Anda di halaman 1dari 3

Nama : Didit Dwi Pamungkas

NIM : 1301198
Kelas : Teknik Industri A 2013

Penanganan Produksi Di Permukaan


Pada keadaan sebenarnya di lapangan, fluida reservoir yang diproduksi
melalui sumur dapat terdiri dari campuran cairan dan gas. Pada persamaan
kehilangan tekanan aliran dalam pipa, salah satu parameter yang digunakan adalah
densitas. Untuk kondisi dua fasa (gas dan airan) maka densitas yang digunakan
adalah campuran antara densitas gas dan densitas cairan.

Perencanaan Jenis Dan Ukuran Peralatan Produksi Permukaan


Peralatan produksi permukaan meliputi semua peralatan produksi untuk
mengalirkan fluida produksi dan memisahkan fluida produksi tersebut sebelum
disimpan / ditampung dalam peralatan pengumpul. Skema sistem produksi
permukaan dapat dilihat pada gambar.
Perhitungan peralatan produksi dipermukaan dipengaruhi oleh jenis fasa
hidrokarbon, komposisi kimia hidrokarbon dan air formasi, kondisi reservoir dan
laju produksi dimana semuanya itu akan berpengaruh terhadap besarnya pressure
drop sepanjang flow line, manifold, dan header. Cadangan juga berpengaruh
terhadap perencanaan pada peralatan produksi dipermukaan walaupun tidak
mutlak, karena besarnya cadangan juga harus merupakan pertimbangan dalam
merencanakan peralatan pemisah dan fasilitas pengumpul yang optimum dalam arti
dapat menampung fluida produksi selama produksi berlangsung.

Skema Sistem Produksi Permukaan


Nama : Didit Dwi Pamungkas
NIM : 1301198
Kelas : Teknik Industri A 2013

Perencanaan fasilitas produksi dipermukaan tujuannya adalah mengontrol dan


mengatur aliran fluida produksi dipermukaan, yang meliputi perencanaan jenis dan
ukurannya. Fluida Reservoir akan mengalir ke permukaan melalui peralatan
produksi bawah permukaan menuju wellhead.

Pola Aliran Fluida Dua Fasa dalam Pipa

Gas dan cairan yang mengalir secara serentak dalam pipa, akan membentuk
distribusi fasa gas dan fasa cair, yang berbagai ragam bentuknya, sesuai dengan
jumlah fasa gas dan cair yang mengalir. Distribusi fasa gas dan cair tersebut dalam
perbandingan tertentu membentuk pola aliran tertentu pula. Bentuk pola aliran
tersebut tergantung pada:

1. Perbedaan sifat fisik gas dan cairan

2. Sifat antar muka gas dan cairtan

3. Sifat membasahi gas dan cairan terhadap dinding dalam pipa

Ketga hal tersebut membentuk distribusi yang rumit antara gas dan cairan yang
brgerak sepanjang pipa. Secara umum distriubusi gas dan cairan dapat dibagi
menjadi dua bagian, yaitu:

1. Pada fasa yang diskontinu, fasa cenderung membentuk butiran. Sebagai contoh
jika jumlah yang mengalir kecil, maka gs kan membentuk gelembung-gelelmbung
gas (butir-butir gas). Secara sama, jika gas mengalir dalam jumlah yang lebih besar
dibandingkan dengan cairan, maka iran akan merupakan fasa diskontinu, dan akan

membentuk butir-butir cairan.

2. Dinding pipa cenderung lebih mudah dibasahi cairan. Hal ini menyebabkan fasa
gas akan terkumpul di bagian tengah pipa, baik dalam bentuk butir-butir gas
Nama : Didit Dwi Pamungkas
NIM : 1301198
Kelas : Teknik Industri A 2013

maupun dalam bentuk kolom gas di tengah-tenah pipa. Untuk mengatasi hal

tersebut dibuat alat ukur pola aliran, yaitu:

1. Needle contact device. Ujung jarum yang dipasang di bagian tengah pipa, akan
bertumbukan dengan fasa gas dan cair dan hasilnya dicatat oleh oscilloscope.

Hasil catatan tersebut dikorelasikan dengan bentuk pola aliran yang terjadi.

2. Continuous X-ray Absorption, yang mengukur secra kontinu gelembung-


elembung gas. Fluktuasi hasil pencatatan pengukuran merupakan fungsi dari
probabilitas densitas yang mencerminkan konsentrasi gelembung-gelembung
gas. Fungsi probabilitas densitas ini menunjukkan sifat-sifat tertentu untuk pola

aliran gelembung (bubble flow), slug flow ataupun mist flow.

Daftar Pustaka :

https://www.scribd.com/doc/291396684/Penanganan-produksi-permukaan
http://dokumen.tips/documents/peralatan-produksi-permukaan.html