Anda di halaman 1dari 2

Nama: Darayani Amalia (1102013070) Forensik 243

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KEDOKTERAN FORENSIK


Kedokteran forensik merupakan salah satu cabang ilmu spesialistik kedokteran yang
mengaplikasikan bidang ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum dan keadilan.
Asal dari ilmu kedokteran forensik dapat ditelusuri kembali mulai dari 5000 atau 6000 sebelum
masehi. Diawali pada masa mesir yaitu imhotep seorang tabib mesir yang mengaplikasikan
ilmu kedokteran terhadap hukum.
Pada tahun 2200 sebelum masehi Kitab undang-undang Hammurabi ( code of hammurabi )
merupakan kitab hukum formal pertama dari ilmu kedokteran yang mengatur tentang organisai
medis, batasan-batasan, tugas, kewajiban dari profesi medis. Termasuk sanksi dan kompensasi
dari korban malpraktek. Prinsip-prinsip medikolegal juga dapat ditemukan pada awal-awal
peraturan hukum yahudi, yang membedakan antara luka yang mematikan dan luka yang tidak
mematikan, dan masalah keperawanan.
Medikolegal juga berkembang pada masa romawi. Pada saat itu tabib kerajaan bernama athitius
dalam sebuah pengadilan yang disebut forum menyampaikan hasil investigasi lematian raja
julius cesar bahwa luka yang berjumlah 21 tusukan hanya 1 tusukan yang menyebabkan luka
patal yaitu pada sela iga kedua. Kata forum ini merupakan asal kata dari istilah forensik.
Sepanjang abad pertengahan medikolegal mengalami perkembangan untuk masalah yang
dilatar belakangi masalah impotensi, sterilitas, kehamilan, aborsi, penyimpangan seksual,
keracunan, dan perceraian. Untuk kasus pembunuhan dan luka perorangan, diserahkan pada
prosedur investigasi tingkat lanjut.
Pada akhir abad ke-15 Justinian code sudah ditinggalkan dan hanya menjadi barang
peninggalan bersejarah saja. Dan dimulailah era baru ilmu kedokteran forensik Eropa yang
diambil dari dua kitab hukum Jerman. Yaitu pada tahun 1507 dari Bamberger code ( Coda
Bambergensis ) dan pada tahun 1553 dari Caroline code ( Constitutio Criminalis Carolina ).
Caroline code yang berdasarakan Bamberger code mengharuskan adanya kesaksian dari ahli
medis pada setiap persidangan kasus pembunuhan, keracunan, luka, gantung diri, tenggelam
pembunuhan terhadap bayi, aborsi dan setiap keadaan yang disertai perlukaan pada manusia.
Di inggris hukum kedokteran terus mengalami kemajuan yang menghasilkan dasar-dasar dari
informasi secara mendalam yang kita pakai hingga sekarang ini. Pada tahun 1788 profesor
Andrew Duncan dari Edinburg memberikan instruksi yang sistematis mengenai hukum
kedokteran pada setiap universitas yang berbahasa inggris. Delapan tahun kemudian undang-
undang pemeriksaan mayat menjelaskan tugas-tugas dan dasar hukum dari pemeriksa mayat (
Coroner ) terus berkembang.
Amerika saat masa kolonial awal, membawa sistem pemeriksa jenazah secara utuh ke Amerika
dan melakukan pelatihan terhadap pemeriksa jenazah agar menghasilkan pemeriksa jenazah
yang ahli dan berkualitas.
Selama akhir pertengahan abad ke dua puluh, ilmu kedokteran forensik semakin mengalami
peningkatan. Dengan adanya perbaikan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan yang
menyediakan bahan baru dan dasar kerja untuk perkembangan yurisprudensi. Program
pengajaran medikolegal sekarang sudah terdapat pada banyak universitas, sekolah kedokteran
dan sekolah hukum. Program ini secara sederhana menjadi dasar dasar teori. dan forum
pembahasannya harus berasal dari akademi sampai ke ahli di di bidang ini.