Anda di halaman 1dari 9

GIZI ATLET SEPAK BOLA USIA 19 TAHUN

GIZI DALAM DAUR KEHIDUPAN

Disusun Oleh:
1. Maya Dewi Wulandari (PO7131110024)
2. Nur Hasanah (PO71311100)
3. Okti Anggarwati (PO71311100)
4. Yulita Megawati (PO7131110038)
Gizi I A Reguler

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN GIZI
2010/2011
MENGHITUNG KEBUTUHAN GIZI
ATLET SEPAK BOLA

A. Studi Kasus
Responden pada kasus gizi atlet kali ini adalah Norman Febri yang akrab
dipanggil Febri yang beralamat di Pare, Kediri, Jawa Timur. Ia berprofesi sebagai atlet
sepak bola. Febri lahir di Kediri pada tanggal 14 Februari 1992 sehingga Febri telah
berumur 19 tahun. Ia mempunyai golongan darah O dengan berat badan 53 kg dan tinggi
badan 162 cm. Febri makan 4x sehari dengan rincian makan makanan pokok 3x sehari
ditambah selingan . Febri tidak menyukai makanan yang bersantan, namun ia sangat suka
dengan sayur dan daging.

B. Data Subyektif
1. Biodata Gizi Atlet Sepak Bola

a. Nama : Norman Febri


b. Tempat, tanggal lahir : Kediri, 14 Februari 1992
c. Umur : 46 tahun
d. Jenis kelamin : Laki - laki
e. Alamat : Pare, Kediri, Jawa Timur
f. Agama : Islam
g. Suku : Jawa
h. Pendidikan terakhir : SMA
i. Profesi : Atlet Sepak Bola
j. Anak ke :2
k. Saudara :4
l. Golongan darah :O
2. Kegiatan atau jadwal latihan selama 1 minggu responden
a. Senin: Joging
b. Selasa: lari sprint 20 meter, main bola
c. Rabu: lari, main bola
d. Kamis: lari, main bola
e. Jumat: jogging, senam
f. Sabtu: lari, main bola
g. Minggu: jogging dan senam

3. Riwayat makanan
a. Makanan yang disukai : Sayur, Daging,
b. Makanan yang tidak suka : -
c. Makanan Pantangan : Makanan bersantan
d. Makanan alergi :-
e. Jenis makanan : Biasa
f. Pola makan : 4x sehari (3 makanan pokok + 1 makanan selingan)
g. Konsumsi susu : 1x minggu
h. Konsumsi kopi :-
i. Konsumsi teh :-
j. Kebiasaan makan : Variasi (nasi, lauk, dan sayur)
k. Suplemen : Susu, Madu, Telur

4. Riwayat penyakit
a. Penyakit yang pernah diderita : -
b. Penyakit yang sering kambuh : -
c. Penyakit bawaan/ keturunan :-

5. Aktivitas sehari : Berat

C. Data Obyektif
1. Anthropometri
BB : 53 kg
TB : 162 cm
2. Biokimia
Selama ini responden belum pernah menjalani pemeriksaan di laboratorium.

3. Data Klinic
a. TekananDarah :110/70 mm Hg
b. Suhu : 37 C
c. DenyutNadi : 68/menit

4. Dietarry
Data pada kasus gizi kerja ini diambil pada hari Rabu tanggal 07 Juni 2011.
Pagi : Nasi, Telur dadar, Sayur asem
Siang : Nasi, Ikan Lele, Telur dadar, Sayur asem
Selingan : Pisang goreng
Malam : Nasi, Tempe goreng, Trancam

D. Assesment
1. Anthropometri
Berat badan (BB) : 53 kg
Tinggi badan (TB) : 162 cm

2. Status gizi atlet



=

53
=
(1,62)2
53
=
2,624
= 20,19 (Normal)

= % ( )
= 90 % (162 100)
= 55,8
= ( % ) ( + % )
= (55,8 10%. 55,8) (55,8 + 10%. 55,8)
= (55,8 5,58) (55,8 + 5,58)
= 50,22 kg 61,38 kg

Berat badan Febri adalah 53 kg sedangkan dari perhitungan Berat Badan Ideal
Febri adalah 55,8 dimana didapat pula range BBI untuk gizi atlet berusia 19 tahun
adalah 50,22 kg 61,38 kg serta dengan IMT yang normal sebesar 20,19. Sehingga
dapat dikatakan bahwa Febri tergolong atlet dengan status gizi yang baik.

3. Food Recall
E. Planning
1. Tujuan planning
a. Memenuhi kecukupan gizi responden untuk melakukan aktivitas sehari
b. Mempertahankan status gizi responden agar tetap baik dan stabil
c. Memberikan gizi yang seimbang untuk mendukung tercapainya dan
terpertahankannya kondisi dari latihan
d. Menyediakan energi untuk latihan dan persiapan pertandingan

2. Syarat planning
a. Menu makanan bervariasi
b. Menu makanan dibuat dan disajikan sesuai dengan menu seimbang
c. Mengurangi konsumsi gula dan garam
d. Menu sehari hari diberikan dengan porsi cukup yang mengandung zat gizi sesuai
dengan kebutuhan atlit.
e. Memberikan karbohidrat kompleks
f. Membatasi konsumsi lemak yang tidak kelihatan (menempel pada bahan pangan,
terutama pangan hewani).

3. Prinsip planning
a. Mememenuhi kebutuhan energi kkal protein gr, lemak gr , dan karbohidrat gr agar
mencapai 100%.
b. Range 10 %
c. Bentuk makanan adalah biasa
d. Memperbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karbohidrat
kompleks.
e. Mengkonsumsi makanan sumber kalsium dan zat besi
f. Mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh
g. Memperbanyak mengkonsumsi buah dan sayur untuk mendapatkan vitamin dan
mineral sebagai penunjang proses metabolisme
h. Cairan dan serat yang cukup untuk melancarkan proses defekasi.

4. Kebutuhan energi Atlet umur 19 tahun menurut Nelson


BMR = 1 x BBI x 24 jam
= 1 x 56 x 24
= 1344 kkal

Penurunan Kebutuhan BMR = %

4630
= 2%
10

= 3,2 %
BMR = (100% - 3,2 %) x 1344 = 96,8 % x 1344 = 1300,99 kkal
Koreksi Tidur = 10 % x BBI x Lama Tidur = 10 % x 56 x 7 = 39,2 kkal -
= 1261,79 kkal
Aktivitas = 85 % x 1261,79 kkal = 1072,52 kkal +
= 2334,31 kkal
SDA = 10% x 2334,31 kkal = 233,431 kkal +
Total Energi = 2567,74 kkal

Kebutuhan Gizi Kerja


Energi = 2567,74 kkal
15% 2567,74
= = 96,291
4
25% 2567,74
= = 71,326
9
60% 2567,74
= = 385,161
4
F. Pembahasan
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diperoleh bahwa energi total yang
dibutuhkan Kak Daning sebesar 2032,316 kkal, dengan perincian kebutuhan protein
sebesar 76,21 gram, kebutuhan lemak sebesar 56,45 gram, dan kebutuhan karbohidrat
sebesar 304,85 gram.
Perhitungan yang dilakukan dengan membuat perencanaan menu sehari untuk
responden, didapatkan energi total yang dikonsumsi sebesar 2059 kkal (101,33 %)
sehingga kelebihan 1,33 %, protein yang dikonsumsi sebesar 75,59 gram (99,19 %)
sehingga kekurangan 0,81 %, lemak yang dikonsumsi sebesar 56,095 gram (99,41 %)
sehingga kekurangan 0,59 %, dan karbohidrat yang dikonsumsi sebesar 318,85 gram
(104,591 %) sehingga kelebihan 4,59 %.
Sesuai dengan hasil perhitungan tersebut, dapat dikatakan bahwa
perencaanaan menu sehari tersebut dapat digunakan karena telah sesuai dengan syarat
dan prinsip diet. Meskipun ada kelebihan ataupun kekurangan tetapi rangenya masih
berkisar 10%. Dan apalagi pada Dewasa adanya anjuran memperbanyak konsumsi
makanan sumber karbohidrat.

G. Penutup
1. Kesimpulan
a. Status gizi responden baik dilihat dari range berat badan ideal dan IMT.
b. Kebutuhan energy responden 2032,316 kkal dengan protein 76,21 gr, lemak 56,45
gr, dan karbohidrat 304,85 gr.
c. Kelebihan energy 27,15 kkal, kekurangan protein 0,62 gr, kekurangan lemak 0,35
gr, dan kelebihan karbohidrat 14 gr dalam pembuatan menu sehari.
2. Saran
a. Mengurangi minum kopi karena kopi yang mengandung kafein dapat
menghambat penyerapan kalsium dan zat besi dalam tubuh.
b. Memberikan hidangan makanan yang bervariasi dengan menu seimbang.
c. Mengkonsumsi makanan sumber protein dan lemak yang cukup sesuai kebutuhan.
d. Memperbanyak konsumsi makanan sumber karbohidrat kompleks.
FOOD RECALL

Jadi, energi yang didapatkan responden dari makanan sehari hari yang dimakan
adalah sebesar kkal, protein sebesar gram, lemak sebesar gram, dan karbohidrat sebesar
gram. Asupan nutrisi responden sehari-hari masih jauh dari kebutuhan responden.