Anda di halaman 1dari 8

Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

Identifikasi Boraks dalam Bakso di Kelurahan Bahagia Bekasi


Utara Jawa Barat dengan Metode Analisa Kualitatif

Identification of Boraks in Meatball Which Sell at Kelurahan


Bahagia Bekasi West Java with a Kualitative Analysis Methode

Mega Efrilia*, Tria Prayoga, Nur Mekasari


Akademi Farmasi IKIFA
email: megamaniez@gmail.com

Abstrak
Dilakukan penelitian identifikasi kandungan boraks pada bakso yang dijual
di Kelurahan Bahagia Bekasi Utara Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi boraks pada bakso dengan metode analisa kualitatif yaitu uji nyala
api, pengujian warna dengan kertas kunyit tumerik, dengan menggunakan AgNO3,
dan BaCl2. Sampel di ambil dengan metode sampling acak sederhana pada bakso
yang di jual di Kelurahan Bahagia Bekasi Utara. Berdasarkan hasil pengujian secara
organoleptik bakso dinyatakan negatif mengandung boraks karena bakso tidak
kenyal, basi dalam waktu satu hari, warna tidak putih, dan berlendir dalam satu hari.
Secara kualitatif pengujian 15 sampel bakso dengan pengujian nyala api, dengan
pengujian warna menggunakan kertas kunyit tumerik, dan BaCl2 negatif
mengandung boraks.

Kata kunci : Bakso, Boraks, Analisa Kualitatif.

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 113


Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

Abstract
Already a research identification of boraks in meatball a sell is Kelurahan
Bahagia, Nort Bekasi East Java. A research as a purpose for identification boraks in
meatball with a metode analysis kualitatif that is a burn of fire a testing colour with a
turmeric paper with ake use AgNO3, and BaCl2. Sampel in take by metode random
sampel plainin meatball a sell a is Kelurahan Bahagia Nort Bekasi. On a test result,
the testing in apprearance meatball of in point negatif contain boraks because meatball
not a springy, bases in one day, colour not white, and slimy in one day. in akualitatif
this testing 15 sample meatball with test burn of fire, by test colour a using turmeric
paper, and BaCl2 negatif contain a boraks.

Keywords : Meatball, Boraks, Analysis Kualitatif

PENDAHULUAN
Di Indonesia tepatnya di berbahaya yang sering di gunakan
Bekasi Jawa Barat pada bulan pada bakso adalah boraks.
Desember 2007 terjadi kasus Boraks merupakan senyawa
keracunan makanan yang di sebabkan kimia dengan rumus
oleh makanan cathering berupa bakso Na2B4O7.10H2O berbentuk kristal
yang mereka makan. Keluhan yang putih, tidak berbau dan stabil pada
dirasakan adalah pusing, perut mual, suhu dan tekanan normal. Dalam air,
dan kembung setelah beberapa saat boraks berubah menjadi natrium
mengalami muntah-muntah. Setelah hidroksida dan asam borat (Syah,
itu mereka di rawat intensif di RSUD 2005). Penambahan boraks bertujuan
kota Bekasi Jawa Barat (Anonim, untuk menambah kerenyahan,
2007). Makanan olahan yang beredar meningkatkan kekenyalan,
saat ini seharusnya diolah dengan memberikan tekstur padat, dan
memperhatikan keamanan dan memberikan rasa gurih serta bersifat
kebersihannya agar tidak tahan lama terutama pada makanan
terkontaminasi oleh bahan berbahaya yang mengandung pati atau terigu.
atau oleh mikroba lainnya. Bakso yang di jual pada
Bahan yang sering di warung bakso di Kelurahan Bahagia
campurkan ke dalam pembuatan Bekasi Utara Jawa Barat memiliki
bakso adalah bahan penyedap rasa, rasa yang kenyal, tahan lama dan
bahan pengawet dan bahan tidak mudah basi. Dalam peraturan
pengenyal. Bahan pengawet Menteri Kesehatan No.
114 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin
Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

722/MenKes/Per/IX/88 boraks larutan kunyit bolak-balik hingga


dinyatakan sebagai bahan berbahaya merata pada seluruh permukaan
dan dilarang untuk digunakan dalam kertas saring. Kemudian di simpan di
pembuatan makanan (Depkes, 1998). atas papan untuk dikeringkan
Berdasarkan uraian yang telah dibawah terik sinar matahari hingga
disampaikan diatas perlu melakukan kering. Teteskan sampel ke kertas
identifikasi terhadap bakso yang di kunyit kemudian diamati
jual pada warung bakso di Kelurahan perubahannya jika mengadung boraks
Bahagia Bekasi Utara Jawa Barat. maka kertas akan berubah menjadi
warna jingga dan merah kecoklatan
METODOLOGI PENELITIAN
(Fuad, 2014).
Bahan
Sampel (bakso), AgNO3 0,1 Pengujian kualitatif dengan

N, BaCl2, H2SO4 (p), Metanol, menggunakan larutan BaCl2


Filtrat sampel kemudian
Na2B4O7.10H2O 0,1% (pro analisa).
dimasukkan ke dalam tabung reaksi,
Prosedur Pembuatan sampel bakso
lalu tambahkan larutan barium
untuk analisa kualitatif
klorida. Jika terjadi endapan putih,
Sampel di potong kecil-kecil
maka sampel positif mengandung
dan timbang sebanyak 5 gram,
boraks.
kemudian di haluskan sampai halus
dengan menggunakan mortir dan Pengujian kualitatif dengan
stamper. Lalu tambahkan aquadest menggunakan larutan AgNO3
secukupnya, rendam hingga 24 jam. Filtrat sampel dimasukkan
Kemudian saring dan ambil filtratnya kedalam tabung reaksi, lalu
untuk di identifikasi dengan metode tambahkan larutan perak nitrat. Jika
analisa kualitatif. terbentuk endapan putih, maka bakso
Pengujian kualitatif dengan mengandung boraks.
menggunakan kertas kunyit Pengujian kualitatif dengan
(tumerik) menggunakan H2SO4 pekat dan
Kunyit segar di parut, metanol (uji nyala api)
kemudian saring dan ambil airnya. Sampel yang telah dihaluskan
Celupkan kertas saring kedalam dimasukkan kedalam cawan porselen,
Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 115
Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

lalu tambahkan 1 mL H2SO4(p), lalu 0,1% (pro analisa). Pengujian


tambahkan 5 mL metanol kemudian kualitatif sama dengan pengujian
dicampur. Nyalakan deangan api, jika sampel.
nyala api hijau, maka sampel
HASIL DAN PEMBAHASAN
mengandung boraks. Hasil identifikasi boraks pada
Baku pembanding yang sampel bakso secara kualitatif dapat
digunakan adalah Na2B4O7.10H2O dilihat pada tabel I.
Tabel I. Hasil Identifikasi Boraks
Pengujian reaski warna
No Sampel bakso Uji nyala api Kertas kunyit BaCl2 AgNO3
tumerik
1 Baku boraks + + + +
2 A - - + -
3 B - - + -
4 C - - + -
5 D - - + -
6 E - - + -
7 F - - + -
8 G - - - -
9 H - - - -
10 I - - - -
11 J - - - -
12 K - - - -
13 L - - + -
14 M - - + -
15 N - - + -
16 O - - - -
Keterangan: (+) = positif boraks (-) = negatif boraks
Dalam penelitian ini sampel Data pengujian hasil uji
yang digunakan adalah bakso isi telur kualitatif bakso dapat dilihat pada
karena bakso isi telur tidak terdapat tabel I di atas. Sampel yang
registrasi BPOM dan di buat sendiri mengandung boraks setelah
oleh pedagang. Sampel yang dilakukan uji nyala api akan terbentuk
digunakan sebanyak 15 sampel dan nyala api berwarna hijau yang
diuji sebanyak tiga kali. Hasil disebabkan oleh terbentuknya metil
pengujian nyala api menunjukkan borat B(OCH3)3 atau etil borat
bahwa sampel bakso tidak B(OC2H5)3.(18) Reaksi yang terjadi
mengandung boraks. sebagai berikut :

116 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin


Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

H3BO3 + 3CH3OH B(OCH3)3 Larutan akan terbentuk


+3H2O endapan jika ada larutan boraks yang
Hasil pengujian warna dengan cukup pekat. Sedangkan kadar boraks
kertas tumerik menunjukkan bahwa dalam sampel tersebut belum
sampel bakso tidak mengandung diketahui. Ditakutkan adanya faktor
boraks. Sampel yang mengandung lain terbentuknya endapan, seperti
boraks setelah dilakukan uji dengan human error dimana adanya
kertas tumerik akan berwana coklat- ketidaktelitian dalam menyaring
kemerahan (Fuad, 2014). larutan sampel ketika telah
Hasil pengujian warna dengan dihaluskan dalam lumpang alu dan
AgNO3 menunjukkan bahwa ada tidak menguji aqua destilata yang
beberapa sampel bakso yang positif akan digunakan pada saat melakukan
boraks. Sampel yang mengandung penelitian akibatnya larutan menjadi
boraks setelah diuji warna dengan keruh, karena adanya reaksi antara
AgNO3 akan menghasilkan endapan Ag+ dengan ion Cl- sehingga
putih perak metaborat, AgBO2 dari menghasilkan senyawa AgCl yang
larutan boraks yang cukup pekat, menghasilkan endapan putih. Hasil
yang larut baik dalam larutan amonia pengujian warna dengan BaCl2
encer maupun dalam asam asetat. menunjukkan bahwa sampel bakso
Dengan mendidihkan endapan tidak mengandung boraks. Sampel
dengan air, endapan dihidrolisis yang mengandung boraks setelah
sempurna, dan diperoleh endapan diuji warna dengan BaCl2 akan
coklat perak oksida. Endapan coklat menghasilkan endapan putih barium
perak oksida dihasilkan langsung metaborat, Ba (BO2)2, dari larutan-
dalam larutan-larutan yang sangat larutan yang cukup pekat, endapan
encer (Svehla, 1985). larut dalam reagensia berlebih, dalam
Reaksi yang terjadi adalah : asam-asam encer, dan dalam larutan
B4O72- + 4Ag+ + H2O 4AgBO2 + garam-garam amonium (Svehla,
2H+ 1985).
2AgBO2 + 3H2O Ag2O + Reaksi yang terjadi adalah :
2H3BO3

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 117


Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

B4O72- + 2Ba2+ + H2O 2Ba(BO2)2 5. Bakso mengandung boraks


+ 2H+ baunya terasa tidak alami. Ada
Ciri yang bisa dilihat untuk bau lain yang muncul.
membedakan bakso yang 6. Bila dilemparkan ke lantai akan
mengandung boraks dan tidak adalah memantul seperti bola bekel
sebagai berikut: (Putra, 2009).
1. Bakso mengandung boraks lebih
kenyal dibanding bakso tanpa
KESIMPULAN
boraks.
Berdasarkan uji organoleptik
2. Bakso mengandung boraks bila
dari bakso yang di ambil dari 15
digigit sedikit lebih keras
warung bakso yang tersebar di
dibandingkan bakso tanpa
Kelurahan Bahagia Bekasi Utara.
boraks.
Berdasarkan pengujian menggunakan
3. Bakso mengandung boraks tahan
nyala api 15 sampel negatif yang
lama atau awet selama 3 hari
berarti tidak teridentifikasi adanya
sedang yang tidak mengandung
kandungan senyawa bahan kimia
boraks dalam 1 hari sudah
boraks, pengujian warna
berlendir.
menggunakan kertas kunyit tumerik
4. Bakso mengandung boraks
15 sampel negatif yang berarti tidak
warnanya tampak lebih putih
teridentifikasi adanya kandungan
tidak merata. Bakso yang aman
senyawa bahan kimia boraks,
berwarna abu-abu segar merata
pengujian warna menggunakan BaCl2
di semua bagian, baik di pinggir
15 sampel negatif yang berarti tidak
maupun tengah.
teridentifikasi adanya kandungan
senyawa bahan kimia boraks.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes R.I. 2001. Pedoman Program Makanan,
Perbaikan Gizi di Indonesia. http://m.liputan6.com/news/
Jakarta read/185403/sembilan-
Anonim, 2007, Sembilan Panitia Haji panitia-haji-di-bekasi-
di Bekasi Keracunan keracunan-makanan .
118 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin
Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

diakses pada 2015-03-11 Perilaku Penggunaan


pukul 21: 42 Boraks pada Bakso Yang
Siga, S., Anisia, 2007, Identifikasi Dijajakan Di Kecamatan.
Boraks Dalam Bakso yang Pondok gede-Bekasi. Skripsi
Dijual Di Warung X . Jakarta : Fakultas
Ciliwung Malang. Skripsi Kesehatan Masyarakat
Malang: Akademi Analis Universitas Indonesia.
Farmasi dan Makanan Putera Winarno., F. G. et al. 1994 .
Indonesia. BahanTambahan Makanan
Syah, D., 2005, Manfaat dan Bahaya Dan Kontaminasi. Jakarta :
Bahan Tambahan Pangan. Pustaka Sinar Harapan.
Bogor: Himpunan Alumni Fardiaz, S. 2007. Bahan Tambahan
Fakultas Teknologi Makanan. Institut Pertanian
Pertanian IPB. Bogor. Bandung.
Depkes R.I, dan Dirjen POM. 1988. Rohman, A. dan Sumantri. 2007.
Peraturan Menteri Analisis Makanan. Institut
Kesehatan RI Nomor Teknologi Bandung.
722/Menkes/Per/IX/1988 Bandung.
Tentang Bahan Tambahan Depkes RI. 1995. Farmakope
Makanan. Jakarta Indonesia Edisi IV.
Menkes RI. PeraturanMenteri Direktorat Jenderal
KesehatanRepublik Pengawasan Obat dan
Indonesia Nomer 033 Tahun Makanan. Jakarta.
2012 : Tentang Bahan Widyaningsih, T.D., Murtini, ES.
Tambahan Makanan. 2006. Alternatif Pengganti
Saparinto cahyadi, Hidayati Dian. Formalin Pada Produk
2006. Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Trubus
Pangan. Yogyakarta : Agrisarana.
Konsinus. Widayat, D. 2011. Uji Kandungan
Cahyadi, W. 2008. Analisis dan Boraks Pada Bakso. Skripsi.
Aspek Kesehatan Bahan Skripsi. Jember : Fakultas
Tambahan Pangan Edisi 2 Kesehatan Masyarakat
Cetakan I. Jakarta:. Bumi Svehla, G.. 1985. Buku Teks Analisis
Aksara. Anorganik Kualitatif Makro
Syah, D. dkk. 2005. Manfaat dan dan Semimikro, Terjemahan:
Bahaya Bahan Tambahan Setiono dan A. Hadyana
Pangan. Bogor: Himpunan Pudjatmaka. Jakarta: PT.
Alumni Fakultas Teknologi Kalman Media Pustaka. Hal
Pertanian IPB. : 366-367
Depkes R.I. 1999. Permenkes RI Gandjar, Ibnu Gholib dan Abdul
No.1168/Menkes/Per/X/199 Rohman. Kimia Farmasi
9 tentang Bahan Tambahan Analisis. Pustaka Pelajar.
Pangan. Departemen 2012. Hal : 120-122
Kesehatan RI. Jakarta Departemen Kesehatan RI.
Mujianto, B. 2003. Faktor-faktor Farmakope Indonesia Edisi
Yang Berhubungan Dengan

Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 119


Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 113-120, 2016 Mega Efrilia

IV. Departemen Kesehatan.


Jakarta. 1995. Hal : 605
Harmita, APT. Analisa Fisikokimia.
UI Press. Jakarta : 2006. Hal
:144-152
Fuad, N.R., 2014, Identifikasi
Kandungan Boraks Pada
Tahu Pasar Tradisional Di
Daerah Ciputat: Skripsi.
Jakarta. Fakultas Kedokteran
dan Ilmu Kesehatan
Putra, A.K. 2009. Formalin dan
Boraks pada Makanan.
Bandung: Institut Teknologi
Bandung

120 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin


Makalah diterima: 9 Februari 2016, Diterima untuk diterbitkan: 25 Februari 2016,
diterbitkan: 1 Maret 2016