Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS BEBAN KERJA PERAWAT BERDASAR TIME AND MOTION STUDY

Purwaningsih*, Nursalam*, Hanik Endang Nihayati*, Yulis Setya D.*, Sudarsono

ABSTRACT

The objective of this study was to analyze the relationship between working burden with time and
motion study. The researchs design was used cross sectional studies with 56 samples of nurse which
are taken by using purposive sampling technique. Data were collected for working burden by using
observational with time and motion study, for nurses motivation and nursing care quality by using
questioners with multiple choices. Data were analyzed by using Spearmans Rho test with value level
of p<0.05. The result showed that there were no relationship between working burden and nursing
care quality with value level of p>0.05.

Keywords: working burden, motivation, nursing care quality.

PENDAHULUAN

Tuntutan pelayanan kesehatan termasuk Dari analisis ini diharapkan dapat


pelayanan keperawatan terus meningkat baik menggambarkan beban kerja berdasarkan time
dalam aspek mutu maupun keterjangkauan and motion study, dalam meningkatkan mutu
serta cakupan pelayanan (PPNI, 1999). Bagi pelayanan keperawatan, sehingga dapat
perusahaan yang ingin bertahan dalam diambil langkah strategis untuk mengatur
persaingan global harus bisa meningkatkan kembali komposisi perawat secara rasional
produk berkualitas yang bisa diterima dalam upaya meningkatkan motivasi kerja
pasien/konsumen (Purnama, 2006). perawat agar tercapai suatu pelayanan
keperawatan yang bermutu untuk mendukung
Kemampuan melaksanakan tugas tanpa pencapaian visi dan misi rumah sakit.
didukung oleh motivasi maka tugas yang
dikerjakan tidak akan terselesaikan dengan
baik (Nursalam, 2002). Demikian juga adanya BAHAN DAN METODE PENELITIAN
beban kerja yang berlebihan akan
menimbulkan stres kerja sehingga akan Penelitian ini menggunakan rancangan
menurunkan kinerja perawat (Abraham & penelitian observasional dengan desain Cross
Shanley, 1999). Keluhan pasien merupakan Sectional. Populasi yang diambil dalam
indikator terhadap adanya masalah pada penelitian ini adalah semua perawat di IRNA
kualitas tenaga perawat. Kualitas pelayanan RS PHC Surabaya sebanyak 65 orang. Besar
yang menurun bukan hanya karena faktor mutu sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi
tenaga, tetapi dapat juga karena tingginya sebanyak 56 perawat .
beban kerja berakibat perawat menjadi letih
secara fisik dan mental (Ilyas, 2004). Dalam penelitian ini variabel independen
Berdasarkan keadaan di atas maka perlu adalah beban kerja perawat dan variabel
dilakukan suatu penelitian untuk menganalisis dependen adalah mutu pelayanan keperawatan.
hubungan beban kerja berdasar time and Instrumen yang digunakan adalah lembar
motion study. observasi beban kerja obyektif dengan time
and motion study yang terdiri atas kegiatan
_______________ langsung, kegiatan administrasi, kegiatan lain-
* Staf Pengajar PSIK FK UNAIR lain, kegiatan pribadi dan sela waktu.

Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 Mei Sepember 2007


Data yang diperoleh, ditabulasi dan diolah Dari gambar 2 dapat diketahui rerata
dengan menggunakan uji statistik korelasi proporsi waktu kerja dalam satu shift yang
Spearmans Rho dengan nilai kemaknaan digunakan untuk kegiatan langsung adalah
p0.05. 48%, untuk kegiatan administrasi 15%,
untuk kegiatan lain-lain 17%, untuk
kegiatan pribadi 8%, dan untuk sela waktu
HASIL PENELITIAN
12%. Artinya masih ada waktu sekitar 20%
1. Beban Kerja Perawat. dari total waktu kerja dalam satu shift yang
digunakan perawat untuk kegiatan diluar
kegiatan yang berhubungan dengan
pekerjaan.

42%
PEMBAHASAN
58%
Menurut Groenewegen dan Hutten (1991)
beban kerja adalah keseluruhan waktu yang
dipakai atau jumlah aktifitas yang dilakukan.
Tinggi Rendah
Gillies menyebutkan ada enam komponen yang
mempengaruhi beban kerja perawat, yaitu
jumlah pasien yang masuk ke unit setiap hari,
Gambar 1: Distribusi Rerata Beban Kerja kondisi pasien, rerata pasien yang menginap,
Perawat di IRNA RS PHC tindakan perawatan langsung dan tidak
Surabaya pada Bulan Januari langsung yang dibutuhkan oleh masing-masing
2007 pasien, frekuensi masing-masing tindakan
keperawatan yang harus dilakukan dan rerata
Dari diagram di atas diketahui secara waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan
keseluruhan lebih dari 50% responden tindakan perawatan langsung dan tidak
mempunyai beban kerja cukup tinggi. langsung.
2. Beban Kerja berdasarkan time and
motion study Dari hasil penelitian didapatkan bahwa
sebanyak 58% perawat di IRNA RS PHC
8%
Surabaya mempunyai beban kerja yang tinggi,
17% 12% yaitu rerata waktu yang digunakan untuk
15% kegiatan produktif mencapai 80% atau lebih
dari total waktu kerja dalam satu shift. Beban
48% kerja yang berat ini menurut French dan
Caplan (1973) antara lain terlalu banyak dan
Kegiatan Langsung beragam jenis pekerjaan yang harus dilakukan
Kegiatan Administrasi demi kesehatan dan keselamatan pasien.
Kegiatan Lain-lain
Kegiatan Pribadi
Sela Waktu Kegiatan yang dilakukan perawat selama jam
kerja dibagi menjadi lima kategori, yaitu: 1)
kegiatan langsung yang meliputi kegiatan
Gambar 2: Rerata Proporsi Waktu Kerja yang secara langsung berhubungan dengan
Perawat di IRNA RS PHC pasien seperti melakukan observasi,
Surabaya pada Bulan Januari memberikan obat, memasang infus dan lain
2007 sebagainya, 2) kegiatan administrasi yaitu
melakukan entry data ke komputer, membuat
sensus harian dan dftar makan pasien,

Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 Mei Sepember 2007


melakukan rincian biaya perawatan dan SIMPULAN DAN SARAN
menyiapkan pasien pulang, 3) kegiatan lain-
lain, yaitu kegiatan yang tidak berhubungan Simpulan
langsung dengan pasien tapi menunjang untuk
1. Rerata beban kerja perawat di IRNA RS
kegiatan perawatan secara umum, seperti
PHC Surabaya tinggi yang merupakan
melipat kasa, mencuci alat, merapikan ruangan,
tugas pokok dan tugas tambahan.
dan lain sebagainya, 4) kegiatan pribadi, yaitu
kegiatan yang tidak berhubungan dengan 2. Beban kerja yang tinggi karena tugas
pekerjaan antara lain sholat, makan, berobat, 5) tambahan yaitu kegiatan administrasi yang
selang waktu yaitu saat perawat tidak membutuhkan proporsi waktu yang cukup
melakukan kegiatan apapun, seperti besar dibandingkan dengan kegiatan
berbincang-bincang dengan teman, menonton lainnya.
televisi, membaca koran dan lain-lain.
Saran
1. Perlu pengaturan yang jelas tentang tugas
Dari rerata waktu produktif yang digunakan perawat oleh manajer keperawatan antara
perawat selama jam kerja yang digunakan tugas pokok dan tugas tambahan, sehingga
untuk kegiatan langsung hanya 48%, untuk perawat tidak terbebani dengan tugas-tugas
kegiatan administrasi 15% dan untuk kegiatan di luar tugas pokok keperawatan dan
lain-lain sebesar 17%. Rerata waktu yang perawat bisa lebih fokus dalam
digunakan untuk kegiatan non produktif, memberikan pelayanan keperawatan
kegiatan pribadi 8% dan untuk sela waktu kepada pasien
12%. Artinya bahwa perawat masih 2. Pentingnya memberikan dorongan
mempunyai waktu sekitar 50% dari total waktu motivasi kepada perawat dengan
dalam satu shift untuk kegiatan diluar kegiatan memberikan reward and punishment yang
langsung dengan pasien, baik untuk kegiatan jelas dan memberikan pelatihan tentang
pribadi maupun kegiatan lain-lain. Pekerjaan motivasi agar kinerja yang dihasilkan lebih
yang seharusnya bisa dilakukan oleh tenaga berkualitas.
administrasi tapi dilakukan oleh perawat akan
mengakibatkan beban kerja perawat menjadi
tinggi. KEPUSTAKAAN

Abraham & Shanley (1997). Psikologi Sosial


Bila dikaitkan dengan jumlah pasien, dapat untuk Perawat, alih bahasa oleh Leoni
dilihat bahwa beban kerja yang tinggi ini Sally M, Jakarta: EGC, Hal: 214.
karena rerata BOR pasien saat dilakukan Arikunto, S (1998). Prosedur Penelitian suatu
penelitian adalah 68.5%. Dengan melihat rerata pendekatan praktek edisi revisi IV,
BOR IRNA RS PHC Surabaya yang hanya Jakarta, Rineka Cipta., Hal: 260.
58%, tentu beban kerja perawat akan semakin Mangkunegara, A.P., (2005). Manajemen
rendah, namun ini menjadi kelemahan peneliti Sumber Daya Manusia Perusahaan,
karena tidak bisa melakukan pengukuran beban Bandung: Remaja Rosda Karya, Hal: 94,
kerja ketika BOR ruang perawatan sesuai 101-102.
dengan rerata, karena keterbatasan waktu Gde Muninjaya, A.A., (2004). Manajemen
penelitian. Kesehatan Edisi 2, Jakarta: EGC, Hal:
230-234.
Gillies, D.A., (1989). Manajemen
Keperawatan suatu pendekatan sistem,
terjemahan oleh Dika Sukmana 1996,
Philadelpia: WB Saunders, Hal: 337,
338, 601.

Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 Mei Sepember 2007


Ilyas, Y., (2004). Perencanaan Sumber Daya PPNI, (1999). Keperawatan dan Praktek
Manusia Rumah Sakit. Teori, metode dan Keperawatan, Jakarta: DPP PPNI, Hal: 3
formula, Jakarta: Pusat Kajian Ekonomi Purnama, N., (2006). Manajemen Kualitas
Kesehatan FKM UI, Hal: 65-86. Perspektif Global, Yogyakarta: FE-UII,
Lancaster, J., (1999). Nursing Issues in Hal: 1, 11,19, 22, 39.
Leading and Managing change, St. Louis Soeroso, S., (2003). Manajemen Sumber Daya
Missouri: Mosby. Manusia di Rumah Sakit suatu
Nursalam, (2003). Konsep & Penerapan pendekatan sistem, Jakarta: EGC, Hal:
Metodologi Penelitian Ilmu 69-74.
Keperawatan, Jakarta: Salemba Medika, Wijono, D. (1999). Manajemen Mutu
Hal: 96-98, 101-102. Pelayanan Kesehatan teori, strategi dan
Nursalam, (2002). Manajemen Keperawatan aplikasi volume 1, Surabaya: Airlangga
aplikasi dalam Praktek Keperawatan University Press, Hal: 3, 10, 33, 41.
Profesional, Jakarta: Salemba Medika, Zainun, Buchari (2004). Manajemen dan
Hal: 93-100. Motivasi Edisi Revisi, Jakarta: Balai
Aksara.

Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 Mei Sepember 2007