Anda di halaman 1dari 9

PEMERINTAH KABUPATEN BLORA

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS KUTUKAN
Jl. Raya Rndublatung Cepu Km 8 58382
Email : Kutukanpuskesmas@yahoo.co.id

TAHAPAN ATAU ALUR KEGIATAN PROGRAM UKM

No Program Kegiatan Alur


1 PROMKES Pembinaan dan pendataan Mendatangi tempat pelaku UKK
pelaku UKK Membina dan mendata pelaku UKK
Meminta cap dan tanda tangan pelaku UKK di surat
tugas
Mengevaluasi kegiatan program
Menyusun dan membuat laporan
Merencanakan tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
Melaksanakan tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
Mengevaluasi tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
Pemantauan jentik oleh Melaksanakan pertemuan persiapan pemantauan
kader jumantik jentik dengan kader jumantik
Memberikan format dan menerangkan cara
pengisian format pemantauan jentik kepada kader
Memantau pelaksanaan pemantauan jentik oleh
kader
Mengumpulkan hasil pemantauan jentik sekaligus
merekap dan menghitung ABJ
Mengevaluasi kegiatan program
Menyusun dan membuat laporan
Merencanakan tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
Melaksanakan tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
Mengevaluasi tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
2 KESLING Penyehatan Air Metode Rapid Rural Appraisal (RRA) atau penilaian
Desa/kelurahan
secara Partisiatif Merupakan teknik penilaian yang
relative terbuka ,cepat dan bersih RRA menggabungkan
beberap teknik yang terdiri dari :
Review atau telaah data sekunder,termasuk peta
wilayah dan pengamatan
Observasi lapangan secara langsung
Wawancara dengan pemilik/pengelola
Pemetaan dan pembuatan diagram/grafik
Lokakarya
Pembuatan Laporan
.Metode Partisipatory Rapid Appraisal (PRA).
Merupakan metode pengkajian penyehatan
lingkungan yang lebih banyak melibatkan pihak dalam
yang terdiri dari stakeholder( pemangku Kepetingan
kegiatan ) dengan difasilitasi pihak luar yang berfungsi
sebagai narasumber atau fasilitator.PRA merupkan
metode penilaian keaadaan secara partisipatif yang
dilakukan pada tahap awal perencanan kegiatan. Adapun
langkah langkah metode PRA meliputi:
Penelusuran sejarah di wilayah
Pembuatan Bagan kecenderungan dan perubahan
Analisis Penggunaan waktu
Observasi langsung terhadap dinamika social
Transect (Penelusuran wilayah Desa) dan
pembuatan gamabar lingkungan ( Pemetaan
prasarana,bangunan,ruangan ,sumber daya alam
dan lokasi )
Pembuatan bagan alur input dan output
Mengkaji mata pencaharian di masyarakat
Membuat matrik dan peringkat permasalahan
yang dihadapi dan ditemukan masyarakat
Diskusi Terarah
Analisis pola Keputusan
Studi kasus ,peta mobilisasi masyarakat
Pengurutan potensi
Pengorganisasian Masalah.
LANGKAH LANGKAH
Persiapan
a. Desiminasi informasi penyehatan lingkungan
bidang kesehatan di tingkat
rt,rw,kelurahan kecamatan dan pihak lain
yang terkait
b. Perencanaan
1. Merencanakan teknis kegiatan
Penyehatan Lingkungan dengan
lintassektor terkait
2. Anggaran untuk kegiatan penyehatan
lingkungan bidang kesehatanyang
bersumber dari dana penyehatan
Lingkungan dari masing masing sekor
untuk kegiatan terintegrasi
3. Pelaksananan
Menentukan ekanisme koordinasi
antar sektor terakit dengan leading
sektor daripuskesmas (Penanggung
jawab Penyelatan Lingkungan)
Melaksanakan kegiatan Penyeahatan lingkungan
sesuai dengan jadwal yang telah disusun
Monitoring Evaluasi
1. Monitoring pelaksananan kegiatan penyehatan
lingkungan
2. Melaporkan pelaksanaan kegiatan penyehatan
lingkungan.

3 KESGA-ZI Kelas ibu hamil melakukan identifikasi/mendaftar semua ibu hamil


yang ada di wilayah binaan
mempersiapkan tempat dan sarana pelaksanaan
kelas ibu hamil
mempersiapkan materi, alat bantu penyuluhan dan
jadwal pelaksanaan kelas ibu hamil serta
mempelajari materi yang akan di sampaikan
mempersiapkan peserta kelas ibu hamil,
mengundang ibu hamil dengan umur kehamilan 4-
36 migggu
mempersiapkan tim pelaksana kelas ibu hamil

Pertemuan promosi ASI 1. Membuat surat pemberitahuan ke


eksklusif dan MP-ASI Kades,mengundang ketua kelompok kader
posyandu untuk mengikuti pertemuan
2. mempersiapkan alat audio visual dan tempat
pertemuan
3. Melaksanakan pertemuan kegiatan di aula
puskesmas Kragan I
4. Meminta bukti Stempel pada surat Tugas
5. Mengevaluasi kegiatan
6. menyusun dan membuat laporan
7. Merencanakan tindak lanjut kegiatan apabila ada
masalah
8. Melaksanakan tindak lanjut kegiatan apabila ada
masalah
9. Mengevaluasi tindak lanjut kegiatan apabila ada
masalah
Kunjungan Balita Gizi 1. Mengunjungi balita Gizi kurang/buruk
kurang/Buruk 2. Melakukan pengukuran antropometri pada Balita
Gizi kurang/buruk
3. Mengisi Kuesioner Balita Gizi kurang/buruk
4. Mengevaluasi kegiatan program
5. Menyusun dan membuat laporan
6. Merencanakan tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
7. Melaksanakan tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
8. Mengevaluasi tindak lanjut kegiatan program
apabila ada masalah
4 P3M Penjaringan TB paru Persiapan
1. Koordinasi dengan dokter di BP Umum, bidan
desa untuk dapat menjaring suspek TB paru
dengan gejala batuk > 2 minggu
2. Pengobatan OAT pada pasien yang positif TB
Paru selama 6 7 bulan.
3. Koordinasi dengan lintas program dan lintas
sektor lainnya dalam kegiatan sosialisasi dan
penjaringan suspek TB Paru
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan penjaringan TB
Paru
1. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dilakukan di
dalam gedung bekerjasama dengan kader,
bidan desa dan dokter
2. Pelaksanaan penjaringan suspek TB Paru dapat
dilakukan di BP Umum dan juga di desa
desa
3. Penjaringan suspek TB Paru dapat diakukan
dengan cara screning sesuai dengan format
yang ada
4. Penjaringan TB Paru dapat dilakukan Bidan
desa, kader dan petugas P2
Imunisasi Pemberian imunisasi HB Unijeck

1. Petugas mencuci tangan


2. Petugas menjelaskan kepada ibu anak tersebut,
umur anak (0-7 hari) mendapatkan imunisasi
Hepatitis dosis 0.5 ml dalam kemasan PID
3. Petugas mengambil vaksin Hepatitis B dalam
Kemasan dalam Previl Injection Device (PID)
4. Petugas membuka Kantong aluminium /plastic
dan keluarkan Uniject
5. Petugas memegang Uniject pada leher dan tutup
jarum dengan memegang keduanya diantara jari
telunjuk dan jempol
6. Petugas mendorong tutup jarum kearah leher
7. Petugas meneruskan mendorong sampai tidak ada
jarak antara tutup jarum dan leher
8. Petugas membuka tutup jarum
9. Petugas menyuntikkan jarum pada pasien, Untuk
imunisasi ini aspirasi tidak perlu dilakukan
10. Petugas memijit reservoir dengan kuat untuk
menyuntik. Setelah reservoir kempis mencabut
uniject
11. Petugas membuang uniject yang telah dipakai
kedalam wadah alat suntik bekas sesuai
persyaratan yang berlaku
12. Petugas menerangkan kepada ibu anak tersebut,
tentang reaksi local seperti rasa sakit, kemerahan
dan pembengkakan disekitar tempat penyuntikan
13. Petugas merapikan alat-alat
14. Petugas mencatat dalam buku KIA / KMS Anak
dan buku kunjungan / Regester
15. Petugas mencuci tangan
Pemberian Imunisasi BCG

1. Petugas Mencuci tangan


2. Petugas memastikan anak belum pernah di BCG
dengan menanyakan pada orang tua anak
tersebut
3. Petugas menyiapkan vaksin dan spuit yang akan
di gunakan
4. Petugas melarutkan vaksin dengan cairan pelarut
BCG 1 ampul atau 1 vial dengan pelarut BCG
5. Petugas mengambil 0.05 cc vaksin BCG yang
telah kita larutkan tadi
6. Petugas membersihkan lengan dengan kapas
yang telah dibasahi air bersih
7. Petugas menyuntikan vaksin tersebut sepertiga
bagian lengan kanan atas (tepatnya pada insertio
musculus deltoideus) secara intrakutan (ic) /
dibawah kulit
8. Petugas merapikan alat-alat
9. Petugas mencatat dalam buku
10. Petugas mencuci tangan
Pemberian imunisasi Polio
1. Petugas mencuci tangan
2. Petugas memastikan vaksin polio dalam keadaan
baik (perhatikan nomor , kadaluarsa dan VVM /
vaksin vial monitor)
3. Petugas membuka tutup vaksin dengan
menggunakan pinset / gunting kecil
4. Petugas memasang pipet diatas botol vaksin
5. Petugas mengatur anak pada posisi yang
senyaman mungkin
6. Petugas membuka mulut anak dan teteskan
vaksin polio sebanyak 2 tetes
7. Petugas memastikan vaksin yang telah diberikan
ditelan oleh anak yang di imunisasi
8. Petugas mengulang lagi penetesan polio ,jika di
muntahkan atau di keluarkan oleh anak.
9. Petugas menjaga agar vaksin tetap steril saat
meneteskan vaksin ke mulut.
10. Petugas merapikan alat
11. Petugas mencuci tangan
Pemberian imunisasi DPT/HB/Hib
1. Petugas mencuci tangan

2. Petugas memastikan vaksin yang akan di gunakan

3. Petugas menjelaskan kepada ibu anak tersebut,


umur anak (2-11 bulan) jumlah suntikan 3x untuk
imunisasi DPT HB- Hib ini

4. Petugas mengambil 0,5 cc vaksin DPT HB- Hib

5. Petugas membersihkan 1/3 paha bagian luar


dengan kapas yang telah di basahi air bersih

6. Petugas menyuntikan secara intra muskuler (im)


atau sub kutan (sc)dalam.

7. Petugas menerangkan kepada ibu anak tersebut,


tentang panas akibat DPT HB- Hib

8. Petugas memberikan resep obat penurun panas /


antipiretik kepada ibu anak tersebut bila anak
panas tinggi .

9. Petugas merapikan alat-alat

10. Petugas mencatat dalam buku KIA dan buku


kunjungan / Regester

11. Petugas mencuci tangan

Pemberian imunisasi campak

1. Petugas mencuci tangan


2. Petugas memastikan vaksin dalam keadaan baik
(no batch / exp / vvm)

3. Petugas membuka tutup vaksin dengan


menggunakan Pinset

4. Petugas melarutkan dengan cairan pelarut


campak yang sudah ada (5 cc)

5. Petugas memastikan umur anak tepat untuk di


imunisasi campak (9 bulan)

6. Petugas mengambil 0,5 cc vaksin campak yang


telah dilarutkan tadi

7. Petugas membersihkan lengan kiri bagian atas


anak dengan kapas yang telah di basahi air bersih

8. Petugas menyuntikan secara subcutan (sc)

9. Petugas merapikan alat

10. Petugas cuci tangan

Pemberian imunisasi TT

1. Petugas cuci tangan


2. Petugas melakukan identifikasi dan anamnesa
dengan menanyakan pada pasien : Nama, Umur
dan alamat, Apakah ada alergi terhadap obat-
obatan
3. Petugas memastikan kondisi pasien dalam
keadaan sehat
4. Petugas menyiapkan bahan dan alat suntik
5. Petugas mengambil vaksin dengan jarum dan
semprit disposible sebanyak 0,5 ml
6. Petugas mempersilahkan pasien duduk
7. Petugas mengoleskan kapas basah pada lengan
kiri bagian atas
8. Petugas menyuntik pada lengan kiri bagian atas
secara intra muscular
9. Petugas mengolesi bekas suntikan dengan kapas
10. Petugas membuang jarum bekas suntikan ke
dalam kotak / Safety box.
11. Petugas mempersilahkan pasien menunggu 15
menit dan jika tidak terjadi efek samping pasien
boleh pulang
12. Petugas mencatat pada kartu TT atau buku ibu
hamil / buku KIA
13. Petugas cuci tangan
BIAS (Bulan Imunisasi anak Sekolah)
1. Petugas memastikan jumlah sasaran BIAS
2. Petugas mengambil vaksin , logistic imunisasi
sesuai Sasaran BIAS
3. Petugas membawa Surat Tugas
4. Petugas membawa Buku Register BIAS, Safety
Box & Alat KIPI Set
5. Petugas melaksanaan prosedur Imunisasi sesuai
jenis Vaksinnya
6. Petugas menunggu 2 Jam Post Imunisasi di UKS
Sekolah
Pemberian imunisasi DT/TD
1. Petugas cuci tangan
2. Petugas melakukan identifikasi dan anamnesa
dengan menanyakan pada pasien : Nama, Umur
dan alamat, Apakah ada alergi terhadap obat-
obatan
3. Petugas memastikan kondisi anak dalam keadaan
sehat
4. Petugas menyiapkan bahan dan alat suntik
5. Petugas mengambil vaksin dengan jarum dan
semprit disposible 0,5 ml
6. Petugas mempersilahkan anak duduk
7. Petugas mengoleskan kapas steril pada lengan
kiri bagian atas
8. Petugas menyuntik pada lengan kiri bagian atas
secara intra muscular
9. Petugas mengolesi bekas suntikan dengan kapas
steril
10. Petugas membuang jarum bekas suntikan ke
dalam kotak / Safety box.
11. Petugas mempersilahkan anak menunggu 15
menit
12. Petugas mencatat pada buku Regester BIAS
13. Petugas cuci tangan
Pendistribusian vaksin ke puskesmas/ posyandu
1. Petugas mengisi formulir permintaan vaksin
sesuai sasaran imunisasi
2. Petugas menyiapkan cold Box / Vaksin Carrier
berisi 2 buah cool Pack
3. Petugas memastikan jenis dan jumlah Vaksin
dengan menggunakan VVM
4. Petugas mencatat Jenis & Jumlah, No Batch,
tanggal kadaluarsa vaksin yang diterima
5. Petugas memasukkan vaksin kedalam Cool box
6. Petugas tanda tangan SBBK vaksin
7. Petugas mendistribusi ke Posyandu / Pelayanan
Imunisasi
PIN POLIO 1. Petugas mencuci tangan
2. Petugas memastikan vaksin polio dalam keadaan
baik (perhatikan nomor
3. kadaluarsa dan VVM / vaksin vial
monitor)
4. Petugas membuka tutup vaksin dengan
menggunakan pinset / gunting kecil
5. Petugas memasang pipet diatas botol vaksin
6. Petugas mengatur anak pada posisi yang
senyaman mungkin
7. Petugas membuka mulut anak dan teteskan
vaksin polio sebanyak 2 tetes
8. Petugas memastikan vaksin yang telah diberikan
ditelan oleh anak yang di
9. imunisasi
10. Petugas mengulang lagi penetesan polio ,jika di
muntahkan atau di keluarkan
11. oleh anak.
12. Petugas menjaga agar vaksin tetap steril saat
meneteskan vaksin ke mulut.
13. Petugas merapikan alat
14. Petugas mencuci tangan

6 PTM Pelatihan dokter kecil. Dilakukan melalui pertemuan dengan menyampaikan


materi melalui LCD dengan metode ceramah, tanya jawab
dan diskusi.

Penjaringan kesehatan Penjaringan dilakukan 1 tahun sekali pada awal tahun


pelajaran ( Agustus september) Pada murid SD/MI,
kelas VII SMP/MTS dan kelas X SMA/MA negeri dan
swasta.
Penjaringan peserta didik meliputi :
1. Pemeriksaan keadaan umum
2. Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi
3. Penilaian status gizi
4. Pemeriksaan gigi dan mulut
5. Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran)
6. Pemeriksaan laboratorium
7. Pengukuran kesegaran jasmani
8. Deteksi dini penyimpangan mental emosional

Pemeriksaan Berkala peserta didik meliputi :


1. Pemeriksaan keadaan umum
2. Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi
3. Penilaian status gizi
4. Pemeriksaan gigi dan mulut
5. Pemeriksaan indera (penglihatan, pendengaran)
6. Pemeriksaan laboratorium
7. Pengukuran kesegaran jasmani
8. Deteksi dini penyimpangan mental emosional

7 Lansia Posyandu lansia 1. Kegiatan posyandu lansia dilaksanakan 1 kali


dalam sebulan sepanjang tahun di semua desa
wilayah puskesmas Kragan I.
2. Kegiatan posyandu lansia meliputi pemeriksaan
satus gizi lansia dengan melakukan penimbangan
berat badan dan mengisi KMS Lansia.
3. Pemeriksaan status kesehatan lansia meliputi
pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksan lab
sederhana jika perlu .
4. Konslutasi kesehatan dilakukan untuk
memberikan konseling tentang penyakit yang
diderita oleh lansia
Penyuluhan 1. Kegiatan penyuluhan pada lansia adalah upaya
memberikan informasi kepada lansia dan keluarga
dalam upya peningkatan kemampuan dan
kemandirian mereka dalam memelihara kesehatan
lansia.
2. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan cara
menyampaikan informasi melalui metode
ceramah, diskusi atau tanya jawab
3. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada saat
pelaksanaan kegiatan posyandu lansia.

Senam sehat 1. Senam dilakukan setiap hari rabu dan sabtu di


Indonesia halaman Puskesmas Kragan I jam 06.00 WIB
sampai selesai
2. Setelah senam dilakukan pemeriksaan tekanan
darah