Anda di halaman 1dari 2

PANDUAN PENYIMPANAN DAN PEMUSNAHAN REKAM MEDIS

BAB I

DEFENISI

Penyimpanan adalah suatu proses yang dilakukan untuk menyimpan status yg telah
digunakan petugas medis dalam pelayanan kesehatan yang disimpan ke dalam rak penyimpanan

Pemusnahan adalah suatu proses kegiatan penghancuran secarafisik berkas rekam medis secara fisik
yang telah berakhir fungsi dan nilai guna, penhancuran harus dilakukan secara total dengan cara
membakar habis mencacah atau mendaur ulang sehingga tidak dapat lagi dikenali isi
maupunbentuknya

Penyimpanan rekam medis bertujuan untuk mempermudah untuk menemukan kembali status
rekam medis, dan pemusnahan rekam medis bertujuan untuk mencegah penomoran ganda, dan
memudahkan pencarian dokumen rekam medis pada rakpenyimpanan pasien apabila pasien
berkunjung kembali.

BAB II

RUANG LINGKUP

Rumah sakit padang eye center mempunyai ruang rekam medis tertutup yang hanya dapat di
akses oleh petugas rekam medis,dan mempunyai 10 rak penyimpanan aktif dan 3 rak penyimpanan
non aktif, akses untuk dokter, tenaga medis, dan peneliti harus mendapatkan izin dari kepala rekam
medis rumah sakit padang eye center dan harus di saksikan oleh petugas rekam medis.

BAB III

TATA LAKSANA

Rekam medis pada sarana pelayanan kesehatan wajib di simpan selama 5 tahun terhitung dari
tanggal terakhir pasien berobat, dan setelah 5 tahun berikutnya setelah status di non aktifkan atau
terhitung 10 tahun tidak aktif maka status rekam medis dapat dimusnahkan.

Didalam penomoran rekam medis Input lengkap data pasien baru di komputer sesuai dengan
kartu identitas pasien / formulir yang diisi lengkap dan ditandatangani oleh pasien / penanggung
jawab pasien, kemudian secara otomatis akan muncul nomor rekam medis baru yang akan di pakai
oleh pasien seumur hidup kemudian data disimpan, nomor rekam medis terdiri dari 6 digit, cek di
komputer nomor rekam medis,tanggal lahir, dan nama pasien baru tersebut, cetak formulir data
identitas pasien bila sudah sesuai, tulis nama pasien dengan Spidol Permanent Marker pada map RM,
tulis nama pasien dengan spidol pada kartu induk berobat, tulis nomor rekam medis dan nama pasien
yang mendapatkan kartu tersebut di buku ekspedisi penyerahan kartu.minta pasien untuk
menandatangani / paraf di buku ekspedisi penyerahan kartu berobat. jelaskan kepada pasien untuk
selalu membawa kartu berobat tersebut setiap kali akan berobat ke Rumah Sakit dan ucapkan terima
kasih.
BAB IV

DOKUMENTASI