Anda di halaman 1dari 12

TUGAS INDIVIDU

TEKNIK PENGECORAN
BESI COR, BAJA COR DAN PADUAN

O
L
E
H
:

NAMA : SEPMY RENDRA


NPM : 133310543
KELAS : VI C

DOSEN PENGASUH : Dr. KURNIA HASTUTI, ST.,MT

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2015

1
A. Besi Cor
Besi tuang atau besi cor (bahasa Inggris: cast iron) adalah paduan besi-karbon
dengan kandungan karbon lebih dari 2%. Hingga 4%. Unsur paduan utama yang
membentuk karakter besi tuang adalah karbon (C) antara 3-3,5% dan silikon (Si) antara
1,8-2,4%. Perbedaan kadar C dan Si menyebabkan titik lebur besi tuang lebih rendah
dari baja, yakni sekitar 1.150 sampai 1.200 C. Tapi, dalam kehidupan sehari- hari
biasanya kita akan menjumpai besi tuang dengan kadar karbon mulai dari 3 % hingga
4,5 % ditambah dengan paduan elemen- elemen lainnya. Dalam diagram fasa Fe-Fe3C
kita akan mendapatkan bahwa besi cor berada dalam kondisi cair sepenuhnya pada suhu
1150 0C- 1300 0C dan ini tentu saja lebih rendah dari baja.
Oleh karena itu, besi jenis ini sangat cocok digunakan dalam pengecoran
dikarenakan titik lelehnya. Namun, besi cor ini pada dasarnya bersifat getas sehingga
diperlukan teknik pengecoran yang baik dalam proses fabrikasi. Dalam besi tuang,
karbon yang muncul yaitu berupa grafit dan perilaku mekaniknya didasarkan pada
struktur penyusunnya dan pengaruh perlakuan panas.

Diagram Fasa Besi-besi Karbida

2
Maka dari itu besi cor atau besi tuang terbagi atas empat jenis yaitu :
1. Besi Tuang Kelabu / Gray Cast Iron
Besi tuang kelabu (gray cast iron) mengandung grafit berbentuk serpihan-
serpihan tipis yang terbagi merata dalam seluruh strukturnya, sehingga
menyebabkan bidang patahannya berwarna kelabu. Besi tuang jenis ini sering
banyak dipakai karena biayanya yang murah dan mudah dituang dalam jumlah
besar. Komposisi kimia besi tuang jenis ini adalah 2,5-4% karbon dan 1-3%
silikon.

Pada kadar karbon yang tinggi, besi tuang juga mempunyai kadar silikon yang
tinggi, dengan presentase sulfur dan mangan yang rendah. Oleh sebab itu,
pembentukan karbon bebas meningkat dan setelah didinginkan besi tuang kelabu
mengandung grafit. Besi tuang kelabu memiliki kekuatan tarik dan ketangguhan
yang lebih rendah dari baja, namun kekuatan tekannya setara dengan baja
karbon rendah dan sedang. Sifat mekanis tersebut dipengaruhi oleh bentuk,
ukuran dan distribusi serpihan grafit yang terdapat dalam struktur mikro.

Perbandingan Kapasitas Peredam Getaran Antara Baja dan Besi Tuang

3
Penggunaan besi cor kelabu / grey cast iron dalam kehidupan sehari-hari:

Blok Silinder
Silinder terdapat pada blok mesin. Blok mesin biasanya terbuat dari besi cor
kelabu. Karena besi cor kelabu memiliki daya tahan aus yang cukup baik selain
itu harganya cukup murah. Sebagai perbandingan: harga besi cor kelabu di
Indonesia Rp 5000,00 /kg, sedangkan besi cor nodular 7500,00/kg-nya.
Saluran air pendingin (water jacket) tercetak didalam blok mesin dan
mengelilingi setiap silinder. Beberapa jenis mesin menggunakan cylinder liner
yang di masukkan (pressed) ke dalam blok mesin, sehingga apabila aus dapat
diganti. Sistem ini biasa disebut sistem wet liners (apabila dinding luar cylinder
liner bersentuhan langsung dengan air pendingin) dan dry liners (apabila dinding
luar cylinder liners tidak bersentuhan langsung dengan air pendingin). Paduan
aluminium saat ini makin banyak digunakan sebagai bahan blok mesin, terutama
untuk mesin-mesin yang berukuran kecil, dengan tujuan untuk mengurangi
berat, sehingga akan diperoleh power to weight ratio yang baik.

2. Besi Tuang Nodular


Besi tuang nodular dimungkinkan untuk dibentuk dengan menambahkan sedikit
magnesium dan/ atau cerium ke dalam besi tuang kelabu sebelum dilakukan
proses casting. Hal ini tentunya akan mengakibatkan perubahan dari sruktur
mikro dan juga perilaku mekaniknya. Grafit masih akan terbentuk namun akan
menghasilkan bentuk nodular atau seperti bola sebagai hasil dari perubahan
bentuk serpihan tadi. Adapun fase matrik yang mengelilinginya adalah berupa
ferit dan perlit tergantung pada proses perlakuan panas.

4
Struktur Mikro dari besi tuang Nodular
Besi tuang nodular bersifat lebih kuat dan jauh lebih ulet dibanding dengan besi
tuang kelabu. Secara karakteristik, besi tuang nodular ini mengikuti sifat dari
baja. Sebagai contoh, besi tuang feritik memiliki tegangan tarik diantara 380-
480 MPa dengan elongasi sebesar 10- 20 %. Besi tuang jenis ini biasanya
digunakan sebagai katup/ klem, bodi pompa, poros engkol pada mesin roda gigi,
dan komponen otomotif dan mesin lainnya.

Penggunaan besi cor nodular dalam kehidupan sehari-hari:

Crankshaft

5
Crankshaft (kruk as/poros engkol) biasanya terbuat dari steel forging (baja yang
ditempa). Besi cor nodular juga dapat dipakai sebagai bahan crankshaft pada
mesin-mesin tugas ringan. Crankshaft dipasang pada blok mesin dan disangga
oleh main bearing. Jumlah main bearing maksimum adalah jumlah silinder + 1.
Crankshaft memiliki poros-poros eksentrik, yang biasa disebut crank throw.
Connecting rod (batang penghubung/stang seher) dipasang pada setiap crank
throw. Pada setiap main bearing dan crankthrow dipasang journal bearing
(metal) yang terbuat dari bronze, babbit, atau aluminium. Crankcase (ruangan
crankshaft) tertutup rapat pada bagian bawahnya oleh oil pan (karter) yang biasa
terbuat dari aluminum cor atau plat baja yang dipress. Oil pan berfungsi sebagai
penampung oli untuk sistem pelumasan.

3. Besi Tuang Putih (White Iron)


Dalam kadar silicon yang rendah yaitu dibawah 1 % dan dengan pendinginan
yang sangat cepat. Struktur mikro dari besi tuang sendiri kebanyakan adalah
berupa sementit dibanding dengan grafit. Sifat dari besi putih ini sendiri adalah
sangat keras namun getas. Besi tuang putih biasanya digunakan dalam aplikasi
yang memerlukan kekerasan tinggi dan juga tahan aus namun dengan catatan
bahwa penggunaannya tidak membutuhkan keuletan yang tinggi. Contoh dari
aplikasinya sendiri adalah pada roda dalam alat penggiling.

Struktur Mikro dari Besi Tuang Putih

6
Penggunaan besi cor Putih (White Iron) dalam kehidupan sehari-hari:

Aplikasi Besi Tuang Putih sebagai Roda Pemotong

4. Besi Tuang Mampu Tempa (Malleable Iron)


Yang terakhir adalah besi tuang mampu tempa. Nah, ini adalah versi lanjutan
dari besi tuang putih tadi. Untuk membentuk besi tuang mampu tempa, besi
putih tadi dipanaskan dulu pada suhu 800 0C- 900 0C dalam waktu yang panjang
dan atmosfir netral yang bertujuan untuk mencegah terjadinya oksidasi. Ini akan
menyebabkan sementit tadi akan terdekomposisi membentuk grafit dalam
bentuk kerumunan dan menyerupai mawar yang dikelilingi dengan ferit dan
matriiks perlit tergantung pada waktu pendinginan.

Struktur Mikro dari Besi Tuang Mampu Tempa

7
Struktur mikronya sendiri menyerupai besi tuang nodular sehingga besi tuang
mampu tempa ini akan memiliki kekuatan yang tinggi serta keuletan dan
kemampuan tempa yang baik. Contoh penggunaannya adalah pada sabuk
penghubung, transmisi gigi roda dan sejumlah kasus dalam dunia otomotif serta
pada dunia industri yang meliputi pinggiran roda, pipa, dan klem pada lintasan
rel kereta api, kelautan, dan alat kerja berat lainnya.

Penggunaan besi cor Malleable Iron dalam kehidupan sehari-hari:

Piston
Piston (torak) terbuat dari paduan aluminium, sedangkan pada mesin-mesin
besar berkecepatan rendah biasanya terbuat dari besi cor. Piston berfungsi
sebagai penyekat silinder sekaligus mentransmisikan tekanan gas hasil
pembakaran ke crank throw dengan perantaraan connecting rod. Connecting rod
biasanya terbuat dari baja atau material paduan lainnya (aluminium, titanium,
dll). Connecting rod terpasang pada piston dengan perantaraan piston pin yang
terbuat dari baja. Piston pin biasanya berlubang untuk mengurangi beratnya.
Piston biasanya dilengkapi dengan ring piston yang berfungsi sebagai penyekat
gas hasil pembakaran agar tidak bocor ke dalam crankcase sekaligus juga
berfungsi sebagai pengatur aliran oli untuk melumasi dinding silinder.

8
B. Baja Cor
Baja cor digolongkan kedalam baja karbon dan baja paduan. Coran baja karbon
adalah paduan besi carbon dan digolongkan menjadi tiga macam, yaitu baja karbon
rendah ( C < 0,20 %), baja karbon menengah (0,20 - 0,50 % C), dan baja karbon tinggi
(C >0,5 %).

C. Coran Paduan Tembaga


Macam-macam coran paduan tembaga adalah : perunggu, kuningan, keningan
kekuatan tinggi, perunggu alminium dan sebagainya. Perunggu adalah paduan antara
tembaga dan timah, dan perunggu yang biasanya dipakai mengandung kurang dari 15
%. Kuningan adalah paduan antara tembaga dan seng. Kuningan kekuatan tinggi adalah
kuningan yang mengandung tembaga, aluminium, besi, mangan, nikel dsb. Perunggu
aluminium adalah paduan tembaga, aluminium dsb, yang meningkatkan sifat ketahanan
aus dan korosi.

9
D. Coran Paduan Aluminium
Coran paduan ringan adalah coran paduan aluminium, coran paduan magnesium,
dsb. Aluminium murni mempunyai sifat mampu cor dan sifat mekanis yang jelek. Oleh
karena itu dipergunakan paduan aluminium dengan penambahan tembaga, silisium,
magnesium, mangan, nikel dsb.

Cylinder head (kepala silinder) berfungsi untuk menutup silinder, dan terbuat
dari paduan aluminium atau besi cor. Cylinder head harus kuat dan kaku sehingga gaya-
gaya dari gas hasil pembakaran yang beraksi ke cylinder head dapat didistribusikan
secara merata ke blok mesin. Komponen-komponen cylinder head terdiri dari busi
(untuk motor bensin) atau fuel injector (untuk motor diesel) dan komponen-komponen
mekanisme katup.

10
E. Hasteloy
Hastelloy adalah alloy steel dengan paduan dasar nickel ( Ni) dan masuk pada
kategori superalloy steel. Hastelloy sesuai untuk kondisi operasional suhu tinggi, high
stress, dan tahan terhadap lingkungan yang korosif. Jenis Hastelloy : Hastelloy C-22 (
HC-22 / UNS N06022) Hastelloy C-276 ( HC-276 / UNS N10276) Hastelloy B-2 ( HB-
2 / UNS N10665) Hastelloy G-30 ( HG-30 / UNS N06030) Hastelloy X ( HX / UNS
N06002)

F. Monel
Monel adalah sebuah logam baja putih yang sangat kuat dan eksotis, Baja Putih
atau yang sering disebut Monel ini merupakan logam dengan kandungan utamanya
Nikel (nickel), yang dipadukan dengan Tembaga (copper) serta sedikit kandungan besi
(iron) dan mineral. Kekuatan dan keindahannya yang menyebabkan munculnya
berbagai inspirasi untuk mengexplore lebih jauh dalam hal fashion dan accessories.

11
Berbeda dengan logam lainnya, eksotisme monel sangat elegan jika di padukan
dengan gaya anak muda masakini. Kami mencoba mengapresiasikan keinginan
pasangan muda dengan menciptakan liontin soulmate, inisial pasangan dan lain
sebagainya. Monel juga bisa digunakan untuk souvenir pernikahan dan acessories
lainnya seperti cincin, gelang dan kalung.

12