Anda di halaman 1dari 29

TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.

07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 1 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

ANALISA HASIL UJI SUMUR PADA RESERVOIR REKAH ALAMI

1. TUJUAN

1. Menentukan permeabilitas formasi (k).


2. Menentukan faktor skin (S).
3. Menentukan perbandingan storativity atau storativity ratio ().
4. Menentukan koefisien aliran antara sistem matriks dan sistem rekah atau interporosity flow
coefficient ().
5. Menentukan koefisien wellbore storage (C).

Permeabilitas formasi dapat digunakan dalam perhitungan perkiraan produksi dari reservoir.
Sedangkan skin dapat digunakan sebagai indikasi apakah reservoir mengalami kerusakan atau
perbaikan. Storativity ratio dapat dijadikan indikasi perbandingan jumlah fluida yang terkandung
dalam sistem rekahan dan dalam sistem matriks. Interporosity flow coefficient adalah ukuran
kemampuan alir fluida dari sistem matriks ke sistem rekahan.

2. METODE DAN PERSYARATAN


2.1. METODE
Metode yang digunakan adalah semilog dan type curve.

2.2. PERSYARATAN
Metode ini digunakan untuk periode aliran transien. Aliran di dalam matriks menggunakan dua
model yang berbeda, yaitu aliran pseudosteady-state dan aliran transien.

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 2 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

3. LANGKAH KERJA
3.1. ANALISA SEMILOG UNTUK ALIRAN PSEUDOSTEADY-STATE DALAM MATRIKS
1. Siapkan data pendukung untuk analisa, yaitu:
a. viskositas minyak (o), cp
b. faktor volume minyak (Bo), bbl/STB
c. kompresibilitas total (ct), psi-1
d. jari-jari lubang bor (rw), ft
e. perkiraan harga porositas formasi ()
f. ketebalan formasi (h), ft

Catatan: Harga viskositas minyak (o), faktor volume minyak (Bo) dan kompresibilitas
total (ct) diambil pada tekanan reservoir rata-rata pada awal tes (atau tekanan
dasar sumur sesaat sebelum diproduksikan untuk tes). Harga-harga sifat fluida
tersebut diperoleh dari analisa fluida di lab. (PVT) atau berdasarkan persamaan
korelasi empirik.
Harga jari-jari lubang bor (rw) adalah setengah harga diameter dalam casing
(casing ID) jika dipasang sumur casing menembus formasi yang dilakukan tes.
Jika tidak ada casing, jari-jari lubang bor (rw) dapat diperoleh dari hasil
pengukuran caliper log atau diperkirakan dari diameter bit yang digunakan.
Harga porositas diperoleh dari analisa log atau hasil analisa core.
Ketebalan formasi dapat diperkirakan dari analisa data log.

2. Buat tabel data uji: t, Pwf dimana Pi adalah tekanan dasar sumur sesaat sebelum sumur
diproduksikan. Plot Pwf terhadap t pada kertas grafik semilog.

3. Tentukan kh dari kemiringan garis lurus pertama atau kemiringan garis lurus yang kedua
yang teramati pada plot langkah 2 :
162.6 q o Bo o
(kh) f = k h = (1)
m
dimana k = ( kh) f / h . Kemiringan dari garis kedua berkorelasi dengan [(kh)f +(kh)ma], tetapi

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 3 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

(kh)ma jauh lebih kecil daripada (kh)f.


4. Jika kedua garis lurus dapat teramati, maka storativity ratio dapat dihitung dari jarak vertikal,
P, antara dua garis lurus tersebut :

= 10 P / m (2)

5. Tarik garis horisontal melalui tengah-tengah zona transisi. Waktu pada perpotongan garis ini
dengan garis lurus semilog yang pertama dan kedua adalah t1 dan t2. Interporosity flow
coefficient, , dapat dihitung oleh persamaan:

( V ct ) f rw2 ( V ct ) f + ma rw2
= = (3)
k t1 k t2
dimana : = eksponensial dari konstanta Euler ( = 1.781). Harga ( V)ma dan (ct)ma diperoleh
dari metode yang konvensional. Dari porosity log dapat dibaca porositas matriks, ma.
Sedangkan (ct)ma dihitung dari coSo, cgSg, cwSw dan cf. Harga Vma fraksi dari total sistem yang
berupa matriks jauh lebih besar dari fraksi rekahan sehingga dianggap sama dengan 1.
Kemudian ( V ct)f dapat dihitung dengan persamaan :

1
( V ct ) f = ( V ct ) ma (4)
1
dimana harga diperoleh pada langkah 4.

6. Pada uji buildup, garis lurus semilog yang kedua dapat diekstrapolasikan ke P* (Gambar 2).
Dari P*, P dapat dihitung menggunakan metode MBH.

7. Garis lurus semilog yang kedua diekstrapolasikan ke P1jam dan faktor skin dapat dihitung
dengan persamaan berikut ini.

Pi Pwf ,1 jam k
S = 1.151 log + 3.23
(5)
c rw
2
m

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 4 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

3.2. ANALISA TYPE CURVE UNTUK ALIRAN PSEUDOSTEADY-STATE DALAM MATRIKS


1. Siapkan data pendukung untuk analisa, yaitu:
a. viskositas minyak (o), cp
b. faktor volume minyak (Bo), bbl/STB
c. kompresibilitas total (ct), psi-1
d. jari-jari lubang bor (rw), ft
e. perkiraan harga porositas formasi ()
f. ketebalan formasi (h), ft

2. Plot P dan t[d(P)/dt] terhadap t pada kertas grafik log-log dengan skala sama dengan type
curve.

3. Jika ada bagian data derivative memperlihatkan kecenderungan horisontal, bagian ini harus

ditumpangkan pada garis (t D / C D ) PD' = 0.5 pada type curve. Kemudian cocokkan data
dengan type curve dengan menggeser secara horisontal. Tentukan kurva yang cocok dengan
data awal. Kurva ini memiliki harga (CD e2S)f. Kemudian tentukan kurva kedua yang cocok
dengan data-data akhir. Kurva ini memiliki harga (CD e2S)f+ma.

4. Baca harga e-2S yang sesuai dengan periode transisi.

5. Hitung :

(C e )
D
2S
f + ma
=
(C e )
D
2S
f
(6)

6. Hitung permeabilitas :
141.2 q o Bo o PD
k = P (7)
h MP

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 5 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

7. Hitung koefisien wellbore storage :

0.0002637 k t
CD = (8)
o ct rw2 t D / C D MP

8. Hitung faktor skin :

(C D e 2 S ) f + ma
S = 0.5 ln (9)
CD

9. Hitung interporosity flow coefficient :


= ( e 2 S )e 2 S (10)

3.3. ANALISA SEMILOG UNTUK ALIRAN TRANSIEN DALAM MATRIKS


1. Siapkan data pendukung untuk analisa, yaitu:
a. viskositas minyak (o), cp
b. faktor volume minyak (Bo), bbl/STB
c. kompresibilitas total (ct), psi-1
d. jari-jari lubang bor (rw), ft
e. perkiraan harga porositas formasi ()
f. ketebalan formasi (h), ft

2. Plot P dan t[d(P)/dt] terhadap t pada kertas grafik semilog.

3. Karakter reservoir rekah alam model aliran transien dalam matriks memiliki tiga periode alir,
yaitu aliran dari rekahan, aliran transisi dan aliran dari sistem total. Periode aliran ini akan
tampak sebagai tiga garis lurus pada plot semilog. Karena pengaruh wellbore storage dan
batas reservoir, ketiga garis lurus ini mungkin tidak teramati semuanya. Jika yang teramati

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 6 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

adalah dua garis pertama, maka lanjutkan dengan langkah 4. Jika 2 garis terakhir yang
teramati dua, maka lanjutkan dengan langkah 14.

4. Hitung k f h ft = k h dari kemiringan garis pada plot semilog dimana kemiringan garis ke-1

adalah m dan kemiringan garis ke-2 adalah m* (m* = m/2) :


162.6 q o Bo o 81.3 q o Bo o
k f h ft = k h = = (11)
m m*

5. Hitung faktor skin, S, menggunakan salah satu persamaan berikut ini :


Pi Pwf* ,1 jam

(k f h ft )2

S = 0.5756 log + 3 . 729 (12)
m* n k ma ma c ma rw
2 2

Pada langkah ini gunakan anggapan harga (n2 kma ma cma), dimana n = jumlah rekahan (sama
dengan ketebalan matriks, hmat, dibagi ketebalan satu blok matriks); kma = permeabilitas
matriks, mD; ma = porositas matriks; cma = kompresibilitas matriks, psi-1; dan kf =
permeabilitas rekahan, mD.

Atau dengan menggunakan anggapan harga f h ft c f dan persamaan :

Pi Pwf ,1 jam (k f h ft )2
S = 1.151 log + 3 . 729 (13)
f h ft c f rw
2
m

6. Plot P terhadap t pada kertas semilog dengan skala yang sama dengan Gambar 6.

7. Pilih satu harga P dan hitung PwD :


k f h ft P
PwD = S (14)
141.2 q o Bo o

8. Menggunakan harga P dan hitung PwD yang telah dipilih pada langkah 4 sebagai match

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 7 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

point sumbu vertikal. Kemudian geser data secara horisontal sampai didapatkan kurva pada

Gambar 6 yang cocok dengan data tes. Kemudian catat harga ' ' , t1* , t1D dan (t dan tD)

pada match point, dimana t1* waktu yang diperoleh pada perpotongan antara dua buah garis
yang merupakan periode alir ke-1 dan periode alir ke-2, dan t1D adalah variabel tak
berdimensinya :
0.0002637 k t1*
t1D = (15)
c rw2
9. Tentukan ( f c f h ft ) dari match point :

0.0002637 k f h ft t
f c f h ft = (16)
rw2 tD MP
Jika harga ( f c f h ft ) yang digunakan pada perhitungan skin langkah 5, maka bandingkan

( f c f h ft ) hasil langkah 9 ini dengan harga asumsi yang digunakan pada langkah 2. Jika
tidak sama, maka proses perhitungan dimulai lagi pada langkah 5 dengan menggunakan
harga yang diperoleh pada langkah 9 ini.

10. Hitung n 2 k ma ma c ma :

532.3 ( f c f h ft ) 2
n k ma ma c ma =
2
(17)
t1*

Jika harga n 2 k ma ma c ma yang digunakan pada perhitungan skin langkah 5, maka

bandingkan n 2 k ma ma c ma hasil langkah 10 ini dengan harga asumsi yang digunakan pada

langkah 2. Jika tidak sama maka proses perhitungan dimulai lagi pada langkah 5 dengan
menggunakan harga yang diperoleh pada langkah 10 ini.

2
11. Hitung k ma / hma :

k ma (n 2 k ma ma c ma )
= (18)
2
hma h 2 ma c ma

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 8 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

12. Asumsikan harga hma = h dan hitung dan :

ma c ma h
' = (19)
f c f h ft
k ma h
' = 12 2
rw2 (20)
hma k f h ft
13. Hitung dan :
= 1 /(1 + ' ) (21)

' (22)

14. Hitung k f h ft = k h dari kemiringan garis pada plot semilog menggunakan persamaan 11

dimana kemiringan garis ke-3 adalah m dan kemiringan garis ke-2 adalah m* (m* = m/2).

2
15. Gunakan harga ( ma c ma ) dan hitung k ma / hma :

k ma 532.3 ma c ma
2
= (23)
hma t*
dimana t* adalah waktu perpotongan antara garis semilog periode alir ke-2 dan periode alir
ke-3.

16. Hitung ' :

k ma hmat 2 k h
' = 12 2
rw 12 ma
2
rw2 (24)
hma k f h ft hma k f h ft

17. Hitung ( f c f h ft ) :
0.5
k f h ft ma c ma h ' t b 2
f c f h ft = 8.33 10 4

(25)
rw2
dimana tb2 adalah waktu mulainya periode alir ke-2.

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 9 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

18. Hitung ', , dan :


ma c ma hmat ma c ma h
'= (26)
f c f h ft f c f h ft
= 1 /(1 + ' ) (27)

' (28)

19. Hitung faktor skin :

Pi Pwf ,1 jam k f h ft
S = 1.151 log
2
+ 3.23 (29)
m ma c ma h rw

3.4. ANALISA SEMILOG UNTUK ALIRAN TRANSIEN DALAM MATRIKS


1. Siapkan data pendukung untuk analisa, yaitu:
a. viskositas minyak (o), cp
b. faktor volume minyak (Bo), bbl/STB
c. kompresibilitas total (ct), psi-1
d. jari-jari lubang bor (rw), ft
e. perkiraan harga porositas formasi ()
f. ketebalan formasi (h), ft

2. Plot P terhadap t pada kertas grafik log-log dengan skala yang sama dengan type curve
(Gambar 7).

3. Cocokkan plot pada langkah 1 dengan type curve dengan menggeser secara vertikal dan
horisontal. Kemudian catat parameter dari kurva-kurva pada type curve yang match dengan
data, yaitu (CD e2S)f, (CD e2S)f+ma dan serta match point (PD, P), (tD /CD, t).

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 10 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

4. Hitung k h :

P
k h = 141.2 q o Bo o D (30)
P MP

5. Hitung (C D ) f + ma :

0.0002637 k t
(C D ) f + ma = (31)
ma c ma rw2 t D / C D MP

6. Hitung faktor skin :

C e 2S
S = 0.5 ln D (32)
CD f + ma

7. Hitung :

(C D e 2 S ) f + ma
= 1.8914 (33)
( ' )e 2 S

8. Hitung :

(C D e 2 S ) f + ma
= (34)
(C D e 2 S ) f

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 11 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

4. DAFTAR PUSTAKA

1. Lee, J. dan Wattenbarger, R. A. : "Gas Reservoir Engineering", SPE, Richardson, TX, 1996.
2. Warren, J. E. dan Root, P. J. : "The Behavior of Naturally Fractured Reservoirs", SPEJ (Sept.
1963) 245-55; Trans., AIME, 228.
3. Barenblatt, G. E., Zheltov, I. P. dan Kochina, I. N. : "Basic Concepts in the Theory of
Homogeneous Liquids in Fissured Rocks", J. Appl. Math. Mech. (1960) 24, 1286-1303.
4. deSwaan, A. : "Analytical Solutions for Determining Naturally Fractured Reservoir Properties
by Well Testing", SPEJ (June 1976) 117-22; Trans., AIME, 261.
5. Serra, K., Reynolds, A. C. dan Raghavan, R. : "New Pressure Transient Analysis Methods for
Naturally Fractured Reservoirs", JPT (Dec. 1983) 271-83.

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 12 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

5. DAFTAR SIMBOL

Bo = faktor volume formasi minyak, bbl/STB


C = koefisien wellbore storage, bbl/psi
CD = koefisien wellbore storage, tak berdimensi
ct = kompresibilitas total, psi-1
h = tebal formasi produktif, ft
k = permeabilitas formasi, mD
P = tekanan, psia
PD = tekanan, tak berdimensi
Pi = tekanan awal, psia
Pwf = tekanan alir dasar sumur, psia
qo = laju aliran minyak, STB/hari
S = faktor skin, tidak bersatuan.
t = waktu, jam
o = viskositas minyak, cp
= porositas
= interporosity flow coefficient
= storativity ratio

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 13 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

6. LAMPIRAN
6.1. LATAR BELAKANG DAN RUMUS
6.1.1. Model Reservoir Rekah Alam
Karakteristik dari reservoir rekah alam adalah adanya dua sistem dengan perbedaan
porositas yang kontras yang disebut sebagai dual porosity reservoir. Gambar 1
memperlihatkan kondisi nyata dual porosity reservoir (gambar sebelah kiri) yang terdiri
dari batuan matriks yang dikelilingi oleh sistem vugs dan rekahan.
Reservoir jenis ini dapat dimodelkan oleh sistem seperti ditunjukan oleh gambar
sebelah kanan pada Gambar 1. Model ini berupa matriks yang berbentuk kubus yang
dikelilingi oleh channel yang melambangkan sistem rekahan. Media transportasi fluida
pada reservoir rekah alami terutama adalah sistem rekahan yang memiliki permeabilitas
yang tinggi tapi porositasnya rendah. Batuan matriks mengandung sebagian besar dari
fluida tetapi kontribusi terhadap aliran sangat minimal (kecil).
Warren dan Root2) memperkenalkan dua parameter untuk menggambarkan kelakuan
dari jenis reservoir dual porosity ini. Yang pertama adalah interporosity flow coefficient.
Parameter ini merupakan ukuran dari mudah tidaknya fluida mengalir dari matriks ke
rekahan. Definisi dari interporosity flow coefficient ini adalah :
= rw2 (k ma / k f ) (35)

dimana kma = permeabilitas matriks dan kf = permeabilitas rekahan. Parameter yang


merupakan karakteristik dari sistem geometri matriks-rekahan didefinisikan oleh
persamaan :

= 4 j ( j + 2 ) / L2 (36)
dimana L = dimensi karakteristik dari blok matriks dan j = jumlah bidang yang saling
tegak lurus yang membatasi media yang permeabilitasnya lebih rendah (j = 1,2,3).
Contoh : untuk model pada Gambar 2, j = 3. Jika L = hma (ketebalan setiap balok
matriks), menjadi :
k ma
= 12 rw2 2
(37)
k f hma
Parameter yang kedua adalah storativity ratio yang didefinisikan oleh persamaan :

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 14 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

( V ct ) f ( V ct ) f
= = (38)
( V ct ) f + ma ( V ct ) f + ( V ct ) ma
dimana V = perbandingan volume total media dengan volume total bulk sistem dan =
perbandingan volume pori dalam suatu medium terhadap volume total dari sistem.
Subskrip f dan f +ma menunjuk pada sistem rekahan dan sistem total.
Dua model interporosity flow yang sekarang digunakan. Barenblatt3) menganggap
jenis aliran pseudosteady-state; sedangkan deSwaan4) menganggap aliran transien.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan salah satu dari jenis aliran dapat terjadi di
dalam matriks.

6.1.2. Model Aliran Pseudosteady-State Di Dalam Matriks


Model ini beranggapan bahwa pada setiap waktu tekanan di dalam matriks
berkurang dengan kecepatan pengurangan yang sama. Karena itu aliran dari matriks ke
rekahan sebanding dengan perbedaan antara tekanan di matriks dan tekanan di dalam
rekahan yang berdekatan. Kondisi pseudosteady-state ini dianggap terjadi mulai pertama
kali aliran fluida.
Model ini terlalu sederhana untuk menggambarkan kelakuan yang sebenarnya.
Namun dalam beberapa kasus data dari lapangan cocok dengan model ini. Salah satu
alasannya adalah adanya damage (skin) pada permukaan matriks.

6.1.2.1. Analisa Menggunakan Metode Semilog


Solusi menggunakan asumsi aliran pseudosteady-state yang dikembangkan
oleh Warren dan Root2) menghasilkan bahwa pada kondisi yang ideal dua garis
lurus yang sejajar akan terlihat pada data test yang diplot pada skala semilog.
Kurva A pada Gambar 2 memperlihatkan fenomena tersebut.
Garis lurus yang pertama merupakan respon dari sistem rekahan. Pada saat
ini formasi seakan-akan homogen tanpa kontribusi aliran dari matriks.
Kemiringan dari garis lurus ini sebanding dengan kh dari sistem rekahan.
Kemudian, matriks mulai mengalirkan fluida ke dalam rekahan dan zona
transisi yang agak datar mulai muncul. Setelah itu matriks dan rekahan

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 15 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

mencapai kesetimbangan dan garis lurus kedua terbentuk. Kemiringan dari garis
lurus yang kedua ini hampir sama dengan yang pertama. Pada saat ini reservoir
berkelakuan seperti homogen; akan tetapi saat ini sistem terdiri dari matriks dan
rekahan. Kemiringan tersebut sebanding dengan total kh dari sistem matriks dan
rekahan. Karena permeabilitas sistem rekahan biasanya jauh lebih besar dari
permeabilitas matriks, kemiringan dari dua garis lurus tersebut hampir sama.
Bentuk dari plot data tes pada skala semilog dari reservoir rekah alami
hampir tidak pernah sama dengan yang diperkirakan oleh model Warren dan
Root ini. Wellbore storage biasanya menutupi garis lurus yang pertama dan
sering kali menutupi sebagian zona transisi. Kurva B pada Gambar 2
menunjukkan kelakuan tekanan yang sering teramati pada reservoir rekah alami.
kh dari reservoir (dapat juga dianggap kh rekahan karena kh matriks jauh
lebih kecil) dapat ditentukan dari kemiringan salah satu dari dua gari lurus yang
telah disebutkan. Storativity ratio dapat dihitung dari jarak vertikal antara dua
garis lurus tadi. Sedangkan interporosity flow coefficient dapat diperoleh dari
waktu saat garis horisontal (yang digambar melalui tengah-tengah zona transisi)
memotong salah satu garis lurus pada gambar semilog. Analisa data tes
menggunakan metode semilog dilakukan sebagai berikut :
1. Tentukan kh dari kemiringan garis lurus pertama atau kemiringan garis lurus
yang kedua :
162.6 q B
(kh) f = k h = (39)
m
dimana k = ( kh) f / h . Kemiringan dari garis kedua berkorelasi dengan

[(kh)f +(kh)ma], tetapi (kh)ma jauh lebih kecil daripada (kh)f.

2. Jika kedua garis lurus dapat teramati, maka storativity ratio dapat dihitung
dari jarak vertikal, P, antara dua garis lurus tersebut :

= 10 P / m (40)

3. Tarik garis horisontal melalui tengah-tengah zona transisi. Waktu pada

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 16 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

perpotongan garis ini dengan garis lurus semilog yang pertama dan kedua
adalah t1 dan t2. Interporosity flow coefficient, , dapat dihitung oleh
persamaan :
Uji Draw Down :

( V ct ) f rw2 ( V ct ) f + ma rw2
= = (41)
k t1 k t 2

Uji Build Up :

( V ct ) f rw2 t p + t1 ( V ct ) f + ma rw2 t p + t 2
= =
k t p t1 k t p t 2
(42)

dimana = eksponensial dari konstanta Euler ( = 1.781). Harga (V)ma dan


(ct)ma diperoleh dari metode yang konvensional. Dari porosity log dapat
dibaca porositas matriks, ma. Sedangkan (ct)ma dihitung dari coSo, cgSg, cwSw
dan cf. Harga Vma fraksi dari total sistem yang berupa matriks jauh lebih besar
dari fraksi rekahan sehingga dianggap sama dengan 1. Kemudian (Vct)f
dapat dihitung dengan persamaan :

1
( V ct ) f = ( V ct ) ma (43)
1
dimana harga diperoleh pada langkah 2.

4. Pada uji buildup, garis lurus semilog yang kedua dapat diekstrapolasikan ke
P* (Gambar 2). Dari P*, P dapat dihitung menggunakan metode MBH.

5. Garis lurus semilog yang kedua diekstrapolasikan ke P1jam dan faktor skin
dapat dihitung dengan persamaan berikut ini :

Pi Pwf ,1 jam k
S = 1.151 log + 3.23
(44)
c rw
2
m

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 17 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

untuk uji draw down. Sedangkan untuk uji build up, faktor skin dihitung
dengan persamaan :

Pws ,1 jam Pwf (t = 0) k


S = 1.151 log + 3.23 (45)
c rw
2
m

6.1.2.2. Analisa Menggunakan Metode Type Curve


Jika periode wellbore storage cukup panjang sehingga menutupi sebagian
karakter reservoir, maka type curve sangat berguna dalam mengenal dan
menganalisa sistem dual porosity (porositas ganda). Gambar 3 menunjukkan
contoh Gringarten dan Bourdet type curve untuk aliran dalam matriks kondisi
pseudosteady-state. Pada awalnya data mengikuti kurva dengan suatu harga CD
e2S. Data kemudian menyimpang dari kurva ini mengikuti kurva dengan
parameter e-2S. Akhirnya data mengikuti kurva dengan harga CD e2S yang
lainnya.
Khusus pada contoh dalam Gambar 3, data awal mengikuti kurva type
curve CD e2S = 1, sedangkan data pada periode transisi mengikuti kurva dengan
parameter e-2S = 3 10-4. Setelah itu data mengikuti kurva CD e2S = 0.1. Pada
saat awal, reservoir berkelakuan seperti homogen dengan aliran terjadi dalam
sistem rekahan. Kemudian terjadi periode transisi yang mana matriks mulai
mengalirkan fluida ke dalam rekahan. Akhirnya, sistem kembali seperti
homogen dengan matriks dan rekahan sama-sama mengalirkan fluida dan
tercapai kesetimbangan antara dua sistem tersebut.
Gambar 4 memperlihatkan type curve derivative untuk formasi dengan
aliran matriks pseudosteady-state. Fitur yang dapat dilihat adalah adanya
cekungan pada kurva yang dalam yang merupakan karakter dari reservoir rekah
alami dengan aliran matriks pseudosteady-state. Garis yang menurun
ditunjukkan oleh parameter CD / (1). Sedangkan sebaliknya garis yang
menanjak ditunjukkan oleh parameter CD / (1).
Pressure dan pressure derivative type curve dapat digunakan secara
bersama-sama untuk menganalisa data hasil uji build up dan uji draw down :

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 18 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

1. Plot P dan t[d(P)/dt] terhadap t untuk uji draw down atau P dan
te[d(P)/d(te)] terhadap te pada skala log-log dengan ukuran log-cycle
yang sama dengan type curve.
2. Jika ada bagian data derivative memperlihatkan kecenderungan horisontal,

bagian ini harus ditumpangkan pada garis (t D / C D ) PD' = 0.5 pada type
curve. Kemudian cocokkan data dengan type curve dengan menggeser secara
horisontal. Tentukan kurva yang cocok dengan data awal. Kurva ini memiliki
harga (CD e2S)f. Kemudian tentukan kurva kedua yang cocok dengan data-data
akhir. Kurva ini memiliki harga (CD e2S)f+ma.

3. Baca harga e-2S yang sesuai dengan periode transisi.

4. Hitung :

(C e ) D
2S
f + ma
=
(C e ) D
2S
f
(46)

5. Hitung permeabilitas :

141.2 q B PD
k = P (47)
h MP

6. Hitung koefisien wellbore storage :

0.0002637 k t
CD = (48)
ct rw2 t D / C D MP

7. Hitung faktor skin :

(C D e 2 S ) f + ma
S = 0.5 ln (49)
CD

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 19 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

8. Hitung interporosity flow coefficient :


= ( e 2 S )e 2 S (50)

6.1.3. Model Aliran Transien Di Dalam Matriks


Pada model ini plot data pada skala semilog memiliki bentuk yang berbeda dengan
model pseudosteady-state. Gambar 5 memperlihatkan tiga jenis aliran. Pertama, pada
waktu awal produksi berasal dari sistem rekahan. Yang kedua terjadi setelah mulainya
produksi dari matriks ke rekahan dan berlangsung sampai tercapai kesetimbangan. Pada
saat ini jenis aliran yang ketiga dimulai dimana dominasi aliran seluruh sistem, matriks
dari rekahan ke sumur.
Ketiga periode aliran ini ditandai oleh garis lurus pada semilog. Garis ke-1 dan ke-3
memiliki kemiringan yang sama. Garis yang ke-2 merupakan periode transisi. Dalam
praktek, garis ke-1 tertutupi oleh pengaruh wellbore storage sehingga tidak teramati
dengan jelas, begitu juga dengan garis ke-2 yang mungkin semuanya tidak teramati
karena pengaruh wellbore storage. Garis ke-3 dalam beberapa hal mungkin memerlukan
waktu uji draw down atau uji build up yang lama agar dapat teramati. Konsekuensinya,
periode ini dapat tertutupi oleh pengaruh batas reservoir (boundary effects).

6.1.3.1. Analisa Menggunakan Metode Semilog


Metode yang dikembangkan oleh Serra5) menggunakan plot semilog
menunjukkan bahwa untuk mengalisa data uji sumur pada reservoir rekah alami
cukup memerlukan informasi tentang periode alir ke-2 (transisi) dan salah satu
dari periode alir ke-1 atau ke-3.

6.1.3.1.1. Analisa Semilog Berdasarkan Periode Alir ke-1 dan ke-2


Prosedur perhitungan metode ini menggunakan type curve semilog seperti
diperlihatkan pad Gambar 6 :
1. Hitung k f h ft = k h dari kemiringan garis pada plot semilog dimana

kemiringan garis ke-1 adalah m dan kemiringan garis ke-2 adalah m* (m* =

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 20 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

m/2) :
162.6 q B 81.3 q B
k f h ft = k h = = (51)
m m*

2. Hitung faktor skin, S, menggunakan salah satu persamaan berikut ini :


Pi Pwf* ,1 jam (k f h ft )
2

S = 0.5756 log + 3 . 729 (52)
m* n k ma ma c ma rw
2 2

Pada langkah ini gunakan anggapan harga (n2 kma ma cma) dimana n =
jumlah rekahan (sama dengan ketebalan matriks, hmat, dibagi ketebalan
satu blok matriks); kma = permeabilitas matriks, mD; ma = porositas
matriks; cma = kompresibilitas matriks, psi-1; dan kf = permeabilitas
rekahan, mD.

Atau dengan menggunakan anggapan harga f h ft c f dan persamaan :

Pi Pwf ,1 jam (k f h ft )2
S = 1.151 log + 3 . 729 (53)
f h ft c f rw
2
m

3. Plot P terhadap t (atau P terhadap te untuk uji build up) pada kertas
semilog dengan skala yang sama dengan Gambar 6.

4. Pilih satu harga P dan hitung PwD :


k f h ft P
PwD = S (54)
141.2 qB
5. Menggunakan harga P dan hitung PwD yang telah dipilih pada langkah 4
sebagai match point sumbu vertikal. Kemudian geser data secara
horisontal sampai didapatkan kurva pada Gambar 6 yang cocok dengan

data tes. Kemudian catat harga ' ' , t1* , t1D dan (t dan tD) pada match

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 21 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

point, dimana t1* waktu yang diperoleh pada perpotongan antara dua buah
garis yang merupakan periode alir ke-1 dan periode alir ke-2, dan t1D
adalah variabel tak berdimensinya.
0.0002637 k t1*
t1D = (55)
crw2
6. Tentukan ( f c f h ft ) dari match point :

0.0002637 k f h ft t
f c f h ft = (56)
rw2 tD MP
Jika harga ( f c f h ft ) yang digunakan pada perhitungan skin langkah 2,

maka bandingkan ( f c f h ft ) hasil langkah 6 ini dengan harga asumsi

yang digunakan pada langkah 2. Jika tidak sama maka proses perhitungan
dimulai lagi pada langkah 2 dengan menggunakan harga yang diperoleh
pada langkah 6 ini.

7. Hitung n 2 k ma ma c ma :

532.3 ( f c f h ft ) 2
n k ma ma c ma =
2
(57)
t1*

Jika harga n 2 k ma ma c ma yang digunakan pada perhitungan skin langkah 2,

maka bandingkan n 2 k ma ma c ma hasil langkah 7 ini dengan harga asumsi

yang digunakan pada langkah 2. Jika tidak sama, maka proses perhitungan
dimulai lagi pada langkah 2 dengan menggunakan harga yang diperoleh
pada langkah 7 ini.

2
8. Hitung k ma / hma :

k ma (n 2 k ma ma c ma )
= (58)
2
hma h 2 ma c ma

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 22 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

9. Asumsi harga hma = h dan hitung dan :

ma c ma h
'= (59)
f c f h ft
k ma h
' = 12 2
rw2 (60)
hma k f h ft

10. Hitung dan :


= 1 /(1 + ' ) (61)

' (62)

6.1.3.1.2. Analisa Semilog Berdasarkan Periode Alir ke-2 dan ke-3


Wellbore storage mungkin menutupi periode alir ke-1 sehingga tidak teramati
pada data tes. Metode ini memberikan prosedur perhitungan jika hal tersebut
terjadi.
1. Hitung k f h ft = k h dari kemiringan garis pada plot semilog

menggunakan persamaan (17) dimana kemiringan garis ke-3 adalah m dan


kemiringan garis ke-2 adalah m* (m* = m/2).

2
2. Gunakan harga ( ma c ma ) dan hitung k ma / hma :

k ma 532.3 ma c ma
2
= (63)
hma t*
dimana t* adalah waktu perpotongan antara garis semilog periode alir ke-2
dan periode alir ke-3.

3. Hitung ' :

k ma hmat 2 k h
' = 12 2
rw 12 ma
2
rw2 (64)
hma k f h ft hma k f h ft

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 23 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

4. Hitung ( f c f h ft ) :
0.5
k f h ft ma c ma h ' t b 2
f c f h ft = 8.33 10
4

(65)
rw2
dimana tb2 adalah waktu mulainya periode alir ke-2.

5. Hitung ', , dan :


ma c ma hmat ma c ma h
'= (66)
f c f h ft f c f h ft
= 1 /(1 + ' ) (67)

' (68)

6. Hitung faktor skin :

Pi Pwf ,1 jam k f h ft
S = 1.151 log
2
+ 3.23 (69)
m ma c ma h rw

6.1.3.2. Analisa Menggunakan Metode Type Curve


Gambar 7 adalah contoh type curve untuk aliran transien dalam matriks. Data
pada saat awal mengikuti type curve untuk reservoir homogen dengan harga CD
e2S. Data pada periode transisi mengikuti kurva dengan parameter .
Kemudian data kembali mengikuti type curve untuk reservoir homogen dengan
harga CD e2S yang lain. Prosedur analisa menggunakan type curve adalah sebagai
berikut :
1. Plot P terhadap t pada kertas grafik log-log dengan skala yang sama dengan
type curve.
2. Cocokkan plot pada langkah 1 dengan type curve dengan menggeser secara
vertikal dan horisontal. Kemudian catat parameter dari kurva-kurva pada type

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 24 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

curve yang match dengan data, yaitu (CDe2S)f, (CDe2S)f+ma, dan serta match
point (PD, P), (tD/CD, t).

3. Hitung k h :

P
k h = 141.2 qB D (70)
P MP

4. Hitung (C D ) f + ma :

0.0002637 k t
(C D ) f + ma = (71)
ma c ma rw2 t D / C D MP

5. Hitung faktor skin :

C e 2S
S = 0.5 ln D (72)
CD f + ma

6. Hitung :

(C D e 2 S ) f + ma
= 1.8914 (73)
( ' ) e 2 S

7. Hitung :

(C D e 2 S ) f + ma
= (74)
(C D e 2 S ) f

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 25 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

6.2. GAMBAR YANG DIGUNAKAN

Gambar 1. Model dari Warren dan Root untuk Reservoir Rekah Alam

Gambar 2. Karakteristik Kelakuan Tekanan Hasil Uji Build Up untuk Aliran dalam Matriks
dengan Kondisi Pseudosteady-state
Manajemen Produksi Hulu
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 26 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 27 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

Gambar 3. Karakteristik Kelakuan Tekanan Hasil Uji Build Up untuk Aliran dalam Matriks
dengan Kondisi Pseudosteady-state

Gambar 4. Type Curve Derivative untuk Aliran dalam Matriks Kondisi Pseudosteady-state yang
Dikembangkan oleh Bourdet
Manajemen Produksi Hulu
TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 28 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

Gambar 5. Karakteristik Aliran pada Sistem Dual Porosity dengan Aliran Transien dalam Matriks

Gambar 6. Perkiraan dan Menggunakan Data dari Periode Alir Ke-1 dan Ke-2

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.07

JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST) Halaman : 29 / 29


SUB JUDUL : Analisa Hasil Uji Sumur Pada Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
Reservoir Rekah Alami

Gambar 7. Type Curve Bourdet untuk Reservoir Rekah Alami dengan Aliran Transien dalam
Matriks

Manajemen Produksi Hulu