Anda di halaman 1dari 8

9.

KOVARIOGRAM GEOMETRIK

Estimasi pada suatu bidang (garis atau volume) dengan bantuan grid yang
teratur dapat diselesaikan dengan mudah menggunakan geostatistik. Persoalan-
persoalan macam ini berkait dengan variabel terregional ada atau tidak ada :

1 jika x berada di dalam bidang R


k (x ) = (9-1)
0 jika x tidak berada di bidang R

luas bidang R dinyatakan dengan persamaan berikut :

+
R = k ( x ) dx (9-2)

Dalam geostatistik, kovariogram geometrik di definisikan sebagai :

+
K (H ) = k ( x ) k ( x + h ) dx dengan K(0) = R (9-3)

Kovariogram geometrik adalah suatu ukuran untuk bidang (garis atau volume)
dimana dua bidang (garis atau volume) saling berpotongan. Kadar dalam bidang
R yang sebenarnya diestimasi berdasarkan jumlah n potongan bidang (daerah
pengaruh) suatu data yang ada (sama dengan jumlah conto yang ada). Hal itu
dinyatakan dengan (secara satu dimensi) sebagai berikut :

+
R* ( x 0 ) = r k ( x0 + pr ) dx = r n (9-4)
p =

dimana r adalah unit bidang dan x0 adalah awal dari grid. Varians estimasi
bidang dituliskan sebagai berikut :

G2 =
1
r [
R* ( x0 ) R dx
2
] (9-5)

R* ( x0 ) dan R dalam integral tersebut adalah merupakan fungsi dari variabel k(x).
Menurut Matheron (1971) berlaku :

+ +
G2 = r K ( pr ) K (h ) dh (9-6)

p =

1
Varians estimasi bidang R melalui R* sendiri sudah tergantung dari kovariogram
geometrik K(h), ini juga tidak diketahui seperti halnya bidang R yang sebenarnya.
Semua kovariogram mempunyai suatu kenaikan linier terhadap titik nol (h = 0),
yang kenaikannya untuk setiap bidang R* dapat diperkirakan. Sifat geometris ini
secara umum memungkinkan adanya suatu teransisi pembatas (r 0). Rumus
pendekatan varians estimasi relatif dinyatakan sebagai berikut :

G2 1 1 N 12
= N 2 + 0 ,061 N 2 N1 (9-7)
R2 n 2 6 N2

R adalah bidang yang benar, R* adalah harga estimasi yang besarnya sama
dengan jumlah n r dari sub-bidangnya. Sub-bidang berbentuk bujursangkar
atau empat persegi panjang dengan panjang sisi a1 dan a2. Parameter 2N1
adalah jumlah sepanjang a1, sedangkan 2N2 adalah jumlah sepanjang a2 yang
dibatasi bidang R*. Rumus pendekatan ini dapat digunakan jika n 10. Suatu
varians estimasi volume dapat juga diperoleh dengan jalan yang sama melalui
pendekatan seperti halnya bidang.

Gambar 9.1 Estimasi bidang R untuk dua grid dengan sumber yang berbeda

n = 69 2N1 = 36 2N2 = 32 n = 75 2N1 = 38 2N2 =36


R* = 69 a1 a 2 R* = 75 a1 a2
G G
= 3 ,0 % = 2 ,7 %
R R

Untuk selang kepercayaan 2 kali deviasi standar diperoleh :

R = (69 4 ) a1 a 2 R = (75 4 ) a1 a 2

2
PERKIRAAN CADANGAN ENDAPAN BAHAN GALIAN

9.1. ENDAPAN BAHAN GALIAN DAN INFORMASI


Suatu endapan emas bercirikan suatu lapisan pembawa emas yang ditutupi oleh
kerak lempung lateritik dibor dengan grid teratur dengan dimensi b1 = 30 m dan
b2 = 20 m. Pola pemboran diilustrasikan pada Gambar 9.2. Lubang bor yang
menembus mineralisasi emas diberi tanda . Terdapat N0 = 58 bor menembus
bijih.

Gambar 9.2 Pola pemboran dan sebaran titik bor yang menembus bijih

Ekstensi total (bidang R*) endapan dianggap sebagai jumlah daerah-daerah


pengaruh masing-masing bor yang menembus bijih. Di bagian Baratlaut tidak
terdapat mineralisasi, endapan di bagian utara memperlihatkan batas yang tidak
beraturan. Sangat sukar untuk menentukan batas endapan yang sebenarnya.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah perhitungan varians estimasi untuk
penentuan bidang R* yang dibentuk oleh gabungan grid yang teratur.

3
9.2. VARIABEL TERREGIONAL
Ketebalan p suatu endapan berkisar 3 5 m, yang selanjutnya dipilih sebagai
variabel terregional akumulasi ketebalan dan kadar rata-rata dari titik bor :

z (x ) = p(x ) t (x ) (9-8)

Karena diketahui ketebalan p diukur dalam m dan kadar t dalam g/t, maka
dimensi akumulasi adalah m g / t . Harga z(x) tidak diketahui, sedang kadar rata-
rata z = 28 m.g / t dengan varians akumulasi sebesar :

2 (v / V ) = 825 (m g / t )2 (9-9)

Dari harga-harga z(x) pemboran yang menembus bijih telah dihitung data
variogram sebagai berikut :

Tabel 9.1: Hasil hitungan vriogram

h (m) (h )(m g / t )2
20 501,8
40 768,3
60 784,0 kenampakan anisotropi pada
80 862,4 variogram tidak ada
100 901,6
120 823,2
140 799,7

9.3. VARIOGRAM
Gambar 9.3 menunjukkan plot variogram eksperimental dari hasil hitungan pada
tabel di atas. Berdasarkan kenaikkannya yang cepat pada titik-titik awal, maka
model variogram yang dipilih adalah model Matheron. Varians nugget sering
terjadi pada endapan emas.

3 h 1 (h )3
(h ) = C0 + C 3 h>a (9-10)
2 a 2 (a )
(h ) = C0 + C ha (9-11)

Dari kurva variogram tersebut dapat ditentukan parameter variogram model


Matheron sebagai berikut :

4
Gambar 9.3 Variogram eksperimental

Varians nugget diperoleh melalui eksplorasi garis yang melalui kedua titik awal
sampai memotong sumbu (h ) . Hasilnya dapat dilihat langsung pada kurva, atau
dihitung dengan kemiringan garis (768,3 - 501,8) / 20, yaitu C0 = 235 mg / t .
Harga sill diperoleh dari pendekatan C0 + C = 825 mg / t , sehingga didapat
C = 590 mg / t . Perpotongan garis untuk menentukan C0 dengan sill memberikan
besaran 2/3 a = 44 m, sehingga dihasilkan range sebesar a = 66 m.

9.4. ESTIMASI DAN VARIANS ESTIMASI BIDANG


Dari sejumlah N 0 = 58 lubang bor yang menembus bijih, diperoleh harga estimasi
luas R* endapan sebagai berikut :

R* = 58 blok ( 20 m ) ( 30 m ) = 34.800 m 2 (9-12)

Untuk perhitungan varians estimasi relatif digunakan rumus pendekatan yang


dinyatakan pada persamaan (9-7). Jumlah potongan endapan searah Utara-
Selatan dengan panjang 20 m adalah 44, sehingga :

2 N 1 = 44 N 1 = 22 (9-13)

Jumlah potongan endapan searah Timur-Barat dengan panjang 30 m adalah 20,


sehingga :

2 N 2 = 20 N 2 = 10 (9-14)

5
Selanjutnya dihitung jumlah seluruh bagian dalam dan seluruh bagian luar
potongan yang ada, sehingga dengan memasukkan parameter di atas pada
rumus (9-7) akan didapat :

G2 1 1 22 22
= 10 + 0 ,061 = 0 ,00137 (9-15)
R 2
58 58 6 10

G
Sehingga standar deviasi relatifnya adalah = 3 ,7 10 2 atau 4 %, dengan
R
demikian G = 1280 m . Pada perhitungan varians estimasi global dari Z melalui
2

z , varians eksistensi titik (bor) pada masing-masing blok sebesar 2 (0 / V ) ,


sehingga varians estimasi global akibat faktor ketidakpastian dalam endapan
karena adanya eksistensi titik pada masing-masing blok dinyatakan dengan :

G2
2
2 (0 / V ) (9-16)
R

9.5. VARIANS ESTIMASI AKUMULASI RATA-RATA


Akumulasi rata-rata Z suatu endapan bahan galian ditaksir dengan harga rata-
rata z =28 mg/t dari sejumlah N = 58 titik bor. Varians estimasi akumulasi rata-
rata dhitung dari komposisi hubungan garis dan hubungan bidang. Hubungan
garis dihitung untuk arah Utara-Selatan, karena jarak antar lubang bor dalam
arah ini lebih rapat daripada arah Timur-Barat. Pada hubungan bidang, garis li
diekstensikan terhadap daerah pengaruh yang berbentuk empat persegi panjang
dengan dimensi b1.b2 = (20 m).(30 m).

9.5.1. Hubungan Garis (VE Global Conto ke Garis)


Varians ekstensi suatu conto bentuk titik pada garis b1 adalah :

E2 (0 / L ) = E2 (b1 ) = C0 + C E2 ( ) (9-17)

b1/a = 20/66 = 0,30 sehingga E2 ( ) = 0 ,08 (lihat bab varians estimasi) sehingga :

E2 (0 / L ) = E2 (b1 ) = 235 + 590 0 ,08 = 282 (mg / t )2 (9-18)

Estimasi semua garis L dengan N = 58 bor diperoleh varians estimasi global:

E2 (L ) = E (b1 ) = 282 / 58 = 4 ,877 (mg / t )2


1 2
(9-19)
N

6
9.5.2. Hubungan Bidang (VE Global Garis ke Bidang)
Varians ekstensi suatu garis li dengan panjang yang berbeda-beda terhadap
bidang dengan lebar yang sama b2 adalah :

l
E2 (R ) =
C
2 l i E2 ( ) (9-20)
l i =1
li
i =1

Harga E2 ( ) dapat diperoleh dari nomogram pada varians estimasi yaitu


ekstensi garis dengan panjang I terhadap bidang I. b2 . Perhitungan dilakukan
dengan pembobotan yang diberikan pada tabel berikut (lihat Gambar 9.2) :

Tabel 9.2: Perhitungan varians estimasi garis l terhadap bidang l.b2

Lintasan li li / a b2 / a E2 ( ) li2 E2 ( )
I 160 m 2,54 0,45 0,010 256
II 240 m 3,80 0,45 0,008 460
III 200 m 3,18 0,45 0,009 357
IV 240 m 3,80 0,45 0,008 460
V 160 m 2,54 0,45 0,010 256
VI 160 m 2,54 0,45 0,010 256
1160 m 2045

590 2045
E2 (R ) = = 0 ,897 (mg / t )
2
(9-21)
(1160 ) 2

Dengan anggapan bahwa R = R*, padamana varians estimasi bidang selanjutnya


diabaikan, akan diperoleh varians estimasi global sebagai berikut :

E2 = E2 (L ) + E2 (R ) = 4 ,866 + 0 ,897 = 5 ,76 (mg / t )2 (9-22)

Dalam hal ini diperoleh standar deviasi relatif :

E / z 100% = 5 ,76 / 28 100% = 8 ,6% (9-23)

7
9.5.3. Varians Estimasi Total

Jika efek yang diberikan akibat ketidakpastian batas endapan ikut diperhatikan,
maka varians estimasi globalnya akan menjadi sebagai berikut :

G2
= (L ) + ( R ) +
2
E
2
E
2
E 2
2 (0 / V ) (9-24)
R
= 5 ,76 + 0 ,00137 825
= 6 ,89 (mg / t )
2

Standar deviasi relatif : E / z 100% = 6 ,89 / 28 100% = 9 ,3% . Pengaruh


ketidakpastian dalam penentuan bidang dalam hal ini tidak terlalu besar.
Akumulasi z = 28 (mg / t ) perlu diikuti dengan standar deviasi relatif 9,3 %, atau
z E = 28 2 ,6 mg / t .

9.5.4. Varians Estimasi Kandungan Logam


Kandungan logam dalam endapan bahan galian diberikan dengan pendekatan :

Q = z R* D (9-
25)

dimana D adalah densitas dalam t/m. Jika diasumsikan suatu harga 2,5 t/m,
akan diperoleh :

Q = 28 mg / t 34.800 m 2 2 ,5 t / m 3 (9-26)
= 2.436.000 g
= 2.346 kg emas.

Dalam hal varians estimasi z dan R tidak tergantung satu dengan lainnya, maka
varians relatifnya dapat dijumlahkan :

E2 (Q )
=
E2 z( )+ 2
G
=
6 ,89
+ 0 ,00137 = 0 ,01016 (9-27)
2 2 2
Q z R 28 2

E (Q )
Standar deviasi 100% = 0 ,01016 100% = 10% .
relatif : Sehingga
Q
diperoleh kandungan logam : Q = 2436 244 kg emas.