Anda di halaman 1dari 2

PENANGANAN AWAL GIGITAN /

SENGATAN SERANGGA
SOP No. Dokumen :
No. Revisi :
Halaman :

PUSKESMAS Ttd Kepala Puskesmas kejajar dr.R Danang SS,MM


KEJAJAR I NIP. 196912062007011009

1. Pengertian Reaksi hipersensiivitas atau alergi pada kulit akibat gigitan, kontak
maupun sengatan dari serangga. Misalnya nyamuk, lalat, bugs dan kutu
yang dapat bersifat local maupun sistemik
2. Tujuan Menegakkan diagnosa, memberikan penatalaksanaan pada kasus insect
bite
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas nomor

4. Referensi Permenkes no 05 tahun 2014 tentang PANDUAN PRAKTIK KLINIS


BAGI DOKTER DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN
PRIMER
5. Alat dan bahan Stetoskop
EKG
Selang O2
Tabung O2
6. Langkah-langkah 1. Anamnesis
1.1 Rasa tidak nyaman, nyeri, kemerahan, nyeri tekan, hangat atau
bengkak pada daerah tubuh yang digigit, umumnya tidak tertutup
pakaian.
1.2 Delay reaction (setelah 10-14 hari) :reaksi gatal seluruh tubuh,
urtikaria dan angioderma. Demam, malaise, sakit kepala.
1.3 Faktor resiko: lingkungan banyak serangga, riwayat alergi/atopi.

2. Pemeriksaan fisik
2.1 Tanda Patognomonis
Urtika dan papul timbul secara simultan di tempat gigitan,
dikelilingi zona eritematosa.
Di bagian tengah tampak titik (punktum) bekas tusukan/gigitan,
kadang hemoragik, atau menjadi krusta kehitaman.
Bekas garukan karena gatal.

2.2 Dapat timbul gejala sistemik seperti:


Takipneu
Stridor
Wheezing
Bronkospasme
Hiperaktif peristaltik
Dapat disertai tanda-tanda hipotensi orthostatic

2.3 Pada reaksi lokal yang parah dapat timbul eritema generalisata,
urtikaria, atau edema pruritus, sedangkan bila terdapat reaksi
sistemik menyeluruh dapat diikuti dengan reaksi anafilaksis
3. Penatalaksanaan
PENANGANAN AWAL GIGITAN /
SENGATAN SERANGGA
No. Dokumen :
SOP No. Revisi :
Tgl. Terbit :
PUSKESMAS Halaman :
KEJAJAR Kepala Puskesmas kejajar dr.R Danang SS,MM
Ttd NIP. 196912062007011009

3.1 Prinsip penanganan kasus ini adalah dengan mengatasi respon


peradangan baik yang bersifat local maupun sistemik. Reaksi
peradangan local dapat dikurangi dengan sesegera mungkin
mencuci daerah gigitan dengan air dan sabun, serta kompres es
3.2 Atasi keadaan akut terutama pada angioedema karena dapat terjadi
obstruksi saluran napas. Penanganan pasien dapat dilakukan di
Unit Gawat Darurat. Bila disertai obstruksi saluran napas
diindikasikan pemberian ephinefrin sub kutan. Dilanjutkan dengan
pemberian kortikosteroid Prednison 60-80 mg/hari selama 3 hari,
dosis diturunkan 5-10 mg/hari.
3.3 Dalam kondisi stabil, terapi yang dapat diberikan yaitu:
a. Antihistamin sistemik golongan sedatif: misalnya hidroksizin
2x25 mg per hari selama 7 hari atau Chlorpheniramine Maleat 3x4
mg selama 7 hari atau Loratadine 1x10 mg per hari selama 7 hari.
b. Topikal: Kortikosteroid topical potensi sedang-kuat: misalnya
krim mometasone furoat 0.1% atau krim betametason evalerat
0.5% diberikan selama 2 kali sehari selama 7 hari.
3.4 Konseling & Edukasi Keluarga diberikan penjelasan mengenai:
1. Minum obat secara teratur.
2. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, memakai baju
berlengan panjang dan celana panjang, pada beberapa kasus boleh
memakai mosquito repellent jikadiperlukan, dan lain-lain agar
terhindar dari gigitan serangga.
4. Kriteria rujukan Jika kondisi memburuk, yaitu dengan makin
bertambahnya patch eritema, timbul bula, atau disertai gejala sistemik
atau komplikasi.

7. Unit terkait Rawat Jalan, Rawat Inap, IGD

Rekaman historis perubahan


Tgl.mulai
No Yang dirubah Isi Perubahan
diberlakukan