Anda di halaman 1dari 3

SOP PENGGUNAAN APAR

SOP No. Dokumen :


No. Revisi :
Tanggal Terbit :

Pemerintah Halaman : 1/3 UPT.


Kota Batam Puskesmas
Sei Panas

DITETAPKAN
KEPALA
UPT. PUSKESMAS dr.Anggrainie Nawang Wulan
SEI PANAS NIP.19770227 200804 2 002

1. Pengertian APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah alat pemadam apiportable yang mudah
dibawa, cepat dan tepat di dalam penggunaan untuk awal kebakaran, selain itu pula
karena bentuknya yang portable dan ringan sehingga mudah mendekati daerah
kebakaran. Dikarenakan fungsinya untuk penanganan dini, peletakan APAR-pun
harus ditempatkan di tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan didalam
penggunaannya.

2. Tujuan Sebagai upaya untuk mengatasi kebakaran

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas


4. Referensi Sebagai upaya untuk mengatasi kebakaran
5. Alat Dan Berikut tempat yang direkomendasikan untuk diletakkannya APAR :
Bahan 1. Diletakkan pada jalur jalan keluar.
2. Dekat dengan pintu dan diberi label yang mudah dibaca serta terlihat dengan
dengan jelas.
3. Cukup dekat dengan daerah yang berbahaya.
4. Bila diletakkan pada gantungan (hanger), tinggi handle (pegangan) dari lantai =
120 cm
5. Pada gedung bertingkat usahakan posisi diletakkannya APAR adalah pada posisi
yang sama, diletakkan pada sudut-sudut gang (koridor) atau dekat pintu tangga.
BAHAN KANDUNGAN APAR
Selain dibedakan berdasarkan besar atau ukurannya, APAR dapat pula dibedakan
berdasarkan bahan pemadam (racun api) di dalamnya. APARmengandung tiga jenis
bahan, yaitu :
1. Halon
Adalah APAR yang diisi dengan gas carbon monoksida (CO) yang dapat
mematikan api dengan mengeluarkan cairan yang dingin. PenggunaAPAR
dilarang memegang Nozle saat melakukan pemadaman untuk menghindari
tangan menjadi kaku karena mengalami kebekuan yang berakibat fatal saat
melakukan pemadaman.

2. Powder
Adalah APAR yang menggunakan bahan dari tepung atau bubuk. Pengguna
APAR jenis ini sebaiknya menggunakan masker sebab partikel tepung atau
bubuk dapat terhirup masuk ke saluran pernapasan, yang bila dalam jumlah
besar dapat menyebabkan pingsan.
3. Foam
Adalah APAR berbahan dari jenis busa atau foam yang dibuat dari campuran air
dan sabun dengan komposisi standar.
6. Langkah CARA PENGGUNAAN APAR
Langkah
1. Pastikan APAR berisi dan dapat digunakan (lihat indikator).

2. Tarik Pin atau Pengunci APAR.

3. Sebelum masuk ke lokasi kebakaran, tes terlebih dahulu dengan menekan sedikit
pompanya.

4. Berdirilah sesuai arah mata angin untuk menghindari panasnya api.

5. Pegang selang APAR, jangan nozlenya, tekan tuas, sapukan ke api kiri dan
kanan secara berulang hingga api mati.

7. Bagan Alir
Tarik/leaps pin pengunci tuas
apar/tabung pemadam
Arahkan selang ketitik pusat api

Tekan tuas untuk mengeluarkan isi


apar/tabung pemadam

Sapukan secara merata dengan


Semburkan pemadam dari jarak gerakan menyapu sampai api
yang aman dan lebih dekat benar-benar padam
setelah api padam
8. Hal Hal hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan APAR :
Yang Perlu 1. Perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah
Di
angin )supaya media pemadam bener-bener efektif menuju ke pusat api dan
Perhatikan
jilatan api tidak mengenai tubuh petugas pemadam.
2. Perhatikan sumber kebakaran dan gunakan jenis apar yang sesuai klasifikasi
sumber kebakaran.
9. Unit Terkait 1. Poli Anaka
2. Poli Umum
3. Poli Lansia
4. Poli Gigi
5. Poli TB
6. Apotik
7. Gudang Obat
8. Unit labortorium
9. Ruang tata usaha
10. Ruang pendaftaran
11. Satpol PP
10. Dinas kebakaran
11. Dokumen
Laporan hasil pemantauan fisik puskesmas
Terkait
12. Rekaman Tanggal Mulai
Historis No Yang Dirubah Isi Perubahan
Diberlakukan
Perubahan

1.
2.
3.
4.

Anda mungkin juga menyukai