Anda di halaman 1dari 51

LAPORAN RESMI

PRATIKUM MEKANIKA BATUAN

Oleh :
DIOS WIDODO
121016131201012

Dosen Pengampu :
Drs. Bambang Heriyadi, M.T.
Yahdi Azzuhry, S.T., M.Eng.
Tri Gamela Saldy, S.T.

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN RESMI
PRATIKUM MEKANIKA BATUAN

Oleh :
DIOS WIDODO
121016131201012

Diajukan sebagai syarat akhir pratikum Mekanika Batuan pada semester IV


Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas teknik
Universitas Muara Bungo

Disahkan Oleh :

Dosen Pengampu

Yahdi Azzuhry, S.T., M.Eng. Tri Gamela Saldy, S.T.

Koordinator Dosen Pengampu

Drs. Bambang Heriyadi, M.T.


NIP. 19641114 198903 1 002

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
RINGKASAN

Laporan pratikum ini berupa laporan pengujian sifat fisik dan mekanik
batuan. Pada pengujian sifat fisik, pengujiannya dilakukan tanpa merusak sampel
sedangkan pada pengujian sifat mekanik dilakukan dengan merusak sampel.
Adapun pengujian sifat mekanik batuan pada laporan ini berupa pengujian point
load test, pengujian kuat tekan UCS, pengujian kuat geser, dan pengujian kuat
tarik tidak langsung,
Pada pengujian sifat fisik dihasilkan 10 parameter yaitu bobot isi asli,
bobot isi kering, bobot isi jenuh, apperent specific gravity, true specific gravity,
kadar air asli, kadar air jenuh, derajat kejenuhan, porositas dan void ratio. Pada
pengujian point load test, parameter yang dihasilkan berupa nilai kuat tekan. Pada
pengujian kuat tekan UCS, parameter dihasilkan berupa kuat tekan batuan,
Modulus Young (E), Nisbah Poisson. Pada pengujian kuat geser parameter yang
dihasilkan adalah kurva intrinsic, kuat geser, kohesi, tegangan normal, dan sudut
geser dalam. Pada pengujian kuat tarik tidak langsung parameter yang dihasilkan
adalah kurva intrinsic dan lingkaran mohr, kuat tarik, kohesi, dan sudut geser
dalam.
Pengujian pengujian yang dilakukan tersebut sangat berkaitan dalam
operasi penambangan, seperti pekerjaan terowongan, pemboran, penggalian,
peledakan, pembuatan lereng tambang, dan pekerjaan lainnya. Untuk mencapai
tingkat keamanan yang tinggi, maka perlu dilakukan pengujian pengujian baik
sifat fisik maupun sifat mekanik batuan. Hasil pengujian tersebut akan
mempengaruhi bagaimana rancangan atau kontruksi pada lokasi penambangan
yang akan ditambang. Oleh karena itu, sebagai engineer pertambangan sudah
semestinya kami mempelajari dan memahami pengujian pengujian tersebut,
agar dapat mengaplikasikannya pada dunia pertambangan kedepannya.
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT. Karena atas rahmat-NYA laporan


Pratikum Mekanika Batuan ini (Pengujian Sifat Fisik, Uji Beban Titik, Point Load
Test, Pengujian Kuat Tekan Uniaksial, Pengujian Geser Langsung, dan Brazillian
Test) ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Laporan mekanika batuan ini dibuat dengan berbagai observasi dan
beberapa batuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan
dan hambatan selama megerjakan laporan ini. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan laporan ini.
Adapun tujuan dari pembauatan laporan ini adalah untuk memberikan
pengetahuan lebih mengenai kegiatan pratikum mekanika batuan, sehingga dapat
diaplikasikan pada dunia pertambangan nantinya di saat bekerja.
Semoga laporan Mekanika Batuan ini dapat menjadi evaluasi dan tolak
ukur dalam pelaksanaan pratikum mekanika batuan dan menjadi bahan perbaikan
untuk masa yang akan datang. Akhirnya, semoga laporan ini bermanfaat.

Padang, Agustus 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul...............................................................................................
Halaman Pengesahan ....................................................................................
Halaman Persembahan ..................................................................................
Ringkasan ......................................................................................................
Kata Pengantar ..............................................................................................
Daftar isi ........................................................................................................
BAB
I. Laporan acara 1 (Pengujian Sifat Fisik) ............................................
II. Laporan acara 2 (Pengujian Point Load) ...........................................
III. Laporan acara 3 (Pengujian Kuat Tekan Uniaxial) ...........................
IV. Laporan acara 4 ( Pengujian Kuat Geser Langsung) ........................
V. Laporan acara 5 (Pengujian Kuat Tarik Tidak Langsung) ................
VI. Kesimpulan dan Saran.......................................................................
Daftar Pustaka ...............................................................................................
BAB I PENGUJIAN SIFAT FISIK
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
Acara 1 : Uji Sifat Fisik Batuan

Disusun Oleh :
DIOS WIDODO
121016131201012

Pelaksanaan Pratikum
Hari/Tanggal : Selasa, 01 - 08 - 2017
Dosen : Drs. Raimon Kopa, M.T.
Asisten Pembimbing : Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRATIKUM MEKANIKA BATUAN

Acara 1 : Pengujian Sifat Fisik

Oleh :

Nama : Dios Widodo


NPM/Nim : 121016131201012
Asisten Pembimbing : Tri Gamela Saldy, S.T.
: Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tanggal : Agustus 2017


Disahkan Oleh :

(Roro Rasi Putra)


Asisten Laboratorium Mekbat
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT. Atas segala


nikmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pratikum
mekanika batuan ini dan tak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada
junjungan Nabi Muhammad SAW sehingga akhir zaman.
Laporan pratikum mekanika batuan ini yaitu mengenai pengujian sifat
fisik batuan (bobot isi asli, bobot isi kering, bobot isi jenuh, apperent specific
gravity (GSA), true specific gravity (GST), kadar air asli, kadar air jenuh, derajat
kejenuhan, porositas, serta angka pori (Void ratio).
Dalam penulisan laporan ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, baik bantuan moril maupun non moril. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Bambang Heriyadi, M.T. selaku Dosen mata kuliah mekanika
batuan (Universitas Negeri Padang).
2. Bapak Tri Gamela Saldy, S.T. selaku pembimbing dan pemateri dalam
pelaksanaan pratikum mekanika batuan.
3. Roro rasi Putra selaku Asisten Pratikum Mekanika Batuan Universitas Negeri
Padang.
4. Dan semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung telah
membantu, sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun guna kesempurnaan dimasa yang akan datang.
Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Padang, Agustus 2017

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul...............................................................................................
Halaman Pengesahan ....................................................................................
Kata Pengantar ..............................................................................................
Daftar Isi........................................................................................................
Daftar Gambar ...............................................................................................
Daftar Tabel ..................................................................................................
Daftar Lampiran ............................................................................................
BAB I Pendahuluan ...................................................................................
BAB II Dasar Teori ......................................................................................
BAB III Pelaksanaan Pratikum .....................................................................
3.1 Tujuan Pratikum .......................................................................
3.2 Alat dan Bahan .........................................................................
3.3 Prosedur Pratikum ....................................................................
BAB IV Pembahasan ....................................................................................
BAB VI Penutup ...........................................................................................
Daftar Pustaka ...............................................................................................
Lampiran
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Data Hasil Percobaaan Uji Sifat Fisik......................................


Tabel 4.2 Hasil Pengolahan Data Percobaan Uji Sifat Fisik ....................
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Neraca Listrik ............................................................................


Gambar 3.2 Oven (Pemanas Sampel) ...........................................................
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

Batuan mempunyai sifat-sifat tertentu yang perlu diketahui dalam mekanika


batuan dan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Sifat fisik batuan seperti massa jenis, specific gravity, porositas, void
ratio, absorpsi, dll.
2. Sifat mekanik batuan seperti kuat tekan, kuat tarik, modulus elastisitas,
poissons ratio, kuat geser, dll.
Kedua sifat batuan tersebut dapat ditentukan baik di laboratorium maupun di
lapangan (insitu).
Penentuan sifat fisik dan mekanik batuan di laboratorium pada umumnya
dilakukan terhadap percontoh (sample) yang diambil di lapangan. Satu percontoh
dapat digunakan untuk menentukan kedua sifat batuan tersebut. Pertama-tama
adalah penentuan sifat fisik batuan yang merupakan pengujian tak merusak
(non destructive test), kemudian dilanjutkan dengan pengujian sifat mekanik
batuan yang merupakan pengujian merusak (destructive test) sehingga batu uji
hancur.
Pengujian terhadap batuan yang dapat dilakukan di laboratorium mekanika
batuan meliputi:
1. Uji Sifat Fisik, untuk menentukan : Massa Jenis asli ( nat) Massa Jenis
kering ( dry) Massa Jenis jenuh ( sat) Berat jenis nyata ( tr)
Berat jenis semu ( app) Kadar air asli (Wnat)
Kadar air jenuh (absorption, Wsat) Derajat kejenuhan (S)
Porositas (n)

Angka pori (e).

2. Perhitungan Rock Quality Designation (RQD), untuk mengetahui : Kualitas


batuan.
3. Uji Beban Titik (Point Load Test), untuk mengetahui : Kuat tekan uniaksial
secara tidak langsung.
4. Uji Kuat Tarik Tidak Langsung (Brazillian Test), untuk mengetahui : Kuat
tarik ( T) secara tidak langsung
5. Uji Kuat Tekan Uniaksial, untuk menentukan : Kuat tekan uniaksial ( C)
Batas elastik ( E) Modulus elastisitas (E)
Nisbah poisson (poissons ratio, )

6. Uji Geser Langsung, untuk menentukan : Garis Coulombs shear strength


Kuat geser (shear strength)
Sudut geser dalam ( ) Kohesi ( c )
7. Uji Triaksial, untuk menentukan :

Selubung kekuatan (strength envelope) Kuat geser (shear strength)


Sudut geser dalam ( ) Kohesi ( c )
8. Uji Kecepatan Rambat Gelombang Ultrasonik. Parameter yang diukur :
Kecepatan rambat gelombang tekan ( Vp )
Kecepatan rambat gelombang geser ( Vs )

Untuk mengetahui : Konstanta elastik secara dinamik.

9. Uji Schmidt Hammer, untuk mengetahui :

Kuat tekan uniaksial berdasarkan jumlah rebound.


BAB II
DASAR TEORI

Batuan memiliki sifat fisik dan mekanik. Yang termasuk sifat fisik batuan
adalah sebagai berikut :
1. Bobot isi asli ( )
Merupakan perbandingan antara beratbatuan asli dengan volume total batuan

Rumus : = gram/cm3

2. Bobot isi kering ( )


Merupakan perbandingan antara berat batuan kering dengan volume total
batuan

Rumus ; = gram/cm3

3. Bobot sisi jenuh ( )


Merupakan perbandingan antara berat batuan jenuh dengan volume total
batuan

Rumus : = gram/cm3

4. Apparent specific gravity ( )


Merupakan perbandingan antara bobot isi kering batuan dengan bobot isi air

Rumus : =

5. True specific gravity ( )


Merupakan perbandingan antara bobot isi butirran dengan bobot isi air

Rumus : =

6. Kadar air asli ( )


Merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan asli dengan berat
butiran batuan dan dinyatakan dalam %

Rumus : = 100%

7. Kadar air jenuh ( )


Merupakan perbandingan antara berat air dalam batuan dengan berat butiran
batuan yang dinyatakan dalam %

Rumus : = 100%

8. Derajat kejenuhan (S)


Merupakan perbandingan antara kadar air asli dengan kadar air jenuh dan
dinyatakan dalam %

Rumus : = 100%

9. Porositas (n)
Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dengan volume
total batuan yang dinyatakan dalam %

Rumus : = 100%

10. Void ratio (c)


Merupakan perbandingan antara volume rongga dalam batuan dengan volume
butiran batuan

Rumus : = 1
BAB III
PELAKSANAAN PRATIKUM

3.1 Tujuan Pratikum


Setelah melakuakn uji sifat fisik batuan, dharapkan pratikan dapat :
1. Melakukan uji sifat fisik batuan dengan baik dan benar
2. Memahami perhitungan sifat sifat fisik batuan
3. Mendapatkan sifat sifat fisik batuan yang di uji
3.2 Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan untuk uji sifat fisik yaitu :
1. Neraca listrik dengan ketelitian 0.1 gram
2. Eksikator dan pompa vacuum, dipakai pada saat menjenuhkan percontoh
3. Oven, dipakai untuk pengeringan percontoh setelah dijenuhkan.
Adapun bahan yang digunakan untuk pengujian sifat fisik yaitu :
1. Air secukupnya
2. Sampel yang permukaannya sudah dihaluskan.
3.3 Prosedur Pratikum
Prosedur pengujian sifat fisik dilakukan sebagai berikut :
1. Penimbangan berat asli perconto
2. Setelah direndam selama 4 jam, perconto didalam eksikator dikeluarkan
dan segera ditimbang dalam keadaan jenuh, sehingga didapat berat jenuh
(Ww).
3. Timbang lagi perconto dalam keadaan jenuh dan dalam posisi tergantung
di dalam air, sehingga didapat berat jenuh tergantung dalam air (Ws).
4. Kemudian perconto dikeringkan kembali, dengan cara memasukkan ke
dalam oven selama 2 jam pada temperature 90 c.
5. Setelah di oven, timbang perconto sehingga didapat berat kering (W0)
6. Hitung sifat sifat fisik dengan menggunakan persamaan seperti pada
landasan teori.
Gambar 3.1 Neraca Listrik Gambar 3.2 Oven (Pemanas Sampel)
DAFTAR PUSTAKA

Buku panduan Pratikum Mekanika Batuan. Laboratorium Mekanika Batuan


Jurusan Teknik Pertambangan. Universitas Negeri Padang. 2017
LAMPIRAN
BAB II PENGUJIAN POINT LOAD
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
Acara 2 : Pengujian Point Load

Disusun Oleh :
DIOS WIDODO
121016131201012

Pelaksanaan Pratikum
Hari/Tanggal : Selasa, 01 - 08 - 2017
Dosen : Drs. Raimon Kopa, M.T.
Asisten Pembimbing : Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRATIKUM MEKANIKA BATUAN

Acara 2 : Pengujian Point Load

Oleh :

Nama : Dios Widodo


NPM/Nim : 121016131201012
Asisten Pembimbing : Tri Gamela Saldy, S.T.
: Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tanggal : Agustus 2017


Disahkan Oleh :

(Roro Rasi Putra)


Asisten Laboratorium Mekbat
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT. Atas segala


nikmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pratikum
mekanika batuan ini dan tak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada
junjungan Nabi Muhammad SAW sehingga akhir zaman.
Laporan pratikum mekanika batuan ini yaitu mengenai pengujian beban
titik (Point Load Test) yang bertujuan untuk menentukan kekuatan (Strenght)
percontoh batuan.
Dalam penulisan laporan ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, baik bantuan moril maupun non moril. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
5. Bapak Drs. Bambang Heriyadi, M.T. selaku Dosen mata kuliah mekanika
batuan (Universitas Negeri Padang).
6. Bapak Tri Gamela Saldy, S.T. selaku pembimbing dan pemateri dalam
pelaksanaan pratikum mekanika batuan.
7. Roro rasi Putra selaku Asisten Pratikum Mekanika Batuan Universitas Negeri
Padang.
8. Dan semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung telah
membantu, sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun guna kesempurnaan dimasa yang akan datang.
Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Padang, Agustus 2017

Penulis
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN

Mekanika batuan adalah salah satu cabang disiplin ilmu geomekanika.


Mekanika batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat sifat mekanik batuan
dan massa batuan. Hal ini menyebabkan mekanika batuan memiliki peran yang
dominan dalam operasi penambangan, seperti pekerjaan penerowongan dalam
operasi penambangan, pemboran, penggalian, peledakan dan pekerjaan lainnya.
Tentunya, untuk melakukan pekerjaan pekerjaan tersebut sebagai
engineer pertambangan kita harus mempertimbangkan sifat sifat batuan pada
lokasi pekerjaan tersebut. Salah satu sifat mekanik bataun yang harus
dipertimbangkan berupa kuat tekan batuan.
Dengan mengetahui sifat kuat tekan batuan, maka kita dapat
memperhitungkan seberapa besar beban yang bisa ditahan dalam wilayah tersebut,
sehingga kita bisa menciptakan konstruksi operasi penambangan pada wilayah
tersebut dengan baik.
Untuk menentukan nilai kuat tekan batuan dapat dilakukan dengan uji
point load (pengujian beban titik). Uji point load merupakan uji indeks yang telah
secara luas digunakan untuk memprediksi nilai UCS suatu batuan secara tidak
langsung dilapangan. Uji point load memiliki beberapa kelebihan diantaranya
yaitu prosedur pengujian yang sederhana, preparasi contoh mudah dan dapat
dilakukan dilapangan. Peralatan yang digunakan mudah dibawa-bawa, tidak
begitu besar dan cukup ringan sehingga dapat dengan cepat diketahui kekuatan
batuan dilapangan, sebelum dilakukan pengujian di laboratorium.
Oleh karena itu pentingnya pengujian point load (pengujian beban titik)
dalam dunia pertambangan. Maka, sudah semestinya sebagai calon sarjana
pertambangan untuk mengetahui dan melakukan pengujian point load tersebut.
Karena itulah, dilakukan pratikum mekanika batuan mengenai pengujian bebab
titik (Point Load Test) ini.
BAB II
DASAR TEORI

Point Load Test atau pengujian titik beban merupakan substansi pengujian
dari faktor kehadiran bidang lemah yang mempengaruhi kecepatan rambat
gelombang ultrasonik dari suatu batuan (spesimen batuan). Percontoh batuan
dapat berbentuk silinder.
Peralatan yang digunakan mudah dibawa-bawa, tidak begitu besar dan
cukup ringan. Pengujian cepat, sehingga dapat diketahui kekuatan Batuan
dilapangan, sebelum pengujian dilaboratorium dilakukan. Dari pengujian ini
didapat:
P
Is =
D2

Dimana : Is = Point load strength index ( Index Franklin )


P = Beban maksimum sampai percontoh pecah
D = Jarak antara dua konus penekan
Hubung anantara index franklin (Is) dengan kuat tekan (t) menurut
BIENIAWSKI sebagai berikut:
c= 18 23 Is
Untuk diameter percontoh = 50 mm. Jika Is = 1 Mpa maka index tersebut
tidak lagi mempunyai arti sehingga disarankan untuk menggunakan pengujian lain
dalam penentuan kekuatan (strength) batuan.
Pengujian ini menggunakan mesin uji point load dengan peconto berupa
silinder atau bentuk lain yang tidak beraturan. Pengujian point load ini merupakan
pengujian yang dapat dilakukan langsung di lapangan, dengan demikian dapat
diketahui kekuatan batuan di lapangan sebelum pengujian di laboratorium
dilakukan. Perconto yang disaranpkan untuk pengujian ini adalah batuan
berbentuk silinder dengan diameter kurang lebih 50 mm.
Dari uji ini akan didapatkan nilai point load strength index (Is) yang akan
menjadi patokan untuk menentukan nilai kuat tekan batuan (c).
Gambar 4.3
Tipe pengujian point load index. (a) pengujian diametrikal; (b) pengujian aksial;
(c) block pengujiant; (d) irregular pengujiant

Gambar 4.4
Tipe Patahan untuk pengujian yang valid dan tidak valid.(a) pengujian diametrikal
berlaku: (b) pengujian aksial berlaku;(c) pengujian blok berlaku;(d) uji inti yang
tidak valid;(e) pengujian aksial.
BAB III
PELAKSANAAN PRATIKUM

3.1 Tujuan Pratikum


Point load test (Pengujian beban titik) dilakukan untuk mengukur
kekuatan (Strenght) dari perconto batauan secara tidak langsung dilapanagan.

3.2 Alat dan Bahan


Peralatan yang digunakan dalam pratikum ini adalah sebagai berikut :
1. Alat uji beban titik (Digital Point Load Test Apparatus)
2. Jangka sorong
3. Gergaji batu (Jika diperlukan)
Adapun bahan yang dibutuhkan yaitu : sampel percontoh

Gambar : Digital Point Load Test Apparatus

3.3 Prosedur Pratikum


1. Ambil perconto yang akan diuji yang berbentuk pipih dengan tebal 5cm.
2. Tempatkan perconto diantara dua konus penekan, naikkan konus bagian
bawah hingga menempel pada percontoh.
3. Jarak antara dua konus penekan pada saat itu diukur dengan menggunakan
jangka sorong (D).
4. Naikkan konus bagian bawah dengan memompa tuas hidrolik hingga batu
pecah, lalu baca hasil pada monometer (P).
BAB V
PEMBAHASAN

Dalam kegiatan pratikum pengujian beban titik (Point Load Test)


pengujian dilakukan dengan alat digital point load test apparatus. Sampel yang
digunakan untuk diujikan terdiri dari 2 sampel, yaitu : untuk uji diametrical dan
uji diaksial.
Pada pengujian sampel tersebut dengan syarat L > 0.5 D. saat melakukan
pengujian dengan alat point load test, tampak bahwa prinsip kerja alat tersebut
yaitu dengan melakukan penekanan hingga perconto mencapai batas kekuatannya
dan pecah. Dalam menaikkan konus bagian bawah guna meningkatkan beban
penekanan, dilakukan secara perlahan. Tujuannya yaitu supaya diperoleh angka
beban (P) yang tepat.
Setelah melakukan pengujian di peroleh nilai beban (P), besarnya nilai
beban tersebut tertera pada jarum monometer setelah samapai perconto pecah.
Pada sampel 1 nilai beban (P) = 36,75 kg, sampel 2 = 45,64 kg.
BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Dari hasil pratikum yang dilakukan telah dilakukan, dapat disimpulkan
bahwa :
1. Pengujian beban titik (point load test) merupakan pengujian yang
digunakan untuk menentukan niali indeks point load yang menjadi
patokan untuk menentukan nilai kuat tekan batuan.
2. Besarnya kekuatan (strength) masing masing sampel pada percobaan ini
yaknik uji diametrical :
Sampel 1, nilai kuat tekan = 2,81 Mpa
Sampel 2, nilai kuat tekan = 1,73 Mpa

6.2 Saran
1. Sebelum melakukan percobaan sebaiknya harus memahami terlebih
dahulu materi mengenai hal yang akan dipratikumkan.
2. Lakukanlah percobaan ini dengan benar dan sunguh sunguh dan teliti.
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
Acara 3 : Pengujian Kuat Tekan UCS

Disusun Oleh :
DIOS WIDODO
121016131201012

Pelaksanaan Pratikum
Hari/Tanggal : Selasa, 01 - 08 - 2017
Dosen : Drs. Raimon Kopa, M.T.
Asisten Pembimbing : Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRATIKUM MEKANIKA BATUAN

Acara 3 : Pengujian Kuat Tekan UCS

Oleh :

Nama : Dios Widodo


NPM/Nim : 121016131201012
Asisten Pembimbing : Tri Gamela Saldy, S.T.
: Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tanggal : Agustus 2017


Disahkan Oleh :

(Roro Rasi Putra)


Asisten Laboratorium Mekbat
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT. Atas segala


nikmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pratikum
mekanika batuan ini dan tak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada
junjungan Nabi Muhammad SAW sehingga akhir zaman.
Laporan pratikum mekanika batuan ini yaitu mengenai pengujian kuat
tekan uniaksial (UCS) yang bertujuan untuk menetukan kuat tekan tertinggi yang
didapatditerima batuan percontoh yang membebaninya pada sumbu axial serta
mengukur deformasi axial dan diametral untuk mendapatkan nilai sifat elastisitas
dan karakteristik batuan.
Dalam penulisan laporan ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, baik bantuan moril maupun non moril. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
9. Bapak Drs. Bambang Heriyadi, M.T. selaku Dosen mata kuliah mekanika
batuan (Universitas Negeri Padang).
10. Bapak Tri Gamela Saldy, S.T. selaku pembimbing dan pemateri dalam
pelaksanaan pratikum mekanika batuan.
11. Roro rasi Putra selaku Asisten Pratikum Mekanika Batuan Universitas Negeri
Padang.
12. Dan semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung telah
membantu, sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun guna kesempurnaan dimasa yang akan datang.
Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Padang, Agustus 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

Mekanika batuan adalah salah satu cabang disiplin ilmu geomekanika.


Mekanika batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat sifat mekanik batuan
dan massa batuan. Hal ini menyebabkan mekanika batuan memiliki peran yang
dominan dalam operasi penambangan, seperti pekerjaan penerowongan dalam
operasi penambangan, pemboran, penggalian, peledakan dan pekerjaan lainnya.
Tentunya, untuk melakukan pekerjaan pekerjaan tersebut sebagai
engineer pertambangan kita harus mempertimbangkan sifat sifat batuan pada
lokasi pekerjaan tersebut. Salah satu sifat mekanik bataun yang harus
dipertimbangkan berupa kuat tekan uniaxial.
Dengan mengetahui sifat kuat tekan batuan, maka kita dapat
memperhitungkan seberapa besar beban yang bisa ditahan dalam wilayah tersebut,
sehingga kita bisa menciptakan konstruksi operasi penambangan pada wilayah
tersebut dengan baik.
Uji kuat tekan uniaxial dilakukan dengan menggunakan mesin tekan
(compression machine) dan dalam pembebanannya mengikuti standar dari
international society rock mechanics (ISRM). Hasil uji ini menghasilkan beberapa
informasi yaitu : kurva tegangan regangan, kuat tekan uniaxial, modulus young
nisbah poission, fraktur energy dan spesifikasi fraktur energy.
Oleh karena itu begitu pentingnya pengujian kuat tekan uniaxial
dalam dunia pertambangan. Maka, sudah semestinya sebagai calon sarjana
pertambangan untuk mengetahui dan melakukan pengujian kuat tekan uniaxial
tersebut. Karena itulah, dilakukan pratikum mekanika batuan mengenai pengujian
kuat tekan uniaxial ini.
BAB III
PELAKSANAAN PRATIKUM

3.1 Tujuan Pratikum


1. Mengukur kuat tekan tertinggi yang dapat diterima batuan yang
membebaninya pada sumbu axial
2. Mengukur deformasi axial dan diametral untuk mendapatkan nilai sifat
plastisitas dan karakteristik batuan.

3.2 Alat dan Bahan


Peralatan yang dipakai untuk pengujian sifat mekanik batuan adalah sebagai
berikut :
1. Alat pengebor inti, terdiri dari beberapa diameter
2. Alat pemotong batu
3. Jangka sorong, untuk mengukur tinggi dan diameter sampel
4. Squareness, untuk mengukur penyimpangan kesejajaran permukaan
contoh
5. Dial gauge, untuk pengujian kuat tekan uniaxial dperlukan minimal 3 buah
dan sebuah untuk squareness
6. Mesin kuat tekan uniaxial

3.3 Prosedur Percobaan


Prosedur pengujian kuat tekan uniaxial dilakukan sebagai berikut :
1. Pembuatan percontoh, sesuai dengan standar ISRM
2. Haluskan percontoh dengan menggunakan amplas, kikir dan gerenda
3. Ukur diameter dan tinggi percontoh, yang harus diperhatikan adalah
bahwa tinggi perconto harus berukuran 2 2.5 kali diameter percontoh.
4. Conto diletakkan pada alat uji kuat tekan uniaxial
5. Pasang dial gauge pada kondisi sempurna, sehingga pembacaan awal
kedudukan dial gauge tetap dalam keadaan benar, yaitu 2 dial gauge untuk
mengukur deformasi lateral dan satu buah untuk deformasi aksial.
6. Atur kedudukan jarum penunjuk besarnya gaya yang bekerja pada
kedudukan awal
7. Hidupkan mesin, tekan dengan kedudukan piston pada kondisi belum
bekerja
8. Gerakkan ganging kea rah up
9. Setelah conto menyentuh plat atas atau dial gauge pada kedudukan nol
10. Amati proses pembebanan perconto yang dilakukan dan catat hasil
pengamatan.
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
Acara 4 : Pengujian Kuat Geser Langsung

Disusun Oleh :
DIOS WIDODO
121016131201012

Pelaksanaan Pratikum
Hari/Tanggal : Selasa, 01 - 08 - 2017
Dosen : Drs. Raimon Kopa, M.T.
Asisten Pembimbing : Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRATIKUM MEKANIKA BATUAN

Acara 4 : Pengujian Kuat Geser Langsung

Oleh :

Nama : Dios Widodo


NPM/Nim : 121016131201012
Asisten Pembimbing : Tri Gamela Saldy, S.T.
: Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tanggal : Agustus 2017


Disahkan Oleh :

(Roro Rasi Putra)


Asisten Laboratorium Mekbat
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT. Atas segala


nikmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pratikum
mekanika batuan ini dan tak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada
junjungan Nabi Muhammad SAW sehingga akhir zaman.
Laporan pratikum mekanika batuan ini yaitu mengenai pengujian kuat
geser langsung batuan yang bertujuan untuk menentukan nilai kohesi dan sudut
geser dalam batuan.
Dalam penulisan laporan ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, baik bantuan moril maupun non moril. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
13. Bapak Drs. Bambang Heriyadi, M.T. selaku Dosen mata kuliah mekanika
batuan (Universitas Negeri Padang).
14. Bapak Tri Gamela Saldy, S.T. selaku pembimbing dan pemateri dalam
pelaksanaan pratikum mekanika batuan.
15. Roro rasi Putra selaku Asisten Pratikum Mekanika Batuan Universitas Negeri
Padang.
16. Dan semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung telah
membantu, sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun guna kesempurnaan dimasa yang akan datang.
Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Padang, Agustus 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

Mekanika batuan adalah salah satu cabang disiplin ilmu geomekanika.


Mekanika batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat sifat mekanik batuan
dan massa batuan. Hal ini menyebabkan mekanika batuan memiliki peran yang
dominan dalam operasi penambangan, seperti pekerjaan penerowongan dalam
operasi penambangan, pemboran, penggalian, peledakan dan pekerjaan lainnya.
Tentunya, untuk melakukan pekerjaan pekerjaan tersebut sebagai
engineer pertambangan kita harus mempertimbangkan sifat sifat batuan pada
lokasi pekerjaan tersebut. Salah satu sifat mekanik bataun yang harus
dipertimbangkan yaitu parameter parameter kuat geser batuan.
Adapun parameter kuat geser batuan yaitu kohesi (c) dan sudut geser
dalam (). Parameter ini didapat dari hasil uji kuat kuat geser langsung di
laboratorium. Nilai dari parameter inilah yang akan mempengaruhi dalam
pembuatan lelreng pada kegiatan penambangan terbuka yaitu untuk memastikan
seberapa aman lereng tersebut.
Uji kuat geser langsung dilakukan dengan menggunakan mesin portable
shear machine. Banyaknya sampel yang diuji yaitu minimal tiga buah sampel.
Dalam pengujian perconto dibebani pada arah vertical, kemudian digeser secara
horizontal. Beban pada arah vertical akan menimbulkan tegangan normal.
Sedangkan gaya menggeser menimbulkan tegangan geser.
Oleh karena itu begitu pentingnya pengujian kuat geser langsung
dalam dunia pertambangan. Maka, sudah semestinya sebagai calon sarjana
pertambangan untuk mengetahui dan melakukan pengujian kuat geser langsung
tersebut. Karena itulah, dilakukan pratikum mekanika batuan mengenai pengujian
kuat geser langsung ini.
BAB III
PELAKSANAAN PRATIKUM

3.1 Tujuan Pratikum


Pengujian kuat geser batuan bertujuan untuk mendapatkan harga kohesi dan
sudut geser dalam, baik puncak (peak) maupun sisa (residu).

3.2 Alat dan Bahan


Peralatan yang digunakan yaitu :
1. Mesin geser portable, yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian
bawah (lower shear box) dan bagian atas (upper shear box), lengkap
dengan silinder beban/load jack.
2. Dua buah pompa tekan yang dilengkapi dengan manometer, satu untuk
memberi beban normal dan yang satu lagi untuk memberikan beban geser.
3. Alat pencetak perconto batu yang dilengakapi pula dengan pemegang
benda ini.

3.3 Prosedur Pengujian


1. Siapkan percontoh yang akan diuji yang berbentuk silinder
2. Pasang dial gauge untuk mengukur perpindahan pada arah pergerakan
3. Berikan gaya normal dengan pompa hidrolic, sehingga conto mengenai
perpindahan geser selama pergeseran besernya gaya normal harus selalu
dipertahankan tetap konstan, dan gaya geser ini dihentikan setelah
perpindahan geser mencapai diameter geser.
4. Pergeseran dilakukan kembali pada arah mundur (berbalik arah) hingga
perpindahan geser mencapai harga nol.
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA BATUAN
Acara 5 : Pengujian Kuat Tarik

Disusun Oleh :
DIOS WIDODO
121016131201012

Pelaksanaan Pratikum
Hari/Tanggal : Selasa, 01 - 08 - 2017
Dosen : Drs. Raimon Kopa, M.T.
Asisten Pembimbing : Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2017
HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRATIKUM MEKANIKA BATUAN

Acara 5 : Pengujian Kuat Tarik

Oleh :

Nama : Dios Widodo


NPM/Nim : 121016131201012
Asisten Pembimbing : Tri Gamela Saldy, S.T.
: Roro Rasi Putra

LABORATORIUM MEKANIKA BATUAN


JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Tanggal : Agustus 2017


Disahkan Oleh :

(Roro Rasi Putra)


Asisten Laboratorium Mekbat
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT. Atas segala


nikmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pratikum
mekanika batuan ini dan tak lupa shalawat dan salam semoga selalu tercurah pada
junjungan Nabi Muhammad SAW sehingga akhir zaman.
Laporan pratikum mekanika batuan ini yaitu mengenai pengujian kuat
tarik yang bertujuan untuk menentukan nilsi kuat tarik, serta kohesi (c) dan sudut
geser dalam, percontoh batuan.
Dalam penulisan laporan ini penulis banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, baik bantuan moril maupun non moril. Oleh karena itu, dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
17. Bapak Drs. Bambang Heriyadi, M.T. selaku Dosen mata kuliah mekanika
batuan (Universitas Negeri Padang).
18. Bapak Tri Gamela Saldy, S.T. selaku pembimbing dan pemateri dalam
pelaksanaan pratikum mekanika batuan.
19. Roro rasi Putra selaku Asisten Pratikum Mekanika Batuan Universitas Negeri
Padang.
20. Dan semua pihak baik secara langsung maupun tidak langsung telah
membantu, sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih banyak terdapat
kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun guna kesempurnaan dimasa yang akan datang.
Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Padang, Agustus 2017

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

Mekanika batuan adalah salah satu cabang disiplin ilmu geomekanika.


Mekanika batuan merupakan ilmu yang mempelajari sifat sifat mekanik batuan
dan massa batuan. Hal ini menyebabkan mekanika batuan memiliki peran yang
dominan dalam operasi penambangan, seperti pekerjaan penerowongan dalam
operasi penambangan, pemboran, penggalian, peledakan dan pekerjaan lainnya.
Tentunya, untuk melakukan pekerjaan pekerjaan tersebut sebagai
engineer pertambangan kita harus mempertimbangkan sifat sifat batuan pada
lokasi pekerjaan tersebut. Salah satu sifat mekanik bataun yang harus
dipertimbangkan yaitu parameter parameter kuat tarik batuan.
Pengujian kuat tarik batuan penting untuk menganalisis kekuatan batuan
dan kestabilan lereng atap dan kubah dari lubang bukaan tambang bawah tanah
dari zona tarik di batuan. Dalam penambangan mineral untuk preparasi kegiatan
pengeboran, penggalian dan mungkin juga untuk area lain dalam rekayasa batuan.
Oleh karena itu begitu pentingnya pengujian kuat geser langsung
dalam dunia pertambangan. Maka, sudah semestinya sebagai calon sarjana
pertambangan untuk mengetahui dan melakukan pengujian kuat geser langsung
tersebut. Karena itulah, dilakukan pratikum mekanika batuan mengenai pengujian
kuat geser langsung ini.
BAB III
PELAKSANAAN PRATIKUM

3.1 TUJUAN PRATIKUM


Adapun tujuan pratikum dari pengujian kuat tarik adalah sebagai berikut:
a. Pratikum dapat melakukan pengujian kuat tarik seacara baik dan benar
b. Pratikan dapat menentukan nilai kohesi ( c ) dan sudut geser dalam ( q )
dengan menggabarkan kurva regangan dan tegangan

3.2 ALAT DAN BAHAN


Dalam pengujian kuat tarik terhadap percontoh batuan alat dan bahan yang
digunakan adalah sebagai berikut:
a. Mesin kuat tekan
b. Jangka sorong untuk menentukan diameter dan tinggi percontoh batuan
c. Busur, kalkulator, jangka dan alat tulis

3.3 PROSEDUR PERCOBAAN


Prosedur percobaan yang dilakukan oleh pratikan pada pengujian kuat tarik
Ini aadalah sebagai berikut:
a. Siapkan contoh sebanyak 5 buah yang berbentuk silnder dengan
perbandingan tinggi dan diameternya adalah 0,5 sampai 1,0
b. Masing-masing percontoh batuan diukur diameter dan tingginya
menggunakan jangka sorong
c. Percontoh batuan yang berbentuk silinder tersebut diletakkan pada mesin
tekan secaraa horizontal posisinya, kemudian dilakukan penekanan hingga
percontoh batuan retak an pecah
d. Pada dial gauge akan terbaca dimana saat batuan pecah kemudian nilainya
di konversikan kekuatan untuk memperoleh nilai beban, sehingga dapat
dihitung nilai kuat tariknya
e. Hasil pengujian kuat tarik dan 3 percontoh batuan ini dihubungkan hasil uji
kuat tekan uniaksial yang dinilai telah didapat yang digambarkan kuat
tariknya dalam kurva tegaangan-regangan.
f. Dari kurva tersebut kita dapat menentukan nilai kohesi ( c ) dan sudut geser
dalamnya ( Q ) dari tiap percontoh batuan tersebut.