Anda di halaman 1dari 10

TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.

0
1

PEMROSESAN SMALL FORMAT AERIAL PHOTOGRAPHS


MENGGUNAKAN AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

TINGKAT LANJUT

Agisoft Photoscan adalah sebuah software 3D modeling menggunakan citra/foto yang direkam
secara stereo/multi sudut, sehingga dari paralaks antar foto yang dihasilkan dapat disusun sebuah
model tiga dimensi dari foto. Agisoft dapat digunakan untuk mengolah foto udara yang direkam
menggunakan UAV/Drone, sehingga dari hasil perekamannya dapat dihasilkan mosaic orthofoto.
Titik tinggi (elevation point clouds) dan DEM resolusi tinggi serta dapat ditampilkan secara tiga di-
mensi.

Proses pembuatan orthofoto dan DEM di dalam Agisoft Photoscan melalui beberapa tahap yaitu

1. Import Foto dan Rekonstruksi Jalur Terbang

2. Align Foto

3. Input GCP

4. Optimisasi Alignment

5. Pembangunan Titik Tinggi (Dense Point Clouds)

6. Pembangunan Model 3D (Mesh)

7. Pembangunan Model Texture

8. Pembangunan DEM

9. Pembangunan Orthofoto

Selain workflow pemrosesan diatas, terdapat beberapa pemrosesan dan pengolahan data lanjutan,
antara lain :

1. Mesh/Model/Point clouds editing

2. Pembuatan DTM (Digital Terrain Model) dan DSM (Digital Surface Model)

3. Pembuatan Kontur

Modul ini akan membahas tentang pemrosesan di tersebut di atas.

Bramantiyo Marjuki
TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

I. Point Clouds Classification

Point clouds classification digunakan untuk memisahkan titik - titik tinggi yang teridentifikasi sebagai permukaan tanah,
bangunan, vegetasi, air dan kenampakan lain. Salah satu tindak lanjut dari klasifikasi titik tinggi ini adalah kita dapat mem-
isahkan antara ketinggian medan (terrain) dan ketinggian penutup lahan (surface) sehingga kita nanti dapat membuat
DTM (digital terrain model) sebagai alternatif dari DSM (Digital Surface Model) yang merupakan output default dari Agisoft
Photoscan. Proses klasifikasi point clouds adalah sebagai berikut :

1. Lakukan pemrosesan citra sampai tahap Dense Point Clouds Generation (lihat modul dasar).

2. Dari Menu Tools, pilih Menu Dense Clouds > Classify Ground Points. Muncul pilihan Classify Ground Points. Pilih From
Created (never classified), untuk penghalusan hasil klasifikasi, anda dapat mengubah parameter max angle, max distance,
dan cell size. Setelah selesai klik OK.

3. Dense point clouds akan terklasifikasi menjadi dua, Ground height point dan landcover height point.

Bramantiyo Marjuki
TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

II. Pembuatan Digital Terrain Model

Digital terrain model adalah model medan digital yang menggunakan tinggi permukaan tanah se-
bagai penentu ketinggian. Jenis model medan digital lain adalah Digital Surface Model yang
menggunakan tinggi permukaan penutup lahan sebagai penentu ketinggian.

Tahapan pembuatan DTM adalah sebagai berikut :

1. Dari menu Workflow, pilih Build DEM. Kemudian muncul pilihan DEM build properties. Untuk
Source Data pilih Dense Point Clouds, Interpolation diset ke enabled. Dan terakhir untuk Point
Classes pilih tombol Select, kemudian centang hanya untuk pilihan Grounds. Setelah selesai,
klik OK, proses pembuatan DTM akan dimulai.

Bramantiyo Marjuki
TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

2. Berikut ini adalah perbandingan DSM dan DTM yang telah dihasilkan.

III. Pembuatan Garis Kontur.

Selain DEM, Agisoft juga dapat menghasilkan data kontur dari DEM. Tahapannya adalah sebagai
berikut :

1. Dari menu Tools, pilih Generate Contours. Muncul pilihan kontur, tentukan ketinggian minimum
dan maksimum yang dikehendaki beserta interval kontur yang diinginkan

Bramantiyo Marjuki
SURVEI DAN PEMETAAN MENGGUNAKAN GNSS/GPS
Pusat Pengolahan Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 5

Berikut ini adalah hasil pemrosesan kontur.

IV. Mesh Editing

Editing mesh dilakukan untuk memperbaiki Model 3D Mesh yang diperoleh agar noise dan error pol-
ygon yang dihasilkan dari pemrosesan dense point clouds dapat diperbaiki, sehingga apabila nanti
akan digunakan sebagai dasar pembuatan DEM, DEM yang dihasilkan dapat mempunyai kualitas
yang baik dan bisa dimanfaatkan. Selain editing mesh, pembersihan noise juga dapat dilakukan pa-
da tahap Dense points classification (dibahas di bab berikutnya). Sebagai informasi tambahan,
noise biasanya muncul sebagai hasil dari overlap foto yang kurang sempurna atau kurang banyak
pertampalannya sehingga proses fotogrametri tidak bekerja maksimal. Selain karena pengaruh
overlap foto, noise juga disebabkan obyek air dimana pada obyek air biasanya proses fotogrametri
tidak dapat bekerja sama sekali.

1. Setelah tahap Dense Point Classification, lakukan proses pembangunan Mesh.

2. Setelah mesh terbentuk, identifikasi mesh polygon yang merupakan noise. Misalnya seperti
gambar di bawah ini.

Balai Pemetaan Tematik dan Prasarana Dasar


TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

2. Gunakan Freeform selection tool untuk memilih area yang diidentifikasi sebagai noise, kemudian
lakukan pemilihan area, area terpilih akan berwarna pink. Setelah itu klik tombol delete. Area noise
akan terhapus.

3. Langkah selanjutnya, untuk memperbaiki lubang hasil penghapusan, gunakan tool Close Holes.
Atur level holes ke 100 persen untuk penutupan sempurna.

4. Setelah mesh diperbaiki, anda dapat melanjutkan tahap pembuatan texture, DEM dan orthofoto
menggunakan mesh tersebut dengan kualitas dan akurasi yang lebih baik dari pada menggunakan
mesh yang masih mengandung noise dan error polygon.

Bramantiyo Marjuki
TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

Contoh Mesh Permukaan Air yang sebelumnya merupakan Noise telah diperbaiki.

V. Point Clouds Editing

Point Clouds editing dilakukan untuk memperbaiki hasil klasifikasi Dense Point Clouds yang diang-
gap kurang akurat. Pada tahap ini anda dapat menghapus point clouds atau mengubah kelas klasifi-
kasi sehingga dapat lebih akurat. Keuntungan dari melakukan point clouds editing adalah kita dapat
meminimalisir editing dalam proses pembuatan mesh dan untuk memperoleh DEM dan orthofoto
yang lebih akurat serta representatif.

1. Setelah klasifikasi Dense Point Clouds dilakukan, buka dense point clouds menggunakan tom-
bol Dense Points Class.

2. Kemudian pilih Point Clouds yang akan diedit menggunakan Free Form Tool.

Bramantiyo Marjuki
TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

3. Selanjutnya anda dapat menghapus point clouds yang terpilih tersebut untuk menghapus noise.

4. Atau mengganti ke kelas lain, dengan cara Klik tombol Tools > Dense Cloud > Assign Class. Se-
lanjutkan tentukan kelas from (misalnya dari any class), ke kelas to, misalnya sebagai noise.

5. Berikut ini contoh hasil point clouds yang telah diubah kelasnya.

6. Anda dapat mengubah points cloud yang masuk sebagai bangunan, vegetasi, tanah, air atau ke-
nampakan lain dengan cara assign class di atas.

Bramantiyo Marjuki
TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

VI. Camera Calibration

Camera calibration adalah proses kalibrasi untuk memperbaiki radial/barrel distortion yang umum
terjadi pada kamera frame (yang sering dipakai di UAV/Drone). Radial distortion adalah perubahan
dimensi metrik (panjang, lebar, tinggi) obyek hasil perekaman akibat geometri bumi yang tidak da-
tar, yang diproyeksikan ke dalam bidang datar dan dari satu titik pengamatan (sensor kamera). Ra-
dial distorsion menyebabkan area tepi foto mengerucut ke arah pusat foto, namun arah obyek berl
awanan arah dengan pusat foto. Contoh radial distortion adalah gambar kanan dimana sebuah ker-
tas bergambar grid dengan ukuran sama menjadi nampak mengembung sebagai akibat dari radial
distortion.

Koreksi radial distortion dalam banyak publikasi diklaim dapat memperbaiki hasil akurasi dan
pemodelan 3D spasial dalam UAV/Drones. Untuk memperbaiki radial distortion, kita dapat
menggunakan software seperti Agisoft Lens dan Adobe Photoshop lightroom. Proses camera cali-
bration dilakukan sebelum proses align photos di Agisoft dimulai.

Berikut ini dibahas cara koreksi radial distortion menggunakan Adobe Photoshop Lightroom.

1. Buka adobe photoshop lightroom.

2. Lakukan import data drone dari Menu File > Import Photos and Videos, kemudian centang se-
luruh foto yang akan digunakan dalam pemrosesan, klik Import.

Bramantiyo Marjuki
TUTORIAL SINGKAT AGISOFT PHOTOSCAN PROFESSIONAL 1.2.0

3. Setelah import dilakukan, geser tab ke mode Develop, kemudian cari pilihan Lens Correction.

4. Centang pilihan Enable Profile Correction dan Remove Chromatic aberration dari Tab Basic. Se-
lanjutnya geser ke tab Profile, centang pilihan Enable Profile Correction. Seting profile akan otoma-
tis terpilih sesuai dengan jenis kamera yang kita gunakan. Kemudian Lightroom akan secara otoma-
tis mengkoreksi radial distortion. Lakuran hal yang sama untuk foto lain yang terlibat dalam proyek.
Setelah selesai, pilih semua foto, kemudian klik Menu File > Export.

5. Dari menu export, tentukan lokasi penyimpanan di panel File location. Kemudian tentukan format
output, quality dan resolution di panel file settings dan image sizing. Yang terakhir di kolom metada-
ta, jangan centang pilihan remove person info dan pilihan remove location info karena akan
digunakan dalam proses align foto. Klik OK untuk memulai proses export.

6. Setelah export selesai, anda bisa menggunakan foto hasil koreksi di agisoft untuk memulai pros-
es pengolahan fotogrametri guna menghasilkan orthofoto, DEM dan model 3D.
Bramantiyo Marjuki