Anda di halaman 1dari 5

BAB 7

PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

Sistem pengendalian hasil keuangan memiliki tiga komponen utama, yaitu (1) pusat
pertanggungjawaban keuangan; (2) perencanaan dan sistem penganggaran, yang digunakan
untuk sejumlah pengendalian yang berhubungan dengan tujuan, termasuk menentukan target
kinerja untuk evaluasi kinerja; dan (3) kontrak intensif, yang mendefinisikan hubungan antara
hasil dan berbagai imbalan.

KEUNGGULAN SISTEM PENGENDALIAN HASIL KEUANGAN

Beberapa alasan yang bagus menjelaskan tentang ubikuitas sistem pengendalian hasil
dalam organisasi. Pertama, tujuan keuangan merupakan tujuan terpenting dalam organisasi yang
berorientasi laba. Keuntungan dan arus kas memberikan return untuk investor dan diantara
pengukuran utama yang berasal dari luar digunakan untuk mengevaluasi keuntungan perusahaan.
Jadi, sangat wajar apabila manajer disebuah perusahaan yang berorientasi pada laba memonitor
keberhasilannya dalam istilah keuangan dan menggunakan pengukuran keuangan untuk
mengarahkan tindakan karyawan pada tujuan akhir yang penting bagi organsisasi.

Kedua, pengukuran keuangan memberikan sebuah ringkasan pengukuran kinerja dengan


menghitung semua efek dari seluruh inisiatif operasi pada berbagai tingkat yang memungkinkan
berbagai pasar, produk/jasa, atau aktivitas dalam satu (atau beberapa) pengukuran.

Ketiga, banyak pengukuran keuangan sudah relative tepat dan objektif. Mereka umumnya
memberikan keunggulan pengukuran yang signifikan lebih dari informasi yang subjektif atau
kualitatif dan masih banyak lagi alternatif lain yang bersifat kualitatif dan masih banyak lagi
aternatif lain yang bersifat kuantitatif (seperti pengukuran kualitas atau kepuasan konsumen).

TIPE PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

Pusat pertanggungjawaban keuangan adalah elemen utama dari sistem pengendalian hasil
keuangan. Istilah pusat pertanggungjawaban manajemen menunjukkan bagian dari
pertanggungjawaban (atau akuntabilitas) untuk rangkaian khusus dari output dan/atau input bagi
karyawan (biasanya untuk manajer) yang bertanggungjawab pada seluruh organisasi (pusat
pertanggungjawaban). Tanggungjawab dapat ditunjukkan dalam istilah kuantitas dari input yang
digunakan, unit fisik dari output yang dihasilkan, karakteristik khusus dari proses produksi atau
jasa (misalnya kerusakan,jadwal pencapaian,kepuasan konsumen) atau indicator keuangan untuk
kinerja pada bagaian tersebut.

Pusat pertanggungjawaban keuangan adalah pusat tanggungjawab ketika tugas itu


didefiniskan paling tidak dalam istilah khusus keuangan. Ada empat tipe dasar dari pusat
pertanggungjawaban keuangan, yaitu:

1. Pusat investasi
Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang dipegang oleh manajer yang
bertanggungjawab baik untuk laporan rugi laba maupun laporan posisi keuangan line items
yang dibuat untuk menghasilkan return akuntansi (laba) dan investasi yang dibuat untuk
menghasilkan return tersebut. Return akuntansi dapat dirumuskan dalam beberapa cara,
tetapi biasanya hal itu terlihat dalam rasio profit yang dihasilkan dari investasi modal yang
digunakan. Berbagai definisi investasi menyebabkan banyak label berbeda diletakkan pada
total akhir laporan posisi keuangan pusat investasi, seperti return on investment (ROI),
return on equity (ROE), return on capital employed (ROCE), return on net assets (RONA),
return on total capital (ROTC), risk adjusted return on capital (RAROC), dan banyak variasi
lainnya.
2. Pusat Laba
Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban ketika manajer bertanggungjawab pada
beberapa pengukuran laba yang berbeda antara pendapatan yang dihasilkan dan biaya yang
menghasilkan pendapatan tersebut. Terminologis bisnis sering kali tidak tepat dan beberapa
perusahaan merujuk pusat investasi mereka sebagai pusat laba. Ada perbedaan konseptual
anatara pusat laba dan pusat investasi, yaitu manajer pusat laba bertanggungjawab pada laba
tetapi tidak pada investasi yang menghasilkan keuntungan.
3. Pusat pendapatan
Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban dimana manajermemegang
tanggung jawab akan menghasilkan pendapatan yang merupakanukuran output keuangan.
Jika pengeluaran sesuai dengan penghasilan, maka unittersebut akan menjadi pusat laba.
Pada hakikatnya, pusat pendapatan merupakan unit-unit pemasaran/penjualan(memiliki
toritas atas penjualan saja) yang takmemiliki wewenang untuk menetapkan harga jualdan
tidak bertanggung jawab atas harga pokok barang
barang yang mereka pasarkan. Penjualan dan pesanan aktual di ukur terhadapanggaran dan
kuota, dan manajer harus terbuka terhadap biaya yang terjadi secaralangsung didalam
unitnya; akan tetapi tolak ukurnya adalah pendapatan.
4. Pusat biaya
Pusat baiaya merupakan pusat pertanggungjawaban ketika manajer bertanggung jawab
terhadap beberapa elemen biaya. Biaya adalah pengukuran keuangan dari input, atau sumber
daya yang digunakan oleh pusat pertanggungjawaban. Biaya dan pengeluaran diukurdalam
bentuk uang, namun output tidak diukurdalam cara yang sama. Pembagian pusat biaya yaitu:
Pusat standar biaya ( standard or engineered expense center ), seperti departemen
pabirikan, hubungan kasual anatara input dan output adalah langsung, sehingga
keduanya mudah untuk dihitung. Hal itu menyebabkan pengendalian dapat dilakukan
dengan membandingkan standar biaya (biaya dari input yang seharusnya dikonsumsi
dalam memproduksi output) dengan biaya yang sesungguhnya terjadi.
Discretionary cost centre (seringkali disebut dengan managed cost centre) seperti
departemen penelitian dan pengembangan dan departemen administrative (misalnya
personel, pembelian, akuntansi, dan real estat, output yang dihasilkan sulit untuk
dinilai secara moneter. Selain itu, hubungan antara input dan output tidak diketahui
dengan baik. Hal itu menyebabkan evaluasi dari perbedaan kinerja Discretionary cost
centre seringkali memiliki komponen yang banyak.

Varians

Empat kategori dari pusat pertanggungjawaban keuangan di atas dapat dibedakan, ada
variasi yang sangat penting dalam setiap jenis pertanggungjawaban keuangan. Empat
pusat pertanggungjawaban tersebut terefleksi dalam sejumlah item laporan laba-rugi. Para
manajer pusat margin bruto mungkin dari tenaga penjual tingkat rendah yang kebetulan
menjual produk-produk dalam margin bervariasi. Ukuran laba memberikan mereka
insentif untuk menjual dengan margin yang lebih tinggi disbanding hanya menghasilkan
tambahan, yang mungkin merupakan pendapatan yang tidak menguntungkan.
PEMILIHAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN

Empat pusat pertanggungjawaban keuangan dapat dibandingkan dalam suatu hirarki yang
menggambarkan lebarnya pertanggungjawaban keuangan, atau sejumlah item laporan keuangan
di mana para manajer diharapkan dapat bertanggung jawab. Para manajer pusat pendapatan dan
biaya diharapkan dapat bertanggung jawab untuk satu atau beberapa macam item laporan laba-
rugi. Para manajer pusat laba diharapkan dapat bertanggung jawab untuk beberapa macam item
pendapatan dan beban. Para manajer pusat investasi diharapkan dapat bertanggung jawab untuk
sebuah ukuran laba yang dihubungkan secara langsung pada kinerja dalam area yang
direfleksikan dalam neraca.

Satu hal yang perlu diingat yaitu bahwa hubungan antara jenis pusat pertanggungjawaban
keuangan tidak selalu mudah dilihat, jadi label-label pusat pertanggungjawaban keuangan
mungkin secara khusus tidak informatif. Dalam praktek sesungguhnya, pusat
pertanggungjawaban keuangan dapat disusun pada sebuah kolom yang hampir tanpa rangkaian
kesatuan dari pusat biaya atau pendapatan ke pusat investasi.

Pada tingkat yang luas, struktur pusat pertanggungjawaban keuangan perusahaan bertepatan
dengan area kewenangan manajer. Area kewenangan manajer ditentukan oleh struktur organisasi
dan kebijakan organisasi yang mendefinisikan hak dan kewajiban manajer untuk membuat
keputusan-keputusan tertentu. Keputusan mengenai struktur organisasi tidak perlu mendahului
keputusan-keputusan mengenai jenis-jenis pusat pertanggungjawaban yang seharusnya
digunakan; keputusan struktur pertanggungjawaban mungkin yang pertama kali diputuskan.

MASALAH HARGA TRANSFER

Ketika pusat laba (investasi) seringkali menyediakan produk atau jasa kepada pusat laba atau
investasi lainnya dalam perusahaan yang sama maka terjadi mekanisme untuk menetapkan harga
transfer. Harga transfer ini secara langsung mempengaruhi pendapatan yang dihasilkan oleh
pusat laba, biaya yang dikeluarkan oleh pusat laba dan konsekuensinya, laba dari kedua entitas.

Tujuan harga transfer

Menyediakan sinyal ekonomik yang layak sehingga mempengaruhi para manajer untuk
membuat keputusan-keputusan ekonomik yang baik.
Harga transfer dan pengukuran laba berikutnya seharusnya menyediakan informasi yang
berguna untuk mengevaluasi kinerja dari pusat laba dan para manajernya.
Harga transfer dapat ditetapkan untuk memindahkan laba dengan sengaja antara entitas
perusahaan atau lokasi. Tujuan ini berhubungan dengan usaha meminimalkan pajak.