Anda di halaman 1dari 3

RS BAPTIS

KEDIRI PROSEDUR KOMUNIKASI SBAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman


03/07/SPO/RSBK 0
1/3

Ditetapkanoleh,
Tanggalterbit Direktur RSBaptis Kediri

STANDAR 20 Juni 2013


PROSEDUR
OPERASIONAL Dr.dr. Hudi Winarso, M.Kes.,Sp.And
NIK : 789.03.0411
PENGERTIAN Suatu standar prosedur komunikasi antar tenaga kesehatan guna
mengkomunikasikan hal-hal mengenai pengelolaan pasien.
TUJUAN Tercapainya Keselamatan Pasien terutama sasaran mengenai
Komunikasi yang Efektif.
KomunikasiantarpetugaskesehatandilakukandenganmetodeSBAR.Dal
am proses komunikasilisanmelaluiteleponantarpetugasmedis /
perawatmelakukanlaporanataukonsultasikedokterdenganmenggunaka
KEBIJAKAN nmetode SBAR atauSituation,
Background,Assesment,Recommendation,sesuaidengankeputusanDir
ekturNomor026/01/Per.Dir/RSBK/VI/2013 tentang Kebijakan
Pelayanan Rumah Sakit Baptis Kediri
Langkah melakukan SBAR (Situation, Background, Assesment,
Recommendation) dan konfirmasi ulang.
1. Situation
Sebutkan:
salam,
identitas pelapor dan asal ruang perawatan,
identitas pasien, dan
alasan untuk melaporkan kondisi pasien, secara
subyektif dan obyektif.
Dengan kata-kata, Selamat pagi/siang/malam, saya .... dari
PROSEDUR ruangan .... RS Baptis Kediri, hendak melaporkan pasien
Tn/Ny/An .... Saat ini kondisi pasien ..... dengan tanda-tanda
vital ....
2. Background
Sebutkan:
Latar belakang pasien, yaitu Riwayat Penyakit Sekarang
(RPS),
Alasan pasien dirawat inap (bila rawat inap),
Pengelolaan pasien yang sudah berjalan, dan
Terapi yang diterima pasien sampai saat itu (yang
signifikan).
Sudah dilakukan tindakan .... pengobatan .....

Disiapkan Oleh Disetujui oleh


Nama Citrawatik Dwi S. S.Kep.Ns dr. Arijanto, Sp JP FIHA
Jabatan Sekretaris KMKP Wadir Yanmed dan Keperawatan
Tanda Tangan
RS BAPTIS KEDIRI PROSEDUR KOMUNIKASI SBAR
No. Dokumen
001/07/SPO/RSBK No. Revisi Halaman
0 2/3

3. Asessment
Sebutkan penilaian kondisi pasien menurut pelapor (bila ada)
Dengan kata-kata, Menurut saya kondisi pasien mengarah ke ....
4. Recommendation
Sebutkan rekomendasi untuk pasien menurut pelapor (bila ada)
Dengan kata-kata, Apa yang perlu dilakukan? Mohon dokter
segera datang
Contoh berkomunikasi dengan menggunakan SBAR :
Situation : Selamat malam dokter Anwar, saya Ani dari
ruangan VIP RS Baptis Kediri, hendak
melaporkan pasien Tn Djokoyang saat ini
kondisi pasien mengalami disstres pernafasan,
dengan tanda-tanda vital TD : 100/80 mmHg,
Nadi : 120 x / menit RR : 32x/menit, cianosis
danSuaranafasmakinmenurunpadaparukanan.

Background : TnDjoko, 60 tahun, dengan COPD berat,
yang keadaannyasemakinmenurun. Sudah
dilakukan tindakan pemberian oksigen 4 lpm
dan terapi nebulizer rutin.
Assessment : Menurut saya
KemungkinanTn.DjokomengalamiPneumothor
PROSEDUR aks.
Recommendation : Apakah perlu dilakukan pemeriksaan ABG
dan foto thorax dokter?
Konfirmasi ulang
Catat hasil pembicaraan pada secarik kertas,
sebutkan ulang kepada pihak yang dilapori,apabila
perintah / instruksi berkaitan dengan obat NORUM/LASA
harus dieja sesuai dengan alfabeth internasional
bila benar, pihak yang dilapori menyatakan setuju dengan
hasil tersebut.
Pembicaraan selesai.
Khusus untuk konsultasi perawat dengan dokter:
Salin hasil pembicaraan di status pasiendenganurutan
SBAR.
Bubuhkan stempel untuk tempat tanda tangan dokter.
Dalam waktu 1x24 jam, dokter yang dikonsuli harus
membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk pengesahan
instruksi tersebut.
Sistem komunikasi SBAR digunakan untuk mengkomunikasikan
pasien dan pengelolaannya, terutama komunikasi verbal baik
langsung maupun melalui sambungan telepon antar tenaga
kesehatan yaitu antara:
a. Perawat dengan dokter
RS BAPTIS KEDIRI PROSEDUR KOMUNIKASI SBAR
No. Dokumen
001/07/SPO/RSBK No. Revisi Halaman
0 3/3

b. Konsultasi antardokter
c. Antarbagian layanan kesehatan
d. Pergantian petugas jaga (shift)
1. InstalasiRawatInap ( IRNA )
2. InstalasiRawatJalan ( IRJ )
3. InstalasiGawatDarurat ( IGD )
4. InstalasiPerawatanIntensif ( IPI )
INSTALASI 5. InstalasiBedahSentral ( IBS )
TERKAIT 6. Perinatal Risti
7. Instalasi Rehabilitasi Medik
8. Instalasi Gizi
9. KomiteMedik
10. KomiteKeperawatan