Anda di halaman 1dari 12

TUTORIAL MENGGUNAKAN GLOBAL

MAPPER
Kegunaan Utama Global Mapper
Global Mapper memiliki banyak fungsi antara lain:
Generate kontur ke berbagai interval

Generate watershed atau daerah aliran sungai secara otomatis

Melihat data DEM dengan berbagai tampilan seperti atlas, hilshade, aspect, slope dan
lain-lain

1. Buka aplikasi global mapper dengan cara klik dua kali global mapper pada desktop. Atau
klil start kemudian pilih all program, buka folder global mapper , kemudian klik dua
kali pada icon global mapper 11. Tunggu sampai muncul tampilan seperti di bawah ini.

2. Klik Open Your Own Data Files, kemudian pilih data yang akan di olah dalam global
mapper dalam format DEM.file
3. Akan muncul tampilan seperti di bawah ini
4. Klik file, pilih open data file

5. Masukkan data yang ingin di olah (enrekang) dalam format SHP.file

6. Untuk melakukan pemotongan pada wilayah tertentu, klik icon create new area
feature, kemudian tandai wilayah yang ingin di potong (di olah). Seperti di bawah ini :
7. Kemudian klik kanan, OK

8. Kemudian pilih icon digitizer tool untuk digitasi dalam bentuk jaring-jaring
9. Klik file, pilih export raster dan elevation data. Kemudian klik export DEM.

10. Akan muncul tampilan seperti ini


11. Dalam kolom Quadrangel Name, ubah nama sesuai yang di inginkan misalnya
topografi, di kolom vertical units pilih centimeter. kemudian pada export bounds beri
tanda centang pada crop to selected area feature (s) , lalu OK

12. Kemudian muncul tampilan, save sesuai nama yang di inginkan.


13. Kemudian ctrl+U, akan muncul tampilan sperti di bawah ini :

14. Klik file, open data file (s) kemudian pilih data yang di simpan tadi . kemudian akan
muncul wilayah yang di potong tadi (wilayah yang sudah di potong).
15. Untuk menampilkan garis kontur, buka file kemudian pilih kontur dalam format
SHP.file
Kemudian akan muncul tampilan seperti :

16. Jika ingin menampilkan kembali wilayah yang sudah di potong atau menhilangkan
gambar konturnya. Klik icon open control center, hilangkan centang pada kotak
kontur dan centang kotak demnya (to malasa).
17. Untuk mengekspor ke google eart. Klik file, export vektor data, kemudian export KML/KMZ

18. Kemudian akan muncul tampilan berikut :


Pada export bound, centang all loaded data. Lalu OK. Save sesuai dengan nama yang di
inginkan.

19. Buka google eart masukkan data yang di export tadi yang dalam format KML/KMZ. Klik file,
buka
20. Tampilan setelah di export ke google earth.