Anda di halaman 1dari 31

ASUHAN KEBIDANAN PADA BY NY DENGAN BAYI BARU

LAHIR NORMAL HARI KEDUA DI RUANG NICU


RSUD PATUT PATUH PATJU
LOMBOK BARAT
TAHUN 2016

DISUSUN OLEH :
NAMA : RAFIKA DEVI WULANDARI
NIM : 035SYEBID15

YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM NUSA TENGGARA BARAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YARSI MATARAM
PROGRAM STUDI KEBIDANAN JENJANG DIII
MATARAM
2016

1
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan observasi tentang Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir pada Bayi Ny. N
dengan Berat Badan Lahir Sangat Rendah di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat
disahkan pada:
Hari :
Tanggal :

Mahasiswa,

(Rafika Devi Wulandari)


Mengetahui,
Pembimbing Lahan Pembimbing Pendidikan

(Rohani Amd. Kep) (Baiq Rizka Herliana S. ST)


Kepala Ruangan Nicu

(Sitti Atika S. Kep., Ners)

2
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun laporan
ini tepat pada waktunya. Laporan ini membahas tentang Asuhan Kebidanan Bayi
Baru Lahir Normal
Dalam penyusunan laporan ini, penulis banyak mendapat tantangan dan
hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, semoga
bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
1. Bapak Zulkahfi S. Kep ., Ners ., M. Kes selaku Ketua STIKES YARSI Mataram
2. Ibu Drg. Hj. Ni Made Ambaryati, M. Kes selaku Direktur RSUD PATUT
PATUH PATJU
3. Ibu Baiq Ricca Afrida, M. Keb selaku Ka Prodi D III Kebidanan STIKES YARSI
Mataram
4. Ibu Sitti Atika S. Kep., Ners Selaku Kepala Ruangan NICU
5. Ibu Rohani Amd. Kep selaku Pembimbing Lahan
6. Ibu Baiq Rizka Herliana, S. ST selaku Pembimbing Pendidikan
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari
bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat
penulis harapkan untuk penyempurnaan laporan selanjutnya.
Semoga Asuhan Kebidana ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian dan
pada penulis khususnya. Amin

3
DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................................. i


Lembar Pengesahan ......................................................................................................... ii
Kata Pengantar ................................................................................................................ iii
Daftar Isi ........................................................................................................................... iv

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1


1.1 Latar Belakang .............................................................................................................. 1
1.2.1 Tujuan Umum ............................................................................................................ 2
1.2.2Tujuan Khusus ............................................................................................................ 2
1.3 Manfaat ......................................................................................................................... 3

BAB 11 TINJAUAN TEORI ............................................................................................ 4


2.1 Konsep Dasar Bayi Lahir Normal ................................................................................. 4
2.1.1 Pengertian .......................................................................................................... 4
2.1.2 Penanganan Bayi Baru Lahir ............................................................................ 5
2.1.3 Pemeriksaan Pada Bayi baru Lahir ................................................................... 7
2.1.4 Bayi Baru Lahir Normal Terbagi Menjadi 2 Masa ........................................... 7
2.1.5 Penilaian Bayi Untuk Tanda Tanda Kegawatan ............................................ 8
2.1.6 Yang perlu Diperhatikan Pada Bayi Baru Lahir ............................................... 8
2.1.7 Reflek Reflek Untuk Menilai Keadaan Bayi ................................................. 10
2.1.8 Tabel Penilaian Bayi Baru Lahir Normal.......................................................... 11

BAB III TINJAUAN KASUS ........................................................................................... 13


I. Pengumpulan Data ........................................................................................................ 13
1. Data Subyektif ......................................................................................................... 13
2. Data Obyektf ........................................................................................................... 16
II. Interpretasi Data Dasar .............................................................................................. 19
III. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial ............................................................ 21
IV. Identifikasi Kebutuhan Segera ................................................................................... 21
V. Rencana Asuhan Menyeluruh .................................................................................... 21
VI. Pelaksanaan................................................................................................................ 21
VII. Evaluasi ..................................................................................................................... 21

BAB IV PEMBAHASAN.................................................................................................. 23
4.1 Pembahasan ................................................................................................................... 23

BAB V PENUTUP ............................................................................................................. 24


5.1 Kesimpulan ................................................................................................................... 24
5.2 Saran .............................................................................................................................. 24

DAFTAR PUSTAKA

4
BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ilmu kebidanan adalah ilmu yang mempelajari tentang kehamilan,
persalinan, bayi baru lahir serta kembalinya alat reproduksi ke keadaan normal.
Tujuan ilmu kebidanan adalah untuk mengantarkan kehamilan, persalinan, dan
nifas serta pemberian ASI dengan selamat dengan kerusakan akibat persalinan
sekecil-kecilnya dan kembalinya alat reproduksi kekeadaan normal.
Kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara ditentukan dengan perbandingan
tingggi rendahnya angka kematian perintal. Dikemukakan bahwa angka kematian
ibu dan angka kematian perinatal mencerminkan kesanggupan suatu negara
untuk memberikan pelayanan kesehatan Indonesia, dilingkungan ASEAN,
merupakan negara dengan angka kematian ibu dan perinatal tertinggi, yang
berarti kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih memerlukan
perbaikan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu. (Lang. 1979)
Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, AKI tercatat
359/100 ribu KH. Tercatat kematian ini jauh melonjak dibanding hasil SDKI
2007 yang tercatat 228/100 ribu KH. Berdasarkan kesepakatan global (Millenium
Develoment Goals/MDGs 2000) untuk tahun 2015 diharap AKI menurun dari
228 pada tahun 2007 menjadi 102/100 ribu KH dan AKB menurun dari 34 pada
tahun 2007 menjadi 23/1000 KH. (SDKI, 2012).
Tercatat angka kematian bayi di NTB 1.299 kasus. Sementara tahun 2014,
turun menjadi 1.069 kasus dengan proposi 10,3 per 1.000 kelahiran hidup. Upaya
yang dilakukan pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota dalam menekan
angka kematian ibu dan bayi ini dengan mengoptimalkan peran posyandu dan
poskesdes.Factor penyebab angka kematian ibu dan bayi selain disebabkan oleh
pernikahan dini, bisa juga disebabkan karenamasyarakat masih menggunakan
jasa dukun beranak ketika melahirkan. (DIKES NTB, 2014)
Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan bayi, periode neonatal
merupakan periode yang paling kritis, pencegahan asfiksia, mempertahankan

5
suhu tubuh bayi terutama pada BBLR, pemberian ASI dalam usaha menurunkan
angka kematian oleh karena diare, pencegahan terhadap infeksi, pemantauan
kenaikan berat badan dan stimulasi psikologi merupakan tugas pokok bagi
pemantau kesehatan bayi dan anak. Hal ini akan memberikan konstribusi yang
positif dalam penurunan angka kematian bayi.Oleh karena itu peran bidan dalam
mengatasi terjadinya komplikasi pada bayi maka perlu dilakukan asuhan
kebidanan yang memadai dan paripurna dalam rangka melaksanakan fungsinya
untuk memelihara kesehatan reproduksi sehingga dapat meningkatkan kesehatan
dan taraf hidup ibu dan bayi yang pada akhirnya dapat menurunkan AKI dan
AKB. (Supartini, 2000)

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Diharapkan mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan pada
bayi BBL normal dengan menggunakan manajement kebidanan 7 langkah
varney.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Diharapkan mahasiswa mampu melakukan pengumpulan data dasar
pada By Ny N bayi baru lahir normal.
2. Diharapkan mahasiswa mampu menginterperestasikan data dasar pada
By Ny N dengan bayi baru lahir normal.
3. Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah
potensial pada By Ny N Bayi baru lahir normal.
4. Diharapkan mahasiswa mampu memberikan kebutuhan tindakan
segera pada By Ny N dengan bayi baru lahir normal.
5. Diharapkan mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan yang
menyuruh pada By Ny N dengan bayi baru lahir normal.
6. Diharapkan mahasiswa mampu melaksanakan recana asuhan
menyuruh pada By Ny N dengan bayi baru lahir normal.

6
7. Diharapkan mahasiswa mampu melakukan evaluasi asuhan pada By
Ny N dengan bayi baru lahir norma

1.3 Manfaat
1. Bagi Petugas Kesehatan
Sebagai bahan untuk menambah wawasan tentang bayi baru lahir normaldan
asuhan yang diberikan.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai tambahan sumber kepustakaan dan perbandingan pada bayi baru
lahir normal.
3. Bagi Mahasiswa
Mendapat pengalaman serta dapat menerapkan asuhan kebidanan pada bayi
baru lahir normal.
4. Bagi Klien
Memberikan informasi kepada klien tentang bayi baru lahir normal dan cara
perawatannya.

7
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Bayi Baru Lahir Normal


2.1.1 Pengertian
Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama
kelahiran (Saifuddin, 2002).
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur
kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram
sampai 4000 gram (Depkws RI, 2005).
Bayi baru lahir normal adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu.
Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38-42 minggu (Dona L. Wong,
2003).
Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500-4000 gram,
cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan congenital
(cacat bawaan) yang berat (M. Sholeh Khosim, 2007).
Ciri-ciri umum bayi baru lahir normal:
1. Berat badan : 2500-4000 gram
2. Panjang badan : 48-52 cm
3. Lingkar kepala : 33-35 cm
4. Lingkar dada : 30-38 cm
5. Masa kehamilan : 37-32
6. Denyut jantung : 180x/menit, turun 120x/menit
7. Respirasi : 80x/menit, turun 40x/menit
8. Kulit kemerahan licin
9. Kuku agak panjang dan lemas
10. Genitalia
a. Wanita : Labya mayora menutupi labya minora
b. Laki-laki : Testis sudah turun
11. Repleks hisap dan menelan, repleks moro, graft reflek sudah baik

8
12. Eliminasi baik urine dan mmekonium keluar dalam 24 jam pertama
13. Suhu : 36,5-37 (Asuhan bayi baru lahir, 2000)
2.1.2 Penanganan bayi baru lahir
Menurut Prawirohardjo, (2002) tujuan utama perawatan bayi segera
sesudah lahir, adalah:
1. Membersihkan jalan nafas bayi normal akan menangis spontan segera
setelah lahir, apabila bayi tidak segear langsung menangis, penolong
segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut:
a. Letakkan bayi pada possi terlentang ditempat yang keras dan
hangat.
b. Posisi kepala diatur lurus sedikit ke tengah dan belakang.
c. Bersihkan hidung, rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari
tangan yang dibungkus kasa steril.
d. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit
bayi dengan kain
2. Memotong dan merawat tali pusat
Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak
begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali pada
bayi kurang bulan. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi
dengan gunting stering dan diikay dengan pengikat steril. Apabila
masih terjadi perdarahan dapat dibuat ikatan baru. Lka tali pusat dapat
dibersihkan dan dirawat dengan alcohol 70 % atau providoon iodine
10% serta dibalut kasa steril. Pembalut tersebut diganti setiap hari
atau setiap tali basah/kotor.
Sebelum memotong tali pusat, dopastikan bahwa tali pusat telah
diklem dengan baik, untuk mencegah terjadinya perdarahan,
membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan.

9
3. Mempertahan suhu tubuh bayi
Pada waktu bayi lahir, bayi belum mampu mengatur tetap suhu
badannya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya
tetap hangat. Bayi baru lahir haru tetap dibungkus hangat.
4. Memberi vitamin K
Untuk mencegah terjadinya perdarahan, semua bayi baru lahir
normal dancukup bulanperlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari
selama 3 hari. Sedngakn bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral
dengan dosis 0,5-1 mg I.M
5. Memberi obat tetes / salep mata
Di beberapa negara perawatan mata bayi baru lahir secara hukum
harus diharuskan untuk mencegah oplitalmic neontorum. didaerah
dimana prevalensi gonorhoe tinggi, setiap bayi baru lahir perlu diberi
salep mata sesudah 5 jam bayi lahir. Pemberian obat mata eritromsin
0,5% atau tetrasiklin 1% dianjurkan untuk pencegahan penyakit mata
karena kalmidia (penyakit menular seksual)
6. Identifikasi bayi
a. Peralatan identifikasi bayibaru lahir harus selalu tersedia ditempat
penerimaan pasien, dikamar bersalin dan diruang rawat bayi.
b. Alat yang digunakan, hendaknya kebal air, dengan tepi yang halus
tidak mudah melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas.
c. Pada alat/gelang identifikasi harus tercantum : nama (bayi,
nyonya) tanggal lahir, nomor bayi, jenis kelamin, unit, nama
lengkap ibu.
d. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan
nama, tanggal lahir, nomor identifikasi.
7. Pemantauan Bayi Baru Lahir
Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui
aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan

10
bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong
persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.
2 jam pertama sesudah lahir meliputi :
a. Kemampuan menghisap kuat atau lemah
b. Bayi tampak aktif atau lunglai
c. Bayi kemerahan atau biru
Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya.
Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap
ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut
seperti :
a. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan
b. Gangguan pernapasan
c. Hipotermia
d. Infeksi
e. Catat bawaan dan trauma lahir
2.1.3 Pemeriksaan Fisik Pada Bayi Baru Lahir
1. Suhu badan dan lingkungan
2. Tanda-tanda vital
3. Berat badan
4. Mandi dan perawatan kulit
5. Pakaian
6. Perawatan tali pusat
2.1.4 Bayi Baru Lahir Normal Terbagi Menjadi 2 Masa
1. Reaktif I
Terjadi 15 30 menit pertama sesudah lahir
a. Bayi menggerakkan kepala
b. Takikardi terjadi dalam 3 menit pertama
c. Respirasi cepat, cuping hidung dan retraksi
d. Suhu tubuh turun diikuti aktivitas, tonus otot meningkat
e. Stimulasi para simpatis (bayi tidak menangis)

11
f. Reaksi khas dan respon
2. Reaktif II
Respirasi cepat, tonus cepat, warna kulit berubah
a. Respirasi cepat, tonus cepat, warna kulit berubah
b. Mucus oral menetap
c. Bayi responsif terhadap sentuhan, denyut jantung stabil
d. Pengeluaran mekonium
e. Stabilitas vasomotor dan pernapasan ireguler (mulut, hidung)
2.1.5 Penilaian Bayi Untuk Tanda-tanda Kegawatan
1. Bayi baru lahir dinyatakan sakit apabila mempunyai salah satu atau
beberapatanda-tanda berikut :
a. Sesak nafas
b. Frekuensi pernapasan 60x/mnt
c. Gerak retraksi di dada
d. Malas minum
e. Panas atau suhu bayi rendah
f. Kurang aktif
g. Berat lahir rendah (1500 2500 gr) dengan kesulitan minum
2. Tanda-tanda bayi sakit berat
a. Sulit minum
b. Sianosis sentral (lidah biru)
c. Perut kembung
d. Periode Apnea
e. Kejang / periode kejang-kejang kecil
f. Merintih
g. Perdarahan
h. Sangat kuning
i. Berat badan lahir < 1500 gr (Prawirohardjo, 2002).

12
2.1.6 Yang Perlu Diperhatikan Pada Bayi Baru Lahir

1. Kesatuan dan reaksi terhadap Perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan,
sekeliling. rangsangan atau suara keras yang mengejutkan
atau suara mainan.
2. Keaktifan Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan
dan kaki yang simetri pada waktu bangun.
Adanya tremor pada bibir, kaki dan tangan pada
waktu menangis adalah normal, tetapi bila hal ini
terjadi pada waktu tidur, kemungkinan gejala
suatu kelainan yang perlu dilakukan pemeriksaan
lebih lanjut.
3. Simetri Apakah secara keseluruhan badan seimbang.
4. Kepala Apakah tidak simetris, berupa tumor lunak di
belakang atas yang menyebabkan kepala tampak
lebih panjang akibat proses kelahiran, ukur
lingkar kepala.

5. Muka wajah Bayi tanpa ekspresi


6. Mata Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan
berupa bercak merah yang akan menghilang
dalam waktu 6 minggu.
7. Mulut Salivasi tidak terdapat pada bayi normal, bila
terdapat sekret yang berlebihan kemungkinan
ada kelainan bawaan saluran cerna.
8. Leher, dada, abdomen Melihat adanya cedera akibat persalinan, ukur
lingkar dada.

13
9. Punggung Adakah benjolan atau tumor atau tulang
punggung dengan lakukan yang kurang
sempurna.
10. Bahu, tangan, sendi, tungkai Perlu diperhatikan bentuk, geraknya, fraktur,
paresis.
11. Kulit dan kuku Dalam keadaan normal kulit berwarna
kemerahan. Kadang-kadang didapatkan kulit
yang mengelupas ringan, pengelupasan yang
berlebihan harus dipikirkan kemungkinan adanya
kelainan.
12. Kelancaran menghisap dan Harus diperhatikan.
pencernaan
13. Tinja dan kemih Diharapkan keluar dalam 24 jam pertama.
Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba
membesar, tanpa keluarnya tinja disertai muntah,
dan mungkin dengan kulit kebiruan harap segera
konsultasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
14. Berat badan Sebaiknya tiap hari dipantau, penurunan berat
badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir,
menunjukkan kekurangan cairan.

2.1.7 Reflek-reflek Untuk Menilai Keadaan Bayi


1. Reflek Moro
Reflek ini terjadi karena adanya reaksi miring terhadap rangsangan
mendadak.Refleksnya simetris dan terjadi pada 8 minggu pertama
setelah lahir. Tidak adanya refleks moro menandakan terjadinya
kerusakan atau ketidakmatangan otak.

14
2. Refleks Rooting / Refleks Dasar
Dalam memberikan reaksi terhadap belaian di pipi atau sisi mulut,
bayi akan menoleh ke arah sumber rangsangan dan membuka
mulutnya siap untuk menghisap.
3. Refleks Menyedot dan Menelan / Refleks Sucking
Berkembang dengan baik pada bayi normal dan dikoordinasikan
dengan pernafasan. Ini penting untuk pemberian makan yang aman
dan gizi yang memadai.
4. Refleks Mengedip dan Refleks Mata
Melindungi mata dari trauma.
5. Refleks Graphs / Plantar
Genggaman tangan diperoleh dengan menempatkan jari atau pensil di
dalam telapak tangan bayi yang akan menggenggam dengan erat.
Reaksi yang sama dapat ditunjukkan dengan membelai bagian bawah
tumit (genggam telapak kaki).
6. Refleks Walking / Berjalan dan Melangkah
Jika disangga secara tegak dengan kaki menyentuh permukaan yang
rata-rata bayi akan terangsang untuk berjalan.
7. Refleks Tonik Neck
Pada posisi terlentang lengan disamping tubuh tempat kepala menoleh
kearah itu terulur sedangkan lengan sebelah terkulai.
8. Refleks Tarik
Jika didudukkan tegak, kepala bayi pada awalnya akan terkulai ke
belakang lalu bergerak ke kanan sesaat sebelum akhirnya tertunduk ke
arah depan (Asuhan Bayi Baru Lahir, 2000).

15
2.1.8 Tabel Penilaian Bayi Baru Lahir Normal
Sistem Penilaian APGAR
Tanda 0 1 2
A : Appearance colour Biru atau Tubuh Seluruh tubuh
(warna kulit) pkemerahan, kemerahan
uekstremitas
cbiru
a
t
P : Pulse (Heart Tidak ada Dibawah Diatas 100x/mnt
Rate) frekuensi 100x/mnt
jantung
G : Grimace Tidak ada Sedikit Menangis, baik atau
(reaksi terhadap gerakan mimik bersin
rangsangan)
A : Activity Lumpuh Ekstremitas Gerakan aktif
(Tonus otot) dalam fleksi
sedikit
R : Respiration Tidak ada Lemah, tidak Menangis kuat
(usaha nafas) teratur

16
BAB III
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA BY NY N DENGAN BAYI BARU LAHIR


NORMAL HARI KEDUA DI RUANG NICU RSUD PATUT PATUH PATJU
LOMBOK BARAT TAHUN 2016

Tanggal pengkajian : 23 Desember 2016


Jam : 14.15
No rekam medik : 175921
Tempat pengkajian : Ruang Nicu RSUD Patut Patuh Patju
PENGUMPULAN DATA
1. DATA SUBYEKTIF
A. Identitas
a. Identitas bayi
Nama : By Ny N
Umur bayi : 2 hari
Tgl / jam lahir : 22 Desesmber 2016/ 13:30
Jenis kelamin : laki-laki
Tanggal MRS : 22 Desember 2016
Anak ke :2
b. Identitas orang tua
Identitas klien
Nama ayah : Tn S Nama Ibu : Ny N
Umur : 36 tahun Umur : 34 tahun
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/bangsa : Sasak/Indonesia Suku/bangsa :
Sasak/Indonesia
Pendidikan : SD Pendidikan :SD
Pekerjaan : Petani Pekerjaan : Petani

17
Alamat : Rumak barak selatan Alamat : Rumak
barak selatan
B. Keluhan Utama/alas an kunjungan
Ibu mengatakan bayi lahir normal

C. Riwayat keluhan utama


Ibu mengatakan bayi lahir normal 22 Desember 2016 pukul 13:30 dengan
cara SC, di karenakan letak bayi sungsang, langsung menangis, dan
dirawat gabung bersama ibunya.

D. Riwayat antenatal
1. Penyakit / kesehatan ibu dan pengobatan
Sebelum hamil: Ibu mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit seperti
(DM, hipertensi, jantung, dll)
Selama hamil: Ibu mengatakan umur kehamilan bulan ke 8 (trimester
III) merasakan bengkak dikaki
2. Kebiasaaan waktu hamil
Makan : 3x sehari, porsi 1 piring
Obat/ jamu: Ibu mengonsumsi tablet fe dan vitamin B dari bidan
Merokok : Tidak
Aktivitas : Mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Lain-lain : Tidak ada
3. ANC : dilakukan anc sebanyak 4 kali di puskesmas Gerung.

E. Riwayat proses persalinan


Umur kehamilan : 36 minggu
Kehamilan tungggal/kembar : Tunggal
Letak bayi : Sungsang
Tanda gawat janin sebelum lahir : Tidak ada
Lama persalinan kala I / penyulit kala I : 3 jam/ lahir dengan SC

18
Lama persalinan kala II / penyulit kala II : 30 menit
Ketuban pecah : Pada saat bersalin
Warna air ketuban : jernih
Jumlah :250 cc
Bau : Normal
tempat bersalin : RSUD patut patuh patju
Apgar score : 8-9
Ditolong oleh : Dokter SPOG
BBL/PBL : 3050 gram / 49 cm
Menetek pertama kali IMD :Tidak dilakukan IMD
Jenis dan indikasi obat yang diberikan selama persalinan: obat bius dan
infus
Resusitasi : Tidak ada
Imunisasi :Hb O

F. Pola kebiasaan sehari-hari


1. Nutrisi
1. Makan/Minum
Frekuensi : setiap 2 jam sekali
Porsi : Sampai bayi kenyang
Jenis makanan : ASI
2. Eliminasi
a. BAB
Frekuensi :
Konsistensi : Lembek
Warna : Hitam
Keluhan : Tidak ada
b. BAK
Frekuennsi :
Warna : Tidak terlalu kuning

19
Keluhan : Tidak ada
3. Personal hygiene
Mandi : 1x dalam sehari
Keramas : 1x dalam sehari
Ganti pakaian : 3x dalam sehari

G. Riwayat imunisasi
Jenis Tgl Tgl Tgl Tgl Keterangan
imunisasi Imunisasi Imunisasi Imunisasi Imunisasi
BCG Tidak
diberikan
Polio Tidak
diberikan
DPT Tidak
diberikan
HB 22/12/2016
Campak Tidak
diberikan

2. DATA OBYEKTIF
Keadaan umum : Baik
Diagnose medis : BBL NormalCB SMK SC
Tindakan medis : Rawat gabung
1. Pemeriksaan bayi
a. Keadaan umum
Aktivitas : Bergerak aktif
Warna kulit : Kemerahan
Tangisan : Keras
b. Tanda vital
Suhu : 36,5

20
Pernafasan : 50x/ menit
Denyut jantung : 144x/ menit
c. Pemeriksaan antropometri
Berat badan saat ini : 3050 (gr)
Lingkar dada : 36 (cm)
Lingkar kepala : 34 (cm)
Lingkar Lengan : 11 (cm)
d. Pemeriksaann fisik
1) Kepala
Inspeksi : Terdapat rambut di kepala, rambut berwarna hitam,
tidak ada benjolan dan kelainan.
Palpasi : Tidak ada massa atau area lunak di tulang tengkorak.
fontanel dan sutura dalam keaadan normal
2) Mata
Inspeksi : Kelopak mata terbuka, refleks mengedip ada, pupil
beraksi bila ada cahaya, conjungtiva tmerah muda, tidak
ada tanda-tanda infeksi, reflex pupil (+), refleks
mengedip (+).
3) Telinga : Normal, bersih
Inspeksi : Posisi telinga berada garis lurus dengan mata, kulit
telinga tidak kendur, pembentukkan tulang rawan
terbentuk dengan baik dan kokoh, tidak terdapat
kotoran.
4) Hidung : Normal
Inspeksi : Posisi hidung di garis tengah, terdapat dua lubang pada
hidung, dan bernafas melalui hidung.
5) Mulut
Inspeksi : Tidak ada sumbing, bibir dan mulut normal, bibir
berwarna merah, terdapat refleks rooting positif,
sucking positif, swallowing positif.

21
6) Leher
Inspeksi : Bentuk simetris, terdapat pergerakan sendi bebas, .
Palpasi : Tiroid di garis tengah, tidak ada limfe, tidak ada
benjolan dan pembengkakan
7) Dada
Inspeksi : Pola nafas normal, putting susu menonjol, tidak ada
pembesaran mamae, putting susu pada garis sejajar dan
tidak ada puting tambahan
Auskultasi : Frekuensi suara nafas normal , denyut jantung terdengar
normal 144x/menit
8) Abdomen
Inspeksi : Abdomen bundar dan simetris
Palpasi : Abdomen teraba lunak
Perkusi : Pada Saat perut bayi diketuk, tidak ada tanda perut bayi
kembung diketuk
Auskultasi : Bising usus ada
Lain-lain : Tidak ada
9) Bahu, tangan dan lengan
Inspeksi : Jumlah lengan dan tangan 2,jumlah jari lengkap 10,
warna kemerahan, gerakan tungkai aktif, serta lengan
simetris dan aktif
10) Genetalia
Laki-laki
Inspeksi : Terdapat dua testis didalam skrotum dan menurun,
penis berlubang
11) Tungkai dan kaki
Inspeksi : Jumlah kaki lengkap (2), bergerak aktif, jumlah jari
lengkap (10)
12) Punggung
Inspeksi : Simetris, tidak ada bnjolan

22
13) Anus
Inspeksi : Terdapat lubang anus, dan pengeluaran mekonium 24
jam
14) Kulit
Inspeksi
Verniks : Tidak ada
Lanuago : Ada
Warna : Kemerahan
Bercak hitam (tanda lahir) : Tidak ada
Lain-lain jelaskan : Tidak ada

3. Pemeriksaanpenunjang
1. Laboratorium : Tidak dilakukan
2. Radiologi : Tidak dilakukan

II. INTERPRESTASI DATA DASAR


Diagnosa : bbl normal cb smk sc
DS :
1. Bayi Ny N umur 2 hari, jenis kelamin laki-laki
2. Ibu mengatakan melahirkan secara SC dikarenakan letakbayi sungsang
3. Ibu mengatakan bayi sudah diberi ASI setiap 2 jam sekali
4. Ibu mengatakan bayi sudah BAB dan BAK
DO :
1. Keadaan umum : Baik
2. Diagnose medis :
3. Tindakan medis : Rawat gabung
4. Ttv : Suhu 36,5 , HR 144x/ menit, RR 50x/menit dalam keadaan baik
dan dalam keadaan normal

23
5. Pemeriksaan antropometri:
6. Berat badan saat ini : 3050 (gr)
7. Lingkar dada : 36 (cm)
8. Lingkar kepala : 34 (cm)
9. Lingkar Lengan : 11 (cm)
10. Pemeriksaann fisik: Pemeriksaan fisik dari kepala sampai kaki baik dan
dalam keadaan normal

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL


Diagnosa / masalah potensial : Hipotermi, hipetermi, infeksi.

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


Mandiri : Menjaga kehangatan bayi
Kolaborasi : Tidak ada
Rujukan : Tidak ada

V. RENCANA ASUHAN MENYELURUH


Hari/ Tgl : 23 Desember 2016
Waktu : 14.15
1. Beritahu ibu hasil pemeriksaan
2. Jaga kehangatan bayi
3. Berikan pendidikan kesehatan mengenai :
a. Asi ekslusif
b. Tehnik menyusi
c. Tanda bahaya BBL

24
VI. PELAKSANAAN
Hari/ Tgl : 23desember 2016
Waktu : 14:15
1. Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa bayi dalam keaadan baik suhu
36,5 , HR 144x/ menit, RR 50x/menit, berat badan saat ini 3050 (gr),
lingkar dada 36 (cm), lingkar kepala 34 (cm), lingkar lengan 11 (cm),
pemeriksaan fisik dari kepala sampai kaki baik dan dalam keadaan normal.
2. Menjaga kehangatan bayi dengan cara bayi di selimuti atau di bedong,
memakaikan topi, mengoleskan minyak telon dan mengganti baju atau
popok bayi jika basah.
3. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai
a. Pentingnya ASI ekslusif, sampai bayi berusia 6 bulan tanpa diberi
makanan tambahan apapun
b. Tehnik menyusui yang benar, dengan cara:
1) Atur posisi bayi
2) Oleskan air susu di daerah sekitaran puting agar putting susu tidak
keras dan lecet
3) Perut dan dada bayi menempel di perut ibu, telinga, bahu, lengan
dan kaki sejajar. Tangan bayi yang satunya berada dibelakang
punggung ibu.
4) Sokong payudara sampai semua areola masuk semua kemulut bayi
5) Melepaskan putting susu dengan menekan di bagian dagu
6) Setelah itu letakkan bayi didada ibu, dagu bayi di atas bahu ibu dan
jangan menutupi saluran pernafasan bayi kemudian di tepuk
punggung bayi selama 10-15 menit.
c. Menjelaskan tanda-tanda bahaya pada BBL
1) Malas minum
2) Panas atau suhu tubuh bayi rendah
3) Kurang aktif
4) Berat lahir rendah (1500-2500 gr) dengan kesulitan minum

25
VII. EVALUASI
Hari/Tgl : Sabtu, 23 Desember 2016
Waktu : 14:15
1. Ibu mengerti keadaan bayinya
2. Bayi sudah di jaga kehangatannya
3. Ibu mengerti mengenai penkes yang di berikan

CATATAN PERKEMBANGAN
HARI/TANGGAL JAM CATATAN
PERKEMBANGAN
Minggu, 24 Desember 12.00 S: Menyusui (+/+)
2016 O: Bayi bergerak aktif,
tangis keras, muntah (-),
kembung (-), syanosis (-),
BAB/BAK (+)/(+), Berat
Badan 3050 (gr)
A:BBL normal hari ke 3
P:
13:00 a. Rawat gabung bersama
ibunya
13:30 b. Menjaga Kehangatan
13:50 c. Memberi ASI yang
cukup
14:00 d. Advice, pasien
diberikan pulang oleh
14:30 dokter
e. Bayi Ny N pulang

26
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan
Dari pengkajian data yang didapat dari By Ny N usia dua hari
didapatkan bahwa bayi termasuk dalam golongan Bayi Baru Lahir Normal
dengan berat badan 3050 gram dan panjang badan 49 cm. Saat dilakukan
pemeriksaan pada bayi, keadaan umum bayi aktif, tangisan keras, Tanda-
tanda vital: Suhu 36,5 C, HR 144x/menit, RR 50x/menit, Pemeriksaan
Antropometri: Lingkar kepala 34 cm, lingkar dada 36 cm, lingkar lengan 11
cm, head to toe dalam keadaan normal.
Setelah dilakukan pengkajian data, maka didapatkan interpretasi data
dasar berupa diagnose yaitu By Ny N usia dua hari, lahir secara SC
dikarenakan letak sungsang dengan usia kehamilan 36 minggu, kehamilan
tunggal dengan diagnosa Bayi Baru Lahir Normal CB SMK SC, keadaan ibu
baik dan bayi aktif. Data subyektif yaitu By Ny N umur 2 hari jenis kelamin
laki-laki, bayi diberi ASI dua jam sekali, bayi sudah BAB dan BAK tanpa
keluhan. Data obyektif yaitu , keadaan umum bayi aktif, tangisan keras,
Tanda-tanda vital: Suhu 36,5C, HR 144x/menit, RR 50x/menit, Pemeriksaan
Antropometri: Lingkar kepala 34 cm, lingkar dada 36 cm, lingkar lengan 11
cm, head to toe dalam keadaan normal.
Identifikasi diagnosa dan masalah potensial yang mungkin terjadi pada
By Ny N adalah hipotermi, hipetermi, dan infeksi. Identifikasi kebutuhan
segera yang dilakukan secara mandiri yaitu dengan menjaga kehangatan bayi.
Selanjutnya membuat rencana asuhan menyeluruh pada By Ny N
dengan cara jaga kehangatan bayi, berikan pendidikan kesehatan tentang asi
esklusif, tehnik menyusui yang benar, tanda bahaya BBL. Selanjutnya
pelaksanaan dari rencana asuhan yang diberikan menjaga kehangat bayi
dengan di selimuti atau di bedong, memakaikan topi, mengoleskan minyak
telon, dan mengganti baju atau popok bayi jika basah, memberikan

27
pendidikan kesehatan pentingnya asi ekslusif sampai bayi berusia 6 bulan
tanpa diberi makanan tambahan apapun, tanda bahaya BBL seperti malas
minum, kurang aktif, panas atau suhu tubuh bayi rendah, berat lahir rendah
(1500-2500 gr) dengan kesulitan minum
Evaluasi yang dilakukan bayi sudah dijaga kehangatannya dengan
dibedong, dipakaikan topi, dioleskan minyak telon, mengganti baju atau
popok bayi yang basah, memberikan pendidikan kesehatan kepada Ny N
tentang pentingnya asi esklusif, sampai bayi berusia 6 bulan tanpa diberi
makanan tambahan, Tehnik menyusui yang benar, dengan cara: Atur posisi
bayi, Oleskan air susu di daerah sekitaran puting agar putting susu tidak keras
dan lecet, Perut dan dada bayi menempel di perut ibu, telinga, bahu, lengan
dan kaki sejajar. Tangan bayi yang satunya berada dibelakang punggung ibu,
Sokong payudara sampai semua areola masuk semua kemulut bayi,
Melepaskan putting susu dengan menekan di bagian dagu, Setelah itu
letakkan bayi didada ibu, dagu bayi di atas bahu ibu dan jangan menutupi
saluran pernafasan bayi kemudian di tepuk punggung bayi selama 10-15
menit, dan ibu sudah mengerti tentang keadaan bayinya.

28
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1. Mahasiswa mampu melakukan pengumpulan data dasar pada By Ny N bayi
baru lahir normal.
2. Mahasiswa mampu menginterperestasikan data dasar pada By Ny N dengan
bayi baru lahir .
3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial pada By
Ny N Bayi baru lahir normal.
4. Mahasiswa mampu memberikan kebutuhan tindakan segera pada By Ny N
dengan bayi baru lahir normal.
5. Mahasiswa mampu menyusun rencana asuhan yang menyuruh pada By Ny
N dengan bayi baru lahir normal.
6. Mahasiswa mampu melaksanakan recana asuhan menyuruh pada By Ny N
dengan bayi baru lahir normal.
7. Mahasiswa mampu melakukan evaluasi asuhan pada By Ny N dengan bayi
baru lahir normal.

5.2 Saran
1. Bagi Mahasiswa
Hendaknya mahasiswa dapat lebih memperhatikan setiap kasus yang
terjadi di tempat praktek sehingga mahasiswa dapat menyusun setiap asuhan
kebidanan yang sesuai.
2. Bagi Instansi Pelayanan
Dalam memberikan pelayanan kesehatan hendaknya harus sesuai
dengan wewenang yang telah ditentukan serta dapat bekerja sama dengan
klien dan dapat memahami sedalam-dalamnya tentang masalah yang dialami
klien agar dapat memberikan pelayanan kesehatan secara optimal.

29
3. Bagi Instansi Pendidikan
Dapat memberikan bimbingan kepada mahasiswa baik dari segi teori
maupun keterampilan secara maksimal agar mahasiswa dapat bekerja secara
mudah dan mandiri dalam memberikan pelayanan dengan baik dan benar
sesuai dengan protap yang ada.
4. Bagi klien
Dapat memberikan informasi kepada klien tentang bayi baru lahir
normal dan cara perawatannya

30
DAFTAR PUSTAKA
Depkes, RI. 2009. Pedoman Asuhan Byi Baru Lahir Terpadu. Jakarta: Depkes RI
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.
Universitas Padjadjaran. 2000. Asuhan Bayi Baru Lahir. Bandung. Universitas
Padjadjaran
Prawirohardjo , Sarwono . 2005 . Ilmu Kebidanan . Jakarta : YBP SP
Salmah , dkk . 2005 . Asuhan Kebidanan Antenatal . Jakarta: EGC
SDKI, 2012. Survei Demografi Kesehatan Indonesia:
Supartini Yupi. 2004. Buku Ajar Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta : ECG.

31