Anda di halaman 1dari 11

Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

Pengantar
Mata Kuliah Pelaksanaan evaluasi aspek teknik,
Studi Kelayakan Bisnis seringkali tidak dapat memberikan
suatu keputusan yang baku atau
dengan kata lain masih tersedia
berbagai alternative jawaban.
Karenanya sangat perlu diperhatikan
satu atau beberapa pengalaman pada
proyek lain yang serupa di lokasi lain
yang menggunakan teknik dan
teknologi sama.
Dosen: Haris Karyadi,SST,MM
hariskaryadi@gmail.com

Pengantar Pengantar
Pertanyaan-pertanyaan utama yang perlu Kriteria pemilihan mesin dan
memperoleh jawaban dari aspek teknik ini equipment utama serta alat pembantu
adalah : mesin dan equipment.
Pemilihan Lokasi BISNIS
Bagaimana proses produksi dilakukan
o Yakni suatu lokasi dimana suatu bisnis dan lay out pabrik yang dipilih,
akan didirikan baik untuk pertimbangan termasuk juga layout bangunan dan
lokasi dan lahan pabrik maupun lokasi
bukan pabrik. fasilitas lain.
 Skala Operasi Apakah jenis teknologi yang diusulkan
cukup tepat, termasuk di dalamnya
o Seberapa besar sekala operasi / luas
produksi ditetapkan untuk mencapai variable social.
suatu skala ekonomis.

Tujuan Tujuan
Secara spesifik analisis aspek teknis untuk :
1. Menganalisis kelayakan lokasi untuk
analisis aspek teknis dilakukan menjalankan bisnis
untuk menjawab pertanyaan: 2. Menganalisis besarnya skala produksi
untuk mencapai tingkatan skala ekonomis
Apakah secara teknis bisnis 3. Menganalisis kriteria pemilihan mesin
dapat dibangun dan dijalankan peralatan dan teknologi untuk menjalankan
dengan baik proses produksi
4. Menganalisis layout pabrik, layout
bangunan dan fasilitas lainnya
5. Menganalisis teknologi yang akan
digunakan

Haris Karyadi,S,ST,MM 1
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


 Masalah pemilihan lokasi merupakan hal yang Pilihan-pilihan lokasi mencakup
bersifat strategis bagi suatu perusahaan, karena
akan berpengaruh terhadap biaya, baik biaya tetap tidak pindah, tetapi memperluas fasilitas
maupun biaya variable. yang ada,
 Keputusan strategi lokasi bagi suatu perusahaan mempertahankan lokasi yang sekarang,
sangat tergantung kepada jenis bisnisnya. tetapi menambahkan fasilitas lain di lokasi
 Untuk bisnis jenis industri, strategi yang ditempuh yang berbeda,
adalah dengan meminimisasi biaya,
menutup fasilitas yang sekarang dan pindah
 sedangkan pada jenis bisnis eceran dan pelayanan
jasa professional, strategi yang digunakan terfokus
ke lokasi lain.
pada maksimisasi pendapatan.
Secara umum, tujuan strategi lokasi
adalah memaksimalkan keuntungan
dari lokasi tersebut.

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


Lokasi proyek untk perusahaan industri Beberapa variable yang perlu diperhatikan
mencakup dua pengertian yakni lokasi dan untuk pemilihan lokasi proyek dibedakan
lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. dalam dua golongan besar, yakni golongan
 Lokasi bukan pabrik merujuk pada lokasi untuk variable utama (primer) dan variable bukan
kegiatan secara langsung tidak berkaitan utama (sekunder).
dengan proses produksi, yakni meliputi lokasi
bangunan administrasi perkantoran dan
pemasaran.
Lokasi proyek mempunya pengaruh yang
besar terhadap biaya operasional dan biaya
investasi.
Penentuan lokasi bisnis yg salah akan
menimbulkan beban bagi perusahaan

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


Variabel-variabel utama (primer): 1) Ketersediaan bahan mentah :
1) Ketersediaan bahan mentah : Perusahaan sangat membutuhkan bahan
2) Letak pasar yang dituju mentah dalam jumlah besar sebagai
bahan utama
3) Ketersediaan sumber energi, air dan
Ketersediaan bahan mentah merupakan
sarana komunikasi
variabel utama yang harus diperhatikan
4) Ketersediaan tenaga kerja. dalam menentukan lokasi bisnis
5) Ketersediaan Fasilitas Transportasi Jika lokasi bisnis jauh dari bahan mentah
maka pengeluaran yang sangat besar
akan diperlukan untuk transportasi
bahan mentah ke lokasi bisnis

Haris Karyadi,S,ST,MM 2
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


1) Ketersediaan bahan mentah : beberapa hal 2) Letak pasar yang dituju:
yang perlu dipertimbangkan: Biaya distribusi tidak hanya diperlukan
a. Jumlah kebutuhan bahan mentah satu untuk mengangkut bahan ke lokasi
periode (1th) dan selama usia investasi. pabrik, tetapi juga untuk mengangkut
barang jadi.
b. Harga bahan mentah, baik sekarang
maupun yang akan datang Lokasi bisnis sebaiknya lebih mendekat
c. Kapasitas, kualitas dan kontiunitas ke pasar jika biaya transportasi barang
jadi ke konsumen lebih besar
sumber bahan mentah yang ada dilokasi
dibandingkan biaya transportasi bahan
tersebut
mentah ke lokasi pabrik
d. Biaya-biaya pendahuluan sebelum bahan
mentah siap diproses, misal : biaya
transportasi, biaya penyimpan, dll.

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


3) Ketersediaan sumber energi: 4) Ketersediaan tenaga kerja:
Hampir setiap bisnis memerlukan Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan,
sumber energi untuk menggerakkan baik yang terdidik maupun yang tidak
mesin maupun peralatan lainnya. Upah tenaga kerja, baik upah sekarang
Selain itu ketersediaan fasilitas air dan maupun proyeksi upah pada masa yang
sarana komunikasi sangat penting untuk akan datang
menunjang proses produksi Karakteristik sikap dan tingkat
keterampilan tenaga kerja yang ada
Biaya pendahuluan yang diperlukan
sebelum tenaga kerja dapat bekerja

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


5) Ketersediaan fasilitas transportasi: Variabel-variabel non utama (Sekunder):
Untuk pengangkutan bahan mentah ke 1) Hukum, peraturan dan adat istiadat yang
pabrik dan bahan jadi ke konsumen. berlaku di masyarakat setempat
Pengangkutan tenaga kerja dari tempat 2) Iklim, keadaan tanah, dan struktur
tinggal ke lokasi bisnis topografis lainnya
3) Sikap dari masyarakat setempat terhadap
ide bisnis yang akan dijalankan.
4) Biaya pengerasan tanah, dll.

Haris Karyadi,S,ST,MM 3
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


#Metode Penentuan Lokasi #Metode Penentuan Lokasi
1. Metode pemeringkatan Faktor: 1. Metode pemeringkatan Faktor:
 Yaitu metode penentuan lokasi suatu  Sebaliknya, apabila faktor primer
perusahaan yang dilakukan dengan cara maupun faktor sekunder tersebut tidak
memberi nilai (skor) pada masing- tersedia di lokasi tersebut, maka diberi
masing faktor primer maupun faktor nilai (skor) 0 (nol).
sekunder dari tiap-tiap alternatif lokasi. 
 Nilai (skor) tersebut misalnya antara 0
(nol) sampai dengan nilai 100 (seratus).
 Apabila faktor primer atau faktor
sekunder yang terdapat di suatu lokasi
dianggap tersedia dengan kondisi yang
sangat memuaskan, maka diberi nilai
(skor) 100.

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


#Metode Penentuan Lokasi #Metode Penentuan Lokasi
Ada beberapa tahap dalam metode 3. Menentukan suatu skala nilai untuk
pemeringkat faktor : setiap faktor (misal, 0 100).
1. Menentukan daftar faktor primer dan 4. Menetapkan skor setiap lokasi untuk
faktor skunder yang terkait. setiap faktor, dengan menggunakan
skala 0 100.
2. Menetapkan bobot pada setiap faktor
untuk mencerminkan seberapa jauh faktor 5. Mengalikan skor setiap lokasi dengan
itu penting bagi pencapaian tujuan bobot masing-masing faktor, untuk
perusahaan (bobot dengan skala 1 5, menentukan jumlah skor untuk setiap
skala 1 10 atau dengan bobot lokasi.
persentase). Semakin besar angka bobot
dari setiap faktor, maka semakin penting
peran faktor tersebut bagi perusahaan.

1. Penentuan Lokasi Proyek


#Metode Penentuan Lokasi Factor Rating Method-Example
Lokasi perusahaan yang dipilih adalah
lokasi yang mempunyai jumlah nilai (skor)
yang paling banyak (untuk faktor
keunggulan)
dan lokasi yang memiliki nilai / skor
terendah (untuk faktor biaya) dibandingkan
dengan jumlah nilai (skor) yang dicapai
alternatif-alternatif lokasi lainnya

2
4

Haris Karyadi,S,ST,MM 4
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

Skor Tertimbang
1. Penentuan Lokasi Proyek Faktor Bobot
Skor Setiap Lokasi
Setiap Lokasi
#Metode Penentuan Lokasi A B C A B C

Contoh : untuk mendirikan pabrik pakan 1. Kondisi alam 10 100 90 100

ternak ayam ras, tersedia 3 (tiga) alternatif 2. Bahan baku 10 75 100 50

lokasi, yaitu lokasi A, B dan C. 3. Tenaga kerja 8 100 100 100

4. Pasar produk 10 90 50 70
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada
5. Transportasi 8 100 90 95
tiga lokasi tersebut, diperoleh
6. Tenaga pembangkit 8 100 90 100
perbandingan skor sebagai berikut :
7. Masy arakat 5 100 100 100

8. Kesehatan 5 100 90 100

9. Perluasan 5 100 100 100

10. Limbah 8 95 80 100

11. Polusi udara 8 100 100 100

12. Peraturan daerah 10 80 100 100

13. Lain-lain 5 100 100 100

Total 100

1. Penentuan Lokasi Proyek


Skor Setiap Lokasi
Skor Tertimbang # Metode Pusat Gravitasi
Faktor Bobot Setiap Lokasi
A B C A B C Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis
1. Kondisi alam 10 100 90 100 1000 900 1000 yang digunakan untuk menemukan lokasi pusat
2. Bahan baku 10 75 100 50 750 1000 500
3. Tenaga kerja 8 100 100 100
distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi.
800 800 800
4. Pasar produk 10 90 50 70 900 500 700  Metode ini memperhitungkan jarak lokasi pasar,
5. Transportasi 8 100 90 95
6. Tenaga pembangkit 8 100 90 100
800 720 760
jumlah barang yang dikirim ke pasar tersebut, dan
800 720 800
7. Masy arakat 5 100 100 100 500 500 500
biaya pengiriman guna menemukan lokasi terbaik
8. Kesehatan 5 100 90 100 500 450 500
untuk sebuah pusat distribusi.
9. Perluasan 5 100 100 100 500 500 500  Menggunakan peta dengan koordinat X,Y
10. Limbah 8 95 80 100 760 640 800
11. Polusi udara 8 100 100 100 800 800 800
12. Peraturan daerah 10 80 100 100 800 1000 1000
13. Lain-lain 5 100 100 100 500 500 500
Total 100
9410 9030 9160
28

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


# Metode Pusat Gravitasi # Metode Pusat Gravitasi
Langkah-langkah Metode pusat gravitasi :
 Menempatkan lokasi pada suatu sistem koordinat. X Coordinate dix = kordinat X lokasi I
 Hitung X dan Y kordinat untuk mendapatkan pusat d ix Wi
gravitasi. Cx = i
Wi = jumlah barang yang
Wi
 Place existing locations on a coordinate grid i dipindahkan ke atau dari
lokasi i
 Grid has arbitrary origin & scale Y Coordinate
 Maintains relative distances d iy Wi diy = kordinat Y lokasi i
i
 Calculate X & Y coordinates for center of gravity Cy = Wi = jumlah barang yang
Wi
dipindahkan ke atau dari
 Gives location of distribution center i
lokasi i
 Minimizes transportation cost 29

Haris Karyadi,S,ST,MM 5
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


# Metode Pusat Gravitasi # Metode Pusat Gravitasi
Quains Departement store memiliki 4 toko besar sejenis Gunakan data dan masukan ke rumus:
di Chicago, Pittsburgh, New York, dan Atlanta.
 Kordinat X, pusat gravitasi =
Ke 4 toko tersebut di pasok dari gudang tua yang tidak
memadai lagi di Pittsburgh. (30x2000)+(90x1000)+(30x1000)+(60x2000)
Perusahaan memutuskan untuk mencari sejumlah lokasi 2000+1000+1000+2000
pusat untuk membangun gudang baru.
= 400,000 / 6,000 = 66.7
Lokasi toko Jumlah kontainer/bulan koordinat
C hicago 2000 (30,120)
Pittsburgh 1000 (90,110)  Kordinat Y, pusat gravitasi =
New York 1000 (130,130)
(120x2000)+(110x1000)+(130x1000)+(40x2000)
Atlanta 2000 (60,40)
2000+1000+1000+2000
Berdasarkan data diatas, tentukan lokasi gudang pusat = 560,000 / 6,000 = 93.3
baru yang ideal untuk mensuplai ke empat toko tersebut 32

1. Penentuan Lokasi Proyek 1. Penentuan Lokasi Proyek


# Metode Pusat Gravitasi # Metode Pusat Gravitasi
 Tabel berikut memberikan koordinat peta dan beban
XY Coordinates pengiriman sejumlah kota yang akan dihubungkan melalui
sebuah Hub terpusat.
 Cari lah koordinat untuk penempatan Hub tersebut serta
gambarkan posisi nya dalam koordinat XY

No Kota Koordinat peta Jumlah truk per hari


1 A (5,10) 5

2 B (6,8) 10

3 C (4,9) 15
4 D (9,5) 5

5 E (7,9) 15
6 F (3,2) 10
7 G (2,6) 5

2. Penentuan luas/skala Produksi 2. Penentuan luas/skala Produksi


Luas produksi adalah jumlah atau volume Beberapa indikator untuk mengukur
hasil produksi yang seharusnya diproduksi luas/skala perusahaan:
oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu a) Bahan dasar yang digunakan
untuk mencapai keuntungan yang optimum.
Indikator ini dapat digunakan jika bahan dasar
tertentu mendominasi seluruh proses produksi.
Perusahaan tidak selalu memaksimalkan luas Bahan dasar ketela pada pabrik tapioka
produksi karena ada faktor-faktor yang b) Barang yang dihasilkan
membatasi luas produksi perusahaan
Indikator ini digunakan jika barang yang
dihasilkan menggunakan berbagai bahan yang
memiliki tingkat kepentingan relatif sama
Perusahaan tegel menggunakan semen dan
pasir, perusahaan roti menggunakan tepung
dan telur

Haris Karyadi,S,ST,MM 6
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

2. Penentuan luas/skala Produksi 2. Penentuan luas Produksi


c) Peralatan/mesin yg digunakan: Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan
Indikator ini dapat digunakan jika alat produksi dalam menentukan luas produksi adalah:
jangka panjang memegang peranan utama 1) Batasan permintaan pasar.
dalam perusahaan tersebut.
2) Batasan Kapasitas mesin-mesin baik teknik
Kandang dalam peternakan ayam, ton dalam maupun ekonomis.
perusahaan baja
3) Batasan Jumlah dan kemampuan tenaga kerja
d) Jumlah pegawai yang digunakan pengelola proses produksi.
Indikator ini digunakan jika perusahaan 4) Batasan Kemampuan financial dan manajemen.
menggunakan berbagai bahan dasar dan proses 5) Batasan ketersediaan bahan dasar
produksinya merupakan kegiatan padat karya
6) Batasan ketersediaan faktor-faktor produksi yang
Industri linting rokok, garmen lain

2. Penentuan luas Produksi 2. Penentuan luas Produksi


#Metode yang digunakan #Metode yang digunakan
Hal yang paling menentukan dalam 1) Metode Break Event Point (BEP)
penentuan luas produksi adalah besarnya Dengan diketahuinya titik impas, maka
estimasi MARKET SHARE yang dapat diraih perusahaan dapat menentukan luas
perusahaan. produksi minimal agar perusahaan dapat
Selain berdasarkan market share ada memperoleh keuntungan.
beberapa metode yang dapat digunakan Jika market share atau kapasitas teknis
untuk menentukan skala produksi: tidak mampu memenuhi titik impas, maka
1) Metode Break Event Point (BEP) perusahaan akan mengalami kerugian.
2) Metode Linier Programming:

2. Penentuan luas Produksi 2. Penentuan luas Produksi


#Metode yang digunakan #Metode yang digunakan
1) Metode Break Event Point (BEP) 1) Metode Break Event Point (BEP)
CV daisy memproduksi helm sepeda merek Jedot Berdasarkan data, maka besarnya biaya tetap
dan akan membangun pabrik baru dengan rincian: adalah Rp 110,000,000.
Biaya persiapan Rp 10,000,000 Tingkat produksi agar mencapai titik BEP adalah
Biaya tanah & bangunan Rp 75,000,000 BEP = biaya tetap
Biaya mesin & peralatan Rp 25,000,000 (harga per unit biaya variabel per unit)
Harga jual Helm yang diproduksi adalah Rp 10,000
dan biaya produksinya adalah Rp 5,000. maka luas BEP = Rp 110,000,000
produksi untuk mencapai titik impasnya sbb:
Rp 10,000 Rp 5,000
BEP = biaya tetap
BEP = 22,000 helm
(harga per unit biaya variabel per unit)
*perusahaan harus memproduksi lebih dari 22,000
unit untuk memperoleh keuntungan

Haris Karyadi,S,ST,MM 7
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

2. Penentuan luas Produksi 3. Pemilihan mesin peralatan dan


#Metode yang digunakan teknologi
2) Metode Linier Programming Kesalahan dalam pemilihan mesin, peralatan,
Metode ini digunakan jika produk yang dihasilkan dan teknologi yang digunakan akan
lebih dari satu jenis. menimbulkan kerugian jangka panjang.
Jika produk yang dihasilkan terdiri dari dua jenis, Berikut ini beberapa faktor yang perlu
maka digunakan pendekatan grafik dipertimbangkan :
dan untuk produk lebih dari dua jenis dapat 1) Kesesuaian dengan teknologi.
digunakan metode simplex .
Jika teknologi yang digunakan tidak sesuai
Untuk kedua metode ini dipersilahkan memahami dengan kondisi lingkungan yang ada maka
lebih lanjut pada teknik riset operasional. prosesnya akan ketinggalan sehingga akan
kalah dengan pesaing lainnya.
2) Harga Perolehan.
Harga perolehan harus sesuai dengan besarnya
biaya investasi yang dianggarkan agar tidak
membebani keuangan jangka panjang

3. Pemilihan mesin peralatan dan 3. Pemilihan mesin peralatan dan


teknologi teknologi
3) Kemampuan. Pemilihan teknologi harus mempertimbangkan
Kemampuan mesin harus sesuai dengan luas manfaat ekonomi yang diharapkan.
produksi yang direncanakan, sehingga tidak Selain manfaat ekonomi, beberapa hal berikut ini
ada idle atau over capacity juga perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
4) Tersedianya Pemasok teknologi:

5) Tersedianya suku cadang a) Kemampuan tenaga kerja dalam menggunakan


teknologi
6) Kualitas mesin
b) Kesesuaian teknologi dengan bahan baku yang
7) Umur ekonomis digunakan
*teknologi yang paling maju belum tentu sesuai c) Kemungkinan untuk mengembangkan teknologi
dengan kondisi perusahaan dimasa yang akan datang
d) Keberhasilan pemakaian teknologi ditempat lain

4. Penentuan Layout Pabrik & Bangunan 4. Penentuan Layout Pabrik & Bangunan
Layout pabrik merupakan keseluruhan bentuk Layout yang baik memiliki beberapa kriteria:
dan penempatan fasilitas-fasilitas yang a) Meminimalkan jarak angkut antar bagian
diperlukan dalam proses produksi.
b) Aliran material yang baik
Dengan demikian pengertian lay out c) Efektif dalam penggunaan ruang
mencakup :
d) Luwes atau indah
a) Lay out site (lay out lahan lokasi proyek).
e) Memberikan keselamatan atas barang-barang
b) Lay out pabrik yang diangkut
c) Lay out bangunan bukan pabrik f) Memungkinkan adanya perluasan bisnis
d) Lay out fasilitas-fasilitas lain. g) Meminimalkan biaya produksi
Penentuan layout pabrik pada umumnya h) Memberikan jaminan keamanan yang cukup bagi
dilakukan ketika lokasi bisnis ditentukan keselamatan tenaga kerja
dengan berbagai pertimbangan.

Haris Karyadi,S,ST,MM 8
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

4. Penentuan Layout Pabrik & Bangunan 4. Penentuan Layout Pabrik & Bangunan
Secara umum terdapat 3 macam tipe Layout: Secara umum terdapat 3 macam tipe Layout:
a) Lay out fungsional b) Lay out garis
Adalah suatu lay out dimana mesin- Adalah suatu bentuk lay out dimana
mesin atau peralatan yang mempunyai mesin dan peralatan disusun
fungsi sama dikelompokan menjadi satu berdasarkan urutan dari operasi proses
di suatu tempat / ruang tertentu. pembuatan produk. Dengan demikian
Biasanya : untuk produk intermitten pada lay out ini tidak ada arus balik jika
suatu aliran pembuatan barang sudah
(produk pesanan
sampai pada tahapan tertentu.
Lay out ini sering digunakan untuk
produksi massa/terus menerus dalam
jumlah besar

4. Penentuan Layout Pabrik & Bangunan Sumber Data


Secara umum terdapat 3 macam tipe Layout: Jenis data yang diperlukan untuk mengkaji
aspek teknis dan teknologi berupa:
c) Lay out kelompok :
Lay out kelompok adalah merupakan A. Data Primer:
kombinasi dari kedua lay out diatas.  Lokasi bisnis, yaitu data tentang faktor-faktor
yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan
lokasi proyek, yaitu lingkungan masyarakat,
sumber daya alam, sumber daya manusia,
pasar, pengangkutan, pembangkit tenaga, dan
lahan untuk perluasan bisnis yang akan datang
 Luas Produksi, yaitu data tentang faktor-faktor
yang mempengaruhi luas produksi seperti:
jumlah bahan dasar, rencana kapasitas mesin,
rencana jumlah tenaga kerja, besarnya
permintaan, dan jumlah faktor produksi lainnya

Responden/
Sumber Data Narasumber
A. Data Primer: Untuk menggali data dapat dilakukan
 Mesin, peralatan, dan teknologi, yaitu data terhadap pihak-pihak berikut:
tentang faktor-faktor yang menjadi 1) Masyarakat sekitar lokasi:
pertimbangan dalam pemilihan mesin,
peralatan, dan teknologi, seperti: Spesifikasi  Untuk memperoleh data tentang kondisi
peralatan yang digunakan, Harga, Kemampuan, masyarakat sekitar, serta kondisi air, listrik, dll
Pemasok, Ketersediaan suku cadang, Teknologi
yang digunakan.
2) Konsultan tata ruang:
 Layout, yaitu data tentang jenis produk yang  Untuk memperoleh data tentang kondisi tata
ruang yang terbaik bagi bisnis yang akan
diproduksi, jenis proses produksi, dan volume
produksi dijalankan
3) Pelaku bisnis sejenis:
 Untuk mengetahui hal-hal teknis yang dapat
menjadi pendorong atau penghambat bisnis

Haris Karyadi,S,ST,MM 9
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

Responden/
Narasumber Metode pengumpulan Data
4) Calon pemasok teknologi dan peralatan: A. Studi dokumentasi
 Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan  Dengan menelaah literatur yang berkaitan
mesin dan peralatan yang akan digunakan dengan lokasi proyek, luas produksi, mesin,
peralatan, dan teknologi yang akan digunakan,
5) Pengguna teknologi, mesin, dan peralatan: layout pabrik maupun bangunan
 Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan
mesin dan peralatan yang akan digunakan
B. Survei
berdasarkan pengalaman mereka  Dengan wawancara atau membagikan
kuesioner berkaitan dengan lokasi proyek, luas
6) Penyedia jasa transportasi: produksi, mesin, peralatan, dan teknologi yang
 Untuk mengetahui kondisi transportasi bahan akan digunakan, layout pabrik maupun
mentah ke pabrik dan barang jadi ke pasar bangunan
C. Studi Observasi
 Dengan melakukan observasi pada rencana

Instrumen pengumpulan Data Instrumen pengumpulan Data


A. Pedoman studi dokumentasi B. Pedoman Wawancara/kuesioner
 Dilakukan untuk mengumpulkan data-data  Dilakukan untuk sebagai acuan agar data yang
sekunder sebagai acuan untuk menentukan didapat tidak berkembang luas, sehingga
dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan informasi yang didapat lebih mendalam
untuk melakukan analisis aspek teknis dan tek

Instrumen pengumpulan Data Instrumen pengumpulan Data


B. Pedoman Wawancara/kuesioner B. Pedoman Wawancara/kuesioner

Haris Karyadi,S,ST,MM 10
Aspek Teknis dan Teknologi Studi Kelayakan Bisnis

Instrumen pengumpulan Data Instrumen pengumpulan Data


B. Pedoman Wawancara/kuesioner B. Pedoman Wawancara/kuesioner

Instrumen pengumpulan Data Kesimpulan


C. Pedoman Observasi Kesimpulan aspek teknis dan teknologi
 Dilakukan utk membantu melakukan observasi dilakukan dengan manganalisis tingkat
kesiapan teknis dan teknologi dengan ide
bisnis.
Sebuah ide bisnis akan dinyatakan layak jika:
 Telah diperoleh lokasi yang layak
 Dapat mencapai luas produksi yang optimal
 Tersedia teknologi
 Dapat menyusun layout proyek, baik pabrik
maupun kantor secara optimal

Kesimpulan

Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil analisis pada


masing-masing aspek penilaian sebelumnya.
Ide bisnis layak jika nilai rata-rata evaluasi diatas atau
sama dengan tiga dengan tidak ada aspek penilaian
yang berada dibawah nilai tiga

Haris Karyadi,S,ST,MM 11