Anda di halaman 1dari 3

PENGANTAR ILMU KIMIA

Oleh : Sigit Noor Rohman


Pengertian Ilmu Kimia
Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari tentang pemahaman dan rekayasa materi.
Rekayasa materi adalah mengubah materi satu menjadi materi yang lain. Contoh mengubah bijih besi menjadi
besi. Mengubah minyak bumi menjadi gas elpiji dan lain sebagainya.
Ruang Lingkup Ilmu Kimia adalah mempelajari:
1. Susunan materi
2. Struktur materi
3. Sifat materi
4. Perubahan materi
5. Energy yang menyertai perubahan materi
Manfaat Ilmu Kimia
Manfaat ilmu Kimia sangat banyak. Beberapa contoh berikut adalah sangat erat dalam kehidupan kita:
pembuatan pupuk kimia, obat-obatan, pupuk dan pestisida, peralatan elektronik, peralatan rumah tangga,
bahan pakaian sintetis, dll.

Materi dan perubahannya


Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan memiliki volume (menempati ruang). Contoh : air,
Udara, Besi, tanah, Tanaman, meja, dll
Materi dapat mengalami perubahan baik secara alami maupun buatan.

Perubahan materi digolongkan menjadi dua macam:


1. Perubahan fisika, yaitu perubahan yang tidak disertai terbentuknya zat baru. Contoh lilin meleleh,
beras dimasak menjadi nasi, dll
2. Perubahan kimia, yaitu perubahan materi yang disertai terbentuknya zat baru. Contoh : besi berkarat,
kertas terbakar, buah membusuk, dll
Perubahan kimia biasanya ditandai oleh beberapa tanda :
a. Perubahan warna. Contoh : perubahan warna daun dari hijau menjadi merah.
b. Perubahan suhu. Contoh : reaksi logam magnesium dengan larutan asam.
c. Perubahan rasa. Contoh : Buah membusuk, makanan basi, rasa asam pada tapai.
d. Terbentuknya gas. Contoh: kertas terbakar.
e. Terbentuknya endapan. Contoh : reaksi susu kental manis dengan Sprite.

Penggolongan materi

Materi

Zat Tunggal Campuran

Unsur Senyawa Larutan Koloid Suspensi

Semi- Non-
Logam
logam Logam

Zat Tunggal atau zat murni adalah zat yang tidak bercampur dengan zat lain. Contoh : emas murni, air suling
(bukan air sumur atau sungai).

Campuran adalah campuran dua atau lebih zat tunggal. Contoh campuran air dengan gula.

Unsur adalah zat tunggal yang tersusun atas atom-atom sejenis. Contoh : karbon (C), Besi (Fe), Oksigen (O2),
hydrogen (H2). Catatan : Tugas Menghafal nama unsur golongan IA, IIA, VIIA dan VIIIA.
a. Unsur Logam adalah unsur yang terletak disebelah kiri sistem periodic unsur (SPU). Golongan IA IIIA,
kecuali hydrogen (H) dan Boron (B). Unsur logam termasuk semua golongan IB VIIIB.
b. Unsur Non Logam adalah unsur yang terletak disebelah kanan sistem periodic unsur (SPU). Golongan
IVA VIIA.
c. Unsur Semi Logam adalah unsur yang terletak antara unsur logam dan non logam.

Senyawa adalah gabungan dua atau lebih atom yang berbeda jenis. Contoh : air (H2O), gula (C6H12O6), dll
Larutan adalah campuran homogen yang terdiri atas dua atau lebih zat tunggal yang ukuran partikelnya <1
nanometer. Contoh campuran air dengan gula menghasilkan larutan gula.
Koloid adalah campuran semihomogen yang terdiri atas dua atau lebih zat tunggal yang ukuran partikelnya 1
100 nanometer. Contoh air dicampur dengan susu bubuk/ kental.
Suspensi adalah campuran heterogen yang terdiri atas dua atau lebih zat tunggal yang ukuran partikelnya >
100 nanometer. Contoh air dicampur dengan pasir.

Partikel partikel materi


Atom adalah bagian terkecil dari unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Contoh atom karbon, atom
besi, atom oksigen, dll.
Molekul adalah gabungan dua atau lebih atom. Terdapat dua jenis molekul :
Molekul unsur adalah molekul yang atom-atom penyusunnya sama / sejenis. Contoh molekul oksigen (O2),
fosfor (P4), dan belerang (S8).
Molekul senyawa adalah molekul yang atom-atom penyusunnya berbeda jenis. Contoh: molekul air (H2O),
karbondioksida (CO2), gula (C6H12O6), urea [CO(NH2)2], dll.
Ion adalah partikel yang bermuatan listrik. Ion dapat berasal dari atom ataupun molekul yang mendapatkan
muatan listrik. Berdasarkan jenis muatannya ion terbagi menjadi dua:
a. Kation, yaitu ion yang bermuatan listrik positif (+). Contoh : K+, Mg2+, Al3+, NH4+, dll.
b. Anion yaitu ion yang bermuatan negative (-). Contoh : F-, O2-, PO43-, dll.

METODE ILMIAH SEBAGAI CARA MEMPELAJARI ILMU KIMIA


Ilmu kimia sebagai ilmu pengetahuan (Sains)dikembangkan melalui metode ilmiah yang dibuktikan dengan
penelitian empiric. Empiric artinya disertai bukti-bukti yang jelas.

Langkah-langkah metode ilmiah adalah :


1. Melakukan pengamatan
2. Merumuskan masalah
3. Menyusun hipotesis (Dugaan Awal/ jawaban sementara atas masalah)
4. Mengumpulkan Data, Melakukan Percobaan/ eksperimen
5. Mengolah data, menguji hipotesis
6. Menyimpulkan
7. Mempublikasikan hasil

Untuk lebih memahami konsep metode ilmiah, bacalah kegiatan seorang peneliti berikut ini.
(1) Seorang sarjana pertanian, Pak Bejo, memperhatikan hasil pertanian cabai didaerahnya. Ia ingin agar
hasil panen bisa ditingkatkan lagi melalui pemupukan dengan pupuk jenis X karena selama ini hasil panen
petani masih rendah sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup petani setempat. Ditempat lain, pupuk
X telah mampu meningkatkan hasil panen jagung dengan baik, dengan dosis 10 gram/batang untuk dua kali
pemupukan pada usia 15-20 hari setelah tanam dan pada saat jagung mulai berbunga. (2) selanjutnya pak bejo
merumuskan masalah: berapakah banyaknya pupuk yang harus diberikan terhadap tanaman cabai untuk
mendapatkan hasil optimal?. (3) dari data dari dinas pertanian pak bejo memperoleh data bahwa pupuk jenis Y
yang selama ini sudah digunakan petani membutuhkan 3 gram / batanguntuk dua kali pemupukan, yaitu 0,5
gram/batang pada usia 10-15 hari setelah tanam dan 2,5 gram/ batang saat cabai mulai berbunga. Selanjutnya
pak bejo membuat hipotesisuntuk memperlakukan pemupukan sama dengan pemupukan untuk jenis pupuk Y.
(4) selanjutnya pak bejo menyediakan 60 polibag yang telah diisi tanah dengan jenis yang sama persis dan
dibagi kedalam 6 kelompok masing-masing terdiri dari 10 polibag. Singkat cerita penelitianpun dilaksanakan
hingga panen. (5) hasil panen untuk masing-masing perlakuan diperoleh data sebagai berikut:
Kelompok Pemupukan ke 1 Pemupukan ke-2 Total Pemupukan Hasil panen rata-rata/batang
1 0,25 g 2,75 g 3,0 g 1,25 kg
2 0,50 g 2,50 g 3,0 g 1,28 kg
3 0,75 g 2,25 g 3,0 g 2,10 kg
4 1,00 g 2,00 g 3, 0 g 2,65 kg
5 1,25 g 1,75 g 3,0 g 2,15 kg
6 1,50 g 1,50 g 3,0 g 1,20 kg
(6) selanjutnya pak bejo menyimpulkan bahwa pemupukan yang akan memberikan hasil terbaik adalah
pemupukan 3gram/ batang untuk dua kali, yakni 1 gram pada pemupukan pertama dan 2 gram pada
pemupukan kedua. (7) agar penelitiannya lebih banyak bermanfaat, Pak Bejo mengirim hasil penelitiannya ke
jurnal penelitian untuk dipublikasikan ke masyarakat luas serta ke dinas pertanian setempatsebagai salah satu
dasar pembinaan bagi para petani cabai.
Dalam pembelajaran kimia kelak, metode ilmiah disederhanakan menjadi 5 langkah berikut (5M)
1. Mengamati
2. Menanya
3. Mencoba/menggali bahan ajar/ informasi
4. Menalar/ menyelesaikan masalah
5. Menyajikan/ presentasi dikelas.

KADAR UNSUR DALAM CAMPURAN


Kadar zat dalam campuran dapat dinyatakan dengan:
1. Persen Massa (% massa)
Persen massa menyatakan bagian massa komponen dalam 100 bagian massa campuran.
2. Persen Volume (% Volume)
Persen volume menyatakan bagian volume komponen dalam 100 bagian volume campuran
3. Bagian per sejuta (bpj / ppm)
Bagian per sejuta (bpj) massa atau part per million (ppm) massa menyatakan bagian massa
komponen dalam sejuta bagian massa campuran.
Bagian per sejuta (bpj) volume atau part per million (ppm) volume menyatakan bagian volume
komponen dalam sejuta bagian volume campuran.

Contoh 1. Membuat larutan dengan kadar tertentu.


Berapa gram gula dan berapa gram airyang diperlukan untuk membuat 200 gram larutan gula 10%?
Jawab:
Massa larutan = 200 gram
10
Gula 10% = 200
100
= 20
Massa air = massa larutan massa gula
Massa air = 200 gram 20 gram
= 180 gram
Jadi massa gula yang diperlukan adalah 20 gram dan massa air adalah 180 gram.

Contoh 2. Mengubah kadar larutan


Berapa gram gula harus ditambahkan kedalam 100 gram larutan gula 10%, sehingga kadar gula menjadi 20%?
Jawab:
10
Massa gula dalam 100 gram larutan gula 10% = 100 100 = 10
Missal, massa gula yang harus ditambahkan adalah x gram
Maka massa gula akhir = (10 + x) gram
Kadar gula menjadi 20% berarti = massa gula : massa campuran = 20 : 100
(10 + ) 20
=
(100 + ) 100
1000 + 100 = 2000 + 20
80 = 1000
= 12,5

Hubungan kadar dan bpj

100% = 1.000.000 bpj


1% = 10.000 bpj