Anda di halaman 1dari 22

PROPOSAL ADVOKASI

PENGADAAN PROGRAM PENYULUHAN IBU HAMIL KEK


KEPADA TOKOH MASYARAKAT

Disusun Oleh:

Ezhati Dwi Riani (15034000 )

Oktoviani Rahmawati (15034000 )

Idcha Kusuma (15034000 )

Fadhilah Pamuji (1503400018)

Mariyatul Fitriyah (1503400015)

Ive Nowitasari (1503400023)

Ana Vitria (1503400029)

Lathifah Putri Anggraini (1503400031)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN GIZI
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
MALANG
2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ibu Hamil merupakan kelompok yang rawan terhadap kekurangan gizi.
Gizi kurang pada ibu hamil akan mempengaruhi proses tumbuh kembang
janin yang berisiko kelahiran Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Kekurang gizi
dalam waktu yang lama pada ibu hamil akan menyebabkan ibu hamil
mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK). Kondisi KEK pada ibu hamil
menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan, partus lama, aborsi dan
infeksi yang merupakan faktor kematian utama ibu (Nurmadinisia dalam
Sirojudin, 2012).
Menurut data Riskesdas tahun 2013 didapatkan hasil bahwa prevalensi
resiko KEK pada WUS (15-49 tahun) sbesar 20,8%, khususnya prevalensi
tertinggi ditemukan pada WUS remaja (15-19 tahun) sebesar 46,6%,
dibandingkan dengan kelompok yang lebih tua (20-24 tahun) sebesar 30,6%.
Sedangkan prevalensi resiko KEK pada ibu hamil (15-49 tahun) sebesar
24,2%, khususnya prevalensi tertinggi ditemukan pada usia remaja (15-19
tahun) sebesar 38,5% dibandingkan dengan kelompok lebih tua (20-24 tahun)
sebesar 30,1%. Besaran masalah resiko Kurang Energi Kronik (KEK) baik
pada WUS dan bumil lebih banyak ditemukan pada kelompok usia remaja
(15-19 tahun), sehingga kelompok ini harus mendapat perhatian khusus
(Kementerian kesehatan RI, 2013).
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Malang tahun 2015 jumlah kejadian
KEK pada ibu hamil di Puskesmas Janti adalah 134 orang dari 1341 ibu hamil
di wilayah kerja Puskesmas Janti, meskipun dengan prosentase nya 10%
namun umlah nya sangat besar diatas 100 orang
Ibu hamil membutuhkan asupan energi dan zat besi yang lebih tinggi dari
wanita normal. Absorbsi zat besi dalam makanan hanya sekitar 20%, untuk
meningkatkan absorbsi selain dibutuhkan protein hewani dibutuhkan asupan
vitamin C, zinc, asam folat, vitamin B12 dan zat besi. Upaya yang dilakukan
untuk mengatasi kekurangan gizi yang terjadi pada kelompok ibu hamil KEK
(Kurang Energi Kronis) salah satunya adalah memberikan edukasi kepada ibu
hamil untuk meningkatkan status gizinya. Pemberian edukasi tidak hanya dari
tenaga kesehatan puskesmas saja, tetapi seluruh masyarakat juga turut andil
untuk menangani kasus KEK pada ibu hamil, berbagai tokoh yang sangat
berpengaruh dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil KEK dan
keluarganya adalah tokoh masyarakat (Kiai, Guru, dll), bidan desa, dukun
beranak, dukun pijat anak.
Hal ini yang melatar belakangi akan dilakukan advokasi pada pemegang
kebijakan terkait dengan kesehatan di daerah Puskesmas Janti.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Melakukan advokasi kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas
Janti Kota Malang untuk menetapkan SK (Surat Keputusan) untuk
mengadakan penyuluhan kepada para tokoh masyarakat dan orang yang
dipercaya di daerah Puskesmas Janti agar memberikan himbauan gizi ibu
hamil dengan KEK.

2. Tujuan Khusus
Mendapatkan keputusan dari Kepala Puskesmas Janti serta Dinas
Kesehatan untuk dapat melaksanakan mengadakan pemberdayaan
masyarakat melalui penyuluhan Ibu hamil KEK kepada para tokoh
masyarakat.
Mendapatkan dana yang diharapkan untuk terlaksananya pemberdayaan
masyarakat melalui penyuluhan Ibu hamil KEK kepada para tokoh
masyarakat
Mendapatkan persetujuan untuk mengedarkan surat keputusan untuk
pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan Ibu hamil KEK kepada
para tokoh masyarakat
C. Sasaran
- Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang
- Kepala Puskesmas Kecamatan Janti Kota Malang
- Kelurahan Sukun, Bandungrejosari dan Tanjung Rejo
BAB II

TAHAPAN ADVOKASI

A. Analisis Situasi
- Menurut data Riskesdas tahun 2013 didapatkan hasil bahwa prevalensi
resiko KEK pada WUS (15-49 tahun) sebesar 20,8%.
- Prevalensi resiko KEK pada ibu hamil (15-49 tahun) sebesar 24,2%.
Besaran masalah resiko Kurang Energi Kronik (KEK) baik pada WUS dan
bumil lebih banyak ditemukan pada kelompok usia remaja (15-19 tahun).
- Laporan oleh UNICEF menyebutkan angka BBLR di Indonesia adalah
sekitar 11,1 persen pada tahun 2011 sedangkan pada tahun 2013 sedikit
mengalami penurunan yaitu 10,2%. Prevalensi tertinggi ditempati oleh
Propinsi Nusa Tenggara Timur (19,2 persen) dan terendah di Propinsi
Sumatra Barat (6 persen). Sementara itu angka BBLR di Propinsi Jawa
Timur menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu dari 10 persen di tahun
2010 menjadi 11 persen pada 2011.
- Angka kematian bayi menurut SDKI tahun 2012 melaporkan bahwa di
Propinsi Jawa Timur sebanyak 30 bayi per 1.000 kelahiran hidup. Dan
Angka kematian Bayi di Kota Malang sebanak 24,74 per 1.000 kelahiran
hidup.
- Angka kematian ibu menurut SDKI tahun 2012 melaporkan bahwa di
Profinsi Jawa Timur sebanyak 97,43 per 100.000 kelahiran hidup dan di
Kota Malang sebesar 164,64 per 100.000.

B. Analisa Masalah
- Masih tingginya angka kematian bayi dan ibu hamil.
- Jumlah Ibu Hamil KEK di wilayah Puskesmas Janti sebanyak 134 orang
- Masyarakat masih banyak yang belum mengerti tentang gizi ibu hamil
- Masyarakat masih mempercayai mitos dan anggapan dari para tokoh
masarakat daerah.
Hal-hal yang tersebut di atas memerlukan perhatian khusus dari Dinas
Kesehatan dan Puskesmas Bululawang dalam menyelesaikan masalah
tersebut.
C. Bagan Penyebab Masalah Gizi Ibu Hamil KEK

D. Dasar Hukum :
a. Undang-Undang Nomer 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
b. Peraturan Pemerintah Nomer 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota
c. Perpres No. 42 Tahun 2013 Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi
d. Kepmenkes Nomer 129 tahun 2008 tentang Kebijakan Dasar Puskesmas
e. Permenkes No. 75 tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang
dianjurkan bagi bangsa Indonesia
f. Permenkes No. 374 tahun 2009 tentang Sistem Kesehatan Nasional
g. Permenkes No. 369 tahun 2007 tentang Upaya Perbaikan Gizi
E. Prioritas Masalah
a) Faktor Pendorong (kekuatan) :
- UU 36 th 2009 tentang; kesehatan Pasal 48 (peningkatan kesehatan dan
pencegahan penyakit) merupakan salah satu dari 18 upaya kesehatan
sehingga UU tersebut dapat menjadi dasar hukum untuk melakukan
kegiatan advokasi penyuluhan pada ibu hamil KEK.
- Adanya dasar hukum untuk pedoman pelaksanaan pelayanan gizi di
masyarakat.
- Jumlah Posyandu di daerah wilayah kerja Puskesmas Janti sebanyak 74
wilayah.
- Terdapat program Pemberdayaan Masyarakat dalam kemandirian hidup
sehat ini yang akan membantu mempercepat penurunan angka kejadian
KEK Ibu Hamil
b) Faktor Penghambat (kelemahan) :
- Wilayah kerja yang luas mecakup kelurahan Bandungrejosari, kel.
Sukun dan Kel. Tanjungrejo sehingga membutuhkan mobilisasi yang
banyak.
- Membutuhkan waktu untuk pendataan ibu hamil KEK
- Sebagian partisipasai masyarakat kurang tentang kesehatan.
c) Peluang
- Ada kegiatan paguyuban bagi ibu kader sehingga mempercepat
koordinasi kegiatan
- Pemberdayaan masyarakat tentang penanganan masalah ibu hamil
yang KEK
d) Ancaman
- Tokoh Masyarakat enggan untuk melakukan penyuluhan ke ibu hamil
yang KEK
F. Pesan Advokasi

1. Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil


Kekurangan gizi dalam waktu yang lama pada Ibu hamil akan
menyebabkan ibu hamil mengalami kondisi yang dinamakan Kekurangan
Energi Kronis (KEK). Ambang batas LILA dengan resiko KEK di Indonesia
adalah 23,5 cm. Kondisi KEK pada ibu hamil mempunyai dampak kesehatan
terhadap ibu dan anak dalam kandungan, antara lain meningkatkan resiko
bayi dengan berat lahir rendah, keguguran, kelahiran prematur dan kematian
pada ibu dan bayi baru lahir. Tidak jarang kondisi KEK pada ibu hamil menjadi
penyebab utama terjadinya perdarahan, partus lama, aborsi dan infeksi yang
merupakan faktor kematian utama ibu (Sirojudin, 2007).
Manifestasi dari masalah KEK pada ibu hamil dapat terjadi karena
kehidupan manusia dimulai sejak masa janin dalam rahim ibu. Sejak itu,
manusia telah memasuki masa perjuangan hidup yang salah satunya
menghadapi kemungkinan kurangnya zat gizi yang diterima dari ibu yang
mengandungnya. Jika zat gizi yang diterima dari ibu tidak mencukupi maka
janin tersebut akan mengalami kurang gizi dan lahir dengan berat badan
rendah yang mempunyai konsekuensi kurang menguntungkan dalam
kehidupan berikutnya seperti memperlambat pertumbuhan dan
perkembangan mental anak, serta berpengaruh pada penurunan kecerdasan.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan KEK menurut hasil penelitian Albugis
(2008) yaitu jumlah konsumsi energi dan jarak kehamilan yang terlalu dekat.

2. GIZI PADA IBU HAMIL

A. Menu Sehat Ibu Hamil


Keadaan ibu hamil merupakan suatu masa dimana seorang ibu
atau wanita sedang mengalami masa perubahan yang ada di dalam
dirinya, perubahan itu muncul karena adanya pengaruh hormon yang
terjadi pada masa hamil. Pada masa ini semua hormon akan keluar dari
dalam tubuh wanita hamil. Sehingga banyak terjadi perubahan dalam
sistem yang ada di dalam tubuh diantaranya yaitu sistem pencernaan.
Sementara itu, proses kehhamilan akan menyebabkan terjadinya
peningkatan metabolisme energi, karena itu dibutuhkan energi dan zat
gizi lainnya yang meningkat selama kehamilan. Naiknya energi dan zat
gizi dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, untuk
pertumbuhan organ kandungan, perubahan komposisi serta metabolisme
tubuh ibu. Sehingga jika terjadi kekurangan zat gizi tertentu yang di
butuhkan ibu hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna.
Bagi ibu hamil semua zat gizi sebenarnya membutuhkan
tambahan, namun yang paling banyak dibutuhkan ibu hamil adalah
protein dan beberapa mineral zat besi dan kalsium. Kebutuhan energy
yang diperlukan setiap hari selama kehamilan kurang lebih 300 kalori.
Untuka energi yang ada dalam protein kira-kira sebanyak 5180 kkal,
lemak 36.337 kkal. Agar energi ini bisa ditabung masih dibutuhkan energy
sebanyak 26.244 kkal, yang digunakan untuk mengubah energy terikat
dalam makanan menjadi energy yang bisa di metabolisir. Dengan
demikian jumlah energy yang harus tersedia selama kehamilan adalah
74.537 kkal, atau sekitar 80.000 kkal. Untuk dapa memperoleh besaran
energy per hari, hasil penjumlahan ini kemudian dibagi dengan angka 250
( perkiraan lamanya kehamilan dalam hari) sehingga diperoleh angka 300
kkal. Kebutuhan energy pada tiap trimester selalu meningkat maka WHO
menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 kkal sehari pada trimester I,
350 kkal pada trimester II dan III.
B. Kebutuhan Gizi Ibu Hamil
1. Kebutuhan Energi
Ibu hamil membutuhkan energi tambahan untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin, plasenta, jaringan payudara dan cadangan
lemak. Kebutuhan kalori kira-kira sekitar 15% dari kalori normal.
Tambahan energi diperlukan selama hamil 27.000-80.000 kkal atau
100 Kkal/hari. Sedangkan energi yang dibutuhkan oleh janin untuk
tumbuh dan berkembang adalah 50-59 Kkal/kg/hariatau sekitar 175-
350 Kkal/ hari pada janin dengan BB 3,5 kg. pada awal trimester I
kebutuhan janin belun meningkat dan terjadi sedikit peningkatan pada
trimester II.
Kebutuhan ibu hamil menurut Nasional Academy of Science
Amerika Serikat
a. Kalori 14 %
b. Protein 68 %
c. Vit D 100 %
d. Vit E 25 %
e. Vit K 8%
f. Vit C 17 %
g. Asam Folat 122%
h. Kalsium 50 %

2. Karbohidrat
Janin memerlukan 40 gram glukosa/ hari untuk digunakan sebagai
sumber energy. Sehingga pilihan yang di anjurkan adalah karbohidrat
komplek seperti roti, serealia nasi, dan pasta. Jadi ibu hamil
membutuhkan karbohidrat sekitar 1.500 kalori.
3. Protein dan Asam Amino
Selam kehamilan terjadi peningkatan protein yang sangat signifikan
yaitu 68%. Protein berguna selain untuk pertumbuhan dan
perkembangan janin juga untuk epmbentukan plasenta dan cairan
amnion, pertumbuhan jaringan maternal seperti pertumbuhan
mammae ibu dan jaringan uterus serta penambahan volume darah.
Pada trimesterI kurang dari 6 gram tiap hari sampai trimester II protein
dan asam amino esensial sangat diperlukan pada awal trimester ini
menurut WHO penambahan jumlah protein pada ibu hamil adalah
0,75 gram/ kg berat badan.
4. Lemak
Lemak dibituhkan tubuh terutama untuk membentuk energy serta
perkembangan sistem syaraf janin. Karena itu, ibu hamil tidak boleh
mengalami kekurangan mengkonsumsi lemak. Namun konsumsi
lemak ibu hamil tudak boleh berlebih karena akan menyulutkan ibu
hamil sendiri. Karrena itum ibu hamil dianjurkan makan makanan
yang mengandung lemak tidak lebih dari 25% dari seluruh kalori yang
dikonsumsi sehari.
5. Vitamin
Vitamin dalm tubuh berfungsi sebagai zat pengatur dalam tubuh.
a. Vitamin A
1) Sangat penting untuk kesehatan mata
2) Sumber vit A al ASI, hati, daging, telur, ikan,wortel dll
b. Vitamin B1
1) Untuk membantu proses pencernaan KH
2) Sumber vit B1 al serealia, daging, kacang2an
c. Vitamin C
1) Untuk membantu percepat proses pertumbuhan
2) Sumber vit C al buah2an, sayur mayur
d. Vitamin D
1) Untuk membantu pertumbuhan tulang & gigi
2) Sumber vit D al susu, telur, minyak ikan, paparan sinar
matahari
e. Vitamin E
1) Membantu pembentukan sel darah merah
2) Sumbe vit E al hati, kacang2an, beras tumbuk
f. Vitamin K
1) Membantu untuk penggumpalan darah
2) Sumber vit K al kangkung, kuning telur, sayuran hijau
daun,minyak kedelai
g. Kekurangan Vit B 12
Mengakibatkan anemia, rasa cepat letih, mengantuk, pucat,
depresi dll
6. Asam Folat
Asam folat merupakan kelompok vitamin B yang berfungsi selama
kehamilan untuk mencegaha cacat tabung syaraf ibu hamil harus
meningkatkan asam folat hingga 0,4=0,5 mg/hari. Kekurangan Asam
Folat Terjadi peningkatan kepekaan, cepat letih, gangguan tidur, kaki
kram,anemia. Sumber asam folat al hati sapi, telur, brokoli, bayam,
asparagus,kacang-kacanganan.

7. Mineral
a. Kalsium
Kalsium pada janin digunakan untuk pembentukan tulang. Pada
dasarnya selama kehamilan setengah dari kalsium dalam darah
mengalami penurunan bersama dengan albumin, akibatnya total
kalsium plasma meningkat 5% pada minggu ke-34 usia
kehamilan.kebutuhan kalsium meningkat dari800mg menjadi
1200/1500 mg/hari.
b. Magnesium
Janin memerlukan 1 gram magnesium. Konsentrasi magnesium
meningkat dengan RDA 320mg dan 15% dari magnesium yang
diserap ibu. Magnesium digunakan untuk mendukung prtumbuhan
dari phosphor.
c. Phosphor
RDAnya sama dengan wanita yang tidak hamil yaitu 1250mg/hari
untuk wanita yang hamil dibawah 19 tahun dan 700mg/hari untuk
wanita yang lebih dari 19 tahun.
d. Seng
RDA wanita hamil mencapai 15 gr/hari dengan meningkatnya 3
mg lebih tinggi dari wanita yang tidak hamil. Selama kehamilan
dan menyusui ke butuhan senga menjadi 15%. Seng diperlukan
untuk mengembangkan jaringan tisu, terutama otak dan jenis
kelamin.
e. Sodium
Selaama kehamilan naik 5000-10.000meq/hari sehubungan
dengan meningkatnya volume darah.
8. Golongan Susu
a. Susu tanpa lemak
b. Satuan penukar mengandung 75 k kal, 7 gram protein, 6 gram
lemak & 10 gram KH
c. Susu skim cair 200 cc ( 1 gls )
d. Susu skim bubuk 20 gram ( 4 sdm )
e. Susu Rendah lemak
f. Satuan penukar mengandung 125 k kal, 7 gram protein, 6 gram
lemak & 10 gram KH
g. Susu sapi 200 cc ( 1 gls )
h. Susu kental t manis 100 cc ( gls )
i. Susu tinggi lemak
j. Susu full cream 30 gram (6 sdm )
9. Golongan Minyak
a. Satuan penukar mengandung 50 k kal, 5 gram lemak
b. Mentega 5 gram ( 1 sdt )
c. Minyak kelapa 5 gram ( 1 sdt )
d. Kelapa 15 gram ( 1 ptg kcl )
e. Sumber Penuntun Diet edisi baru Instalasi Gizi Perjan RSCM &
PERSAGI
C. Contoh menu sehari 2100 kalori
1. Pagi
a. Nasi goreng 150 gr
b. Telur dadar isi 50 gr
c. Kering tempe 25 gr
d. Lalap timun tomat 50 gr
e. Krupuk udang 10 gr
f. Juice apel 100 gr
2. Siang
a. Nasi 200 gr
b. Ayam goring 50 gr
c. Tahu bacem 50 gr
d. Sup brokoli wortel 75 gr
e. Buah jeruk manis 100 gr
f. Puding jagung manis 50 gr
3. Malam
a. Nasi 150 gr
b. Empal daging gepuk 50 gr
c. Tempe selimut 25 gr
d. Asem2 buncis wortel 75 gr
e. Buah pepaya 100 gr
D. Rambu Asupan untuk Ibu Hamil
1. Asupan makanan seimbang adalah hal mendasar bagi tumbuh
kembang optimal bayi dalam kandungan. Sebagai salah satu
komponen pembentukan sel, zat-zat yang terkandung dalam
makanan yang dikonsumsi Bunda berperan dalam pembentukan
sistem saraf dan hormon. Mari lihat rambu-rambu untuk memilih
makanan yang tepat semasa hamil.
2. Angkat jempol untuk buah dan sayuran adalah jumlah porsi minimum
dari sayur dan buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari.
Tapi buat ibu hamil, lebihkan porsinya menjadi tujuh. Banyak makan
sayuran dan buah-buahan akan meningkatkan asupan zat gizi mikro,
seperti asam folat dan berbagai vitamin serta mineral, serta
mencegah sembelit. Jadi, selalu sertakan 1 porsi sayur (80-100 gram
atau 1 mangkuk) setiap makan pagi dan malam serta selingan di pagi
hari dan 2 porsi saat makan siang. Dua porsi lainnya bisa berupa
snack seperi kroket isi sayur dan buah sebagai camilan.
3. Batasi kafein
Walau sebelum hamil Anda adalah peminum berat kopi, misalnya 3
cangkir per hari, kini sebaiknya batasinya hanya maksimal 2 cangkir.
Soalnya, kadar kafein yang terlalu banyak berisiko membuat bayi lahir
prematur, bahkan keguguran. Saat santai di kafe pesanlah caffee latte
atau cappucinno yang kandungan susunya lumayan banyak. Jika
ragu-ragu, minta kopi yang dekafein atau tidak mengandung kafein
Table. 1.1 Contoh Menu Ibu Hamil.

Bahan makanan Porsi hidangan Jenis hidangan


sehari
Nasi 5+1 porsi 1. Makan pagi: nasi 1,5
Sayuran 3 mangkuk porsi (150 gr)dengan
Buah 4 potong ikan/daging 1 potong
Tempe 3 potong sedang (40 gr), tempe
Daging 3 potong 2potong sedang (50 gr),
Susu 2 gelas sayur 1 mangkuk dan

Minyak 5 sendoj the buah 1 potong besar

2 sendok makan 2. Makan selingan: susu 1

Gula gelas dan buah 1


potong sedang
3. Makan siang: nasi 3
porsi (300 gr), dengan
lauk, sayur, bdan buah
sama dengan pagi
4. Selingan: susu 1 gelas
dan buah 1 poton
sedang
5. Makan malam: nasi 2,5
porsi( 250 gr) dengan
sayur dan lauk sama
dengan pagi/siang.
6. Selingan:susu 1 gelas

4. Tambahan Nutrisi Ibu Hamil


Tabe. 1.2 Tambahan Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Nutrisi Kebutuhan tidak hamil/ hari Tambahan kebutuhan hamil


/hari
Kalori 2000-2200 kalori 300-500 gr
Protein 75 gr 8-12 gr
Lemak 53 gr Tetap
Fe 28 gr 2-4 gr
Ca 500 mg 600 mg
Vit A 3500 IU 500 IU
Vit C 75 gr 30 mg
Asam folat 180 gr 400 mg

Tabel1.3 Contoh Menu Ibu Hamil

Waktu Menu Gram Ukuran Manfaat nutrisi


rumah
tangga
Pagi pukul Nasi goreng 200 2 gelas Zat tenaga:2
Telur dadar 50 1 butir Zat
07.00
pembangun:1
Lalapan 100 1 gelas
tomat dan Zat pengatur:1
ketimun
Sari jeruk 200 1 gelas
Zat pengatur:1
Pukul Bubur 200 1 gelas Zat
10.00 kacang hijau pembangun:1
Jus tomat 200 1 gelas Zat pengatur:1
Waktu Menu Gram Ukuran Manfaat nutrisi
rumah
tangga
Siang Nasi 200 2 gelas Zat tenaga:2
pukul Empal 100 2 potong Zat
daging pembangun:2
12.00
Oseng tahu 100 4 potong
Zat
pembangun:2
Ca sawi dan 100 1 gelas
wortel Zat pengatur:1
Apel 100 1 buah
Zat pengatur:1
Pukul Rujak buah 200 1 gelas Zat pengatur:1
15.00 Susu 200 1 gelas Zat
pembangun:1
Malam Nasi 200 2 gelas Zat tenaga:2
pukul Ayam bakar 100 2 potong Zat
pembangun:2
18.00
Tempe 50 2 potong
penyet
Lalapan 100 1 gelas Zat
(kobis, pembangun:1
ketimun,
leunca)

Sambal Zat pengatur:1


Melon 100 1 potong Zat pengatur:1

Pukul Susu 200 1 gelas Zat


21.00 pembangun:1
Contoh menu ibu hamil diatas mengandung:
a. Zat tenaga : 9 porsi
b. Zat pembangun : 10 porsi + 2 porsi
c. Zat pengatur : 6 porsi + 2 porsi

Tabel. 1.4 menu sehari Hiperemesis

Pagi Siang Malam


Roti panggang isi Nasi Nasi
jam
Telur rebus Perkedel daging Ayam. Tempe, bubur
panggang semur
Tahu bacem Setup wortel
setup ayam Pisang
papaya
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Pukul 20.00
Selada buah Selada buah Roti panggang isi jam
biskuit Teh

5. Makanan yang tidak dianjurkan hiperemesis:


Tidak dianjurkan makan makanan yang merangsang saluran cerna
dan berbau tajam, bahan makanan yang mengandung alkohol, kopi,
dan yang mengandung zat tambahan (pengawet, pewarna, dan
penyeda
Tabel. 1.5 Contoh menu sehari preeklamsi
Pagi Siang Malam
Nasi tim Nasi tim Nasi tim
Telur ceplok air Daging bumbu terik Ika bumbu kuning
Tumis kacang Tempe bacem Gadon tahu
panjang taoge
Susu Pisang Jeruk
Pukul 10.00 Pukul 16.00 Teh
Selada buah Jeruk
b. Tujuan
Tujuan Penyuluhan pada tokoh masyarakat tentang masalah ibu hamil
dengan KEK adalah memberikan edukasi seputar masalah ibu hamil agar
dapat disampaikan secara langsung oleh ibu hamil yang mendaeita KEK.
Manfaat utama khususnya untuk kesehatan janin mengingat pentingnya 1000
Hari Pertama Kehidupan anak dalam mencapai pertumbuhan dan
perkembangan yang optimal.

3. Parameter
1. Hardware

Penggalaan kegiatan penyuluhan telah diatur pemerintah melalui UU


No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Penyuluhan kepada tokoh masyarakat
tentang ibu hamil yang KEK yang diselenggarakan dibiayai dari dana Bantuan
Operasional Kesehatan (BOK). Selain itu penyuluhan dapat dibiayai dari
bantuan lainnya seperti partisipasi masyarakat, dunia usaha dan pemerintah
daerah.
. Kebutuhan sarana dan prasarana disiapkan oleh pelaksana program
dibantu dengan pemerintah setempat seperti kepala kelurahan, RW, RT
maupun kader. Kegiatan dapat dilaksanakan di fasilitas-fasilitas kesehatan
terdekat atau tempat dimana memudahkan masyarakatnya untuk berkumpul,
seperti: puskesmas, puskesmas pembantu, posyandu, balaidesa, balai RW.

2. Software

Berdasarkan UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 141 ayat 1


yang berbunyi: Upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk
peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat. Cara-cara
peningkatan mutu gizi perseorangan atau masyarakat dapat dilakukan
dengan cara:

a. Perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi seimbang;


b. Perbaikan perilaku sadar gizi, aktivitas fisik, dan kesehatan;
c. Peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan
kemajuan ilmu dan teknologi; dan
d. Peningkatan system kewaspadaan pangan dan gizi.
Peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan
kemajuan ilmu dan teknologi dapat dilakukan dengan penyuluhan secara
terorganisir atau berkelompok. Hal ini sesuai dengan UU No 36 tahun 2009
tentang Kesehatan Pasal 62 ayat 1 yang berbunyi: Peningkatan kesehatan
merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan oleh Pemerintah,
pemerintah daerah, dan/atau masyarakat untuk mengoptimalkan kesehatan
melalui kegiatan penyuluhan, penyebar luasan informasi, atau kegiatan lain
untuk menunjang tercapainya hidup sehat. Maka dari itu kegiatan
penyuluhan bumi dengan KEK pada tokoh masyarakat perlu dilakukan untuk
peningkatan kesehatan ibu hamil yang mana sebagian besar mengalami
kekurangan energy kronik(KEK).

4. Anggaran Dana
a. Sumber Dana
ESTIMASI DANA
No. SUMBER
(Rp)
1. Mandiri -
2. BOK
5.300.000

TOTAL 5.300.000

b. Biaya kegiatan Penyuluhan


No. ITEM VOLUME HARGA JUMLAH
SATUAN (Rp) (Rp)
1. Leaflet 1000 300 300.000
2. Konsumsi 74 x 5 10.000 3.750.000
penyuluhan
3 Undangan 74 x 5 300 100.000
penyuluhan
4. ATK (Noted 400 2000 800.000
+bulpen) peserta
TOTAL 4.950.000
G. Cara Komunikasi dalam Advokasi
- Presentasi
- Loby
- Diskusi
H. Materi Advokasi

Tabel 1. Materi Advokasi

Sasaran Bentuk Kegiatan Topik

1. Dinas - Presentasi - Data tentang Prevalensi


Kesehatan - Loby resiko KEK pada ibu hamil
kota Malang - Diskusi - Data kematian bayi dan ibu
2. Kepala hamil
Puskesmas - Program kegiatan yang akan
Janti diberikan
- Anggaran dana dan sarana
yang dibutuhkan

I. Media yang Digunakan


- Slide PowerPoint
- Proposal
- Leaflet
J. Indikator Keberhasilan
- Adanya kebijakan tertulis tentang pemberdayaan masyarakat dalam
penyuluhan ibu hamil yang KEK
- Tersedianya dana yang dialokasikan untuk kegiatan penyuluhan
- Tersedianya saranan untuk kegiatan penyuluhan
K. Rencana Kegiatan Advokasi

Hari,Tanggal : Senin, 18 April 2016


Pukul : 08.00-selesai
Tempat : Puskesmas Janti
Tema :Pemberdayaan masyarakat untuk melakukan
penyuluhan pada tokoh masyarakat tentang ibu hamil
yang KEK
Acara : Presentasi dan Diskusi
L. Rencana Biaya Advokasi
No. ITEM VOLUME HARGA JUMLAH
SATUAN (Rp) (Rp)
1. Pembuatan 4 25.000 100.000
Proposal
2. Konsumsi seminar 10 20.000 200.000
3 Undangan advokasi 10 2.000 20.000
4. ATK 30.000
TOTAL 350.000

M. Rencana Monitoring dan Evaluasi Advokasi


a. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas serta Koordinator Wilayah
Sponsor menyetujui rencana Pemberdayaan masyarakat untuk melakukan
penyuluhan pada tokoh masyarakat tentang ibu hamil yang KEK
b. Anggaran dapat terealisasikan
DAFTAR PUSTAKA

Kementerian kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina KEsehatan


Masyarakat Direktorat Bina Gizi Masyarakat. 2010. Pedoman Gizi
Ibu Hamil dan Pengembangan Makanan Tambahan Ibu Hamil
Berbasis Pangan Lokal.

Kementerian Kesehatan. 2012. Panduan Pemberian Makanan Tambahan


untuk Balita dan Ibu Hamil -BOK-4-Jan-2012.

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Badan


Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian
Kesehatan RI: Jakarta.