Anda di halaman 1dari 4

ASTRID APRILIA NAULI

1261050123

Pemeriksaan Leopold

Pemeriksaan palpasi Leopold adalah suatu teknik pemeriksaan pada ibu hamil dengan cara
perabaan yaitu merasakan bagian yang terdapat pada perut ibu hamil menggunakan tangan
pemeriksa dalam posisi tertentu, Cara pemeriksaan menurut Leopold dibagi dalam 4 tahap.
LEOPOLD I
Maksud pemeriksaan Leopold I ialah untuk menentukan tinggi fundus uteri. Dengan demikian,
usia kehamilan dapat diketahui. Selain itu, dapat pula ditentukan bagian janin mana yang
terletak pada fundus uteri apakah memiliki kesan kepala atau kesan bokong. Penilaian tinggi
fundus uteri dapaat dilakukan menggunakan tali meteran dari simphisis pubis diukur sampai
fundus uteri atau menggunakan penghitungan jari, dengan hasil:

Pada usia kehamilan 12 minggu, fundus dapat teraba 1-2 jari di atas simphisis
Pada usia kehamilan 16 minggu, fundus dapat teraba di antara simphisis dan pusat
Pada usia kehamilan 20 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah pusat
Pada usia kehamilan 24 minggu, fundus dapat teraba tepat di pusat
Pada usia kehamilan 28 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di atas pusat
Pada usia kehamilan 32 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara Prosesus
Xiphoideus dan pusat
Pada usia kehamilan 36 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah Proscessus Xiphoideus
Pada usia kehamilan 40 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara Proscessus
Xiphoideus dan pusat.

Cara pemeriksaan leopold I:

Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu, menghadap ke arah kepala ibu


Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada puncak fundus uteri
Lakukan palpasi dengan menekan lembut perut ibu untuk merasakan bagian janin yang
berada pada bagian fundus.
Kesan kepala : Bulat, keras, lenting
Kesan bokong : Lunak, tidak lenting

LEOPOLD II
Pada Leopold II dapat ditentukan batas samping uterus dan dapat pula ditentukan letak
punggung janin yang membujur dari atas ke bawah menghubungkan bokong dengan kepala
apakah punggung janin di sebelah kiri ibu atau di sebelah kanan ibu.
Cara pemeriksaan :

Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu, menghadap kepala ibu.


Kedua telapak tangan diletakkan pada kedua sisi perut, dan lakukan tekanan yang
lembut tetapi cukup dalam untuk meraba dari kedua sisi
kedua telapak tangan pemeriksa bergeser turun ke bawah sampai di samping kiri dan
kanan umbilikus.
Secara berlahan geser telapak tangan dari satu sisi ke sisi lain untuk menentukan pada
sisi mana terletak punggung, lengan dan kaki
Kesan punggung : Panjang, tidak terputus-putus

LEOPOLD III
Pada Leopold III dapat ditentukan bagian terbawah janin.
Cara pemeriksaan:
Meletakkan telapak tangan kiri di bagian fundus uteri, dan telapak tangan kanan bawah
perut ibu
Menekan secara lembut dan bersamaan/bergantian untuk mentukan bagian terbawah
bayi
Gunakan tangan kanan dengan ibu jari dan keempat jari lainnya kemudian goyang
bagian terbawah janin.

LEOPOLD IV
Menentukan bagian janin mana yang terletak di sebelah bawah, juga dapat menentukan berapa
bagian dari kepala telah masuk ke dalam pintu atas panggul (PAP).

Cara pemeriksaan:

Pemeriksa menghadap ke kaki ibu.


Meletakkan ujung telapak tangan kiri dan kanan pada lateral kiri dan kanan uterus
bawah, ujung-ujung jari tangan kiri dan kanan berada pada tepi atas simfisis
Menemukan kedua ibu jari kiri dan kanan kemudian rapatkan semua jari-jari tangan
yang meraba dinding bawah uterus.
Perhatikan sudut yang terbentuk oleh jari-jari: jari tangan kanan dan kiri bertemu
(konvergen) atau jari-jari tangan kanan dan kiri tidak bertemu (divergen)
Bila didapatkan bahwa janin sudah memasukki pintu atas panggul, lakukan perabaan
perlimaan dengan meletakkan jari-jari tangan kanan diantara bagian terbawah janin dan
simfisis untuk menilai seberapa jauh bagian terbawah telah memasuki pintu atas
panggul.
Kesan perabaan perlimaan : 5/5 (seluruh bagian jari masih meraba kepala, kepala belum
masuk PAP), 1/5 (teraba kepala 1 jari dari lima jari, bagian kepala yang sudah masuk 4
bagian), dan seterusnya sampai 0/5 (seluruh kepala sudah masuk PAP)