dari gabungan
Forwarder dan Expedisi Indonesia atau Indonesian National Forwarding yang terdaftar
pada asosiasi tersebut akan merupakan golongan kelas A seluruhnya,tetapi terbagi
didalam 3 kategori seperi disebutkan itu. Pembagian kualifikasi tersebut adalah atas
dasar daerah operasional,pengalaman kerja perusahaan,dan mitra usahanya di luar
negeri serta beberapa kreteria lainnya.
a. Forwarder internasional
Forwarder kelas A ini biasanya disebut juga secara umum dengan sebutan
Internasional Freight Forwarder adalah mrupakan Forwarder yang professional dalam
hal menjalankan kegiatan Freight Forwarding dengan memberikan jasa pengiriman
barang kepada para pemakai jasanya ,yaitu telah melampaui batas Negara dengan
tujuan barang di salah satu Negara di luar negeri.jenis Forwarder seperti inilah yang
banyak diminati oleh para pemilik barang terutama pada Exportir atau Importir.
Faktor-faktor yang mendukung mengapa mereka yang selalu diminati oleh para
pemakai jasa adalah karena :
Berhak menerbitkan /menggunakan FIATA B/L dan memiliki tenaga ahli dibidang
pengangkutan barang.
Adanya jaringn kerja secara Internasional serta Agen/Mitra kerja yang tangguh.
Memiliki sarana dan prasarana kerja yang cukup.
Berpengalaman luas serta mampu memberikan saran-saran yang diperlukan oleh
pemilik barang terhadap suatu maksud untuk pengiriman barang ke Negara tujuan
tertentu.
Mampu memberikan tarif angkutan yang relative murah serta dapat membantu
mencari jalan keluar untuk menurunkan biaya produksi terhadap suatu barang yang
akan di pasarkan di dunia internasional,serta selalu membayar tuntutan ganti rugi.
b. Forwarder Domestik/Regional
Perbedaan yang mendasar dengan Internasional Freight Forwarder adalah mereka
berhak untuk menggunakan FIATA/BL sedangkan dari Forwarder Domestik/Regional
belum berhak menggunakannya atau menerbitkan B/L sendiri (House B/L)
c. Forwarder Lokal
Jenis Forwarder ini merupakan forwarder dengan klasifikasi yang minim,karena disini
yang termasuk golongn Forwarder local adalah mereka yang belum memiiki agen di
luar negeri,dan mereka adalah para pengelola EMKL,EMKU,dan EMKA.

2. Atas dasar sarana angkutan


Jenis Forwarder yang termasuk pada jenis golongan atau jenis ini adalah :
a. Sea Freight Forwarder
Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah mereka yang telah mengkhususkan
kegiatan usahanya pada pengiriman barang muatan melalui angkutan laut atau melalui
kombinasi antara angkutan darat lainnya.Ada kategori umum mengenai barang muatan
atau cargo yang harus diketahui oleh seorang Forwarder tentang tehnik
pelayanannya(Cargo handling)masing-masing jenisnya yaitu :
- Bulk cargo
Yaitu semua jenis barang yang secara fisik bentuknya tidak dapat atau tidak harus
dikemas tersendiri dengan jenis kemasan apapun juga kecuali di sesuaikan dengan unit
alat angkutan itu sendiri.Contoh dari katagori jenis ini adalah ??
a. Biji-bijian, seperti jagung,beras,tepung terigu dll.
b. Bijih tambang,seperti batubara,besi,serta bahan mineral lain yang belum dip roses.
c. Kayu-kayuan,berupa kayu gelondong(logs),chips(pecahan kayu) dan hasil-hasil
hutan lainnya.
d. Berbagai macam jenis mesin-mesin serta produk-produk lain yang tidak dapat
dimasukkan kedalam salah satu jenis kemasan atau dimaskkan kedalam
petikemas,seperti transformer,reactor,turbin dan sebagainya.
e. Kendaraan bermotor,truck,dan alat angkutan lainnya.
f. Berbagai macam jenis produk besi-besi atau jenis produk metal lainnya yang telah
selesai maupun berupa semi proses.
- Unit load cargo
Yaitu satu atau lebih kemasan barang yang digabung /diikat atau ditumpuk menjadi
satu tumpukan pada sesuatu palet atau bentuk lainnya sedemikian rupa
(skidded),sehingga dengan demikian seluruh unit tersebut dapat di terima oleh kapal
dan siap dimuat dengan man serta ditata diatas kapal dan di bongkar dengan mudah di
pelabuhan tujuan dengan menggunakan alat mekanik tertentu.
Adapun maksud dan tujuan untuk mengelompokkan komoditi tersebut pada satu unit
Pallet adalah karena hal-hal sebagai berikut :
Menghemat biaya tenaga kerja (labor saving), item unit load ini akan memperkecil
biaya operasional untuk pelayanan barang muatan ,yaitu dengan jalan menggunakan
peralatan bongkar /muat,seperti forklift,yang hanya dengan satu orang operator mampu
melaksanakan pekerjaan mengangkat sebagian besar barang muatan/cargo ;demikian
pula dengan crane,yang mampu membongkar /memuat sejumlah besar peti,karton
maupun karung-karung,untuk sekali angkat.
Menghemat waktu pelayanan, banyak sekali waktu yang berharga terbuang percuma
untuk melayani barang muatan yang terdiri dari berbagai macam bentuk
kemasan.Dengan menggunakan system Unit Load akan mampu menggerakkan atau
memindahkan sebagian besar komoditi di pelabuhan dengan menggunakan berbagai
peralatan mesin bongkar/muat.
Meningkatkan kemasan barang , kerusakan maupun pencurian barang muartan akan
merupakan suatu factor yang sangat mahal dalam hal pelayanan barang pada suatu
pengapalan barang.Dengan Unit load systemakan banyaak sekali pengurangan
terhadap kerusakan maupun kehilangan atas suatu barang ,di bandingkan system
konvensional.
- Containerised Cargo(Containerisation)
adalah suatu kegiatan dimana sejumlah barang muatan yang diisi kedalam suatu unit
petikemas untuk selanjutnya petikemas tersebut diangkut/dikirim melalui pelabuhan
muat dengan sarana angkutan tertentu ketempat tujuan atau pelabuhan pembongkaran
yang di kehendaki.Memang banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya
petikemas sebagai salah satu sarana untuk melaksanakan pengiriman barang oleh
seorang Forwarder ,keuntungan-keuntungan dimaksud,antara lain sebagai berikut :
Mengurang biaya pengemasan barang ,karena secara umum petikemas itu
sebenarnya adalah merupakan alat kemasan yang sebenarnya (actual packing
material)
Mengurangi biaya tenaga kerja yang berlebihan,terhadap proses pelayanan barang
bersangkutan sebagai contoh bahwa unit petikemas yang harus dimuat keatas kapal
dapat dilaksanakan dalam waktu satu hari,sedangkan kapal konvensional dengan
volume barang yang sama,akan memerlukan waktu muat paling sedikit 5 hari.
Mengurangi masa transit kapal,sehingga masa perjalanan kapal menjadi lebih
pendek(turnaraound time),sehingga perjalan kapal menjadi lebih ekonomis.
Keamanan barang lebih terjamin,selama barang berada di petikemas.
b. Air Freight Forwarder
Mereka yang mengkhususkankegiatan usaha jasanya pada sector angkutan
udara,dengan kombinasi angkutan kereta api atau truck, disini lokasi kegiatan tentunya
sebagian besar berada di sekitar Bandar udara,baik penyelesaian dokumen,maupun
penumpukan baranng serta lalulintasnya.
Airwaybill atau House Airway(AWB atau HAWB) adalah tata cara seorang forwarder
yang akan melakukan pemesanan ruang muatan (booking cargo space system)pada
setiap pengapalan yang telah diatur secara internasional ,yaitu sebagaimana yang
tertera berikut ini :
Nomor seri Airwaybill ,bahwa pada setiap pengapalan akan selalu tercantum nomor
seri dari setiap Airwaybill yang diterbitkannya.Nomor ini merupakan factor yang sangat
penting sekali peranannya,dalam rangka mengidentifikasikan suatu pengapalan barang
muatan melalui suatu penerbangan sampai pada saat pnyerahan barang I Bandar
udara pada tujuan akhirnya.
Jumlah paket (collie) ,jumlah paket harus di ketahui dengn pasti sebagai
kelengkapan pengapalan selama dalam proses pemuatan,alih penerbangan dan atau
saat penyerahan.
Berat barang ,seperti diketahui dengan pasti sebagai kelengkapan pengapalan
selama dalam proses pemuatan,alih penerbangan dan atau saat penyerahan.
Jenis barang muatan ,untuk melaksanakan pemesanan ruang muatan pada
pesawat udara,jenis serta bentuk barang sangat penting sekali untuk diketahui.
Ukuran dan isi barang,informasi atau keterangan lengkap mengenai ukuran dan isi
barang yang akan dimuat keatas kapal,disamping tentunya berat barang bersangkutan
,adalah sangat di perlukan,yang dinyatakan dalam Cm dan Inch.
Bandar udara pemberangkatan dan tujuan nama-nama Bandar udara
pemberangkatan serta tujuannya sangat penting sekali untuk hal-hal sebagai berikut :
Untuk menentukan trayek pengapalan.
Guna mengatur tempat penimbunan yang sesuai dengan tata ruang yang telah
ditentukan,menjelang keberangkatan meupun kedatangan barang bersangkutan.
Untuk menatur komunikasi tertentu apabila terjadi sesuatu hal selama dalam proses
penerbangan .
Memberikan kesempatan kepada pengirim barang untuk mengatur segala
sesuatunya baik di tempat transit maupun ditempat tujuan barag.
c. Rail and Inland freight Forwarder
Yaitu mereka yang mengkhususkan kegiatan usaha jasanya pada sector angkutan
darat dengan menggunakan jasa angkutan kereta api dan sarana angkutan lainnya
sampai jauh ke pedalaman pada suatu daerah atau Negara.
d. Combined Transport Operator
Yaitu Forwarder yang dalam usaha jasanya menggunakan lebih dari satu jenis alat
angkutan atau berbagai sarana angkutan yang melalui laut,udara dan kereta api dan
truck,atau kombinasi diantaranya.
Adapun Syarat untuk disebut sebagai seorang Forwarder yang professional adalah
sebagai berikut :
a. Memiliki sejumlah pengalaman luas dan memiliki berbagai aspek perdaganngan
internasional,angkutan serta memiliki hubungan luas serta mitra kerja yang baik pada
sector paengangkutan darat ,laut dan udara ,pergudangan stevedoring ,bank asuransi
dan sebagainya.
b. Memiliki ketrampilan kerja yang efektif dan efisien yang didukung oleh tenaga ahli di
bidangnya masing-masing,seperti ahli logistic dan mobilitasi ,bongkar dan muat,tata
cara pengemasan ,dan asuransi dan sebagainya.
c. Mampu memberikan pelayanan maksimal kepada para pemakai jasa,karena sebagai
forwarder professional ,mereka memiliki sarana-sarana serta perlengkapannya untuk
penumpukan dan pelayanan barang muatan selama berada dibawah kekuasaannya
tersebut.
d. Mampu membayar segala jenis biaya-biaya tekait pada setiap proses pengiriman
barang terlebih dahulu ,ntuk kemudian menagih pembiayaan tersebut kepada pera
pemakai jasa bersangkutan dan mampu memberikan tariff yang relative lebih murah.
Batas-batas dan tanggung jawab
Dengan begitu banyak ragam fungsi maupun peranan seorang forwarder dalam
rangka melksanakan sejumlah pengiriman barang,baik dengan meggunakan armada
milik pihak lain atau miliknya sendiri,maka hal tersebut akan memberikan suatu lingkup
konsekuensi maupun tanggung jawab yang ckup luas.Untuk memenuhi keinginan para
pemakai jasanya seorang forwarder sebelum menyetujui untuk melaksanakan
pengiriman barang ,akan mengambil beberapa langkah langkah penting,antara lain
mencari informasi,bagaimanakah kredibilitas pemakai jasanya tersebut,untuk
selanjutnya barulah mempersiapkan segala sesuatunya yang berhubungan dengan
rencana pelaksanaan pengiriman barang bersangkutan.Dimana prospek yang akan
dapat memberikan sesuatu kepadanya khususnya pekerjaan untuk melaksanakan
pengiriman barang.Beberapa jenis pelayanan pengiriman barang muatan yang dapat
ditawarkan kepada calon pemakai jasanya, antara lain :
1. Door to Door Services
Suatu pelayanan pengirima barang yang ditawarkan untuk seorang Forwarder kepada
calon pemakai jasa;mulai dari pintu gudang pengirim sampai dimuka pintu gudang
penerima barang dengan menggunakan satu atau beberapa jenis sarana
angkutan.Sistem pengiriman barang yang demikian ini diinternasional dinamakan from
point of origin(mulai dari tempat dimana pengirim berdomisili) up to the point of end
user (sampai dengan gudang pemakai akhir).
2. Port to Port Services
Suatu system pelayanan pengiriman barang yang dilaksanakan oleh seorang
Forwarder , dimulai dari gudang/truck/tongkang di pelabuhan pemuatan sampai dengan
gudang /truck/tongkang di pelabuhan tujuan (Pembongkaran),degan menggunakan
satu jenis sarana angkutan (single transportation system)
3. Port to Door Services
Suatu system pengiriman barang yang dilaksankan oleh seorang Forwarder , mulai dari
pelabuhan pemuatan ,sampai dengan pintu gudang si penerima (end User) , dengan
meggunakan lebih dari sarana angkutan.
4. Door to Port Services
Suatu system pengirim barang yang dilaksanakan oleh seorang forwarder mulai dari
pintu gudang pengirim sampai dengan pelabuhan pembongkaran di tempat tujuan
dengan menggunakan lebih dari sarana angkutan.