Anda di halaman 1dari 4

A.

Pengertian Ekologi
Istilah ekologi mula-mula digunakan oleh Haeckel seorang ahli biologi, kira-kira
pada tahun 1860-an. Istilah Ekologi berasal dari dua kata yaitu oikos, yang berarti
rumah dan logos yang berarti ilmu. Jadi ekologi berarti ilmu mengenai rumah yaitu
rumah bagi makhluk hidup. Menurut Drost (1992), ekologi atau ilmu lingkungan
mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup
(termasuk manusia) dengan lingkungannya.
Setiap unsur yang berada di suatu daerah tertentu berhubungan dan saling
mempengaruhi lingkungan fisik sehingga terjadi aliran energi dan materi yang terjadi
dalam suatu sistem dan disebut ekosistem (asal kata ecological system atau
ecosystem). Ekosistem meliputi organisme (biotik) dan lingkungan yang tak hidup
(abiotik).

B. Pengertian Manusia dan Lingkungan


Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan
potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran,
pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait serta
berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik
baik itu positif maupun negatif. Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda
menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens, sebuah spesies primata
dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam
lingkungan hidup, manusia dapat berperan sebagai: organisme yang dominan secara
ekologik, makhluk pembuat alat, makhluk perampok, penyebab evolusi, dan sebagai
makhluk pengotor.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari
penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait
secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama
manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil. Menurut Undang-
Undang Nomor 23 Tahun 1997 Pasal 1 Angka 1, Lingkungan Hidup adalah kesatuan
ruang dengan kesemua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia
dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lainnya.

C. Pengertian Ekosistem
Ekosistem dipelajari dalam salah satu cabang ilmu biologi yaitu ekologi.
Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos yang berarti tempat hidup,
dan logos yang berarti ilmu. Pembahasan ekologi tak bisa lepas dari ekosistem
dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu komponen biotik dan komponen
abiotik. Komponen biotik sendiri adalah seluruh makhluk hidup di bumi yang
mencakup individu, populasi, dan komunitas. Sedangkan komponen abiotik adalah
faktor-faktor yang bukan makhluk seperti faktor fisik dan kimia. Contoh dari
komponen abiotik antara lain air, suhu, sinar matahari, tanah, dan angin.
Menurut undang-undang lingkungan hidup (UULH, 1982) ekosistem adalah
tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup
yang saling mempengerahui. Ekositem juga diartikan sebagai tingkatan organisme
yang lebih tinggi dari komunitas, atau merupakan kesatuan dari suatu komunitas
dengan lingkungannya dimana teradi antar hubungan.

C. Peranan manusia yang merugikan dan menguntungkan lingkungan


Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang
bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang
merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul
akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, peranan manusia
yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan
karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.
Peranan Manusia yang bersifat negatif terhadap lingkungan antara lain
sebagai berikut:
o Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya
Alam makin menciut (depletion) contohnya : eksploitasi minyak bumi.
o Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota, contonya
menurunnya jenis tanaman tertentu seperti pohon meranti dll.
o Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi
ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi
energi,contoh berubahnya lahan hutan menjadi lahan pertanian.
o Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan
tanah hingga menimbulkan longsor
o Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang
menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya
kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada
lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri, contohnya masuknya senyawa timbal
pabrik ke DAS, asap pabrik yang mengandung gas CO.
Peranan Manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:
o Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana
terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui;
o Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian
keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir;
o Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan
pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang
batasnya;
o Melakukan sistem pertanian secara tumpang sari atau multi kultur untuk
menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna
mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus;
o Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi
lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.

D. Peranan manusia dalam penyelamatan lingkungan hidup


Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling mulia. Manusia memiliki akal
pikiran.Karunia itu kemudian digunakan dalam berperilaku dalam kesehariannya di
muka bumi ini. Oleh karena itu, manusia yang hidup di bumi ini harus selalu
menjagakelestarian alam sekitar. Ada dua kategori sifat atau perilaku manusia dalam
kaitannya dengan pelestarian alam. Pertama yakni manusia dengan sifat dan perilaku
menjaga. Yang dimaksud di sini yakni manusia yang dengan kesadaran yang

3
dimilikinya senantiasa berperilaku menjaga lingkungan sekitarnya. Apapun yang dia
lakukan senantiasa mencerminkan kecintaannya pada lingkungan sekitarnya. Kedua
yakni manusia dengan sifat dan perilaku merusak. Yang dimaksud di sini yakni
manusia yang tanpa sadar dan dipengaruhi faktor tertentu telah merusak alamnya
sendiri. Faktor keserakahan penyebab utama pengrusakan terjadi. Yang ada di otak
mereka hanyalah meraup keuntungan meskipun itu diperoleh dengan cara merusak
lingkungan tanpa memikirkan akibat buruk yang akan terjadi yakni kerusakan alam.
Terdapat perbedaan yang sangat mencolok di antara 2 kategori manusia ini.
Yang pertama,memaknai alam yang kaya akan sumber daya alam sebagai karunia
Tuhan yang harus dijaga, dirawat, dan dilestarikan. Siapa lagi yang akan peduli
terhadap alam jika bukan kita sendiri. Siapa lagi yang akan menjaga, merawat dan
melestarikan alam jika bukan kita.Yang kedua,memaknai alam yang kaya akan
sumber daya alam hanya sebagai sesuatu yang dapat memberi keuntungan semata
tanpa adanya upaya pelestarian. Mereka tidak pernah berpikir akan kerusakan yang
akan terjadi akibat eksploitasi terhadap alam. Nafsu dunia sungguh telah membuat
mereka terbuai. Bencana yang bisa terjadi sama sekali tidak mereka pikirkan lagi.
Jauhi perilaku buruk seperti eksploitasi terhadap alam secara berlebihan. Stop
penebangan liar terhadap pohon-pohon yang ada di hutan. Percayalah bahwa
reboisasi itu lebih berguna. One man one tree. Jangan pernah membuang sampah
di sembarang tempat. Akan sangat baik jika sampah didaur ulang menjadi pupuk.