Anda di halaman 1dari 11

HAKIKAT ANAK DITINJAU DARI SEGI FISIOLOGIS DAN

PSIKOLOGIS DAN SEGI HUKUM

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi perkembangan anak

Tutor Pengampu : Frans Aditia Wiguna

Disusun Oleh :

1. B. Sunarsih
2. B. Siti Rukayah
3. B. Siti Khomariyah
4. B. Fitriana Wahyuningdiyah

PENDIDIKAN PAUD UNIVERSITAS TERBUKA


PROGRAM STUDY S1 PGPAUD
TAHUN 2015
BAB I

PENDAHULUAN

Anak adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu hampir semua pasangan yang


menikah. Anak merupakan sumber rejeki, penerus keturunan, rasa aman bagi orang tua dan
sebagai sumber status sosial. Ada pula orang tua yang tidak memiliki alasan khusus
mengapa memiliki anak. Di benak mereka adalah sesuatu yang memang ada setelah
pernikahan. Anak adalah rahmat dari tuhan dan kita patut menjaga titipan darinya. Sudah
menjadi tugas kita sebagai orang dewasa, menjaga, membimbing dan mendidik mereka
agar mampu menjalani hidup mereka nantinya dengan baik kita perlu memahami apa
sebetulnya hakikat dari anak itu sendiri, baik secara fisik, psikologis, maupun hukum.

A. Latar Belakang

Psikologi artinya jiwa yang bebas yaitu ilmu yang jiwa atau mental. Sedangkan
manusia/ anak sebagai objek ilmu pengetahuan.

Dalam hal ini/perkembangan anak dan perilaku anak didik sangat diperhatikan
dalam situasi sekolah. Kita sebagai pendidik harus bisa memaknai perkembangan dan
karakteristik anak. Karena pada dasarnya tingkah laku anak dipengaruhi oleh pengalaman-
pengalaman yang dialami anak sebelum sekolah.

Anak TK akan mengembangkan tingkah lakunya setelah ia menjadi remaja, dan


remaja menjadi dewasa, sehingga dengan pemaknaan yang lebih mendalam kita dapat
menyesuaikan dengan sifat-sifat khas perkembangan anak.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas ditemukan rumusan sebagai berikut :

1. Apa yang dimaksud dengan psikologi?


2. Apa yang dimaksud dengan perkembangan?
3. Anak ditinjau dari segi fisiologi dan psikologi
4. Anak ditinjau dari segi hukum.

C. Tujuan

Dengan mempelajari tentang hakikat psikologi dan psikologi perkembangan diharapkan


mampu :

1. Menjelaskan hakikat psikologi


2. Menjelaskan hakikat psikologi perkembangan
3. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi perkembangan anak
4. Menjelaskan hubungan antara psikologi perkembangan dan psikologi
BAB II

PEMBAHASAN

I. Hakekat Psikologi

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari jiwa dan perilaku manusia dalam
hubungan dengan lingkungannya namun psikologi tidak mempelajari secara langsung jiwa
atau mental karena bersifat abstrak. Tetapi psikologi membatasi pada ekspresi dari jiwa
atau mental tersebut yang berupa tingkah laku sehingga psikologi dapat didefinisikan
sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental sebenarnya.
Perilaku adalah segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia yang dapat diamati dengan
cara tertentu.

Maka dari itu konsep dasar keberadaan psikologi perkembangan yang merupakan
ilmu pengetahuan terapan, maka kepentingan penerapan ilmu tersebut sebaiknya diambil
jalan tengahnya untuk mengatasi kedua pertentangan pendapat tersebut. Konsep-konsep
psikologi perkembangan perlu disadari bahwa :

- Tidak ada seorang anakpun di dunia yang memiliki kesamaan moral dengan anak lain
- Konsepsi di dalam psikologi perkembangan bukanlah pembatasan mutlak atau pasti
sifatnya
- Konsepsi ini hanya bersifat garis besar / pedoman umum yang berlaku bagi
perkembangan kejiwaan anak didik.

Sebenarnya kejiwaan anak pada hakikatnya sangat beragam sifat dan


pandangannya dan perkembangan jiwa anak itu kompleks dan unik.

Manfaat kita mempelajari psikologi perkembangan anak diantaranya :

1. Untuk mengetahui tingkah laku anak sesuai dengan tingkat usia perkembangannya.
2. Untuk mengetahui tingkat kemampuan anak pada setiap fase perkembangan
3. Untuk mengetahui kapan anak bisa menerima stimulus yang kita berikan
4. Guru bisa mempersiapkan diri menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada
anak.
5. Guru bisa memilih dan memberikan materi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
A. Anak Ditinjau Dari Segi Fisiologi

Fisiologi adalah sesuatu yang mempelajari susunan dan fungsi-fungsi normal


tubuh, serta mengikuti proses alami tubuh. Secara fisiologi tingkah laku anak berubah
dari waktu ke waktu yaitu dari bayi anak remaja dewasa. Perubahan dari
waktu ke waktu disebabkan karena :

1. Perkembangan otak
Yaitu semakin banyak kita memberikan rangsangan pada anak maka semakin
rimbun jaringan saraf otaknya.
Prinsip dari saraf ("use it or lose it" yaitu gunakan atau hilangkan). Sebaiknya orang
tua dalam memberikan stimulasi pada anak harus memperhatikan periode kritis
dari anak(yaitu periode yang tepat bagi anak untuk diberikan stimulasi tertentu dan
sesuai dengan perkembangan anak.
2. Pertumbuhan badan
Perkembangan badan anak harus seimbang antara TB dan BB
3. Pertumbuhan gigi
Perawatan gigi dimulai sejak dini
4. Perkembangan motorik
Perkembangan motorik anak berkembang pesat pada awal usia
Ada motorik kasar dan mtorik halus.
Motorik kasar : Didukung degan pertumbuhan otak dan tulang yang kuat sehingga
bisa melakukan hal-hal seperti meloncat, berlari, berdiri dengan
satu kaki, memanjat, dsb.
Mtorik halus : Menggunakan kemampuannya untuk mengurus diri sendiri yaitu
menyisir, menyikat gigi, mengancingkan baju, makan dengan
sendok, dsb.
5. Karakteristik bawaan
Merupakan percampuran gen antara kedua orang tuanya yang paling terlihat adalah
karakteristik fisik berupa warna mata, bentuk mata, warna rambut, kulit.
6. Kebutuan dasar anak
Anak membutuhkan kebutuhan fisik yaitu udara, air, makanan, tempat berlindung
juga kebutuhan tambahan supaya anak itu sehat yaitu kehangatan kontak fisik
dengan orang tua atau pengasuh.

B. Anak Ditinjau Dari Segi Psikologi


1. Perubahan kognitif anak

Piaget : lebih menitik beratkan pada kematangan anak dalam berpikir.


Vygotsky : lebih menitik beratkan pada perolehan informasi dari interaksi anak
dengan lingkungan.

Disini orang tua harus memahami tahapan-tahapan yang sedang dipelajari,


dipahami dan dimaknai oleh anak sehingga pemaksaan / amarah dapat
diminimalisir.

2. Perkembangan sosial emosional

Anak selalu tertatik apa yang dilakukan orang lain sehingga anak cenderung
meniru.

C. Anak Ditinjau Dari Segi Hukum

Latar Belakang Dibuatnya UU Perlindungan Anak

Perlindungan anak diatur dalam UU Perlindungan Anak UU RI No. 23 tahun 2002.

Latar belakang dibuat UU Perlindungan anak

Negara RI menjamin kesejahteraan tiap-tiap warga negaranya termasuk


perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi

Latar belakang dibuat UU Perlindungan anak yaitu :

- Anak sebagai makhluk tuhan YME dan makhluk sosial sejak dalam kandungan
sampai dilahirkan mempunyai hak atas hidup, merdeka, serta mendapat
perlindungan dari orang tua, dari masyarakat, keluarga, juga dari negara
Indonesia.

Anak adalah titipan dari Tuhan yang harus kita jaga dan lindungi. Perlindungan anak
secara khusus perlindungan dari :

- Situasi darurat
- Eksploitasi secara ekonomi dan seksual
- Perdagangan anak
- Penyalah gunaan narkoba

1. Batasan Anak

Anak dari sisi kehidupan bernegara adalah masa depan bangsa dan generasi penerus
cita-cita bangsa, sehingga negara wajib memenuhi hak dari setiap anak atas
kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, dan melindungi dari
tindak kekerasan dan diskriminasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
(UU No. 23 tahun 2002, pasal 1 ayat 2).
Anak juga mendapatkan perlidungan khusus diatur pada (UU No. 23 tahun 2002,
pasal 1 ayat 15) "Perlindungan khusus yaitu perlindungan yang diberikan kepada
anak dalam situasi darurat, anak yang berhadapan dengan hukum, anak dari
kelompok minoritas dan terisolasi, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan
seksual, anak yang diperdagangkan, anak yang menjadi korban penyalahgunaan
narkotika, alkohol, psikotropika, zat adiktif, anak penyandang cacat, anak korban
penelantaran.

2. Hak Anak

Hak anak ditulis pada BAB III Pasal 4 18 sebagai berikut

Pasal 4 : Hak untuk melangsungkan kehidupan dan berpartisipasi secara wajar


dan mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Pasal 8 : Hak untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Pasal 9 : (1) Hak untuk mendapat pendidikan yang layak.

Pasal 9 : (2) Bagi anak cacat berhak mendapatkan pendidikan luar biasa.

Pasal 10 : Hak untuk menyatakan dan didengar pendapatnya serta kebebasan


mendapat informasi yang sesuai dengan kemampuan dan usianya.

Pasal 11 : Hak untuk istirahat dan memanfaatkan waktu luang, serta berinteraksi
dengan teman sebaya, berekreasi, dan berkreasi.

Pasal 12 : Hak untuk mendapatkan fasilitas rehabilitasi, bantuan sosial dan


pemeliharaan taraf kesejahteraan bagi penyandang cacat.

Pasal 13 : Hak untuk mendapatkan perlindungan bagi anak yang dibawah orang
tua asuh / wali. Contoh kurang perlindungan Angelin Bali.

Pasal 14 : Hak untuk mendapat pengasuhan dari orang tuanya sendiri.

Pasal 15 : Hak untuk mendapat perlindungan dari kegiatan yang mengancam


nyawanya.

Pasal 16 : (2) Hak untuk mendapat kebebasan sesuai dengan hukum.

Pasal 17 : (2) Anak yang menjadi korban / pelaku kekerasan berhak dirahasiakan
identitasnya.

Pasal 18 : Anak berhak mendapatkan bantuan hukum


3. Kewajiban Anak

Selain hak anak juga memiliki kewajiban yang disusun pada BAB III Pasal 19

1) Setiap anak wajib menghormati orang tua, wali dan guru.


2) Setiap anak wajib mencintai keluarga, masyarakat, dan teman-teman.
3) Setiap anak wajib mencintai tanah air dan bangsa.
4) Setiap anak wajib menunaikan ibadah sesuai dengan agamanya.
5) Setiap anak wajib melaksanakan etika dan akhlak yang mulia.

4. Pihak yang bertanggung jawab pada anak ada pada pasal 20 26 yaitu :
1) Orang tua
2) Masyarakat
3) Pemerintah
4) Negara

5. Kedudukan anak dalam suatu perkawinan

Dijelaskan pada BAB V VIII Pasal 27 41

Mengenai identitas anak dalam suatu perkawinan, baik perkawinan yang sama
kewarganegaraannya maupun berbeda. Apabila anak tidak diasuh oleh orang tua
boleh diasuh orang lain dengan beberapa ketentuan.

6. Penyelenggaraan Perlindungan

Terdapat pada BAB IX tentang penyelenggaraan perlindungan terhadap anak.

7. Agama

Terdapat pada Pasal 42 dan 43 yang berisi :

1) Hak untuk beribadah


2) Hak memeluk agama
3) Perlindungan anak dalam memeluk agama

8. Kesehatan

Terdapat pada Pasal 44 s/d 47 yang berisi :

- Penyediaan fasilitas kesehatan bagi anak sejak dalam kandungan.


- Orang tua dan keluarga bertanggung jawab terhadap kesehatan anak sejak
dalam kandungan
- Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib melindungi agar anak yang
lahir terhindar dari penyakit.
- Negara, pemerintah, keluarga, dan orang tua wajib melindungi anak dari
perdagangan organ tubuh pada pihak lain.

9. Pendidikan

Terdapat pada Pasal 48 54 yang berisi:

- Pemerintah wajib menyelenggarakan pendidikan dasar minimal 9 tahun yang


bertujuan untuk mengembangkan kepribadian anak, bakat, mental, fisik
sampai optimal dan menghormati hak asasi manusia, bertanggung jawab dan
rasa hormat pada orang tua dan cinta lingkungan.
- Anak penyandang cacat mendapatkan aksesibilitas untuk mendapatkan
pendidikan biasa dan luar biasa.
- Anak yang memiliki keunggulan memperoleh pendidikan khusus.
- Pemerintah bertanggung jawab memberikan biaya bagi anak kurang mampu,
anak terlantar dan daerah terpencil.
- Anak dilindungi dari tindak kekerasan baik dari guru maupun pengelola
sekolah dan lingkungan sekolah.

10. Sosial

Terdapat pada Pasal 55 58

- Pemerintah wajib menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak


terlantar.
- Upaya pemerintah dalam menyelenggarakan pemeliharaan dan perawatan anak
terlantar.
- Orang tua yang melalaikan kewajibannya maka pihak keluarga/ pejabat yang
berwenang dapat mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menetapkan
anak sebagai anak terlantar.
- Pemerintah menetapkan tempat penampungan, pemeliharaan, dan perawatan
anak terlantar.
11. Perlindungan Khusus ==> 59 71
- Pemerintah dan lembaga negara lain berkewajiban dan bertanggung jawab
untuk memberikan perlindungan kepada anak dalam situasi darurat, anak yang
berhadapan dengan hukum, anak dari kelompok minoritas dan terisolasi, anak
tereksploitasi secara ekonomi dan seksual, anak yang diperdagangkan, anak
yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat
adiktif lainnya (napza), anak korban penculikan, penjualan dan perdagangan,
anak korban kekerasan baik fisik dan mental, anak yang menyandang cacat
dan anak korban perlakuan salah dan penelantaran.

12. Ketentuan Pidana

Terdapat pada pasal 77 90

- Mengenai konsekuensi hukum yang akan diterima apabila melakukan hal yang
tidak tepat kepada anak.
BAB III

PENUTUP

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi tentang hakikat anak yang
menjadi bahasan dalam makalah ini, tentunya banyak kekurangan dan kelemahan karena
terbatasnya pengetahuan dan rujukan atau reverensi yang ada hubungannya dengan judul
makalah ini.

Kami banyak berharap para pembaca sudi memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada kami demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini berguna
bagi penulis pada khususnya juag para pembaca pada umumnya.

Anda mungkin juga menyukai