Anda di halaman 1dari 14

KEANEKARAGAMAN LABA-LABA DI CAGAR ALAM MANGGIS GADUNGAN,

PERKEBUNAN KOPI MANGLI KECAMATAN PUNCU DAN LAHAN PERTANIAN


DESA SIMAN KECAMATAN KEPUNG KABUPATEN KEDIRI
Paqih Jauhari
Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Malang
E-mail: joharpaqih@gmail.com

ABSTRAK

Laba-laba adalah sejenis hewan berkuku-kuku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh,
empat pasang kaki, tak bersayap dan tidak memiliki mulut pengunyah. Peranan dari laba-laba di
dalam ekosistem adalah sebagai predator. Laba-laba dapat dijadikan sebagai indikator untuk
menentukan kestabilan suatu ekosistem. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan
mengetahui keanekaragaman laba-laba di Cagar Alam Manggis Gadungan, Perkebunan Kopi Mangli
Kecamatan Puncu dan Lahan Pertanian Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.
Penelitian dilakukan di Cagar Alam Manggis Gadungan, Perkebunan Kopi Mangli
Kecamatan Puncu dan Lahan Pertanian Desa Siman Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri pada bulan
April-Juni 2016. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode eksplorasi. Pengambilan data
dilaksanakan dengan metode nisbi dengan pitfall trap 30 buah pada masing-masing lahan.
Hasil penelitian didapatkan 11 spesimen laba-laba terdiri dari 11 famili. Pada Cagar Alam
Manggis Gadungan didapatkan 25 indifidu terdiri dari 8 famili, sedangkan di Perkebunan Kopi Mangli
didapatkan 174 indifidu terdiri dari 11 famili, dan di Lahan Pertanian Desa Siman didapatkan 49
individu terdiri dari 8 famili. Indeks Keanekaragaman (H) laba-laba di Cagar Alam Manggis
Gadungan, yaitu 1,623 (keanekaragaman sedang) dengan Indeks Dominansi (C) 0,270, sedangkan
Indeks Keanekaragaman (H) di Perkebunan Kopi Mangli yaitu 1,868 (keanekaragaman sedang)
dengan Indeks Dominansi (C) 0,208. Indeks Keanekaragaman (H) di Lahan Pertanian Desa Siman
yaitu 1,99 (keanekaragaman sedang) dengan Indeks Dominansi (C) 0,142.
PENDAHULUAN dinamika pada suatu habitat diperkenalkan.
Dengan demikian evaluasi tersebut dapat
Ekosistem dibagi menjadi dua
digunakan sebagai perencanaan dasar skala
kelompok yaitu ekosistem alami dan
luas pengelolaan lingkungan dan konservasi
ekosistem buatan. Cagar Alam Manggis
semua habitat menyusun suatu lingkungan
Gadungan, kecamatan Puncu kabupaten
(Rodrigues, 2010). Keseimbangan ekosistem
Kediri merupakan contoh dari ekosistem
dalam suatu wilayah merupakan hal penting
alami sedangkan perkebunan kopi Mangli
untuk mendukung terhadap optimalisasi
dan lahan pertanian desa Siman, kecamatan
peran biologis dari jenis hewan tertentu,
Puncu kabupaten Kediri adalah contoh
sebagai contoh kehadiran laba-laba pada
ekosistem binaan manusia.
pertanaman padi merupakan syarat utama,
Kegiatan manusia yang meliputi karena predator ini mampu memangsa 2-3
pertanian, perkebunan atau pengelolaan serangga per hari dan dalam waktu yang
lahan lainnya secara langsung ataupun tidak relatif singkat dapat menghasilkan turunan
juga turut mempengaruhi kondisi ekosistem yang banyak sehingga dapat mengimbangi
sehingga terjadi adanya perubahan berbagai populasi hama serangga (Asikin, 2014).
struktur yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk
Laba-laba (Ordo Araneae) mengidentifikasi dan mengetahui
merupakan anggota Filum Artropoda yang keanekaragaman laba-laba di Cagar Alam
dapat dijadikan sebagai indikator untuk Manggis Gadungan, Perkebunan Kopi
menentukan kestabilan suatu ekosistem. Mangli Kecamatan Puncu dan Lahan
Menurut Aswad, dkk., (2014) pemakaian Pertanian Desa Siman Kecamatan Kepung
pestisida dan herbisida yang berlebihan Kabupaten Kediri serta faktor biotik serta
dapat mempengaruhi kehadiran laba-laba abiotik yang mempengaruhiya.
pada lahan perkebunan. Keberadaan laba-
laba pada ekosistem perkebunan dapat METODE
membantu mengendalikan hama serangga Lokasi penelitian
secara alami. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan
Evaluasi keanekaragaman, kekayaan Cagar Alam Manggis Gadungan, Perkebunan
dan komposisi spesies invertebrata, terutama Kopi Mangli Kecamatan Puncu dan lahan

arthropoda, dapat membantu memahami pertanian desa Siman Kecamatan Kepung


Kabupaten Kediri mulai bulan April sampai Sampel dilakukan pengamatan di bawah
Juni 2016. mikroskop komputer, dicatat morfologinya
dan dicocokan dengan kunci identifikasi
Jenis penelitian laba-laba.
Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif
menggunakan metode eksplorasi, yaitu Analisis tanah
pengamatan atau pengambilan sampel Analisis tanah meliputi analisis sifat fisika
langsung dari lokasi pengamatan. Parameter dan kimia tanah. Pengukuran sifat fisika
yang diukur dalam penelitian adalah Indeks suhu tanah, kelembaban tanah dan intensitas
Keanekaragaman (H) Shannon. cahaya dilakukan langsung di lapangan.
Pengukuran kadar air dilakukan di di
Desain penelitian dan perlakuan laboratorium Ekologi Jurusan Biologi
Lokasi pengambilan sampel penelitian pada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas
3 stasiun pengamatan dengan menggunakan Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
transek sepanjang 50 meter dan tiap-tiap Malang. Sedangkan analisis sifat kimia
stasiun dibuat 10 titik Pitfall Trap dengan 3 tanah dilakukan di Laboratorium Tanah
kali ulangan pada masing-masing stasiun Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
dengan keterangan sebagai berikut:
a. Stasiun I merupakan hutan Cagar Analisis data
Alam Manggis Gadungan Analisis data untuk mengetahui indeks
b. Stasiun II merupkan lahan keanekaragaman (H) Shannon. Pengaruh
perkebunan kopi Mangli desa Puncu faktor fisika dan kimia tanah terhadap
c. Stasiun III merupakan lahan keanekaragaman laba-laba dianalisis dengan
pertanian desa Siman uji korelasi menggunakan program PAST
Sampel yang didapat kemudian dilakukan 3.14. Sedangkan uji korelasi kelimpahan
pemisahan menurut kelompok dan serangga tanah dengan faktor abiotik yang
diawetkan dalam botoll sampel yang sudah meliputi suhu, kelembapan, kadar air, pH,
diberi larutan alkohol 70%. C-organik, N-total, C/N, bahan organik,
fosfor, dan kalium dianalisis dengan korelasi
Identifikasi laba-laba Pearson menggunakan SPSS 16.0.

HASIL & PEMBAHASAN


Total spesies laba-laba di ketiga lokasi dan Lahan Pertanian Desa Siman yang
penelitian adalah 11 spesies (Tabel 1). dominan ditemukan secara berurutan yaitu
Famili laba-laba penghuni Cagar Alam Scytodidae, Linyphiidae dan Agelenidae.
Manggis Gadungan, Kebun Kopi Mangli
Tabel 1. Jumlah Laba-laba yang diperoleh di Cagar Alam Manggis Gadungan, Kebun Kopi Mangli dan
Lahan Pertanian Desa Siman (literatur Borror dkk., 1996).
Spesimen Cagar Alam Kebun Kopi Lahan Pertanian
Scytodidae 11 14 7
Theraphosidae 1 8 6
Agelenidae 6 61 8
Linyphiidae 2 36 9
Amaurobiidae 1 4 0
Eutichuridae 2 3 0
Hahniidae 1 1 5
Salticidae 1 29 0
Pisauridae 0 5 1
Oxyopidae 0 5 7
Sicariidae 0 8 6
Total 25 179 49

Peranan Ekologi Laba-laba predator. Persentase peranan ekologi Laba-


Peranan ekologi laba-laba yang laba yang berperan sebagai predator pada
didapatkan di seluruh lokasi penelian yaitu keseluruhan lokasi yaitu sebesar 100%.
semua famili didapati berperan sebagai
Tabel 2. Persentase (%) Laba-laba di Cagar Alam Manggis Gadungan, Kebun Kopi Mangli dan
Lahan Pertanian Desa Siman.
Cagar Alam Kebun Kopi Lahan Pertanian
Keterangan
Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%) Jumlah Persentase (%)
Predator 25 100 % 174 100 % 49 100 %
Total 25 100 % 174 100 % 49 100 %

Taksonomi Laba-laba
Laba-laba yang ditemukan di semua Desa Siman yaitu di pertanian adalah 49
stasiun tempat penelitian terdiri dari 15 famili. individu yang mana terdiri dari 8 famili dan
Famili laba-laba yang ditemukan di Cagar Alam Kebun Kopi Mangli adalah 174 individu yang
Manggis Gadungan adalah 25 individu yang mana terdiri dari 11 famili.
mana terdiri dari 8 famili, dan Lahan Pertanian
Gambar 1. Diagram batang jumlah famili Laba-laba berdasarkan proporsi Taksonominya

Indeks Keanekargaman Laba-laba (H) dan Indeks Dominansi


Secara kumulatif di diperoleh indeks Lahan Pertanian Desa Siman lokasi
keanekaragaman (H) sebesar 2,023 dan pertanian sebesar 1,99 dengan indeks
indeks dominansinya 0,209. Indeks dominansi 0,208. Indeks keanekaragaman di
keanekaragaman pada Cagar Alam Manggis Kebun Kopi sebesar 1,868 dengan indeks
Gadungan sebesar 1,623 dengan indeks dominansi 0,142.
dominansi 0,270. Indeks keanekaragaman di

Tabel 3. Indeks Keanekaragaman H' dan indeks Dominansi Laba-laba di Cagar Alam, Kebun Kopi Mangli
dan Lahan Pertanian Desa Siman
Parameter Cagar Alam Kebun Kopi Lahan Pertanian Kumulatif
Indeks Keanekaragaman (H) 1,623 1,868 1,99 2, 023
Indeks Dominansi (C) 0,270 0,142 0,208 0,209

Nilai Faktor Lingkungan alam didapati hasil sebesar 28,2 0C, suhu
Rata-rata perbandingan suhu kelembaban, pada Kebun Kopi sebesar 30 0C dan suhu
dan intensitas cahaya. Suhu pada Cagar pada Lahan Pertanian sebesar 29,9 0C.
Tabel 4. Rerata Faktor lingkungan

Indikator Cagar Alam Kebun Kopi Lahan Pertanian


Suhu (C0) 28,2 30 29,9
Kelembaban 84,9 79 75,6
Intensitas Cahaya (LUX) 599 5760 563,3

Korelasi Faktor Fisika-Kimia dengan Keanekaragaman Laba-Laba


Hasil korelasi faktor fisika-kimia famili Agelenidae sebesar 1,45E-18 (sangat
dengan keanekaragaman terhadap faktor kuat) sedangkan nilai korelasi terendah dari
suhu, hampir seluruh famili memiliki nilai famili Theraphosidae, Hahniidae, Salticidae
korelasi dalam cakupan interval sangat kuat- sebesar -0,25492.
sangat rendah. Nilai korelasi terbesar dari Korelasi faktor fisika-kimia dengan
famili Agelenidae sebesar 2,52E-18 (sangat keanekaragaman terhadap faktor Intensitas
kuat) sedangkan nilai korelasi terendah dari Cahaya, hampir seluruh famili memiliki
famili Scytodidae sebesar 0,023496. nilai korelasi dalam cakupan interval sangat
Hasil korelasi faktor fisika-kimia rendah. Nilai korelasi terbesar dari famili
dengan keanekaragaman terhadap faktor Eutichuridae sebesar 0,090021 (sangat
kelembaban, hampir seluruh famili memiliki rendah) sedangkan nilai korelasi terendah
nilai korelasi dalam cakupan interval sangat dari famili Agelenidae sebesar -4,82E-18.
kuat-rendah. Nilai korelasi terbesar dari
Tabel 5. Korelasi Faktor Fisika-Kimia Dengan Keanekaragaman Laba-Laba di Cagar alam
Famili X1 X2 X3
Y1 0,023496 -0,02713 -0,09779
Y2 0,25231 -0,25492 -0,13742
Y3 2,52E-18 1,45E-18 -4,82E-18
Y4 0 0 0
Y5 0 0 0
Y6 0,13618 -0,13104 0,090021
Y7 0,25231 -0,25492 -0,13742
Y8 0,25231 -0,25492 -0,13742
Y9 0 0 0
Y10 0 0 0
Y11 0 0 0

Keterangan: Angka yang dicetak tebal: nilai korelasi yang paling tinggi
X1: Suhu, X2: Kelembaban, X2: Intensitas Cahaya
Y1: Scytodidae, Y2: Theraphosidae, Y3: Agelenidae, Y4: Linyphiidae, Y5: amaurobiidae, Y6: Eutichuridae, Y7: hahniidae, Y8:
Salticidae, Y9: pisauridae, Y10: oxyopidaeY11: Sicariidae

Hasil korelasi faktor fisika-kimia dari famili Sicariidae sebesar 0,21356


dengan keanekaragaman terhadap faktor (rendah) sedangkan nilai korelasi terendah
suhu, hampir seluruh famili memiliki nilai dari famili Oxyopidae -4,76E-18.
korelasi dalam cakupan interval sedang- Korelasi faktor fisika-kimia dengan
sangat rendah. Nilai korelasi terbesar dari keanekaragaman terhadap faktor
famili Salticidae sebesar 0,46343 (sedang) kelembaban, hampir seluruh famili memiliki
sedangkan nilai korelasi terendah dari famili nilai korelasi dalam cakupan interval sangat
Theraphosidae -0,0533. kuat-sangat rendah. Nilai korelasi terbesar
Korelasi faktor fisika-kimia dengan dari famili Oxyopidae sebesar 8,18E-19
keanekaragaman terhadap faktor (sangat kuat) sedangkan nilai korelasi
kelembaban, hampir seluruh famili memiliki terendah dari famili Scytodidae sebesar
nilai korelasi dalam cakupan interval -0,06689. cahaya maka semakin tinggi pula
rendah-sangat rendah. Nilai korelasi terbesar jumlah laba-laba.
Tabel 6. Korelasi Faktor Fisika-Kimia Dengan Keanekaragaman Laba-Laba di Kebun kopi
Famili X1 X2 X3
Y1 0,07036 -0,06093 -0,06689
Y2 -0,0533 0,092319 0,079296
Y3 0,29068 -0,3204 -0,31893
Y4 0,39167 -0,37689 -0,39574
Y5 0,069338 -0,1201 -0,10316
Y6 0,2357 -0,27217 -0,26628
Y7 0,13131 -0,22743 -0,19535
Y8 0,46343 -0,40134 -0,44059
Y9 0,12649 -0,10954 -0,12026
Y10 1,38E-19 -4,76E-18 8,18E-19
Y11 -0,1644 0,21356 0,20044

Hasil korelasi faktor fisika-kimia Pisauridae sebesar 0,037516 (sangat


dengan keanekaragaman terhadap faktor rendah) sedangkan nilai korelasi terendah
suhu, hampir seluruh famili memiliki nilai dari famili Oxyopidae dan Sicariidae
korelasi dalam cakupan interval rendah- sebesar -0,20203.
sangat rendah. Nilai korelasi terbesar dari Korelasi faktor fisika-kimia dengan
famili Oxyopidae dan Sicariidae sebesar keanekaragaman terhadap faktor intensitas
0,20181 (rendah) sedangkan nilai korelasi cahaya, hampir seluruh famili memiliki nilai
terendah dari famili Pisauridae sebesar korelasi dalam cakupan interval sangat
0,039447. rendah. Nilai korelasi terbesar dari famili
Hasil korelasi faktor fisika-kimia Scytodidae sebesar 0,069953 (sangat
dengan keanekaragaman terhadap faktor rendah) sedangkan nilai korelasi terendah
kelembaban, hampir seluruh famili memiliki dari famili Theraphosidae sebesar -0,20105
nilai korelasi dalam cakupan interval sangat negatif yang artinya semakin tinggi nilai
rendah. Nilai korelasi terbesar dari famili suhu maka semakin sedikit jumlah laba-laba.
Tabel 7. Korelasi Faktor Fisika-Kimia Dengan Keanekaragaman Laba-Laba di Lahan pertanian
Famili X1 X2 X3
Y1 0,07435 -0,12627 0,069953
Y2 0,12746 -0,07576 -0,20105
Y3 0,099277 -0,08376 -0,10015
Y4 0,11125 -0,06613 -0,17549
Y5 0 0 0
Y6 0 0 0
Y7 0,1178 -0,09939 -0,11883
Y8 0 0 0
Y9 0,039447 0,037516 -0,2013
Y10 0,20181 -0,20203 -0,1311
Y11 0,20181 -0,20203 -0,1311

PEMBAHASAN tanaman monokultur dapat mendorong suatu


Dari hasil penelitian yang telah ekosistem pertanian rentan terhadap
dilakukan maka dapat diketahui bahwa laba- serangan hama serangga sehingga
laba yang paling banyak ditemukan yaitu menyebabkan terjadinya ledakan dan
pada lahan Perkebunan Kopi Mangli. Hal ini peningkatan populasi hama serangga
disebabkan karena pada lokasi Kebun Kopi tertentu. Dengan demikian maka keberadaan
laba-laba tersebut tercukupi kebutuhan musuh alami hama serangga tersebut seperti
makanannya yang berupa serangga atau laba-laba juga akan meningkat. Keberadaan
vertebrata kecil. Selain itu terdapat banyak laba-laba pada ekosistem perkebunan dapat
rerumputan atau serasah tanaman sebagai membantu mengendalikan hama serangga
tempat laba-laba membuat sarang. Populasi secara alami (Aswad, dkk., 2014).
serangga yang lebih banyak ditemukan di Kelimpahan individu laba-laba
lahan perkebunan monokultur yang terendah ditemukan pada lahan pertanian
menyebabkan kebutuhan alami makanan desa Siman. Hal ini disebabkan penggunaan
laba-laba tercukupi dari pada di cagar alam pupuk kimia/buatan untuk pengolahan lahan
dan pertanian. pertanian sehingga mengakibatkan
Aswad dkk (2014) yang melakukan kandungan unsur hara tanah di daerah
penelitian struktur komunitas laba-laba pada tersebut menjadi rendah yang kemudian
lahan perkebunan jagung menyatakan bahwa berpengaruh terhadap keanekaragaman laba-
kelimpahan individu tertinggi pada laba di lokasi tersebut.
perkebunan disebabkan karena budidaya
Pemakaian pestisida dan herbisida menyatakan bahwa kelas Arachnida
yang berlebihan, dapat mempengaruhi memegang peranan penting dalam ekonomi
kehadiran laba-laba pada lahan perkebunan alami karena jumlahnya yang banyak dan
tersebut. Hal ini disebabkan karena beberapa sifatnya sebagai predator dapat berfungsi
spesies laba-laba tidak mampu hidup di mengontrol jumlah hewan lainnya terutama
ekosistem tersebut yang kemudian serangga.
Kebun Kopi memiliki Indeks
mempegaruhi rantai makanan di daerah
Keanekaragaman H' tertinggi. Hal ini
tersebut. Ketidakhadiran laba-laba ini yang
dikarenakan pada kebun kopi ditemukan
kemudian dapat menyebabkan rentannya
habitat yang tepat bagi laba-laba untuk
suatu lahan pertanian terhadap ledakan hama
membuat sarang dan mencari mangsa. Hal
populasi serangga.
ini didukung dengan nilai Indeks dominansi
Menurut Susanto (2000), famili dari
pada Kebun Kopi yang lebih rendah
Ordo Araneae (laba-laba) yang banyak
dibandingkan Cagar Alam Manggis
dijumpai pada agroekosistim dan berperan
Gadungan dan Lahan Pertanian Desa Siman.
penting dalam pengendalian alami serangga
Dominansi komunitas yang tinggi
hama adalah spesies-spesies anggota dari
menunjukkan keanekaragaman yang rendah.
Araneidae, Lyniphiidae, Lycosidae,
Odum (1996) menyatakan bahwa Nilai
Oxyopidae, Saltecidae, Tetragnatidae, dan
indeks dominansi mendekati satu (1) apabila
Thomosidae. Laba-laba yang ditemukan di
komunitas didominasi oleh jenis atau spesies
semua stasiun tempat penelitian terdiri dari
tertentu dan jika indeks dominansi
15 famili. Sebagian besar merupakan laba-
mendekati nol (0) maka tidak ada jenis atau
laba yang berperan penting dalam
spesies yang mendominasi.
pengendalian alami serangga. Indeks keanekaragaman (H) Laba-
Persentase peranan ekologi Laba- laba pada Cagar Alam Manggis Gadungan
laba yang berperan sebagai predator pada dan Lahan Pertanian Desa Siman yaitu
keseluruhan lokasi yaitu sebesar 100%. pertanian dan Kebun Kopi memiliki nilai
Semua anggota Kelas Arachnida
keanekaragaman sedang disebabkan nilai
adalah predator serangga. Beberapa laba-
indeks keanekaragaman (H) diantara 1
laba yang besar kadang-kadang memakan
sampai 3 dengan penyebaran sejumlah laba-
vertebrata yang kecil. Hal ini didukung oleh
laba sedang dan kestabilan komunitas
pernyataan menurut Borror., dkk (1992) yan
sedang. Menurut Sugianto (1994), sebagai
berikut: jika <1 menunjukkan menunjukkan korelasi negatif terhadap
keanekaragaman rendah, 1 <1 < 3 intensitas cahaya matahari.
dikategorikan keanekaragaman sedang, dan
KESIMPULAN
>3 menunjukkan keanekaragaman tinggi.
Keanekaragaman spesies dapat Dari hasil penelitian ini dapat
digunakan untuk mengukur stabilitas disimpulkan bahw indeks keanekaragaman
komunitas, yaitu kemampuan suatu tertinggi pada lahan pertanian dan kopi.
komunitas untuk menjaga dirinya tetap Indeks dominansi laba2 tertinggi pada lahan
stabil meskipun terjadi gangguan terhadap pertanian yaitu famili scytodidae. Famili
komponen-komponennya. salticidae,oxyopidae dan sicaridae
Korelasi faktor fisika-kimia dengan
berkolerali posisitif terhadap suhu
keanekaragaman laba-laba terhadap faktor
sedangkan famili oxyopodae, hahniidae,
suhu pada keseluruhan lokasi penelitian
salticidae berkorelasi negatif dengan
menunjukan arah korelasi positif yang
kelembaban dan intensitas cahaya
artinya semakin tinggi nilai suhu maka
semakin tinggi pula jumlah laba-laba.
DAFTAR PUSTAKA
Korelasi faktor fisika-kimia dengan
[1] Asikin, S. 2014. Serangga dan
keanekaragaman laba-laba terhadap faktor
Serangga Musuh Alami yang
kelembaban pada keseluruhan lokasi
Berasosiasi pada Tumbuhan Liar
penelitian menunjukan arah korelasi negatif
Dominan di Lahan Rawa Pasang
yang artinya semakin tinggi nilai
Surut. Prosiding Seminar Nasional
kelembaban maka semakin sedikit jumlah
Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik
laba-laba.
Korelasi faktor fisika-kimia dengan Lokasi.
keanekaragaman laba-laba terhadap faktor
intensitas cahaya di lokasi perkebunan kopi
menunjukkan korelasi positif dimana
semakin tinggi nilai intensitas cahaya maka
semakin sedikit jumlah laba-laba.
Sedangkan di kedua lokasi lainnya yaitu
Cagar alam dan lahan pertanian
[2] Aswad, M., Koneri, R., dan Saroyo. Soil Spiders in Differing
2014. Komunitas Laba-laba Environments: Eucalyptus Plantations
(Arachnida: Araneae) pada Lahan and Grasslands in the Pampa Biome,
Perkebunan di Kawasan Taman Southern Brazil. Journal Revista
Nasional Bogani Nani Wartabone Colombiana de Entomologa 36 (2):
Sulawesi Utara. Jurnal MIPA UNSRAT 277-284.
Online 3 (2) www.jstor.org/stable/pdf/10.2307/2471
http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/j 7281.pdf
muo. [6] Soegianto, A. 1994. Ekologi
[3] Borror, D.J. Triplehorn, C.A. dan kuantitatif. Surabaya: Usaha Nasional.
Johnson, N.F. 1996. Pengenalan [7] Susanto, P. 2000. Pengantar Ekologi
Pelajaran Serangga. Terjemah oleh Hewan. Jakarta: Proyek
Soetiyono Partosoedjono. Yogyakarta: Pengembangan Guru Sekolah
Universitas Gajah Mada Press. Menengah IBRD Loan No. 3979
[4] Odum, E. 1996. Dasar-Dasar Ekologi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Edisi Ketiga. Yogyakarta: Universitas Departemen Pendidikan Nasional.
Gajah Mada Press.
[5] Rodrigues, E. N. L., Milton, D. S. M.,
Joao, L. O. R., dan Alci, E. L. 2010.