Anda di halaman 1dari 5

IDENTIFIKASI PRODUK SUPLEMEN

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Interaksi Obat dan Makanan

Dosen Pengampu :
Isti Suryani, DCN, M.Kes

Disusun oleh :
Wahidatul Munawaroh
NIM P07131215082

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
JURUSAN GIZI
2015

Label Kemasan Produk Hi-Bone


1. Nama Suplemen : Hi-Bone tablet @ 30 kaplet
2. Indikasi : Memelihara kesehatan tulang
Pencegahan & pengobatan osteoporosis pd wanita pra & pasca

menopause.
3. Kontraindikasi : -
4. Kandungan gizi : % RDA untuk % RDA untuk

/komposisi Komposisi dewasa dan anak anak usia <4

usia 4 tahun tahun


Kalsium 250 mg 250 mg 35.71 50.00
Genistein 15 mg - -

(Bonistein) 15 mg
Vitamin K1 0.1 mg 0.1 mg 222.22 666.67
Vitamin D3 200 IU 200 IU 100.00 100.00
5. Petunjuk : Dewasa : 1 kaplet, 1-2 kali sehari
6. Cara penyimpanan : Simpan dalam wadah yang tertutup, pada suhu di bawah 30C
7. Tanggal kadaluarsa : Desember 2008 Desember 2012 (4 tahun)
8. Izin Produksi : PT. Otto Pharmaceutical Industries, Bandung, Indonesia
Reg. No. POM SD. 051 524 551

9. Pembahasan
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh, yaitu
1,5 - 2% dari berat badan orang dewasa atau kurang lebih sebanyak 1 kg. Dalam
keadaan normal sebanyak 30-50% kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh.
Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan menurun pada proses
menua. Kemampuan absorpsi pada laki-laki lebih tinggi daripada perempuan pada
semua golongan usia.
Angka Kecukupan Kalsium sehari pada remaja dan dewasa yang dianjurkan
dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Angka Kecukupan Zat Gizi Kalsium


Kelompok Umur Angka kecukupan
Kalsium (mg)
Laki-laki dan Perempuan
10-12 tahun 1200
13-15 tahun 1200
16-18 tahun 1200
19-29 tahun 1100
30-49 tahun 1000
50-64 tahun 1000
65-80 tahun 1000
80+ tahun 1000
Sumber : Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013

Tabel 1 menunjukkan jumlah kalsium yang dianjurkan untuk dikonsumsi dalam


sehari. Namun pada kondisi tertentu, kebutuhan kalsium dapat meningkat.
Peningkatan kebutuhan akan kalsium terjadi pada pertumbuhan, kehamilan, menyusui,
defisiensi kalsium dan tingkat aktivitas fisik yang meningkatkan densitas tulang. Jumlah
kalsium yang dikonsumsi mempengaruhi absorpsi kalsium. Penyerapan akan
meningkat apabila kalsium yang dikonsumsi menurun.
Kekurangan kalsium pada masa pertumbuhan dapat menyebabkan gangguan
pertumbuhan. Tulang kurang kuat, mudah bengkok dan rapuh. Semua orang dewasa,
terutama sesudah usia 50 tahun, kehilangan kalsium dari tulangnya. Tulang menjadi
rapuh dan mudah patah.
Kalsium tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Kalsium dapat diperoleh dari
sumber utama seperti susu dan produk susu. Selain itu ikan yang dimakan dengan
tulangnya, termasuk ikan kering juga merupakan sumber kalsium yang baik. Serealia,
kacang-kacangan, tahu, tempe dan sayuran hijau merupakan sumber kalsium yang
baik juga, tetapi bahan makanan ini mengandung banyak zat yang menghambat
penyerapan kalsium seperti serat, fitat dan oksalat.
Selain dari sumber makanan, pemenuhan kebutuhan akan kalsium dapat
diperoleh melalui suplemen. Salah satu produk suplemen kalsium yang beredar di
pasaran adalah Hi-Bone. Suplemen ini biasa dikonsumsi untuk memelihara kesehatan
tulang dan mencegah osteoporosis pada wanita pra dan pasca menopause.
Suplemen kalsium adalah pilihan yang tepat untuk mencegah osteoporosis.
Untuk memperoleh hasil yang optimal dari konsumsi suplemen kalsium, hendaknya
konsumsi suplemen ini dapat didukung dengan :
a. Konsumsi vitamin C atau makanan yang kaya vitamin C pada saat yang sama
ketika meminum suplemen kalsium.
b. Mengonsumsi makanan yang kaya akan asma amino lysine, seperti keju, telur,
ikan, susu, dan daging merah. Sedangkan sumber nabati terutama sayuran
biasanya sedikit yang mengandung lisin, kecuali keluarga kacang-kacangan
seperti buncis, kacang polong, dan lentil, serta kentang dan ragi.
c. Hindari mengonsumsi suplemen kalsium dengan zat besi secara bersamaan
karena akan mengurangi efisiensi dan manfaat dari kedua mineral tersebut.
d. Hindari mengambil dosis besar zinc bersamaan dengan kalsium. Dalam dosis
besar, zinc dapat mengganggu penyerapan kalsium.
e. Kurangi atau hindari minuman ringan (soft drink). Soft drink mengandung fosfor
dalam jumlah tinggi yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium.
Asupan fosfor yang tinggi dapat menyebabkan ekskresi kalsium melalui urin.
f. Kurangi konsumsi junk food, alcohol, kafein dan tepung putih. Semua makanan
dan zat tersebut dapat mengakibatkan hilangnya kalsium dari tubuh dan
menurunkan tingkat penyerapan kalsium.
g. Konsumsi makanan yang mengandung asam oksalat dalam jumlah terbatas
karena asam oksalat dapat mengganggu penyerapan kalsium. Makanan yang
mengandung asam oksalat antara lain kacang almond, bit hijau, kacang mete,
chard, kale dan bayam.
Konsumsi suplemen memang diperbolehkan dan aman asal sesuai dengan dosis
yang tertera. Namun, penelitian terbaru dari University of California pada 2013
menunjukkan bahwa konsumsi suplemen kalsium ternyata bisa meningkatkan
risiko serangan jantung. Bahkan Dr. Douglas Bauer menyarankan agar kalsium
dicukupi melalui konsumsi makanan bergizi saja seperti produk susu atau kale.

Daftar Pustaka :

Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

http://medicastore.com/apotik/suplemen/hibone-600-caplet.html
http://www.merdeka.com/sehat/jangan-minum-suplemen-kalsium-jika-ingin-punya-
tulang-kuat.html

http://www.amazine.co/2684/13-tips-untuk-mengoptimalkan-penyerapan-suplemen-
kalsium/