Anda di halaman 1dari 8

BAB I

KONSEP RCA

A. Pengertian
RCA (Root Cause Analysis) adalah analisis akar maslah merupakan investigasi terstuktur yang
bertujuan untuk melakukan identifikasi penyebab masalah paling dasar dan untuk menentukan
tindakan agar kejadian yang sama tidak terjadi.
B. Prinsip RCA
1. RCA dilakukan oleh tim multidisiplin dan memiliki latar belakang yang berkaitan dengan
kejadian yang akan dianalisi
2. Tim RCA telah dilatih melakukan RCA
3. Pembahasan penyebab masalah, semua aspek atau bagian dari System harus dibahas
4. Proses analisis akar penyebab masalah perlu didukung oleh bukti-bukti
C. Langkah RCA
1. Bentuk tim RCA untuk suatu kejadian
2. Pelajari kejadian yaitu investigasi dan rekonstruksi
Mempelajari kejadian antara lain menentukan masalah, mengumpulkan bukti-bukti yang nyata,
melakukan wawancara, meneliti lingkungan kejadian, menggambarkan rantai terjadinya
kejadian, mengenali faktor-faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya kejadian, mengenali
faktor-faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya kejadian, dan mengenali kejadian-kejadian
yang mengawali.
3. Analisis penyebab
Melakukan analisis dengan menggunakan pohon masalah / diagram tulang ikan untuk
mengetahui kegiatan atau kondisi yang menyebabkan timbul kejadian. Lanjutkan sehingga dapat
dikenali sistem yang melatarbelakangi kejadian atau sampai tidak beralasan lagi untuk
melanjutkan.
Mengidentifikasi akar-akar penyebab terdiri dari
a. Faktor manusia yaitu kelalaian, inkompeten, sistem pengelolaan sumber daya manusia
termasuk reward System
b. Sistem breakdown. System failure, System incapability
c. Sistem pengendalian
d. Sumber daya (fasilitas dan peralatan) dan manajemen sumber daya
Merumuskan pernyataan akar masalah yang berisi apa yang terjadi, mengapa terjadi, apa yang
dapat dilakukan.

4. Menyusun Rencana Tindakan


a. Menetapkan strategi yang tepat untuk mengatasi penyebab yang diidentifikasi dan dapat
diterima penyebab yang diidentifikasi dan dapat diterima oleh pihak yang terkait dengan
kejadian.
b. Rencana tindakan disusun untuk tiap akar penyebab kejadian dan pengukuran untuk menilai
efektivitas tindakan terhadap akar penyebab
c. Mencari persetujuan dari kepemimpinan dalam organisasi
5. Melaporkan proses analisis dan temuan

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. IDENTIFIKASI MASALAH
Kejadian tidak diharapkan terjadi pada bulan April 2016 pada unit pelayanan Laboratorium yaitu
1. Petugas laboratorium salah mengambil sampel pasien
2. Salah melakukan pemeriksaan yang diminta
3. Petugas kurang mengerjakan salah satu jenis pemeriksaan yang diminta
Berdasarkan pita Band Ganding ketiga kejadian tersebut berada pada pita warna biru yaitu kejadian
jarang dan dampak kejadian ringan juga. Sehingga dilaksanakan dengan pemecahan masalah secara
sederhana.
B. MENENTUKAN URUTAN PRIORITAS MASALAH
Masalah Petugas Laboratorium Petugas salah Petugas kurang
salah mengambil sampel melakukan mengerjakan salah
Kriteria pasien pemeriksaan yang satu jenis pemeriksaan
diminta yang diminta
Kriteria Urgensi 5 5 3
(U)
Kriteria 5 5 2
Keseriusan (S)
Krieria 4 5 1

2
Perkembangan
(G)
UxSxG 100 125 6

C. MERUMUSKAN MASALAH
1. Petugas salah melakukan pemeriksaan yang diminta
Kepatuhan SOP
Petugas kurang teliti

Salah melakukan
pemeriksaan yang
diminta

Formulir belum di Petugas kelelahan


isi lengkap

2. Petugas laboratorium salah mengerjakan pemeriksaan yang diminta

Komunikasi verbal
Petugas kurang teliti antar petugas kurang

Salah mengambil
sampel psien

Formulir belum di Petugas banyak


isi lengkap pemeriksaan

3. Petugas kurang mengerjakan salah satu jenis pemeriksaan yang diminta

Komunikasi verbal
Petugas kurang teliti antar petugas kurang

Petugas kurang
mengerjakan salah
satu jenis
pemeriksaan yang di
minta

Formulir di isi tidak Lingkungan kurang


jelas/kurang mendukung
3
Berdasarkan matriks gading tersebut maka ketiga kejadian tersebut berada pada pita/Band ganding resiko
warna biru. Sehingga dapat dilakukan investigasi sederhana dengan cara
1) Pengumpulan data: observasi, dokumentasi dan interview (wawancara).
2) Tentukan penyebab insiden dengan menggunakan 5 why :
a) Penyebab langsung (immediate/ direct cause): penyebab yang berhubungan langsung
dengan insiden/ dampak terhadap pasien
b) Akar masalah (root cause): penyebab yang melatar belakangi penyebab langsung
(underlying cause)
c) Rekomendasi: tentukan penanggung jawab dan tanggal pelaksanaan
d) Tindakan yang akan dilakukan: tentukan penanggung jawab dan tanggal
pelaksanaan.

D. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH


Alternatif yang dapat diambil dari kejadian tidak diharapkan tersebut berkaitan dengan petugas (Man),
SOP (Metode), kelelahan, masalah (Motivasi), ataupun lingkungan yang mendukung, seperti pada
tabel di bawah ini:
No Prioritas Penyebab Alternatif Pemecahan
Masalah Masalah

1. Salah melakukan pemeriksaan Petugas kurang Saling mengingatkan antar


yang diminta teliti petugas di laboratorium, lebih
teliti dalam pelaksanaan
prosedur

Kepatuhan Monitoring kepatuhan SOP


SOP

Petugas Dilaksanakan 2 petugas


Kelelahan laboratorium

Formulir Koordinasi tertulis dengan unit


belum diisi terkait
lengkap

2. Petugas salah mengambil sampel Petugas kurang Lebih teliti dalam prosedur
teliti pengambilan sampel dengan
memasang prosedur di ruang
kerja atau catatan kecil di
tempat pengambilan sampel

4
sebagai cara untuk mengingat
selalu SOP

Komunikasi Peningkatan komunikasi


verbal antar verbal/cek kembali berkaitani
petugas identitas dan jenis
kurang, pemeriksaan yang akan
petugas buru- dilakukan sebelum masuk ke
buru hanya tempat perawatan pasien.
menanyakan
kamar

Formulir Kedisiplinan pengisian


kurang di isi formulir yang jelas dan
lengkap ketersediaan formulir di unit-
unit terkait

Petugas Pembagiaan tugas yang jelas


banyak antar pelaksana laboratorium
pemeriksaan

3. Petugas kurang mengerjakan salah Petugas kurang Peningkatan ketelitian


satu jenis pemeriksaan yang di teliti evaluasi perilaku layanan
minta
klinis

Komunikasi Peningkatan komunikasi


verbal antar verbal antar petugas
petugas kurang

Formulir di isi Cek kembali kelengkapan


tidak formulir kepada petugas
jelas/kurang
pengirim

Kelelahan Pemeriksaan banyak

5
E. RENCANA KEGIATAN PEMECAHAN MASALAH
Berdasarkan kejadian tersebut pemecahan masalah yang direncanakan sama sehingga dapat dilaksnakan secara langsung untuk mengatasi permasalahan yang ada
Akar Masalah Tindakan Penanggungjawab Waktu Bukti Penyelesaian Paraf
Petugas kurang teliti Evaluasi penilaian dr.Hendaris Nani Mei 2016 Hasil penilaian perilaku layanan klinis
perilaku layanan klinis petugas laboratorium
Komunikasi tertulis belum Pembinaan cara dr.Hendaris Nani Mei 2016 Pengisian semua form permintaan
lengkap komunikasi tertulis yang lengkap jelas tidak salah memilih jenis
efektif, jelas, lengkap pemeriksaan
antar petugas
Komunikasi verbal antar Pembinaan cara dr.Hendaris Nani Mei 2016 Kesepakatan bersama cara memastikan
petugas belum jelas komunikasi verbal yang kembali kepada petugas pengirim baik
efektif untuk mengecek dengan betyanya kembali maupun lewat
kembali jenis pemeriksaan telpon
yang harus dilakukan
Faktor motivasi petugas Koordinasi pembagian dr.Hendaris Nani Mei 2016 Sudah dilaksanakan secara langsung oleh
kelelahan karena tugas antara pelaksana petugas pelaksana laboratorium
pemeriksaan banyak laboratorium

6
BAB III
PENUTUP

Penerapan manajemen resiko dengan pendekatan metode RCA (Root Case Analysis)
di UPTD Puskesmas Subah dilaksnakan di unit pemeriksaan penunjang klinis laboratorium.
Terdapat tiga kejadian yaitu petugas salah mengambil sampel, petugas kurang dalam
melakukan jenis pemeriksaan, serta petugas salah melakukan jenis pemeriksaan yang
diminta. Pemecahan masalah dilaksanakan dengan cara Root Case Analysis yaitu mencari
penyebab masalah dari setiap jenis kesalahan yang ada. Telah diupayakan pelaksanaan
pemecahan masalah harapannya semoga tidak terjadi kesalahan yang sama. Sehingga
meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

7
8