Anda di halaman 1dari 2

Saudi Fund for Development Buka Kemungkinan Tambah Investasi di Indonesia

Jakarta-KPPIP, (24/5). Dalam kunjungannya ke Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas


(KPPIP), Saudi Fund for Development (SFD) menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi
didalam proyek pembangunan di Indonesia.

SFD yang diwakili oleh Abdullah M.Al Shoibi (Chief Engineer Operation Department), Abdul A. Al-
Shoibi (Export Financing Researcher) dan Zaid Saleh Bin Mukhaylib (Marketing and Information)
mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi sangat tertarik dengan pola investasi pembiayaan
pembangunan dalam bentuk government to government (G to G). Seperti yang dilakukan pada
Maret 2017 lalu bersamaan dengan kedatangan delegasi Kerajaan Arab Saudi. Abdullah mengatakan
bahwa delegasinya ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi untuk mendiskusikan informasi-informasi
detail untuk semakin membuka kemungkinan investasi di Indonesia.

Kami senang ke Indonesia, karena segala sesuatunya dipermudah saat ini, ujar Abdullah yang
sebelumnya pernah berkunjung ke Bali, Surabaaya dan Medan. Sebelumnya, dia juga menyampaikan
ketertarikannya terhadap proyek perumahan, pengairan dan irigasi, sejumlah green project di
Indonesia.

KPPIP dalam kesempatan menerima kunjungan SFD menyampaikan sejumlah proyek pembangunan
yang terbuka untuk investasi. Triharyo Indrawan Soesilo, Direktur Proyek Sektor Energi KPPIP yang
memimpin pertemuan memaparkan perkembangan 6 royek Sektor Transportasi, 4 Proyek sektor
energi, dan sejumlah proyek waduk, air minum, dan sanitasi. Dalam penjelasannya, Triharyo yang
biasa di panggil Hengky, juga menyampaikan status terakhir proyek-proyek tersebut untuk menjadi
pertimbangan SFD.

Hengky menjelaskan di Kementerian Keuangan, Green Project merupakan proyek yang


menggunakan pembiayaan dari negara. Most of the project in this green sector using state budget
project, that means through Bappenas katanya. Namun dia juga menyampaikan bahwa
Kementerian Keuangan memiliki 2 jenis proyek pembiayaan pembangunan.Government budgeted
projects and KPPIP Projects, paparnya kepada delegasi SFD. Karena itulah Hengky menyarankan
kepada delegasi untuk berhubungan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan
Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen-PPN/Bappenas) untuk lebih detail
membicarakan proyek-proyek yang menggunakan skema pembiayaan negara.

Dalam pembicaraan selama satu jam antara SFD dan KPPIP dibahas sejumlah hal detail terkait
perkembangan proyek termasuk kebutuhan pembiayaan dan skema pembiayaan untuk masing-
masing proyek. Terhadap proyek pembangunan pelabuhan, Waduk/DAM, Abdullah meminta detail
kebutuhan pembiayaan dan skema pembiayaan yang masih terbuka untuk investasi.

Khusus untuk sektor energi yang menjadi kekuatan Arab Saudi, Hengki menawarkan skema kerja
sama proyek pengembangan kilang yang lebih terintegrasi. Fasilitas yang berkenaan langsung
dengan kebutuhan pembangunan kilang serta pengembangannya diharapkan dapat ditawarkan
dalam satu kesatuan proyek. Hal ini merujuk pada pengalaman proyek kilang yang berhasil
dikerjasamakan dengan Saudi Aramco.

Abdullah mengatakan bahwa dalam pertemuan kali ini dia belum bisa menyampaikan berapa nilai
investasi yang akan ditanam di Indonesia, namun dia mengatakan akan menyampaikan informasi
detail yang diperolehnya kepada pemerintah Arab Saudi.
Its good to stop only to you, good communication, accelerating the process, ujar Abdullah
menanggapi paparan detail informasi dan pekerjaan KPPIP yang disampaikan Hengky bersama
timnya. Menurutnya hal ini adalah terobosan sehingga kebutuhan informasi dalam kerangka
investasi dapat diperolehnya secara cepat dari lembaga KPPIP.

Pada Awal Maret 2017, Wakil Direktur SFD dan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, telah
menandatangani nota kesepahaman antara Arab Saudi dengan Indonesia senilai USD 1 Miliyar atau
setara Rp. 13.3 Triliyun Rupiah. Nota kesepahaman ini berkenaan dengan kontribusi pendanaan
Saudi dalam pembiayaan proyek pembangunan di Indonesia.