Anda di halaman 1dari 23

STUDI KEBUTUHAN PARKIR PANTAI MUARO LASAK

PROPOSAL

Oleh :

ANDREVA SAPUTRA

1310921116

JURUSAN TEKNIK SIPIL - FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii


DAFTAR TABEL ................................................................................................. iv
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ .......1
1.1 Latar Belakang .............................................................................. .......1
1.2 Tujuan dan Manfaat ...................................................................... .......2
1.2.1 Tujuan ................................................................................... .......2
1.2.2 Manfaat ................................................................................. .......2
1.3 Batasan Masalah ............................................................................ .......2
1.4 Sistematika Penulisan ................................................................... .......2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..................................................................... .......4
2.1 Parkir ............................................................................................. .......4
2.1.1 Pengertian Parkir ................................................................. .......4
2.1.2 Satuan Ruang Parkir ............................................................. .......5
2.1.3 Karakteristik Parkir ............................................................. .....10
2.1.4 Fasilitas Parkir ..................................................................... .....12
2.2 Pola Parkir ...................................................................................... .....13
2.2.1 Pola parkir paralel .............................................................. .....13
2.2.2 Pola Parkir Menyudut ........................................................ .....13
2.3 Metoda Survey Perparkiran ............................................................ .....14
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................ .....15
3.1 Tahapan Penelitian ......................................................................... .....15
3.1.2 Studi Literatur ..................................................................... .....16
3.1.3 Survei Pendahuluan ............................................................. .....16
3.1.4 Survei Lapangan .................................................................. .....16
3.2 Pengumpulan Data ........................................................................ .....16
3.3 Pengolahan Data dan Analisa ........................................................ .....16

ii
3.4 Kesimpulan dan Saran ................................................................... .....17
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... .....18

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Satuan Ruang Parkir untuk Mobil Penumpang


Tabel 2.2 Satuan Ruang Parkir untuk Bus/Truk

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Satuan Ruang Parkir untuk Mobil Penumpang


Gambar 2.2 Satuan Ruang Parkir untuk Sepeda Motor
Gambar 2.3 Satuan Ruang Parkir untuk Bus/Truk
Gambar 3.1 Diagram Alir Tahap Penelitian

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perparkiran merupakan masalah yang sering dijumpai, apalagi pada lokasi

yang mempunyai aktivitas tinggi seperti tempat wisata. Parkir itu sendiri adalah

tempat pemberhentian kendaraan dalam jangka waktu pendek maupun panjang,

sesuai dengan kebutuhan pengendara.

Parkir merupakan bagian terpenting dan merupakan bagian yang

dipertimbangkan dalam setiap pengambilan kebijakan transportasi. Pada kawasan

yang ramai diperlukan adanya perparkiran, dan ruang parkir menjadi hal yang

perlu untuk disediakan.

Penanganan masalah diperlukan pengadaan lahan parkir yang mencukupi dan

penentuan bentuk pola parkir yang tepat pada lahan parkir yang ada, dimana

kebutuhan akan lahan parkir (demand) dan prasarana yang dibutuhkan (supply)

haruslah seimbang dan disesuaikan dengan karakteristik perparkiran.

Kota Padang adalah kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatera sekaligus ibu

kota dari provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Untuk mengembangkan potensi

wisata di Kota Padang, telah dibangun tempat wisata di kawasan Pantai Muaro

Lasak, yaitu dengan dibangunnya Tugu Merpati dan Taman Muaro Lasak.

Seiring dengan tingginya minat masyarakat akan wisata, maka diperlukan fasilitas

dan sarana yang mendukung kebutuhan ruang parkir. Kebutuhan ruang parkir

1
yang memadai diperlukan agar pengunjung tempat wisata Tugu Merpati dan

Taman Muaro Lasak bisa memperoleh ruang bagi kendaraan untuk parkir.

1.2 Tujuan dan Manfaat

1.2.1 Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah:

1. Menganalisa karakteristik parkir di area parkir di Pantai Muaro Lasak

2. Merencanakan kapasitas parkir yang sesuai dengan kebutuhan di area parkir

di Pantai Muaro Lasak

1.2.2 Manfaat dari tugas akhir ini adalah:

Manfaat dari tugas akhir ini agar dapat dijadikan sebagai masukan dan

pertimbangan bagi pihak perencana dan pengelola parkir Kota Padang di

daerah Pantai Muaro Lasak

1.3 Batasan Masalah

Beberapa batasan masalah dalam penelitian ini, yaitu:

1. Lokasi survei berada di Pantai Muaro Lasak, area wisata Taman Muaro Lasak

dan Tugu Merpati.

2. Survei dilakukan pada hari kerja dan hari libur

3. Kendaraan yang di survey kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat

(kendaraan pribadi) serta kendaraan umum.

1.4 Sistematika Penulisan

Untuk menghasilkan penulisan yang baik dan terarah maka penulisan tugas

akhir ini dibagi dalam beberapa bab yang membahas hal-hal berikut:

BAB I : PENDAHULUAN Berisikan penjelasan secara umum latar belakang, tujuan

penelitian, manfaat penelitian, dan batasan masalah penelitian.

2
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Berisikan kajian yang mengacu pada beberapa

referensi mengenai permasalahan transportasi dan karakteristik parkir.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Berisikan penguraian parameter dan

metoda penelitian, peralatan kerja, serta prosedur pekerjaan.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN Berisikan data-data hasil penelitian,

analisis-analisis dari data hasil penelitian dan hipotesa akhir.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Berisikan kesimpulan dan saran dari

seluruh tugas akhir ini.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Parkir

2.1.1 Pengertian Parkir

Parkir menurut kamus Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai tempat

pemberhentian kendaraan beberapa saat. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu

kendaraan yang tidak bersifat sementara. Termasuk dalam pengertian parkir adalah

setiap kendaraan yang berhenti pada tempat-tempat tertentu baik yang dinyatakan

dengan rambu ataupun tidak, serta tidak semata-mata untuk menaikkan dan atau

menurunkan barang dan atau orang. (Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1998).

Parkir berdasarkan penempatannya dibedakan atas :

1. Parkir di badan jalan (on street parking) Tempat yang biasanya paling jelas

dan biasanya paling cocok bagi pengemudi untuk memarkir kendaraannya ialah di

tepi jalan.Tetapi parkir seperti ini mempunyai banyak kerugian. Pertama arus lalu

lintas sepanjang jalan menjadi terhambat., yang akhirnya akan menimbulkan

kemacetan dan kelambatan pada seluruh kendaraan. Pada kondisi parkir yang

berhimpit akan lebih terlihat penurunan kelancaran lalu lintasnya. Parkir di jalan juga

mengakibatkan peningkatan jumlah kecelakaan akibat gerakan membuka pintu mobil,

tingkah pengendara sepeda motor yang tak menentu dan pejalan kaki yang muncul

diantara kendaraan parkir. Meskipun terdapat berbagai kerugian, namun parkir badan

4
jalan masih sangat diperlukan karena banyak tempat (pertokoan, sekolah, tempat

ibadah, dll) tidak mempunyai tempat parkir yang memadai.

2. Parkir di luar badan jalan (off street parking ) Di kebanyakan kawasan

pusat kota, parkir di pinggir jalan sangat dibatasi sehingga diperlukan penyediaan

fasilitas di luar daerah jalan. Ada beberapa klasifikasi parkir di luar daerah jalan yaitu

: a) pelataran parkir di permukaan tanah, b) garasi bertingkat, c) garasi bawah tanah,

d) gabungan, e) garasi mekanis dan f) drive in. Pedoman perancangan untuk parkir off

street di dasarkan pada ukuran kendaraan rencana, luas lahan parkir, kapasitas parkir,

serta tata letak kendaraan untuk memudahkan kendaraan masuk dan keluar parkir.

2.1.2 Satuan Ruang Parkir

Satuan ruang parkir merupakan ukuran luas efektif untuk meletakkan satu

buah kendaraan (mobil penumpang, bus/truk, atau sepeda motor). Di dalamnya sudah

termasuk ruang bebas di kiri dan kanan kendaraan, dengan bagian pintu bisa dibuka

untuk turun naik penumpang. Serta hal-hal tertentu, seperti ruang gerak untuk kursi

roda khusus untuk parkir kendaraan bagi penderita cacat dan ruang bebas depan dan

belakang. Bila tanpa penjelasan, SRP adalah SRP untuk mobil penumpang.

Besar satuan ruang parkir untuk tiap-tiap jenis kendaraan adalah sebagai

berikut:

5
1. Satuan ruang parkir untuk mobil penumpang

Gambar 2.1 Satuan Ruang Parkir untuk Mobil Penumpang


Sumber: Direktur Jendral Perhubungan Darat, 1998
Keterangan: B = Lebar kendaraan L = Panjang Kendaraan

R = Jarak bebas samping Bp = Lebar minimum

SRP O = Lebar bukaan pintu Lp = Panjang minimum

SRP a1/a2= Jarak bebas depan/belakang

Tabel 2.1 Satuan Ruang Parkir untuk Mobil Penumpang

Sumber: Direktur Jenderal Perhubungan Darat (1998)

6
2. Satuan ruang parkir untuk sepeda motor

Gambar 2.2 Satuan Ruang Parkir untuk Sepeda Motor


Sumber: Keputusan Dirjen Perhungan Darat, 1998

Keterangan B = 70 Bp = 80 = B + R

a 1 = 20 L L = 175 a2=5

R = 10 Lp = 200 = L + a1 + a2

3 . Satuan ruang parkir untuk bus/truk

Gambar 2.3 Satuan Ruang Parkir untuk Bus/Truk


Sumber: Direktur Jendral Perhubungan Darat, 1998

7
Keterangan: B = Lebar kendaraan R = Jarak bebas samping

L = Panjang kendaraan Bp = Lebar minimum

SRP O = Lebar bukaan pintu Lp = Panjang minimum SRP

a1/a2 = Jarak bebas depan/belakang

Tabel 2.2 Satuan Ruang Parkir untuk Bus/Truk

Sumber: Direktur Jenderal Perhubungan Darat (1998)

Penentuan Satuan Ruang Parkir didasarkan pada beberapa hal, diantaranya

adalah sebagai berikut:

1. Dimensi kendaraan standar untuk mobil penumpang

2. Ruang bebas kendaraan parkir

Ruang bebas kendaraan parkir diberikan pada arah lateral dan

longitudinal kendaraan. Ruang bebas arah lateral ditetapkan pada saat posisi

pintu kendaraan dibuka, yang diukur dari ujung terluar pintu ke badan

kendaraan parkir yang ada di sampingnya. Ruang bebas ini diberikan agar

tidak terjadi benturan antara pintu kendaraan dengan kendaraan-kendaraan

yang parkir di sampingnya pada saat penumpang turun dari kendaraan.

Sedangkan ruang bebas arah memanjang diberikan di depan kendaraan untuk

8
menghindari benturan dengan dinding atau kendaraan yang lewat jalur gang.

Jarak bebas arah lateral diambil sebesar 5 cm sedangkan jarak bebas arah

longitudinal sebesar 30 cm.

3. Lebar bukaan pintu kendaraan

Ukuran lebar bukaan pintu merupakan fungsi karakteristik pemakai

kendaraan yang memanfaatkan fasilitas parkir.

Ada 3 metode yang digunakan untuk menentukan kebutuhan parkir, yaitu:

1. Metode berdasarkan pada kepemilikan kendaraan

Metode ini mengasumsikan adanya hubungan antara luas lahan parkir

dengan jumlah kendaraan yang tercatat. Semakin meningkat jumlah pengguna

kendaraan pribadi, maka kebutuhan lahan parkir akan semakin meningkat.

2. Metode berdasarkan luas lantai bangunan

Metode ini mengasumsikan bahwa kebutuhan lahan parkir sangat terkait

dengan jumlah kegiatan yang dinyatakan dalam besar luas lantai bangunan

dimana kegiatan tersebut dilakukan, misalnya: perbelanjaan, perkantoran,

perkuliahan, dan lain-lain.

1. Metode berdasarkan selisih terbesar antara kedatangan dan keberangkatan

kendaraan

Metode ini mendapatkan kebutuhan lahan parkir dengan menghitung

akumulasi terbesar pada suatu selang waktu pengamatan. Akumulasi parkir

pada suatu tempat pada selang waktu tertentu, dimana jumlah kendaraan

parkir tidak akan pernah sama pada suatu tempat dengan tempat lainya.

9
2.1.3 Karakteristik Parkir

Karakteristik parkir adalah sebagai parameter yang mempengaruhi

pemanfaatan lahan parkir.

1. Durasi Parkir

Durasi parkir adalah waktu yang digunakan oleh suatu kendaraan untuk

parkir pada waktu tertentu tanpa berpindah- pindah (Hobbs, 1995).

DP = Tin - Tout .. (2.1)

Keterangan: DP = Durasi parkir (menit)

Tin = Waktu saat kendaraan masuk lokasi parkir

Tout = Waktu saat kendaraan keluar lokasi parkir

2. Akumulasi Parkir

Akumulasi parkir merupakan jumlah kendaraan yang diparkir dalam suatu

area pada waktu tertentu dan dapat dibagi sesuai dengan kategori, jenis, maksud

perjalanan dan menunjukkan beban parkir dalam stuan jam kendaraan per periode

waktu tertentu. Perbandingan antara akumulasi parkir jam-jam puncak dengan

akumulasi rata-rata menunjukkan efisiensi fasilitas yang terpakai (Hobbs, 1995).

AP = Qin - Qout + Qs ... (2.2)

Keterangan:

AP = Akumulasi parkir (unit)

Qin = Jumlah kendaraan yang masuk lokasi parkir (kendaraan)

Qout = Jumlah kendaraan yang keluar lokasi parkir (kendaraan)

Qs = Jumlah kendaraan yang telah berada di lokasi parkir sebelum

pengamatan dilakukan (kendaraan)

10
3. Volume parkir

Volume parkir merupakan jumlah keseluruhan kendaraan yang

menggunakan fasilitas parkir pada suatu lahan parkir dalam satu satuan tertentu

(biasanya perhari).

4. Tingkat Pergantian Parkir (Parking Turn Over) dan Tingkat Penggunaan

(Occupancy Rate)

Pergantian parkir adalah angka yang menunjukkan tingkat penggunaan

ruang parkir, dan diperoleh dengan membagi volume parkir dengan luas ruang parkir

untuk periode waktu tertentu (Hobbs, 1995).

PTO = .... (2.3)

Keterangan: PTO = pergantian parkir

= jumlah kendaraan (unit)

R = ruang parkir yang tersedia (SRP)

Sedangkan tingkat penggunaan diperoleh dari akumulasi kendaraan pada

selang waktu tertentu dibagi dengan ruang parkir yang tersedia dikali dengan 100 %.

OR = x 100%...... (2.4)

Keterangan: OR = Tingkat Penggunaan (%)

AP = Akumulasi Parkir (kendaraan)

R = Jumlah Satuan Ruang yang Tersedia

11
5. Indeks parkir Indeks parkir adalah ukuran lain untuk menyatakan

penggunaan panjang jalan dan dinyatakan dalam persentase ruang yang ditempati

oleh kendaraan parkir yang tersedia (Hobbs, 1995).

IP = .. (2.5)

Keterangan: IP = Indeks parkir

AP = Akumulsi parkir

R = Ruang parkir yang tersedia (SRP)

2.1.4 Fasilitas Parkir

Fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan dapat berupa taman parkir

dan/atau gedung parkir. Penetapan lokasi dan pembangunan fasilitas parkir untuk

umum, dilakukan dengan memperhatikan rencana umum tata ruang daerah,

keselamatan dan kelancaran lalu lintas, kelestarian lingkungan, dan kemudahan bagi

pengguna jasa. Penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum dilakukan oleh

pemerintah, badan hukum negara atau warga negara. Penyelenggara fasilitas parkir

untuk umum dapat memungut biaya terhadap penggunaan fasilitas yang diusahakan.

Menurut Direktur Jendral Perhubugan Darat dalam Pedoman Teknis

Penyelenggaraan Fasilitas Parkir (1998), fasilitas parkir berdasarkan jenisnya ada 2

yaitu:

On-street parking (parkir di badan jalan) Parkir di badan jalan adalah

fasilitas parkir yang menggunakan tepi jalan untuk parkir.

Offstreet parking (parkir di luar badan jalan)

12
a. Fasilitas parkir untuk umum adalah tempat yang berupa gedung

parkir atau taman parkir untuk umum yang diusahakan sebagai

kegiatan tersendiri.

b. Fasilitas parkir sebagai fasilitas penunjang adalah tempat yang

berupa gedung parkir atau taman parkir yang disediakan untuk

menunjang kegiatan pada bangunan utama.

2.2 Pola Parkir

2.2.1 Pola parkir paralel

Parkir paralel merupakan parkir yang memiliki sudut 0 terhadap sumbu jalan

atau sejajar dengan sumbu jalan.

a. Pada daerah datar Pola parkir pada daerah datar yang memiliki sudut 0o

terhadap sumbu jalan

b. Pada daerah tanjakan Pola parkir paralel pada daerah tanjakan dengan

sudut 0o terhadap sumbu jalan ada yang menggunakan kurb dan ada yang

tidak menggunakan kurb, gambar dari pola parkir parkir pada daerah

tanjakan

c. Pada daerah turunan Pola parkir pada daerah turunan yang memiliki sudut

0o terhadap sumbu jalan

2.2.2 Pola Parkir Menyudut

a. Parkir dengan sudut 30o

b. Parkir dengan sudut 45o

c. Parkir dengan sudut 60o

d. Parkir dengan sudut 90o

13
2.3 Metoda Survey Perparkiran

Menurut Hobbs (1995) mengatakan dalam survey perparkiran ada beberapa

metoda untuk menganalisis masalah parkir, diantaranya:

1. Perhitungan di tapal batas daerah perencanaan (cordon cown)

Daerah yang akan disurvey dikelilingi oleh pos perhitungan yang ada

setiap persimpangan jalan. Pada setiap pos dilakukan perhitungan terpisah, antara

kendaraan yang masuk dan kendaraan yang keluar perjam atau perperiode waktu

yang lebih pendek. Penjumlahan kendaraan yang masuk dan kendaraan yang keluar

menghasilkan akumulasi seluruh kendaraan pada area tersebut, dan jumlah ini

merupakan ukuran fasilitas parkir yang dibutuhkan.

2. Wawancara langsung

Pengguna kendaraan yang parkir pada daerah yang disurvey diwawancarai

tentang asal, lama waktu parkir dan tujuan perjalanannya serta maksud dan tujuannya

melakukan parkir. Informasi ini dan informasi lamanya waktu parkir memungkinkan

perumusan karakteristik parkir utama.

3. Survey secara patroli

Wilayah studi survey dibagi menjadi beberapa bagian yang cukup kecil

hingga dapat dipatroli setengah jam, sejam atau intervalwaktu tertentu yang lebih

memadai. Pada setiap patrol dihitung jumlah kendaraan yang parkir pada wilayah

survey. Dengan demikian dapat diperoleh jumlah akumulasi selama waktu survey.

Selain perhitungan kendaraan parkir tersebut petugas juga mencatat nomor plat

kendaraan, maka dapat diketahui selama beberapa kali interval patrol sebuah

kendaraan diparkir dan demikian didapat informasi tentang lama waktu parkir.

14
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tahapan Penelitian

Dalam pelaksanaan tugas akhir ini disiapkan langkah-langkah secara

sistematis agar penelitian dapat terlaksana dengan tahapan yang benar.

Adapun langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Studi Literatur

Survei Pendahuluan

Survei Lapangan

Data :

- Kondisi Eksisting
Jalan
- Luar Area Parkir
- Jumlah Pengguna
Parkir

Pengolahan Data dan Analisa

Hasil dan Pembahasan

Gambar 3.1 Diagram Alir Tahap Penelitian

15
3.1.1 Studi Literatur

Studi ini dilakukan untuk mendapatkan dasar teori dari referensi-referensi,

dan penelitian-penelitian terdahulu yang berhubungan dengan tugas akhir ini, yang

akan dijadikan acuan dalam penyelesaian tugas akhir ini.

3.1.2 Survei Pendahuluan

Survei ini merupakan tahap awal untuk mendapatkan informasi mengenai

lokasi survei, jadwal survey, jumlah surveyor, sehingga bisa ditentukan hal-hal yang

dibutuhkan nantinya.

3.1.3 Survei Lapangan

Survei ini dilakukan dengan peneliti sendiri untuk mendapatkan data-data

yang diperlukan dalam penyelesaian tugas akhir. Survei lapangan ini terdiri dari data

primer dan sekunder.

3.2 Pengumpulan Data

Data didapat langsung dari lapangan atau dari objek yang diamati.

Pengumpulan data adalah dengan melakukan survei di lapangan.

3.3 Pengolahan Data dan Analisa

Dari data yang didapat, baik data primer maupun data sekunder selanjutnya

dianalisis sehingga didapat tampilan-tampilan data berupa gambar, tabel dan grafik.

Pengolahan data yang dilakukan adalah menentukan karakteristik parkir dan

kebutuhan parkir. Dari data yang telah diolah dan dianalisis, maka akan diperoleh

hasil dan pembahasan dari tugas akhir ini.

16
3.4 Kesimpulan dan Saran

Dari hasil analisis data akan didapat suatu kesimpulan dan saran-saran yang

bermanfaat terhadap hasil analisis yang telah dilakukan. Kesimpulan yang didapatkan

dari hasil analisis dapat berupa hasil pengolahan data dan hal-hal yang dapat

disimpulkan dari hasil pengolahan data. Sedangkan saran-saran yang

direkomendasikan diharapkan dapat memperbaiki analisis yang dilakukan agar

menjadi lebih baik.

17
DAFTAR PUSTAKA

1. A.A. Jaya Wikrama, Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 2, Analisis Karakteristik Dan

Kebutuhan Parkir Di Pasar Kreneng, volume 14, 2010

2. Anindia Reza Iwari, Analiasa kebutuhan Ruang Parkir di Gedung G dan H

Universitas Andalas, Skripsi Strata-1 Universitas Andalas, 2014

3. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pedoman Perencanaan dan

Pengoperasian Fasilitas Parkir, , Jakarta. 1998

18