Anda di halaman 1dari 16

Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No.

2 Agustus 2014: 143 - 158

Pengaruh tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuklahan


di bagian selatan Danau Purba Borobudur
Tectonics and landslides control of the landform changes in the southern part of
Borobudur ancient lake
Helmy Murwanto1, Ananta Purwoarminta2, dan Darwin A. Siregar3
1
Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral, UPN Veteran Yogyakarta
Jln. SWK 104 (Lingkar Utara), Condongcatur, Yogyakarta 55285
2
Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Jln. Sangkuriang, Kompleks LIPI, Bandung 40135
3
Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral
Jln. Diponegoro 57, Bandung 40122

ABSTRAK

Berbagai penelitian menyatakan bahwa Candi Borobudur dikelilingi oleh danau dan telah berubah menjadi
dataran. Selama ini diketahui bahwa penyebab pendangkalan danau adalah aktivitas Gunung Merapi. Namun
pada bagian selatan Danau Borobudur yang dibatasi oleh Pegunungan Menoreh, tidak ditemukan material
Gunung Merapi tetapi ditemukan material batuan Old Andesite Formations (OAF) dari Pegunungan Menoreh.
Data aktivitas tektonik terekam baik pada lembah-lembah sungai di bagian selatan dataran Borobudur. Tujuan
dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis penyebab perubahan bentuklahan di sisi selatan
Danau Purba Borobudur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengukuran
dan pengamatan lapangan yang didukung dengan data citra satelit, topografi, stratigrafi, dan analisis 14C. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada sisi selatan dataran bekas Danau Borobudur tepatnya di lembah Sungai
Sileng banyak ditemukan singkapan batuan OAF dan endapan lempung hitam yang terpotong dan terangkat
akibat aktivitas sesar. Berdasarkan pengamatan stratigrafi diketahui bahwa endapan lempung hitam tertutup
oleh material hasil longsoran Pegunungan Menoreh. Hasil pengujian radiokarbon 14C menunjukkan bahwa
endapan danau berumur 22,140 BP. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada sisi selatan Danau
Purba Borobudur pendangkalannya disebabkan oleh aktivitas tektonik yang mengakibatkan pengangkatan
dan pensesaran memicu terjadinya longsor lahan.
Kata kunci: tektonik, longsor, perubahan bentuk lahan, Danau Purba Borobudur, Pegunungan Menoreh

ABSTRACT

Many studies suggest the Borobudur Temple surrounded lakes and shallowed by materials from volcanic activities.
In the southern part of Borobudur Lake didnt find volcano material but founded Old Andesite Formations (OAF)
material, thats come from Menoreh Mountain. Tectonic activities and avalanche material found on the Sileng river
at southern of Borobudur plains. Purpose of this study are identify and analyze causes of landform changes in the

Naskah diterima 24 Juni 2014, selesai direvisi 17 Agustus 2014


Korespondensi, email: anantapurwo@yahoo.com

143
144 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

southern part of Borobudur Ancient Lake. The methods used are field measurements and observations, support by
satellite imagery data, topography, stratigraphy, and radiocarbon 14C analysis. The results are in the southern part
of Borobudur lake, found OAF materials and blackclay outcrops were cut and lifted by tectonics activities. Based
on stratigraphy observations, known that blackclay deposits covered by the avalanche material results of Menoreh
Mountains. Radiocarbon 14C test showed that lacustrine ages is 22,140 BP. The conclusion are in the southern part
of Borobudur Ancient Lake, shallowed by tectonics activities than triggered by landslides.
Keywords: tectonics, landslides, landform changes, Borobudur Ancient Lake, Menoreh Mountains

PENDAHULUAN Bukit Borobudur dikelilingi bentuk lahan


dataran, bukit tersebut merupakan bagian dari
Latar Belakang
Kubah Kulonprogo (Pegunungan Menoreh)
Candi Borobudur merupakan candi Budha yang terpatahkan, kemudian mengalami pro
sebagai warisan dunia yang dibangun di atas ses penenggelaman pada akhir zaman Tersier
bukit (Bukit Borobudur) di Kabupaten Ma- (Gambar 1). Pada zaman Kuarter di sekitar
gelang, Provinsi Jawa Tengah. Bukit Borobu- bagian yang terpatahkan, tumbuh beberapa
dur menyatu dengan Bukit Dagi terisolir, dan gunung api muda, di antaranya Gunung
dikelilingi oleh dataran luas. Nossin dan Vote Sumbing di sisi barat laut, Gunung Merbabu,
(1986) mendeskripsikan bentang alam di seki- dan Gunung Merapi di sisi timur-timur laut
tar Candi Borobudur masa lalu merupakan (Gambar 2). Bagian yang terpatahkan, ke-
danau dan Candi Borobudur dibangun di atas mudian membentuk sebuah cekungan antar-
Perbukitan Gunung Gandul-Sipodang, meru- gunung intermountainous basin berumur
pakan bagian puncak dari batuan vulkanik Kuarter dikelilingi Pegunungan Menoreh dan
Tersier Kubah Kulonprogo yang terpatah- gunung api yang selanjutnya disebut dengan
kan. Van Bemmelen 1949 menyatakan bahwa Danau Purba Borobudur (Murwanto, 1996).

Gambar 1. Diagram blok dari Kubah Kulonprogo (van Bemmelen, 1949)


pengaruh Tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuk lahan 145
di bagian Selatan Danau Purba Borobudur - Helmy Murwanto, et al.

Gambar 2. Danau Purba Borobudur yang dikelilingi oleh Gunung api berumur Kuarter (Sumber : Citra Satelit
ASTER, 2011).

Terbentuknya danau disebabkan oleh penga PERMASALAHAN


ruh aktivitas Gunung api Merapi dan pro
Lingkungan danau terbentuk sejak kala Pleis-
ses tektonik, mengakibatkan terbendungnya
tosen Akhir atau 22,130 + 400 B.P. (Murwan-
Sungai Progo oleh endapan fluvio vulkanik
to, dkk, 2001). Berakhirnya lingkungan danau
Gunung api Merapi dan terjadinya pensesar
terjadi akibat tertimbun oleh material erupsi
an di Pegunungan Menoreh. Keberadaan da-
gunung api. Material hasil erupsi terangkut
nau dibuktikan dengan adanya endapan rawa
dan terendapkan, melalui sungai yang mengal-
berupa lempung hitam mengandung serbuk-
ir dan bermuara di lingkungan Danau Borobu-
sari dari tanaman komunitas rawa. Murwanto
dur. Akibatnya, danau menjadi semakin dang-
(1996), mengidentifikasi bahwa serbuk sari
kal dan sempit, akhirnya menjadi kering pada
pada batulempung hitam di Kawasan Borobu-
akhir abad ke-13 atau pada tahun 1288 Masehi
dur antara lain mengandung: Nymphaea ste
(Murwanto, 1996).
llata, Cyperaceae, Eleocharis, Commelina,
Hydrocharis dan sebagainya. Sebaran endapan Perubahan bentuklahan dari lingkungan danau
lempung hitam ini cukup luas dan saat ini menjadi dataran membutuhkan proses dan
menyisakan bekas rawa atau dataran lakustrin waktu yang sangat lama. Secara umum, faktor
yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk ak- penyebab pendangkalan danau adalah proses
tivitas pertanian. sedimentasi yang sangat intens. Hasil peneli-
146 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

tian yang dilakukan oleh peneliti sebelumnya pola aliran sungai. Kegiatan lapangan dilakukan
menyebutkan bahwa pendangkalan Danau untuk mengetahui bukti-bukti adanya jejak ak-
Borobudur disebabkan oleh aktivitas gunung tivitas sesar di Pegunungan Menoreh. Selain itu
api terutama Gunung Merapi, (Bemmelen pengamatan lapangan juga dimaksudkan untuk
1949; Purbohadiwidjojo dan Sukardi, 1966; mengetahui sebaran material yang berasal dari
Murwanto, 1996; Murwanto, dkk. 2001). Pegunungan Menoreh. Sebaran material ini
dapat diamati berdasarkan jarak dengan sumber
Berdasarkan pengamatan secara spasial, ba-
material dan karakteristik material.
gian selatan dari danau ini dibatasi oleh
Pegunungan Menoreh yang diperkirakan juga Analisis radiocarbon 14C dimaksudkan untuk
mempunyai peran dalam pendangkalan da- mengetahui umur dari danau dan waktu ter-
nau. Kajian terkait dengan peran Pegunungan jadinya pendangkalan. Untuk tahap pekerjaan
Menoreh terhadap pendangkalan danau belum laboratorium yang dilakukan pada prinsipnya
pernah dilakukan, sehingga penelitian ini ber- adalah pemisahan karbon (C) dari sampel or-
maksud mengkaji secara rinci dengan menun- ganik (lempung). Karbon dipisahkan sebagai
jukkan bukti-bukti lapangan, bahwa pendang- CO2 yang akan bereaksi dengan larutan amoni-
kalan danau disebabkan oleh aktivitas tektonik um hidroksida. Selanjutnya diendapkan sebagai
dan longsoran material Pegunungan Menoreh CaCO3 dan kemudian ditambah Stronsium
cukup besar, terutama di kawasan Danau Pur- khlorida akan terjadi endapan SrCO3. Reduksi
ba Borobudur bagian selatan. dilakukan dengan serbuk logam Mg terhadap
SrCO3 pada temperatur 8000C untuk memben-
METODOLOGI tuk SrC2. Reaksi antara H2O dengan SrC2 akan
Data yang dikumpulkan dari penelitian ini me- menghasilkan gas Asetilena (C2H2) dan gas
liputi data primer dan sekunder. Data primer ini digunakan untuk mengukur aktivitas 14C
merupakan data hasil pengamatan dan pen- (karbon radioaktif ) dengan memakai detektor
gukuran di lapangan terdiri dari data struktur Multi Anoda Anti Coincidence. Dengan me-
geologi, stratigrafi, dan radiokarbon 14C. Se- makai konstanta peluruhan radioaktif yang ter-
dangkan data sekunder merupakan data yang tentu, maka rumus penentuan umur dari suatu
diperoleh dari penelitian sebelumnya, meliputi sampel dapat dijabarkan sebagai berikut:
data log bor dan pola aliran sungai. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini dengan
melakukan pengamatan dan pengukuran struk-
tur geologi dan singkapan batuan di lapangan.
Sebelum melakukan survei lapangan, terlebih A = Radioaktivitas isotop 14C dalam
dahulu dilakukan interpretasi citra satelit untuk sampel
mengetahui kondisi morfologi dan topografi A0 = Radioaktivitas isotop 14C pada saat
untuk membantu dalam pengamatan aktivitas tanaman atau hewan tersebut hidup
tektonik. Hasil aktivitas tektonik tersebut akan = Konstanta peluruhan radioaktif; T1/2 =
berpengaruh terhadap kondisi morfologi dan 1/
pengaruh Tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuk lahan 147
di bagian Selatan Danau Purba Borobudur - Helmy Murwanto, et al.

T1/2 = waktu paruh = 5568+ 40 tahun HASIL PENELITIAN


ADC = Radioaktivitas isotop C-14 Dead Interpretasi struktur geologi dengan meng-
Carbon yang terukur gunakan citra satelit digunakan sebagai acuan
In2 = 0,693 dalam melakukan pengamatan dan penguku-
ran sesar di lapangan. Gambar 4 merupakan
LOKASI PENELITIAN data struktur geologi hasil interpretasi dari data
topografi dan citra satelit daerah Borobudur
Penelitian ini dilaksanakan pada bagian selatan
dan sekitarnya. Dengan citra satelit struktur-
dari dataran bekas Danau Borobudur yang se-
struktur tersebut dapat terdeteksi, berupa ke-
cara administratif terletak di Kecamatan Boro-
lurusan gawir sesar dengan deretan triangular
budur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa
facets, pergeseran off set blok sesar, kelurusan
Tengah. Penelitian ini dilaksanakan di sebelah
dan pembelokan secara tajam pola aliran sungai
selatan dari Candi Borobudur yang berdeka-
yang berkembang pada zona struktur. Kenam-
tan dengan Pegunungan Menoreh (Gambar
pakan-kenampakan sesar tersebut terlihat jelas
3). Singkapan batuan dan data struktur geologi
pada gawir Pegunungan Menoreh yang terletak
lebih mudah ditemukan pada lembah-lembah
di bagian selatan dari Candi Borobudur.
sungai di daerah penelitian.

Gambar 3. Peta lokasi penelitian


148 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

Gambar 4. Hasil interpretasi struktur sesar di wilayah Dataran Kedu Selatan

Keberadaan struktur sesar tersebut perlu dia- hat dari keberadaan struktur sesar pada lembah
mati lebih lanjut di lapangan. Pengamatan ke- Sungai Progo. Struktur sesar dapat diamati pada
beradaan sesar di lapangan akan lebih mudah bagian utara dari Jembatan Sigug, Desa Bumi-
ditemukan pada lembah-lembah sungai yang harjo. Sesar memotong batuan breksi vulkanik
mengalir dan memotong dataran Borobudur, di lembah Sungai Progo, dengan arah hampir
hal ini dikarenakan pada dasar lembah sungai N1500E atau timurlaut-baratdaya (Gambar
akan tersingkap batuan dasarnya. 5). Apabila ditarik garis lurus dengan Pegunu
ngan Menoreh akan tampak adanya hubungan
Sesar Progo (kelurusan) antara sesar yang memotong pada
Sungai Progo merupakan sungai besar yang le- Pegunungan Menoreh dengan lokasi tersebut.
taknya sekitar 3 km sebelah timur-timur laut Pada ruas Sungai Progo di sebelah timur Can-
bangunan Candi Borobudur. Pola aliran sungai di Pawon terdapat sesar-sesar yang memotong
ini di beberapa ruas tampak berkelok (meander- endapan rawa berupa lempung hitam (Gam-
ing) cukup tajam, merupakan indikasi adanya bar 6). Hal ini menunjukkan bahwa struktur
pengaruh tektonik. Aktivitas tektonik mampu sesar yang terdapat pada daerah ini merupakan
mengubah morfologi, baik pengangkatan mau- sesar aktif yang memotong endapan rawa beru-
pun penurunan yang akan berakibat terhadap mur Kuarter. Adanya sesar ini mengakibatkan
pembelokan alur sungai. Pengangkatan ini terli- endapan rawa yang berumur lebih tua letaknya
pengaruh Tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuk lahan 149
di bagian Selatan Danau Purba Borobudur - Helmy Murwanto, et al.

Gambar 5. Lembah Sungai Progo yang mengalami pengangkatan akibat aktivitas tektonik di sebelah utara Jem-
batan Sigug, Desa Bumiharjo

Gambar 6. Singkapan endapan rawa yang terpotong oleh struktur kekar, akibat sesar yang memotong batuan
dasar Sungai Progo. Lokasi sebelah timur Candi Pawon

berada pada ketinggian yang hampir sama den- Sesar Sileng


gan endapan rawa yang lebih muda. Pengang-
Singkapan sesar naik Sileng memiliki arah rela-
katan endapan rawa ini menjadi bukti adanya
tif barat-timur dan terletak pada tebing sungai.
aktivitas tektonik di Dataran Borobudur.
150 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

Zona sesarnya menyebabkan perubahan arah pada footwall dan hangingwall. Pada hanging-
pada Sungai Sileng karena memiliki arah kelu- wall didapatkan kemiringan lapisan yang lebih
rusan yang sama dengan arah sesarnya. Sesar ini curam, hal ini dikarenakan terbentuknya drag
merupakan sesar naik dengan bidang sesar N fold yaitu lipatan yang terbentuk karena ge
102E/77. Sesar ini dicirikan dengan bidang rakan seretan sesar. Pada bidang sesarnya tidak
sesar yang hampir vertikal kemudian melan- ditemukan gores garis, maka untuk penamaan-
dai ke arah selatan (Gambar 7). Pada bidang nya dilakukan pengambilan data struktur kekar,
sesar tidak ditemukan gores garis maka untuk karena pada daerah sekitar sesar ini ditemukan
penamaannya dilakukan pengambilan data cukup banyak kekar-kekar baik yang terbentuk
struktur kekar karena pada daerah sekitar sesar akibat gaya kompresional maupun tensional.
ini ditemukan cukup banyak kekar-kekar, baik
yang terbentuk karena gaya kompresional mau- Sesar Sungai Tangsi
pun tensional. Berdasarkan hasil interpretasi Nossin dan Voute
(1986), arah aliran Sungai Tangsi di sebelah
baratlaut Dataran Borobudur dipengaruhi oleh
struktur sesar. Struktur tersebut mengakibat-
kan pembelokan aliran Sungai Tangsi sebesar
900. Pola kelurusan aliran Sungai Tangsi setelah
terjadi pembelokan, dapat diikuti sampai perte-
muan dengan Sungai Progo, dengan arah timur
laut-barat daya. Pola kelurusan Sungai Tangsi
dapat diikuti sampai sejauh 10 km, mulai dari
Sungai Klantangan di bagian baratdaya sampai
Sungai Gending di bagian timurlaut. Data pen-
Gambar 7. Endapan rawa (lempung hitam) di Sungai
Sileng tersesarkan akibat aktivitas tektonik (sesar naik) dukung struktur sesar di Dataran Borobudur
adalah terdapatnya mataair panas dengan rasa
asin muncul melalui kekar-kekar yang memo-
Sesar Kaliduren
tong satuan breksi vulkanik produk Gunung
Pada Dusun Kaliduren ditemukan sesar yang api Sumbing. Mata air asin juga ditemukan
memiliki arah relatif barat-timur. Zona sesar di sebelah barat Desa Ngasinan, pada lembah
nya menyebabkan perubahan kelurusan su Sungai Klantangan. Struktur kekar yang men-
ngai karena mengikuti kelurusan sesar tersebut. gakibatkan munculnya mata air asin diduga se-
Sesar ini merupakan sesar mendatar kiri dengan bagai akibat proses sekunder dari Sesar Tangsi.
bidang sesar N 101oE/75o. Sesar ini dicirikan
Pada sebelah utara jembatan Ringinanom, Se
dengan bidang sesarnya yang hampir vertikal
sar Tangsi memiliki arah relatif timur laut-barat
dan menyebabkan ruas Sungai Sileng di dusun
daya dan zona sesarnya mengakibatkan peruba-
Kaliduren menjadi lurus (Gambar 8). Sesar
han alur sungai karena mengikuti kelurusan ses-
ini terdapat pada litologi breksi vulkanik yang
ar. Sesar ini merupakan sesar mendatar kanan.
dicirikan dengan perubahan kemiringan lapisan
pengaruh Tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuk lahan 151
di bagian Selatan Danau Purba Borobudur - Helmy Murwanto, et al.

Gambar 8. A. Material Lempung hitam yang merupakan endapan rawa terpotong oleh sesar. B. Breksi
Old Andesit Formation yang terpotong oleh sesar. C. Air asin yang muncul dalam bentuk mata air melalui
struktur sesar akibat proses tektonik.

Sesar ini dicirikan dengan bidang sesarnya yang Material Longsoran


hampir vertikal dan menyebabkan pada bagian Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan
Sungai Tangsi alurnya lurus. Kelurusan sungai adanya material longsoran dari Pegunungan
pada utara jembatan Ringinanom adalah N Menoreh (breksi OAF) dengan ukuran berva-
020o E (Gambar 9). riasi (Gambar 10). Material-material tersebut

Gambar 9. Kelurusan dan pemotongan aliran Sungai Tangsi akibat struktur sesar. Lokasi: sebelah utara jem-
batan Ringinanom.
152 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

banyak ditemukan di Desa Ngadiharjo dan Ka-


ranganyar Kecamatan Borobudur, baik di per-
mukaan maupun pada lembah-lembah sungai.

Gambar 11. Endapan Lempung hitam di Dusun Pakisaji


(kiri) dan endapan lempung hitam di Dusun Soropadan
(kanan).

DATA PEMBORAN
Gambar 10. Bongkah material hasil longsoran berasal dari Data pemboran di Sungai Sileng dilakukan oleh
dinding Pegunungan Menoreh. Lokasi: sebelah selatan
Murwanto, (2001) hingga kedalaman 50 m
Dusun Nglipoh.
(Gambar 12). Data pemboran ini menghasilkan
variasi batuan berupa lempung hitam, batupa-
Analisis Radiokarbon 14C
sir, batupasir kerakalan dan breksi. Hingga ke-
Analisis radiokarbon ini dilakukan di dua lokasi dalaman 21 meter, batuannya didominasi oleh
yang dianggap mampu mewakili umur danau lempung hitam yang kaya akan material karbon
di bagian selatan dari Danau Purba Borobudur. dengan sisipan batupasir lepas pada kedalaman
Gambar 11 merupakan endapan lempung hi- 7,5 8 m, 10, 5 11 m, dan 16 18 m, se-
tam yang dilakukan pengujian radiokarbon 14C. dangkan lapisan breksi andesit terdapat pada
Hasil pengujian umur danau disajikan dalam kedalaman 15 16 m da, 18 19 m. Mulai
Tabel 1. kedalaman 21 m breksi.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan
Tabel 1. Hasil uji radiokarbon 14C
pengolahan data di laboratorium, maka diketa-
No. Lokasi Sampel Umur (BP) hui wilayah yang pendangkalannya diakibatkan
1. Dusun Pakisaji 22,140+390 oleh adanya aktivitas tektonik dan longsoran
2. Dusun Soropadan 25,110+560 (Gambar 13).
pengaruh Tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuk lahan 153
di bagian Selatan Danau Purba Borobudur - Helmy Murwanto, et al.

Gambar 12. Log litologi pemboran di Sungai Sileng di dominasi oleh lempung
hitam dengan pasir breksian (Murwanto, 2001)

DISKUSI
adalah puncak Suroloyo. Pegunungan ini ter-
Pegunungan Menoreh mempunyai ketinggian letak di bagian selatan danau Borobudur den-
sekitar 900 m dpl., dengan banyak puncak gan litologi berupa batuan breksi Old Andesite
yang menyerupai bentuk menara, salah satunya Formation (OAF). Kondisi morfologi pada
154 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

Gambar 13. Lokasi perubahan bentuklahan Danau Borobudur di bagian selatan akibat tektonik dan longsor
lahan

egunungan Menoreh menunjukkan bahwa


P akan mudah mengalami longsor karena selain
pada wilayah ini telah mengalami tingkat erosi adanya rekahan juga batuan dasarnya yang ke-
yang sangat lanjut. Tingkat erosi ini selain dise- dap air, sehingga apabila terjadi pemicu seperti
babkan oleh adanya proses iklim juga dipen- gempa bumi, hujan, dan perubahan tata guna
garuhi oleh proses tektonik yang berkembang lahan akan sangat mudah mengalami longsor.
pada wilayah tersebut. Iklim dan tektonik terse-
Bukti aktivitas tektonik dapat ditemukan di
but mengakibatkan kawasan Menoreh ini mu-
Sungai Sileng yang terletak pada bagian utara
dah terjadi tanah longsor. Bukti adanya longsor
Pegunungan Menoreh. Salah satu bukti akti-
tersebut dapat diamati dari bekas atau sisa-sisa
vitas struktur geologi terdapat di Dusun Kali-
bidang longsor.
duren, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur.
Pegunungan Menoreh mempunyai kemirin- Pada kawasan tersebut terdapat batuan breksi
gan lereng lebih dari 40%, hal ini dipengaruhi OAF yang terpotong oleh sesar dengan arah
oleh adanya aktivitas tektonik. Pegunungan ini timur-barat. Pada wilayah tersebut juga ter-
mempunyai lapisan penutup tanah yang tipis, dapat air asin yang keluar melalui rekahan aki-
dan bagian permukaannya di dominasi oleh ma- bat adanya sesar. Aktivitas sesar ini mempunyai
terial batuan yang lapuk. Batuan yang lapuk ini pengaruh yang kuat terhadap gerakan massa
pengaruh Tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuk lahan 155
di bagian Selatan Danau Purba Borobudur - Helmy Murwanto, et al.

atau longsor. Sesar-sesar tersebut akan me- yang ditemukan. Kipas aluvial ini mempunyai
micu terbentuknya rekahan, yang selanjutnya peran dalam proses pendangkalan Danau Boro-
terisi air hujan, akibatnya lereng Pegunungan budur, hal ini dibuktikan dengan endapan dan-
Menoreh tidak stabil. Ketidakstabilan lereng au (lempung hitam) yang tertutup oleh material
tersebut berdampak pada terjadinya longsor Pegunungan Menoreh.
dan aliran debris yang menutup Danau Boro-
Material-material hasil aliran dari Pegunungan
budur pada waktu itu. Aliran debris merupakan
Menoreh dapat ditemui pada lembah Sungai Si-
aliran yang berisi campuran air, udara, lumpur,
leng dengan ukuran fraksi bervariasi dari halus
butiran padat dengan berbagai ukuran (Wong,
hingga kasar. Material fraksi halus ini berupa
dkk. 2007). Aliran debris ini akan membentuk
butiran pasir dan tanah hasil pelapukan yang
kipas aluvial dari Pegunungan Menoreh. Kipas
berwarna kemerahan yang menutup lempung
aluvial ditemukan di berbagai tempat di bagian
hitam. Warna kemerahan pada tanah tersebut
selatan Dataran Borobudur (Gambar 14). Ada
sama dengan lapisan tanah di Pegunungan
nya kipas aluvial ini dibuktikan dari kondisi
Menoreh, hal ini menunjukkan bahwa tanah
morfologi Pegunungan Menoreh dan material
yang menutup endapan lempung hitam terse-

Gambar 14. Lokasi kipas aluvial di daerah penelitian.


156 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

but berasal dari transport sedimen Pegunungan bumi. Bukti-bukti terjadinya gempa bumi per-
Menoreh. Hal tersebut dapat ditemukan di lem- nah terjadi di wilayah ini adalah banyaknya ter-
bah Sungai Suroloyo, Desa Pakisaji, Kecamatan dapat struktur geologi dengan kondisi batuan
Borobudur (Gambar 15). Proses gerakan massa yang terpotong dan terangkat. Pengangkatan
tersebut akan meninggalkan jejak di Pegunun- batuan ini akan mengubah morfologi yang ada
gan Menoreh berupa tebing yang terjal dan ber- di daerah penelitian. Perubahan morfologi ini
bentuk mahkota longsoran (Gambar 16). Pro akan memicu terjadinya pembelokan sungai
ses tektonik yang berkembang di Pegunungan yang mensuplai air ke Danau Purba Borobu-
Menoreh, juga akan memicu terjadinya gempa dur, kondisi ini ditemukan di wilayah Dusun

Gambar 15. Batuan lempung hitam pada tebing Sungai Sileng yang tertimbun material dari Pegunungan
Menoreh (kiri) dan lapisan tanah di Pegunungan Menoreh (kanan).

Gambar 16. Bekas terjadinya longsor (mahkota longsor) di Pegunungan Menoreh.


pengaruh Tektonik dan longsor lahan terhadap perubahan bentuk lahan 157
di bagian Selatan Danau Purba Borobudur - Helmy Murwanto, et al.

Kebanglimus yang ditandai dengan pembelo- Kawasan di sekitar Candi Borobudur mem-
kan alur Sungai Tangsi ke arah utara. Bukti lain punyai daya vitalitas yang tinggi sampai seka-
adalah adanya endapan danau yang terangkat rang, meskipun telah mengalami perubahan
sehingga berpengaruh pada kemiringan lereng lingkung an danau menjadi rawa-rawa dan
dan berpotensi mengurangi daya tampung air sekarang berupa bentuklahan dataran. Jejak-
danau. Selain itu, adanya aktivitas tektonik juga jejak lingkungan alam masa lalu masih nampak
berdampak pada pembukaan atau pelebaran jelas bisa dinikmati sampai sekarang. Untuk
bendungan danau di Dusun Klangon. Pembu- menjaga dan melestarikan keindahan kawasan
kaan bendungan alamiah ini dibuktikan adanya tersebut, diperlukan penataan dan pengelolaan
bekas struktur yang memotong breksi OAF dan secara terpadu.
saat ini menjadi lembah Sungai Progo. Ber
bagai dampak tektonik tersebut berakibat pada ACUAN
menurunnya suplai air danau, berkurangnya
daya tampung danau dan bertambahnya debit Bemmelen, R.W. van, 1949, The Geology of In-
keluarnya air danau di penelitian. Kondisi terse- donesia : General Geology of Indonesia and Adjacent
but akan berakibat pendangkalan Danau Boro- Archipelagoes, vol. IA, Government Printing Office,
budur meskipun terjadi dalam rentang waktu Martinus Nijhoff, The Hague, 732.
yang lama. Murwanto, H., 1996. Pengaruh Aktivitas Gunung
api Kuarter Terhadap Perubahan Lingkungan Danau
KESIMPULAN DAN SARAN di Daerah Borobudur dan Sekitarnya, Jawa Tengah.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Murwanto, H., Sutanto, dan Suharsono, 2001. Ka-
pada sisi selatan Danau Purba Borobudur telah jian Pengaruh Aktivitas Gunung api Kuarter Ter-
mengalami pendangkalan yang disebabkan oleh hadap Perkembangan Danau Borobudur Dengan
adanya aktivitas tektonik dan longsor lahan Bantuan Sistem Informasi Geografis, Laporan Akhir
dari Pegunungan Menoreh. Rekaman aktivitas DCRG, Departemen Pendidikan Nasional, Indone-
tektonik yang terdapat di lapangan menunjuk- sia
kan bahwa wilayah penelitian dikontrol oleh
Nossin, I,J. and Voute, C., 1986. Notes on the Geo-
struktur geologi. Struktur geologi tersebut
morphology of The Borobudur Plain (Central Java
mengubah morfologi dan membuka jalan ke-
Indonesia) in an archeological historical context). Sim-
luar bagi genangan air danau. Aktivitas tektonik
posium a Remote Sensing for Resources Develop-
juga mengakibatkan terjadinya longsor lahan di
ment and Environmental Management/Enschede,
Pegunungan Menoreh yang juga dipicu oleh
Netherland
curah hujan dan gravitasi bumi. Keberadaan
struktur geologi akan membantu mempercepat Purbo Hadiwidjojo, M.M., dan Sukardi, 1966.
terjadinya pelapukan batuan dan berpotensi Tentang ada atau tidak adanya suatu danau lama
terjadi longsor. Material hasil longsoran di dae- di dekat Borobudur (About Wether there was an
rah penelitian, mempunyai dimensi bervariasi ancient lake near Borobudur), Unpublish Progress
mulai dari fraksi halus hingga kasar. Report, Geotechnic Hydrology Direktorat Geology,
No. 1514,12 January.
158 Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, Vol. 5 No. 2, Agustus 2014: 143 - 158

Wong, D.W., Chiu, L.S., dan Lu, G.Y., 2007,


Vulnerability Assesment of Rainfall-Induced Debris
Flows in Taiwan, Natural Hazards Journal, 43:223-
244.