Anda di halaman 1dari 8

YURISPRUDENSI TENTANG PERBUATAN MELAWAN HUKUM.

205. XXIX. 2. Perbuatan melawan bukum oleh seseorang.


Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:
bahwa tergugat-tergugat/pembanding-pembanding memasukkan pengaduan kepada Polisi untuk
menyelematkan hak mereka tidaklah bertentangan denganhukum; sedang mengenai penahanan
terhadap penggugat-penggugat/terbandingterbanding hal ini adalah semata-mata wewenang
Polisi, yang akibatnya tidak dapat dipikulkan kepada tergugat-tergugat/pembanding-pembanding.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 30-12-1975 No. 562 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : 1. Tjhui Siang Bun alias Hermanto. 2. Aloi lawan 1. Ny. Hui Bin So. 2. Hui
Get Sin alias Ali Husin.
dengan Susunan Majelis : 1. DH. Lumbanradja SH. 2. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH. 3.
Bustanul Arifin SH.
206. XXIX. 2.3. Tanggung jawab karena kesalahan atau kelalaian.
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:
Kelalaian dari pada pengemudi oto penggugat-terbanding sendiri mengurangi pertanggungan
jawab tergugat-pembanding akan akibat tabrakan itu, sehingga adalah adil jikalau biaya
perbaikan oto milik penggugat-terbanding untuk 1/3 bagian dibebankan kepadanya dan untuk 2/3
bagian kepada tergugat pembanding.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 27-11-1975 No. 199 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Haji Nawir lawan Wong Tjun Fong.
dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo SH. 2. Bustanul Arifin SH. 3. R.Z. Asikin
Kusumah Atmadja SH.
207. XXIX. 2.6. Ganti rugi karena perbuatan melawan hukum.
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:
Karena pembanding I tidak dapat membuktikan adanya kerugian materiil akibat perbuatan
terbanding I, gugatan rekonpensi (ganti rugi karena perbuatan melawan hukum) harus ditolak.
Putusan Makhamah Agung tgl. 25-3 -1976 No. 1057 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Ny. Dj. Oei Sian Ting,T. Oei Joe Liang alias Goentoro lawan Bupati Kepala
Daerah Kab. Probolinggo, Ny. Liem Sian Nio alias Sianah dkk.
dengan Susunan Majelis : 1. DR. Lumbanradja SH. 2. Bustanul Arifin SH. 3. Indroharto SH.
208. XXIX. 2.6. Ganti rugi karena perbuatan melawan hukum.
Judex fasti telah salah menerapkan hukum karena :
Judex facti dengan begitu saja menentukan bahwa tergugat-tergugat dalam kasasi/tergugat-
tergugat asal (karena adanya gugatan ini) telah menderita kerugian karena namanya menjadi
kurang baik dalam dunia perdagangan tanpa mengadakan pemeriksaan tentang hal ini; judex fasti
tidak memeriksa apakah tergugat-tergugat dalam kasasi/tergugat-tergugat asal benar-benar
mendenita kerugian materiil, yaitu macetnya usaha dagang mereka, disamping itu berdasarkan
hukum, tergugat asal I dan II memang harus bertanggung jawab mengenai apa yang menjadi
pokok dan sengkata ini.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 22-10-1975 No. 371 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Bank Dagang Negara Iawan 1. P.T. Perusahaan Pelayaran "Abdi Lines"; 2. P.T.
Perusahaan Pelayaran Nusantara "Wasesa Line"
dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo SH 2. R.Z. Asikin Kusumah Atmadja SH. 3.
DH. Lumbanradja SH.
209. XXIX. 2.6. Gantirugi karena perbuatan melawan hukum.
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan mahkamah Agung:
bahwa Pengadilan Negeni telah mengabulkan gugat ganti kerugian sebesar Rp. 500,- setiap hari
mulai keputusan ini mendapat kekuatan hukum yang tetap sampai rumah terperkara beserta tanah
pertapaannya diserahkan oleh tergugat kepada penggugat;
bahwa jumlah ganti kerugian seperti yang dikabulkan Pengadilan Negeri tersebut adalah terlalu
besar, sehingga jumlah itu harus diperbaiki menjadi sebesar Rp. 250,-
(i.c. tuntutan penggugat adalah: - agar tergugat dihukum membayar ganti rugi kepada penggugat
sebanyak Rp. 2500,- setiap hari terhitung sejak perkara didaftarkan di Pengadilan Negeri sampai
rumah dan tanah pertapaannya diserahkan kepada penggugat).
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 15-4-1976 No. 840 K/Sip/1972.
Dalam perkara: Nampat Meliala Iawan Ny. Rugun br. Purba.
dengan Susunan Majelis : 1. DH. Lumbanradja SH. 2. R.Z. Asikin Kusumah Atmadja SH. 3.
Indroharto SH.
210. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan oleh Pengadilan Tinggi dan Mahkamah
Agung:
bahwa menurut yurisprudensi "dnrechinatige overheidsdaad" Pengadilan Negeri berwenang
untuk mengadilinya.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 14-11-1974 No. 339 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Pemerintah D.K.I. Jakarta Raya lawan M. Lumbangaol.
dengan Susunan Majelis : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto S.H. 2. D.H. Lumbararadja S.H. 3.
R. Djoko Soegianto S.H.
211. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Karena Peradilan Administrasi belum terbentuk, maka Pengadilan Umum berwenang untuk
memeriksa perkara perbuatan melawan hukum dari Pemerintah.
(i.c. gugatan ditujukan terhadap Wali-Kota sehubungan dengan perintah pengosongan rumah).
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 19-11-1973 No. 634 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : H. Candasasmita (Can Kay Djoe) lawan Wali Kotamadya Bandung, R. Denie
Setiawan Kartadinata.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H. 2. Sri Widojati Wiratmo Soekito S.H. 3.
lndroharto S.H.
212. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
1. Berdasarkan Yurisprudensi, perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pejabat
Negana tunduk pada yurisdiksi Pengadilan Negeri/Umum.
2. Meskipun sengketa mengenai hubungan sewa-menyewa merupakan wewenang sepenuhnya
dari pada Dinas Perumahan berdasarkan P.P. No. 49 tahun 1963, namun apabila dalam keputusan
Dinas Perumahan tersebut terdapat sesuatu yang bersifat melanggar hukum, maka yang merasa
dirugikan berhak mengajukannya pada Peradilan Umum.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 31-10-1974 No. 981 K/Sip/1972.
Dalam Perkara : Jong Seng lawan 1. Bupati Kepala Daerah Kabupaten Panarukan qq
Pemerintah Daerah Kabupatan Panarukan. 2. Pejabat Urusan Perumahan Kabupaten panarukan
di Situbondo. 3. Hartono Basuki (Go Tjhing Hoo).
dengan Susunan Majelis : 1. Dr. R. Santosa Poedjosoebroto SH. 2. Busthanul Arifin S.H. 3. R.Z.
Asikin Kusumah Atmadja S.H.
213. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh penguasa.
Hakim berwenang untuk mempertimbangkan apakah dalam hal ini Pemerintah telah bertindak
untuk kepentingan Negera dan apakah dalam hal ini Pemerintah tidak melakukan perbuatan yang
melanggar hukum yang merugikan seorang penduduk.
Dalam hal ini Pemerintah baru dapat dikatakan melanggar hukum apabila dalam tindakannya itu
tiada cukup anasir-anasir kepentingan Negara atau dengan lain perkataan apabila Pemerintah
telah berbuat sewenang-wenang.
i.c. Mahkamah Agung menganggap bahwa dalam tindakan Pemerintah (dalam hal ini Residen di
Bandung) yang bersangkutan yang berupa penguasaan sementara sebuah gedung terdapat cukup
anasir-anasir kepentingan Negara.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 16-10-1952 No. 66 K/Sip/1952.
Dalam Perkara : Yap Po Tjan lawan Pemerintah Republik Indonesia.
dengan Susunan Majelis : 1. Mr. R. Satochid Kartanegara. 2. Mr. R. Wirjono Prodjodikoro. 3.
Mr. R. Subekti.
214. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Hal perbuatan melanggar hukum oleh Penguasa, harus dinilai dengan Undang-undang dan
Peraturan-peraturan formil yang berlaku dan selain itu dengan kepatutan dalam masyarakat yang
seharusnya dipatuhi oleh Penguasa.
Penilaian factor sosial - ekonomi dalam sewa-menyewa adalah wewenang Kepala Daerah
sebagai Penguasa dan harus dianggap sebagai perbuatan kebijaksanaan Penguasa, yang
Pengadilan tak berwenang untuk menilainya, kecuali kalau wewenang tersebut dilaksanakan
dengan melanggar Undang-undang dan Peraturan-peraturan formil yang berlaku atau melewati
batas kepatutan dalam masyarakat yang harus dipatuhi oleh Penguasa.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 20 -1-1971 No. 838 K/Sip/1970.
Dalam Perkara : 1. Pemerintah Daerah Ibu Kota Jakarta Raya qq Gubernur Kepala Daerah
Khusus Ibu Kota Jakarta qq Kepala Dinas Perumahan D.K.I. Jakarta; 2. Ali Husain Tajibally.
Iawan W. Josopandojo.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H. 2. Busthanul Arifin S.H. 3. Sri Widojati
Wiratmo Soekito S.H.
215. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Pembatalan surat izin Perusahaan yang dikeluarkan oleh Gubernur adalah wewenang Peradilan
Tata Usaha Negara dan tidaklah tepat bila dilakukan oleh Pengadilan Negeri.
Putusan Mahkamah Agung : No. 232 K/Sip/1968.
Dalam Perkara : Said bin Mohamad Baloewel lawan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota
Jakarta Raya.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H. 2. Indroharto S.H. 3. Sardjono S.H.
216. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Pengadilan Negeri tidak berwenang untuk menilai tindakan Pemerintah Daerah mengenai tanah
yang berada dibawah pengawasannya, kecuali kalau dengan tindakan itu Pemerintah Daerah
melanggar peraturan hukum yang berlaku atau melampaui batas-batas wewenangnya.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 4-3- 1970 No. 319 K/Sip/1968.
Dalam Perkara : Bok Kromoredjo lawan Djopawiro.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H. 2. Z. Asikin Kusumah Atmadja S.H. 3. D.H.
Lumbanradja S.H.
217. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Soal kepada siapa Kota Pradja akan memberikan tanah milik Kota Pradja untuk dipakai, adalah
masalah pemanfaatan; dan kebijaksanaan Kota Pradja, yang mengenai hal ini Hakim tidak
wenang campur tangan.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 18-5-1960 No. 157 K/Sip/1960.
Dalam Perkara : Lebanus Tambunan lawan Anting Batubara dan Wali Kota Pematang Siantar.
dengan Susunan Majelis : 1. R. Wirjono Prodjodikoro S.H. 2. R. Subekti S.H. 3. R. Wirjono
Kusumo S.H.
218. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:
Petitum D dan E dan gugatan:
(D.- menyatakan batal setidak-tidaknya membatalkan surat keputusan Dirjen Agraria dan
Transmigrasi tgl. 10-3-1967 No. 7/D/278/67 dan menyatakan batal atau membatalkan Sertipikat
H.G.B. No. 550 tgl. 17-5-1971 No. 943/S/1971 tertulis atas namanya Djoko Soedjono.
E- memerintahkan kepada tergugat I untuk memberikan izin balik nama mengenai persil
Jl. Iris No. 2 Surabaya kepada penggugat dan selanjutnya memerintahkan kepada kepala Kantor
Pendaftaran dan Pengawasan Pendaftaran Tanah untuk mengeluarkan Sertipikat tersebut diatas
kepada penggugat).
karena pengeluaran sertipikat itu semata-mata wewenang Administrasi dan bukan wewenang
Pengadilan sehingga pembatalannya juga wewenang Administrasi bukan Pengadilan;
tidaklah beralasan maka harus juga ditolak;
Puutsan Mahkamah Agung tgl. 6-1 -1976 No. 1198 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : 1. Direktur Jenderal Agraria di Jakarta, 2. Djoko Soedjono lawan Mary Louise
Romer.
dengan Susunan Majelis : 1. Indroharto SH. 2. DH. Lumbanradja SH. 3. Achmad Soelaiman
SH.
219. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan oleh Mahkamah Agung:
Seorang penyewa kios dalam pasar lama Pontianak yang berhubung dengan pernbangunan pasar
oleh Kota Madya dipindahkan sementara ketempat penampungan dengan janji akan mendapat
prioritas sewa kios bila pasar telah selesai dibangun, yang menggugat Wali Kota untuk
mendapatkan ruangan Kios dalam pasar baru tersebut;
gugatannya dapat diterima. (i.c. oleh Pengadilan Negeri gugatan dinyatakan tidak dapat diterima
karena dianggap bahwa yang digugat adalah masalah beleid/ kebijaksanaan dari pada
Pemerintah).
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 12-12- 1973 No. 709 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : S. Masjhor S.H. lawan Tiono Walikota Kepala Daerah Kotamadya Pontianak.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H. 2. Indroharto S.H. 3. D.H. Lumbanradja S.H.
220. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Gugatan yang ditujukan kepada WaIi Kota atas dalil, bahwa putusan Wali Kota yang berisi
perintah kepada penggugat untuk mengosongkan rumah dalam perkara adalah melanggar hukum
dan tidak sesuai dengan maksud PP. No. 49/1963,
adalah bukan perkara sewa menyewa termaksud dalam P.P. No. 49/1963 dan Pengadilan
berwenang memeriksanya.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 21-11-1973 No. 662 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Jo Thian Kin lawan Pemerintah Republik Indonesia.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H. 2. Indroharto S.H. 3. D.H. Lumbanradja S.H.
221. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Tuntutan mengenai pelaksanaan hak perdata pribadi (subjectief privaatrecht) Pengadilan Negeri
wenang mengadilinya, walaupun hak itu bersumber pada peraturan yang bersifat hukum publik.
(i.c. Penggugat-penggugat asli menuntut agar mereka sebagai akhli waris dari pada mendiang
Oei Ek Khong, disyahkan sebagai penyewa untuk selama ini dan seterusnya atas petak toko No.
1. milik Kota Pradja Padang).
Pemakaian toko yang didasarkan pada izin Kota Pradja Padang berdasarkan "Padangsche Pasar-
Verordening", tidak dapat secara diam-diam menjelma menjadi perjanjian sewa-menyewa
keperdataan menurut B.W.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 14-5-1960 No. 115 K/Sip/1960.
Dalam Perkara : Pemerintah Daerah Kota Padang (Kota Pradja Padang) lawan Jap Soei Nio
dkk.
dengan Susunan Majelis : 1. R. Wirjono Prodjodikoro S.H. 2. R. Soekardono S.H. 3. R. Wirjono
Kusumo S.H.
222. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Dalam hal tanah/rumah erfpacht - verponding sebelum berlakunya Undangundang Pokok Agraria
dijual oleh pemiliknya dengan akte notaris, tetapi belum sampai dibalik atas nama pembeli,
berarti penjual telah melepaskan haknya atas Tanah/rumah tersebut; maka dengan berlakunya
U.U. Pokok Agraria statusnya menjadi tanah Negara, sehingga pemberian tanah tersebut sebagai
hak pakai oleh Pemerintah kepada tergugat tidak merupakan perbuatan melawan hukum.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 4-7-1974 No. 635 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : 1. Pemerintah Republik Indonesia, diwakili oleh Menteri Dalam Negeri, qq
Direktur Jenderal Agraria, qq Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Kepala Inspeksi
Agraria D.K.I. Jakarta dan Kepala Pendaftaran dan Pengawasan Pendaftaran Tanah D.K.I.) 2.
Kedutaan Besar Amerika Serikat lawan Bebasa Daeng Lab S.H.
dengan Susunan Majelis : 1. Dr. R. Santosa Poedjosoebroto S.H. 2. R.Z. Asikin Kusumah
Atmadja S.H. 3. D.H. Lumbanradja S.H.
223. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Karena soal penunjukan kios-kios adalah temmasuk wewenang penggugat untuk kasasi
I/tergugat asal I (Dinas Perusahaan Pasar Kota Madya Medan). perbuatan penggugat untuk
kasasi I tersebut (menyerahkan kios No. 354 terperkara kepada tergugat asal III tidak dapat
dianggap merupakan perbuatan yang melanggar hukum.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 20-4-1976 No. 520 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Dinas Perusahaan Pasar Kotamadya Medan dkk lawan Sjamsuddin alias Tjok
Thiem Song.
dengan Susunan Majelis : 1. D.H. Lumbanradja S.H. 2. Busthanul Arifin S.H. 3. R. Saldiman
Wirjatmo S.H.
224. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Karena pembatalan S.I.P. oleh tergugat II (Kepala K.U.P.) dilakukan berdasarkan wewenang
yang diberikan kepadanya oleh P.P. No. 49 tahun 1963, tidakIah terbukti bahwa tergugat telah
melakukan perbuatan yang melawan hukum.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 9-11-1976 No. 1477 K/Sip/1975.
Dalam Perkara : Eddy Hans lawan 1. Walikota Kepala Daerah Kotamadya Surabaya, 2. Kepala
Kantor Urusan Perumahan Surabaya, 3. Mohamad bin Oemar bin Moh. Badrahim Balmeid.
dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo SH. 2. Hendrotomo SH. 3. Sri Widojati
Wiratmo Soekito SH.
225. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Surat keputusan Kepala Kantor Urusan Agama Propinsi yang mencabut kembali surat keputusan
yang keliru tentang pengangkatan penggugat sebagai pegawai P.3. N.T.R. adalah sah dan tidak
melawan hukum.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 27-1-1976 No. 643 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Haji Ali Baderun bin Abdullah lawan Pemerintah Republik Indonesia qq.
Perwakilan Departemen Agama qq. Jawatan Utusan Agama Propinsi Kalimantan
Selatan/Pimpinannya Sumbono alias Solichun.
dengan Susunan Majelis : 1. R. Saldiman Wirjatmo SH. 2. Sri Widojati Wiratmo Soekito SH. 3.
R.Z. Asikin Kusumah Atmadja SH.
226. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:
Perbuatan Wali Kota Kodya Bandung yang menjatuhkan putusan dalam taraf banding yang
didasarkan atas suatu protes yang tidak berdasar, adalah bertentangan dengan hukum maka
adalah tidak sah.
(putusan tersebut berisi pembatalan S.I.M.; putusan dijatuhkan atas protes yang diajukan oleh
orang yang bukan pemilik dari rumah yang bersangkutan).
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 19-8-1975 No. 312 K/Sip/1974.
Dalam Perkara : M. Achsan lawan M. Balnadi Sutadipura dan 1. Walikota Kepala Daerah
Kotamadya Bandung, dalam kedudukannya selaku Kepala Daerah Kotamadya Bandung di
Bandung; dkk.
dengan Susunan Majelis :1. D.H. Lumbanradja S.H. 2. R. Saldiman Wirjatmo S.H. 3.
Indroharto S.H.
227. X IX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh penguasa.
Keputusan Direktur Jenderal Agraria yang berisi pencabutan sertifikat hak mihik berdasarkan
suatu keputusan pengadilan yang belum mempunyai kekuatan pasti dan tidak mempunyai
kekuatan eksekutorial, adalah batal demi hukum.
Mahkamah Agung berwenang mempertimbangkan hal ini, karena untuk menilai syah tidaknya
keputusan Direktur Jenderal Agraria tersebut harus dinilai Iebih dulu keputusan Pengadilan ini.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 20 - 10 - 1976 No. 1080 K/Sip/1973.
Dalam Perkara Ny. Masropah lawan Amin Widjaya dan Negara Republik Indonesia, qq
Pemerintah R.I. qq. Menteri Dalam Negeri, qq Direktur Jenderal Agraria.
dengan Susunan Majelis : 1. BRM. Hanindyopoetro Sosropranoto SH. 2. R.Z. Asikin Kusumah
Atmadja SH. 3. Palti Radja Siregar SH.
228. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh penguasa.
Karena penguasaan tanah dan bangunan seperti yang dimaksud dalam surat keputusan Menteri
Pertanian dan Agraria tanggal 10 April 1964 No. S.K./9/KA/64 pada hakekatnya adalah
pencabutan hak, yaitu dalam surat keputusan itu ditegaskan, bahwa wewenang penguasaan itu
meliputi pula wewenang untuk mengosongkan tanah dan bangunan dari para pemakai atau
penghuninya serta ongkos-ongkos bangunan yang perlu disingkirkan; maka keputusan Menteri
Pertanian dan Agraria tersebut harus dengan segera diikuti dengan keputusan Presiden mengenai
dikabulkan atau ditolaknya pemmintaan untuk melakukan pencabutan hak itu (pasal 6 ayat 2
Undang-Undang No. 20 tahun 1961); sedangkan keputusan Presiden yang dimaksud mengenai
hal ini tidak pernah dikeluarkan sampai saat ini, yang mana adalah suatu keharusan/syarat
mutlak;
sehingga surat perintah Gubernur Kepala Daerah Khusus Jakarta Raya tanggal 29 Maret 1973
No. 229/Spb/T/T/1973 tentang pembongkaran bangunan penggugat di atas tanah itu adalah batal
dan tidak sah.
Putusan Mahkamah Agung : tgl; 5 - 11 - 1975 No. 1631 K/Sip/1974.
Dalam Perkara : Soritoan Harahap lawan 1. Yayasan Perumahan Pulo Mas 2. Pemerintah
Republik Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh Menteri Dalam Negeri cq, Gubernur Kepa!a
Daerah Khusus Ibukota Jakarta, qq Walikota Jakarta Timur.
dengan Susunan Majelis :1. D.H. Lumbanradja S.H. 2. Achmad Soelaiman S.H. 3. Indroharto
S.H.
229. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh penguasa.
Karena ketentuan S.I.P. dilanggar (rumah sengketa sebagian digunakan untuk tempat tinggal,
sedang S.I.P.nya adalah S.I.P. untuk perusahaan) berdasarkan pasal 8 (b) Peraturan D.K.I. Jakarta
No. 7/1971, S.I.P. itu menjadi batal dan tidak berlaku lagi demi hukum (van rechtswege);
Sebagai akibat batalnya dan tidak berlakunya lagi S.I.P. itu demi hukum maka sama sekali tidak
ada persoalan hal ganti rugi dan Gubernur DKI Jakarta tidak berhak/berwenang untuk
mengambil suatu kebijaksanaan dalam perkara ini, yaitu untuk menetapkan ganti kerugian yang
harus dibayar penggugat asal kepada tergugat asal II.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 6 - 11 - 1975 No. 1277 K/Sip/1974.
Dalam Perkara : 1. Pemerintah Negara R.I. cq. Menteri Dalam Negeri R.I. cq cq. Gubernur
Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta: 2. Oey A Khin lawan Johan Hasan.
dengan Susunan Majelis : 1. Dr. R. Santoso Poedjosoebroto S.H. 2. Achmad Soelaiman S.H. 3.
Indroharto S.H.
230. XXIX. 3. Perbuatan melawan hukum oleh Penguasa.
Pertimbangan Pengadilan Negeri yang dibenarkan Mahkamah Agung:
Karena berdasarkan pasal 80 U.U. No. 18/1965 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah,
keputusan-keputusan Pemerintah Daerah jikalau bertentangan dengan kepentingan Umum,
Undang-Undang, Peraturan Pemerintahan atau Peraturan Daerah yang Iebih tinggi tingkatannya,
dipertangguhkan atau dibatalkan oleh Kepala Daerah setingkat lebih atas,
maka yang berwenang menyatakan batal Keputusan Wali Kota Cirebon temmaksud adalah
Gubernur Jawa Barat, sehingga Pengadilan Negeri tidak berkuasa untuk mengadili perkara ini.
(Putusan Wali Kota termaksud berisi penetapan bangunan yang ditempati penggugat sebagai
Toko Pangan Pemerintah Daerah dan penunjukan bangunan lain sebagai tempat tinggalnya;
kepada penggugat diperintahkan untuk dalam waktu satu minggu mengosongkan bangunan
tersebut dan kepada Kepala Dinas Urusan Perumahan Daerah Kotamadya ditugaskan untuk
memberikan Surat Izin Perumahan kepada penggugat untuk bangunan lain termaksud).
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 17 - 9 - 1973 No. 899 K/Sip/1972.
Dalam Perkara : 1. Akhliwaris : Ang Boen Tjan 2. Ang be Tek 3. Walikota Kepala Daerah
Cirebon, lawan 1. Lai Miauw Hoa 2. Lai Tien Man.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Soebekti S.H. 2. Indroharto S.H; 3. Widojati Wiratmo
Soekito S.H.
231. XXIX. 3.5. Ganti rugi karena perbuatan melawan hukum penguasa.
Pertimbangan Pengadilan Tinggi yang dibenarkan Mahkamah Agung:
Karena dari surat-surat keterangan dokter tidak terbukti ada causaal verband antara sakitnya adik
penggugat dan kekerasan yang dilakukan oleh petugaspetugas Urusan Perumahan D.K.I.,
tuntutan ganti kerugian atas sakitnya adik penggugat tersebut tidak ada dasarnya maka harus
ditolak.
Putusan Mahkamah Agung : tgl. 19 - 11 - 1973 No. 553 K/Sip/1973.
Dalam Perkara : Dr. Sahat Maruli Tua Manurung lawan 1. Gubernur Kepala Daerah Khusus
Ibu Kota Jakarta, 2. Ny. Siti Sammah Abdul Salim.
dengan Susunan Majelis : 1. Prof. R. Subekti S.H.; 2. Indroharto S.H. 3. Sri Widojati Wiratmo
Soekito S.H.

Anda mungkin juga menyukai