Anda di halaman 1dari 5

1. Apa yang dimaksud dengan Ergonomi ?

Jawab :

Ergonomi adalah ilmu yang memanfaatkan informasi mengenai sifat, kemampuan


dan keterbatasan manusia untuk merancang system kerja. Dengan Ergonomi,
diharapkan manusia yang berperan sentral dalam suatu system kerja dapat bekerja
lebih efektif dan efisien.

2. Bagaimana hubungan antara Ergonomi dengan Teknik Industri ?


Jawab :

Tujuan Ergonomi yaitu untuk menamah efektifitas penggunaan objek fisik dan
fasilitas yang digunakan manusia dan merawat atau menambah nilai tertentu yang
layak, misalnya kesehatan , keselamatan, kenyamanan, dan kepuasan pada proses
penggunaan tersebut. Teknik Industri adalah suatu bidang keilmuan yang
mempelajari bagaimana merancang, mengatur dan mengaplikasikan semua faktor-
faktor seperti manusia, mesin, metode, material, lingkungan dan analisis keuangan
serta kajian manajerial menjadi suatu sistem dalam lingkup yang berhubungan
dengan fungsi industri seperti penelitian dasar, penelitian operasional,
pengembangan terhadap suatu produk baru melalui rekayasa industri, desain produk,
perancangan sistem kerja dan ergonomi, perawatan mesin, pengendalian kualitas dan
mutu, otomasi sistem produksi hingga pada analisa kelayakan pabrik yang mencakup
pula kajian manajemen secara komprehensif dan aplikatif.
Dari tujuan Ergonomi dan pengertian Teknik Industri bias di simpulkan bahwa
hubungan Ergonomi dengan Teknik Industri yaitu Ergonomi sangat berperan dalan
Teknik Industri dalam bidang perancangan produk/ system kerja untuk mencapai
tujuan dari Teknik Industri tersebut .

3. Mengapa dalam perancangan suatu produk/ system kerja harus Ergonomi ?


Jawab :

Karena Perancangan sistem kerja yang tepat dan ergonomis adalah merancang secara
keseluruhan yang berarti merancang unsur-unsur manusia, alat, bahan lingkungan
dsb sebagai suatu kesatuan sistem kerja tentunya dengan pendekatan human centered
design (HCD). Sasaran perancangan ini adalah mendapatkan rancangan sistem kerja
yang cocok (fit) bagi pekerja secara fisik maupun psiko-sosiologik. Seperti yang
telah disebutkan, perancangan ini melibatkan semua unsur dalam sistem kerja
meliputi peopleware, hardware, software, technoware, enviroware, organiware, dan
policyware yang semuanya harus terancang dengan baik yakni terancang secara
ergonomis. Sasaran perancanagn sistem kerja secara ergonomis adalah menghasilkan
kerja yang Efektif, Aman, Sehat, Nyaman, dan Efisien disingkat menjadi ENASE.
Perancangan yang tidak ergonomis berpotensi menumbuhkan dampak-dampak fisik
dan psikososial yang buruk. Sedangkan perancangan yang ergonomis akan menjamin
dan meningkatkan safety, heath, productivity, dan quality kerja dan hasil kerja. Dan
agar hasilnya lebih optimal maka penerapan ergonomi pada sistem kerja ini harus
bersinambung / continuous improvement / kaizen.

4. Apakah syarat syarat untuk perancangan yang baik ? Berikan contoh perancangan
suatu produk .
Jawab :

Perancangan yang baik yaitu perancangan yang sesuai dengan tujuan Ergonomi yaitu
ENASE (efektif, nyaman, aman, sehat dan efisien .

5. Apa yang dimaksud dengan Anthopometri ? Sebutkan dan jelaskan cara cara
melakukan pengukuran anthopometri tersebut dan beri contoh penggunaannya,
masing masing minimal 3 buah !
Jawab :

Anthopometri adalah pengetahuan yang menyangkut pengukuran tubuh manusia,


khususnya dimensi tubuh. Anthopometri dibagi menjadi dua yaitu :

1. Anthopometri statis
Dimensi - dimensi yang diukur pada anthopometri statis diambil secara linear (lurus)
dan
Dilakukan pada permukaan tubuh . Agar dapat diproduksi/diperbandingkan,
pengukuran harus dilakukan dengan cara yang sama untuk berbagai individu dan
tubuh harus dalam keadaan diam (statis) selama pengukuran. Terdapat factor yang
mempengaruhi dimensi tubuh manusia, diantaranya :
a. Umur
b. Jenis Kelamin
c. Suku Bangsa
d. Pekerjaan

Contoh pengukuran Anthopometri statis :


- Pengukuran tinggi badan saat berdiri
- Pengukuran dimensi tangan dan kaki
- Pengukuran bentuk kepala

2. Anthopometri dinamis
Yang dimaksud dengan anthopometri dinamis adalah pengukuran keadaan dan ciri -
ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakan - gerakan
yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya . Terdapat 3
kelas pengukuran anthopometri dinamis, yaitu :
1. Pengukuran tingkat keterampilan sebagai pendekatan untuk mengerti keadaan
mekanis dari suatu aktivitas.
2. Pengukuran jangkauan ruang yang digunakan oleh suatu kelompok kerja tertentu.
3. Pengukuran variabilitas kerja.
Contoh pengukuran Anthopometri dinamis :
- Pengukuran sudut putar tangan
- Pengukuran salam mempelajari performa atlet
- jangkauan dari gerakan tangan dan kaki efektif saat bekerja yang dilakukan dengan
berdiri atau duduk.

6. Dalam perancangan suatu produk/ system kerja terdapat prinsip prinsip pemakaian
data anthopometri. Sebutkan prinsip prinsip tersebut ? dan kapan prinsip tersebut
digunakan ?
Jawab :
1. Prinsip perancangan fasilitas berdasarkan individu ekstrim (minimum atau
maksimum)
Prinsip ini digunakan apabila kita mengharapkan agar fasilitas yang akan di rancang
tersebut dapat di pakai dengan enak dan nyaman oleh sebagian besar orang-orang
yang akan memakainya.

Contohnya: Ketinggian kontrol maksimum digunakan tinggi jangkauan keatas dari


orang pendek, ketinggian pintu di sesuaikan dengan orang yang tinggi dan lain-lain.

2. Prinsip perancangan fasilitas yang bisa disesuaikan.


Prinsip digunakan untuk merancang suatu fasilitas agar fasilitas tersebut dapat
menampung atau bisa dipakai dengan enak dan nyaman oleh semua orang yang
mungkin memerlukannya. Biasanya rancangan ini memerlukan biaya lebih mahal
tetapi memiliki fungsi yang lebih tinggi.

Contohnya: Kursi kemudi yang bisa di atur maju-mundur dan kemiringan


sandarannya, tinggi kursi sekretaris atau tinggi permukaan mejanya.

3. Prinsip perancangan fasilitas berdasarkan harga rata rata para pemakainya. Prinsip
ini hanya di gunakan apabila perancangan berdasarkan harga ekstrim tidak mungkin
dilaksanakan dan tidak layak jika menggunakan prinsip perancangan fasilitas yang
bisa disesuaikan. Prinsip berdasarkan harga ekstrim tidak mungkin dilaksanakan bila
lebih banyak rugi dari pada untungnya, ini berarti hanya sebagian kecil dari orang-
orang yang merasa enak dan nyaman ketika menggunakan fasilitas tersebut.
Kenyataan menunjukan bahwa terdapat perbedaan atribut/ukuran fisik antara satu
manusia dengan manusia yang lain. Perbedaan antara satu populasi dengan populasi
yang lain dikarenakan oleh faktor-faktor yang mempengaruhi data antropometri,
yaitu :
- Umur
- Jenis kelamin
- Ras dan suku bangsa
- Jenis pekerjaan
Dalam rangka untuk mendapatkan suatu rancangan yang optimum dari suatu ruang
dan fasilitas akomodasi maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah faktor- seperti
panjang dari suatu dimensi tubuh manusia baik dalam posisi statis maupun dinamis
selain itu juga harus didapatkan data-data yang sesuai dengan tubuh manusia.
Pengukuran tersebut adalah relatif mudah untuk didapat jika diaplikasika pada data
perorangan. Akan tetapi semakin banyak jumlah manusia yang diukur dimensi
tubuhnya, maka akan semakin kelihatan betapa besar variansinya antara tubuh
dengan tubuh lainnya baik secara keseluruhan tubuh maupun segmennya.
7. Apa yang dimaksud dengan uji kenormalan data ? mengapa perlu dilakukan ?
Jawab :
Uji Normalitas atau Uji Kenormalan data adalah sebuah uji yang dilakukan
dengan tujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel,
apakah sebaran data tersebut berdistribusi normal ataukah tidak.
Tujuan dalam uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi
sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan
bentuk lonceng ( bell sheped ). Data yang baik adalah data yang mempunyai pola
seperti distribusi normal, yaitu distribusi data tersebut tidak menceng kekiri atau
kekanan.

8. Apa yang dimaksud dengan uji keseragaman data ? Bagaimana cara mengujinya ?
Apa yang harus dilakukan jika data tidak seragam ?
Jawab :

Uji keseragaman data dilakukan untuk mengetahui apakah data-data yang diperoleh
sudah ada dalamkeadaan terkendali atau belum. Data yang berada dalam batas
kendali yang ditetapkan yaitu BKA (BatasKendali Atas) dan BKB (Batas Kendali
Bawah) dapat dikatakan berada dalam keadaan terkendali,sebaliknya jika suatu data
berada di luar BKA dan BKB, maka data tersebut dikatakan tidak terkendali.Data
yang berada dalam keadaan tidak terkendali harus dibuang untuk kemudian diuji
kembalikeseragamannya hingga tidak ada lagi data yang berada di luar BKA dan
BKB. Rumus-rumus yangdigunakan untuk menentukan BKA dan BKB adalah
sebagai berikut:
= x + .

= x .

Dengan :

x = rata rata waktu yang diukur


= konstanta tingkat keyakinan
= standar deviasi

= rata-rata waktu yang diukurk = konstanta tingkat keyakinan


9. Apa yang dimaksud dengan test kecukupan data ? Apa yang harus dilakukan jika
data diketahui tidak mencukupi ?
10. Apa yang anda ketahui tentang persentil ? Jelaskan !
11. Apa fungsi persentil tersebut dalam suatu perancangan system kerja ? Berikan
contoh penggunaaannya !
12. Apa syarat statistic yang harus dipenuhi jika hendak menghitung persentil ?