Anda di halaman 1dari 8

Teori Klasik Radiasi Benda Hitam

Apakah teori pergeseran Wien itu sudah pasti benar, rasanya masih perlu diuji lagi
tentang kebenarannya. Ternyata teori Wien hanya berlaku kalau panjang gelombang cahaya
radiasi berkisar antara 1 m s/d 4 m, lebih dari itu untuk panjang gelombang yang lebih
panjang terjadi penyimpngan.
Rayleigh dan Jeans juga menyelidiki tentang radiasi benda hitam ini, dan mereka mendapatkan
bahwa teorinya cocok untuk panjang gelombang radiasi yg panjang gelombangnya terletak di
antara 12 m s/d 18 m, tetapi ketika suhu benda makin tinggi, di mana panjang gelombang
cahaya yang diradiasikan makin pendek terjadi penyimpangan, bahkan ketika panjang
gelombang radiasi makin pendek lagi, kerapatan energy yang dipancarkannya mrnjadi tak
terhingga. Peristiwa ini dinamakan bencana ultra violet.

Teori Klasik gagal menerangkan spectrum radiasi benda hitam


Setelah mempelajari hasil pengamatan Wien dan Rayleigh-Jeans, Planck mengemukakan
teorinya. Ia mendapat kesimpulan bahwa ketidakcocokan antara hasil pengamatan Wien dan
Rayleigh-Jeans itu disebabkan karena mereka memandang cahaya sebagai gelombang. Planck
mengemukakan teorinya yang menganggap bahwa cahaya selain bersifat sebagai gelombang
juga bersifat sebagai partikel. Apabila dalam peristiwa radiasi benda hitam cahaya dipandang
sebagai partikel, maka hasil pengamatan Wien dan Rayleigh Jeans tidak akan mengalami
perbedaan, sebab partikel memiliki tingkat-tingkat energy tertentu dalam meradiasikan kalor.
Jadi cahaya selain bersifat sebagai gelombang juga bersifat sebagai partikel. Selanjutnya teori ini
dikenal sebagai dualisme gelombang-partikel. Maksudnya adalah dalam peristiwa-peristiwa
tertentu sifat gelombang cahaya lebih menonjol (pembiasan, difraksi, interferensi, polarisasi),
tapi di sisi lain sifat partikelnya lebih menonjol seperti dalam peristiwa radiasi benda hitam dan
efek foto listrik.

Ringkasannya dari teori Klasik Radiasi Benda Hitam yaitu

Hubungan antara J (f, T) dan u(f,T), yang sebanding dinyatakan oleh


Berikut akan dibahas teori klasik radiasi benda hitam, yaitu: hukum eksponensial Wien dan
hukum Raileigh-Jeans.

Suatu prakiraan penting terhadap bentuk fungsi universal u(f;T) dinyatakan pertama kali pada
tahun 1893 oleh Wien, yang memiliki bentuk

Dalam bentuk panjang gelombang _,

dengan c1 dan c2 adalah tetapan yang ditentukan melalui eksperimen. Dari hasil
eksperimen, Wien mendapatkan bahwa c = 8hc dan c = ch/k. Persaman (8-8) atau Persamaan
(8-7) disebut sebagai hukum radiasi Wien. Setahhun kemudian, ahli spektroskopi
Jerman, Friedrich Paschen yang bekerja dalam daerah inframerah denga kisaran panjang
gelombang 1 m, sampai dengan 4 m, dan suhu benda hitam dari 400 K sampai 1 600 K,
menemukan bahwa prakiraan Wien tepat bersesuaian dengan titik-titik data eksperimennya

Tetapi pada tahun 1900, Lummer dan Pringsheim melanjutkan pengukuran Paschen sampai
dengan panjang gelombang 18 m. Rubens dan Kurlbaum bahkan melanjutkan sampai 60 m.
Kedua tim ini kemudian menyimpulkan bahwa hokum Wien gagal dalam daerah ini (lihat
kembali gambar 8.5). Perkiran berikutnya tentang u(f,T) atau u(_,T) dilkukan oleh Lord Rayleigh
(1842-1919) dan Sir James Jeans (1877-1946) pada Juni 1900. Rayleigh berkonsentrasi secara
langsung pada gelombang-gelombang elektromagnetik dalam rongga. Rayleigh dan Jeans
menyatakan bahwa gelombang gelombang elektromagnetik stasioner dalam rongga dapat
dipertimbangkan memiliki suhu T, karena mereka secara konstan bertukar energi dengan
dinding-dinding dan menyebabkan termometer dalam rongga mencapai suhu yang sama dengan
dinding. Lebih lanjut, mereka mempertimbangkan gelombang elektromagnetik terpolarisasi
stasioner ekivalen dengan penggetar satu dimensi (Gambar 8.6). Mereka menyatakan kerapatan
energi sebagai hasil kali jumlah gelombang stasioner ( 0,5; 1; 1,5; 2 gelombang,.) dan energi
rata-rata per penggetar. Mereka mendapatkan energi penggetar rata-rata tak bergantung pada
panjang gelombang l , dan sama dengan kT dari hokum distribusi Maxwell-Boltzmann. Akhirnya
mereka memperoleh kerapatan energi per panjang gelombang , u (l ,T ) , yang dinyatakian
sebagai

dengan k adalah tetapan Boltzmann. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum Rayleigh-Jeans.
Dalam bulan September 1900, pengukuran menunjukkan bahwa diantara 12 mdan 18 m
prakiraan Rayleigh-Jeans tepat. Tetapi seperti ditunjukkan pada gambar 8.7, hukum Rayleigh-
Jeans secara total tak layak pad panjang gelombang pendek atau frekuensi tinggi. Persaman (8-9)
menunjukkan bahwa ketika l mendekati nol, kerapatan energi diperkirakan tak terbatas (u( f ,T
))dalam ultraviolet.

. Hukum Pergeseran Wien

Jika suatu benda, misal logam, terus dipanaskan pada suhu tinggi maka warna
pijarnya berubah mulai dari pijar merah (kira-kira 500 0C) sampai ke putih (kira-kira
1400 0C).

Bila suhu benda yang berpijar makin tinggi, maka panjang gelombang yang membawa
energi terbesar semakin pendek yang dinyatakan dengan persamaan.

Bunyi Hukum Pergeseran Wien Panjang gelombang untuk intensitas cahaya


maksimum berkurang dengan meningkatnya suhu.

Wilhelm Wien adalah fisikawan berkebangsaan Jerman yang memenangkan Penghargaan Nobel
di bidang fisika pada tahun 1911 untuk penemuannya mengenai hukum yang mengatur radiasi
panas. Wilhelm Wien menemukan suatu hubungan empirik sederhana antara panjanggelombang
yang dipancarkan untuk as maksimum sebuah benda dengan suhu mutlak T.

Wien lahir 13 Januari 1864 di Gaffken dekat Fischhausen, Provinsi Prussia (sekarang Primorsk,
Rusia) sebagai anak dari pemilik tanah Carl Wien. Pada tahun 1866, keluarganya pindah ke
Drachstein dekat Rastenburg (Rastembork).
Pada tahun 1879, Wien sekolah di Rastenburg dan Wien melanjutkan studinya ke Universitas
Gttingen pada tahun 1882 untuk belajar matematika dan ilmu alam dan pada tahun yang sama
juga ke Universitas Berlin. Sejaktahun 1883 hingga 1885 Wien bekerja di laboratorium Hermann
von Helmholtz. Tak lama kemudian di tahun 1886 Wien mengambil gelar doktor dengan tesis di
atas percobaan pada difraksi cahaya pada bagian logam dan pengaruh bahan-bahan pada warna
cahaya dibiaskan. Dari 1896-1899, Wien kuliah di RWTH Aachen University. Pada tahun 1900
ia pergi ke Universitas Wrzburg dan menjadi penerus dari Wilhelm Conrad Rntgen.

Wien berhasil mencetuskan hukum perpindahan di tahun 1893 yang menyatakan perubahan
panjang gelombang dengan suhu. Satu tahun kemudian Wien telah menerbitkan sebuah makalah
tentang suhu dan entropi radiasi. Kemudian di tahun 1896 Wien mencatat prestasi dengan
mencetuskan rumus Wien untuk radiasi benda hitam. Akan tetapi rumus Wien hanya berlaku
untuk gelombang pendek. Namun demikian, Max Planck menggunakan rumus Wien sebagai
dasar untuk menyelesaikan masalah dalam kesetimbangan termal radiasi melalui fisika kuantum.
Pada tahun 1900 Wien memperkenalkan dasar elektromagnetik mekanik.

Hukum Pergeseran Wien

Gb. 1
Spektrum radiasi benda hitam pada awalnya dipelajari oleh Rayleigh dan Jeans menggunakan
pendekatan fisika klasik. Mereka meninjau radiasi dalam rongga bertemperatur T yang
dindingnya merupakan pemantul sempurna sebagai sederetan gelombang elektromagnetik. Akan
tetapi, pada suhu 2.000 K bentuk grafik hasil eksperimen berbeda dengan bentuk grafik yang
dikemukakan Rayleigh dan Jeans, seperti ditunjukkan pada gambar 1.

Gb. 2
Rayleigh dan Jeans meramalkan bahwa benda hitam ideal pada kesetimbangan termal akan
memancarkan radiasi dengan daya tak terhingga. Akan tetapi, ramalan Rayleigh dan Jeans tidak
terbukti secara eksperimental. Ramalan ini dikenal sebagai bencana ultraungu. Ilmuwan lain
yang mempelajari spektrum radiasi benda hitam adalah Wilhelm Wien. Wien mempelajari
hubungan antara suhu dan panjang gelombang pada intensitas maksimum. Perhatikan gambar 2
di samping! Puncak-puncak kurva pada grafik 2 menunjukkan intensitas radiasi pada tiap-tiap
suhu. Dari gambar 2 tampak bahwa puncak kurva bergeser ke arah panjang gelombang yang
pendek jika suhu semakin tinggi. Panjang gelombang pada intensitas maksimum ini disebut
sebagai panjang gelombang maks. Wien merumuskan hubungan antara suhu dan panjang
gelombang maks sebagai berikut.
Wien merumuskan hubungan antara suhu dan panjang gelombang maks sebagai berikut.

m = panjang gelombang dengan intensitas maksimum (m)

T = suhu mutlak benda hitam (K)

C = tetapan pergeseran Wien = 2,90 x 10-3 m K

m = panjang gelombang dengan intensitas maksimum (m)

T = suhu mutlak benda hitam (K)

C = tetapan pergeseran Wien = 2,90 x 10-3 m K

Teori Rayleigh-Jeans
Advertisement

Teori Rayleigh-Jeans Pada topik sebelumnya kalian telah belajar tentang radiasi benda hitam
dan hukum pergeseran Wien. Hukum pergeseran Wien menjelaskan bahwa Panjang gelombang
untuk intensitas cahaya maksimum berkurang seiring dengan meningkatnya suhu. Hukum ini
mengkaji tentang hubungan intensitas radiasi benda hitam dengan panjang gelombang yang
dipancarkannya. Hukum ini menjadi bahan diskusi yang sangat menarik bagi para Ilmuwan saat
itu, sehingga pada awal abad ke 20 muncul dua orang fisikawan yaitu Lord Rayleigh danJeans
yang menjelaskan kembali bentuk spektrum radiasi benda hitam yaitu kaitannya antara intensitas
cahaya dengan panjang gelombang. Penjelasan Rayleigh dan Jeans ini memunculkan teori baru
yaitu teori Rayleigh-Jeans.

Teori Rayleigh-Jeans

Tahukah kalian apa itu teori Rayleigh-Jeans? Untuk menjawab pertanyaan di atas, marilah kita
pelajari topik tentang teori Rayleigh-Jeans dengan penuh saksama.

Rayleigh dan Jeans mengusulkan suatu model sederhana untuk menerangkan bentuk spektrum
radiasi benda hitam. Penelitian mereka yaitu molekul/ muatan dinding (permukaan) benda
berongga dihubungkan oleh semacam pegas. Ketika suhu benda dinaikkan, maka gerakan
muatan di dalamnya akan semakin cepat, sehingga energi kinetiknya akan semakin besar pula.
Getaran tersebut mengakibatkan perubahan kecepatan muatan (positif-nol-negatif-nol-positif
dst). Dengan demikian muatan selalu mendapatkan percepatan setiap saat. Muatan yang
dipercepat inilah yang menimbulkan radiasi benda hitam.

Teori elektromagnetik dan termodinamika klasik menyatakan bahwa hubungan intensitas


radiasi dengan panjang gelombang yang dipancarkan memiliki hasil yang dapat dibandingkan
dengan kurva hasil eksperimen. Salah satu hasil perumusan klasiknya dikenal dengan persamaan
Rayleigh-Jeans. Adapun persamaannya adalah sebagai berikut.

Keterangan:
k = tetapan Boltzman (1,38 x 10-23 J/K);
c = kecepatan cahaya di ruang hampa (3 x 108 m/s);
T = suhu mutlak benda (K);
= panjang gelombang yang dipancarkan (m); dan
I() = menunjukkan distribusi intensitas (W/m2).

Persamaan di atas merupakan salah satu solusi dari pandangan fisika klasik untuk
menjelaskan fenomena radiasi benda hitam. Hasil perhitungan intensitas radiasi dengan
persamaan Ryleigh-Jeans sesuai dengan data-data hasil percobaan. Akan tetapi kesesuaian itu
hanya berlaku untuk gelombang panjang, sedangkan untuk daerah gelombang pendek (di daerah
panjang gelombang ultraviolet), persamaan Rayleigh-Jeans menghasilkan nilai yang tak
berhingga. Jadi, model yang diusulkan oleh Rayleigh dan Jeans sesuai untuk spektrum
gelombang panjang, dan tidak sesuai untuk spektrum gelombang pendek.
Ketidaksesuaian persamaan Rayleigh-Jeans yang terjadi pada spektrum gelombang pendek ini
dikenal sebagai ultraviolet catastrophe. Istilah catastrophe dapat diartikan sebagai kesalahan
yang fatal. Hal ini menjadi permasalahan yang serius bagi fisika klasik karena dasar pemikiran
Rayleigh-Jeans adalah teori elektromagnetik dan termodinamika yang telah teruji kebenarannya.
Fisika klasik tidak dapat menjelaskan fenomena radiasi benda hitam, sehingga diperlukan suatu
teori fisika yang baru, yaitu teori kuantum.

Catatan
Gelombang panjang = gelombang yang memiliki panjang gelombang panjang atau
berfrekuensi rendah.
Gelombang pendek = gelombang yang memiliki panjang gelombang pendek atau
berfrekuensi tinggi.

Untuk meningkatkan pemahaman kalian tentang topik yang sudah dipelajari marilah
perhatikan contoh soal berikut ini.

Contoh Soal
Jika k = 1,38 x 10-23 J/K, tentukan distribusi intensitas sebuah benda yang memiliki panjang
gelombang 1,00 x 10-5 m dan suhu 27o C.
Penyelesaian
Diketahui
k = 1,38 x 10-23 J/K
= 1,00 x 10-5 meter
T = 300 K
Ditanyakan: I() ?
Jawab:

Jadi, distribusi intensitasnya adalah 2,484 x 108 Jsm-3.


Radiasi bintang x pada intensitas maksimum terdeteksi pada panjanggelombang 580 nm. Jika tetapan
pergeseran wien adalah 2,9 103 mK maka suhu permukaan bintang x tersebut adalah.

Dik:

Type equation here.