Anda di halaman 1dari 2

TATALAKSANA LEPTOSPIROSIS

No. Dokumen /SOP/C/0102/III/2017


No. Revisi 00
SOP
Tanggal Terbit 01 April 2017
Halaman 1 dari 2

PUSKESMAS SUKASARI dr. Gumilar Farto Siswoyo


KECAMATAN CILAKU NIP.198202012010011013

1. Pengertian Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang menyerang manusia


disebabkan oleh mirkroorganisme leptospira interogans dan memiliki
manifistasi klinis yang luas
2. Tujuan Sebagai acuan langkah-langkah untuk tatalaksana pasien leptospirosis
yang berobat di Puskesmas Kecamatan Pademangan
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sukasari Nomor Tahun 2017
Tentang Standar Layanan Klinis
4. Referensi Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 5 tahun 2014
tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Primer
5. Alat dan Bahan a. Tensimeter
b. Stetoskop
c. Senter
d. ATK
e. Thermometer
6. Langkah-langkah 1. Petugas melakukan anamnesis dan menggalinya
a. Keluhan demam disertai menggigil, sakit kepala, anoreksia,
myalgia yang hebat pada betis, paha dan pinggang diserta nyeri
tekan, mual, muntah diare dan nyeri abdomen, fotofobia,
penurunan kesadaran.
2. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, untuk menemukan tanda-
tanda berikut:
a. Demam
b. Icterus
c. Nyeri tekan pada otot
d. Ruam kulit
e. Limfadenopati
f. Hepatomegaly dan splenomegaly
g. Edema
h. Bradikardi relatif
i. Konjungtiva siliar
j. Gangguan perdarahan berupa petekie, purpura, epitaksis, dan
perdarahan gusi
k. Kaku kuduk tanda meningitis
3. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang
a. Darah rutin: jumlah leukosit antara 3000 26000/l, dengan
pergeseran kekiri, trombositopenia yang ringan terjadi pada 50%
pasien dan dihubungkan dengan gagal ginjal.
b. Urin rutin: sedimen urin (leukosit, eritosit, dan hyaline atau
granular) dan proteinuria ringan, jumlah sedimen eritosit biasanya
meningkat.

4. Petugas melakukan penegakan diagnosis berdasarkan anamnesis


dan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
5. Petugas melakukan tatalaksana:
a. Terapi suportif diberikan dengan observasi ketat untuk
mendeteksi dan mengatasi keadaan dehidras, hipotensi,
perdarahan dan gagal ginjal sangat penting pada leptospirosis .
b. Pemberian antibiotic harus dimulai secepat mungkn, pada kasus-
kasus ringan dapat diberikan antibiotic oral seperti Doksisiklin,
ampisilin, amoksisilin atau eritromisin. Pada kasus leptospirosis
berat berikan dosis tinggi penisilin injeksi.
6. Petugas memberitahukan tentang komplikasi:
a. Meningitis
b. Distress respirasi
c. Gagal ginjal karena renal interstitial tubular necrosis
d. Gagal hati
e. Gagal jantung
7. Petugas melakukan Konseling dan Edukasi pada pasien dan atau
keluarganya
a. Pencegahan leptospirosis khususunya didaerah tropis sangat
sulit, karena banyaknya hospesperantara dan jenis serotype.
Bagimereka yang mempunyai resiko tinggi untuk tertular
leptospirosis harus diberikan perlindungan berupa pakaian kusus
yang dapat melindunginya dari kontak dengan bahan-bahan yang
telah terkontiminasi dengan kemih binatang reservoir.
b. Keluarga harus melakukan pencegahan leptospirosis dengan
menyimpan makanan dasm minuman denganbaik agar terhindar
dari tikus, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan,
mencuci tangan, kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun
setelah bekerja disawah/kebun/sampah/tanah/selokan dantempat
tempat yang tercemar lainnya.
c. Pentingnya memperhatikan cairan yang hilang dari diare/emesis.
d. Untuk anggota keluarga/kontak yang rentan, dapat diberikan
vaksin campak atau human immunoglobulin untuk pencegahan.
Vaksin efektif bila diberikan dalam 3 hari terpapar dengan
penderita. Imunoglobulin dapat diberikan pada individu dengan
gangguan imun, bayi umur 6 bulan -1 tahun, bayi umur kurang
dari 6 bulan yang lahir dari ibu tanpa imunitas campak, dan
wanita hamil.
8. Petugas melakukan rujukan pada penderita campak dengan
komplikasi (superinfeksi bakteri, pneumonia, dehidrasi, croup,
ensefalitis).
7. Bagan Alir -
8. Hal-hal Yang Perlu
-
Diperhatikan
9. Unit Terkait Ruang Pelayanan Umum, RGD 24 jam
10. Dokumen Terkait Rekam medis
11. Riwayat Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl diberlakukan
Dokumen