Anda di halaman 1dari 4

TINJAUAN PUSTAKA

Penyakit Tiroid pada Kehamilan


Dimitry Garry
Rumah Sakit Umum Daerah Menggala, Lampung, Indonesia

ABSTRAK
Penyakit tiroid sering terjadi pada usia reproduktif termasuk saat kehamilan. Kadar hormon tiroid abnormal, baik kurang maupun berlebih,
dapat berdampak buruk bagi ibu hamil dan juga janinnya. Kondisi hipotiroid pada ibu hamil harus dikoreksi, sedapat mungkin sebelum
kehamilan, dengan suplementasi dan asupan makanan karena merupakan penyebab kerusakan neurologis utama di seluruh dunia. Hipertiroid
dalam kehamilan dapat memberikan komplikasi serius, mulai dari penyulit obstetrik seperti preeklamsia, komplikasi gagal jantung pada ibu,
hingga kelahiran prematur dan kematian janin. Hipertiroid dalam kehamilan sering memberikan gejala tidak khas, pengobatannya harus
mempertimbangkan efek obat yang mungkin teratogenik.

Kata kunci: hipertiroid, hipotiroid, kehamilan, penyakit tiroid

ABSTRACT
Thyroid disease is common in reproductive age including in pregnancy. Abnormal thyroid hormone level, either too low or too high, can lead
to bad outcomes in pregnancy. Hypothyroidism must be corrected, considerably before the pregnancy, with supplementation and also high
intake of rich-iodine foods as it is the most common cause of neurologic deficit. Hyperthyroidism in pregnancy can lead serious obstetric
complications such as preeclampsia, heart failure of the mother, preterm delivery and stillbirth. Hyperthyroid in pregnancy usually gives non-
specific symptom, and treatment must consider possible teratogenic effects. Dimitry Garry. Thyroid Diseases in Pregnancy.

Keywords: hyperthyroid, hypothyroid, pregnancy, thyroid disease

PENDAHULUAN Gangguan fungsi tiroid selama periode otak janin, kemudian diubah secara intraseluler
Hormon-hormon tiroid yang terdapat di reproduksi lebih banyak terjadi pada menjadi fT3 yang merupakan proses penting
sirkulasi adalah tiroksin (T4) dan triiodotironin wanita, sehingga tidak mengejutkan jika bagi perkembangan otak janin bahkan setelah
(T3), hanya bentuk bebasnya yang aktif (fT4 banyak gangguan tiroid ditemukan pada produksi hormon tiroid janin, janin masih
dan fT3). Hormon yang lebih penting adalah wanita hamil1. Pada kehamilan, penyakit bergantung pada hormon-hormon tiroid ibu,
fT3 karena lebih mempengaruhi metabolisme, tiroid memiliki karakteristik tersendiri dan asalkan asupan iodin ibu adekuat.3,6
dibentuk di liver, ginjal, dan otot dan penanganannya lebih kompleks pada kondisi
diubah menjadi fT4 oleh enzim deiodinase. tertentu. Kehamilan dapat mempengaruhi Empat perubahan penting selama kehamilan3
Kebanyakan jaringan termasuk jantung, otak, perjalanan gangguan tiroid dan sebaliknya (Gambar 1):
dan otot memiliki reseptor spesifik fT3 yang penyakit tiroid dapat pula mempengaruhi 1. Waktu paruh tiroksin yang terikat globulin
dapat mempengaruhi aktivitas metabolik kehamilan.2 Seorang klinisi hendaknya bertambah dari 15 menit menjadi 3 hari dan
dan seluler. Pada keadaan normal, kelenjar memahami perubahan-perubahan fisiologis konsentrasinya menjadi 3 kali lipat saat usia
hipofisis anterior memproduksi TSH sebagai masa kehamilan dan patofisiologi penyakit gestasi 20 minggu akibat glikosilasi estrogen.
umpan balik negatif yang dikendalikan oleh tiroid, dapat mengobati secara aman sekaligus 2. Hormon hCG dan TSH memiliki reseptor
konsentrasi fT3. menghindari pengobatan yang tidak perlu dan subunit alpha yang sama. Pada trimester
selama kehamilan.3 pertama, sindrom kelebihan hormon bisa
Iodin dari sumber makanan penting dalam muncul, hCG menstimulasi reseptor TSH dan
proses sintesis pembentukan hormon tiroid. HORMON TIROID PADA KEHAMILAN memberi gambaran biomekanik hipertiroid.
Dalam beberapa dekade terakhir disebutkan Pada janin iodin disuplai melalui plasenta. Saat Hal ini sering terjadi pada kehamilan multipel,
bahwa kelompok risiko tertinggi kurangnya awal gestasi, janin bergantung sepenuhnya penyakit trofoblastik dan hiperemesis
asupan iodin adalah wanita hamil dan pada hormon tiroid (tiroksin) ibu yang melewati gravidarum, dimana konsentrasi hCG total
menyusui, serta anak usia kurang dari 2 tahun plasenta karena fungsi tiroid janin belum dan subtipe tirotropik meningkat.
yang tidak terimplementasi oleh strategi berfungsi sebelum 12-14 minggu kehamilan. 3. Peningkatan laju filtrasi glomerulus dan
iodisasi garam universal. 4,5,6 Tiroksin dari ibu terikat pada reseptor sel-sel peningkatan uptake iodin ke dalam kelenjar

Alamat korespondensi email: dimitrygarry@yahoo.co.id

500 CDK-206/ vol. 40 no. 7, th. 2013


TINJAUAN PUSTAKA

Konsepsi 12 minggu 24 minggu Lahir risiko lebih tinggi mengalami gangguan


fungsi hipotiroid beberapa tahun setelah
preeklamsia.9 Walaupun risiko hipotiroid
subklinis belum pasti, terapi pengganti dalam
kondisi tersebut tetap dianjurkan. Dosis
pengganti ditambahkan pada awal kehamilan,
dan kondisi eutiroid harus dipertahankan
seterusnya. Jenis makanan yang kaya iodin
antara lain ikan air laut (memiliki kandungan
iodin 6 kali lebih besar daripada ikan air tawar),
produk susu, dan juga telur.2,4

PENGOBATAN
Levotiroksin adalah terapi pilihan jika status
nutrisi iodin tidak adekuat. Wanita hamil
hipotiroid memerlukan dosis tiroksin lebih
besar, dan wanita yang sudah menerima
terapi tiroksin sebelum hamil memerlukan
peningkatan dosis harian, biasanya 30-50%
Gambar 1 Pengaruh hormon tiroid pada perkembangan neurologis janin dan waktu terjadinya beberapa tingkat perkem- di atas dosis sebelum konsepsi. Pengobatan
bangan yang penting7 sebaiknya dimulai dengan dosis 100-150
mikrogram per hari atau 1,7-2,0 mikrogram
tiroid yang dikendalikan oleh peningkatan perubahan signifikan kecerdasan anak.7 Kadar per kg beratbadan saat tidak hamil, dengan
konsentrasi tiroksin total dapat menyebabkan hormon tiroid yang rendah selama kehamilan peningkatan dosis hingga 2,0-2,4 mikrogram
atau memperburuk keadaan defisiensi iodin. dapat menyebabkan keterlambatan fungsi per kg beratbadan saat hamil. Kadar serum
4. Tiga hormon deiodinase mengontrol kognitif verbal dan nonverbal pada masa awal fT4 dan TSH sebaiknya diukur 1 bulan setelah
metabolisme T4 menjadi fT3 yang lebih aktif kanak-kanak, defek psikomotorik, dan bahkan mulai terapi. Tujuan terapi adalah mencapai
dan pemecahannya menjadi komponen retardasi mental.6 dan mempertahankan kadar fT4 dan TSH
inaktif. Konsentrasi deiodinase III meningkat normal selama kehamilan.
di plasenta dengan adanya kehamilan, Hipotiroid yang tidak terdiagnosis hingga
melepaskan iodin jika perlu untuk transpor trimester pertama, berisiko tinggi penurunan Pengukuran TSH dianjurkan pada wanita
ke janin, dan jika mungkin berperan dalam fungsi intelektual dan kognitif bagi anak2. dengan faktor risiko gangguan fungsi tiroid,
penurunan transfer tiroksin. Hipotiroid berat pada ibu berhubungan antara lain:2,8
dengan kerusakan perkembangan intelektual Riwayat hipo atau hipertiroid, PPT (post
HIPOTIROID DAN EFEKNYA PADA anak diduga akibat suplai transplasenta partum tiroiditis), atau lobektomi tiroid
KEHAMILAN yang tidak adekuat selama kehamilan. Riwayat keluarga dengan penyakit tiroid
Hormon-hormon tiroid berperan penting Hipotiroksinemia pada ibu terbukti dapat Wanita dengan goiter
dalam perkembangan saraf selama awal meningkatkan risiko keterlambatan fungsi Memiliki antibodi tiroid
kehamilan.6 Wanita hamil dan menyusui kognitif verbal dan nonverbal pada saat usia Terdapat tanda dan gejala yang mengarah
memerlukan iodin tambahan. Beberapa awal anak-anak. Kadar TSH ibu pada awal pada kekurangan dan kelebihan hormon
makanan segar mengandung iodin (Tabel 1). kehamilan tidak berhubungan dengan efek tiroid
Dosis yang dianjurkan adalah 250 mikrogram keterlambatan fungsi kognitif pada anak Diabetes melitus tipe I
per hari. Defisiensi iodin berat, jika tidak walaupun merupakan indikator kurangnya Penyakit autoimun lain
diobati dengan baik, merupakan penyebab fungsi tiroid ibu selama kehamilan.2,6 Infertilitas
kerusakan neurologis di seluruh dunia.2 Riwayat radiasi pada kepala dan leher
Sejak tahun 1994, WHO dan UNICEF telah Selain itu, terdapat hubungan antara Riwayat keguguran atau melahirkan
merekomendasikan Iodisasi Garam Universal hipotiroid dengan penurunan fertilitas. Wanita prematur
sebagai strategi yang aman, murah, dan hamil yang hipotiroid memiliki risiko lebih
efektif untuk memastikan cakupan iodin yang tinggi mengalami komplikasi obstetrik seperti HIPERTIROID DALAM KEHAMILAN
diperlukan bagi semua individu.1 Hipotiroid, abortus, lahir mati, anemia, hipertensi dalam Prevalensi hipertiroid di Amerika Serikat
baik bermakna maupun subklinis (kadar TSH kehamilan, solusio plasenta, perdarahan post diperkirakan sebesar 1%. Penyebab tersering
melebihi batas atas dengan kadar fT4 yang partum, dan hipertensi dalam kehamilan.6,8 adalah penyakit Grave, yang 5-10 kali lebih
normal), memiliki efek selama kehamilan dan Penelitian menunjukkan bahwa preeklamsia sering dialami wanita dengan puncaknya
juga pada perkembangan janin. Perbedaan pada nulipara berhubungan dengan risiko pada usia reproduktif. Prevalensi hipertiroid
sedikit saja pada konsentrasi hormon tiroid hipotiroid subklinis pada kehamilan dan dalam kehamilan 0,1-0,4%, 85% dalam bentuk
selama kehamilan dapat menyebabkan juga wanita dengan preeklamisa memiliki penyakit Grave. Sama halnya seperti penyakit

CDK-206/ vol. 40 no. 7, th. 2013 501


TINJAUAN PUSTAKA

Tabel 1 Rata-rata kandungan iodine dalam sampel makanan segar dengan rentang standar deviasinya (ng/g)4 hiperemesis tidak memiliki gejala penyakit
Grave ataupun antibodi tiroid. Jika kadar fT4
No. Jenis Makanan Kandungan Iodin
meningkat tanpa tanda dan gejala penyakit
1 Ikan air laut 486 (89-1593) Grave, pemeriksaan sebaiknya diulang setelah
2 Telur 324 (247-428) usia kehamilan 20 minggu. Pemeriksaan
3 Roti 310 (20-815) USG sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi
4 Susu 124 (59-199) kehamilan multipel atau mola hidatodosa.11
5 Ikan air tawar 98 (3-408)
6 Gandum 33 (11-47) Tirotoksikosis ibu yang tidak diobati secara
7 Unggas 18 (10-169) adekuat meningkatkan risiko kelahiran
8 Daging 17 (2-155) prematur, IUGR, berat badan lahir rendah,
9 Sayur-sayuran 5 (1-22) preeklamsia, gagal jantung kongestif, dan
10 Buah-buahan 3 (0,3-13)
IUFD. Pada sebuah penelitian retrospektif,
rata-rata komplikasi berat pada pasien yang
Tabel 2 Resiko dan komplikasi terapi hipertiroid di dalam kehamilan10 diobati dibandingkan dengan yang tidak
adalah: preeklamsia - 7% banding 14-22%,
Kondisi/pengobatan/ Dampak Kehamilan Fetus Neonatus
Prosedur gagal jantung kongestif - 3% banding 60%,
thyroid storm - 2% banding 21%. Sebaliknya
Hipertiroid yang tidak Keguguran Solusio Hipertiroid takikardia Hipertiroid transien primer
mendapat pengobatan plasenta Kelahiran pertumbuhan terhambat pengobatan thionamide berlebih dapat
adekut preterm menyebabkan hipotiroid iatrogenik pada
Thioamide Hipotiroid Embriopati Hipertiroid Transien
janin.2,10
Methimazole
Pasien dengan kecurigaan hipertiroid
Tindakan bedah dengan Keguguran Kelahiran Hipotiroid Hipotiroid Transien
suplementasi tiroksin preterm membutuhkan pengukuran kadar TSH, T4,
T3, dan antibodi reseptor tiroid. Interpretasi
Propanolol Atrofi plasenta Kelahiran IUGR Hipoglikemia postpartum
preterm Bradikardia fungsi tiroid harus memperhatikan
hubungan dengan hormon HCG yang dapat
menurunkan kadar TSH dan meningkatkan
autoimun lain, tingkat aktivitas penyakit Grave kelopak tertinggal saat menutup mata, kadar TBG selama kehamilan; kadar serum
dapat berfluktuasi saat trimester pertama eksoftalmos) dan bengkak tungkai bawah TSH di bawah normal tidak boleh dijadikan
dan membaik perlahan setelahnya; dapat (pretibial myxedema).10 Rendahnya spesifisitas interpretasi diagnostik hipertiroid dalam
mengalami eksaserbasi tidak lama setelah tanda dan gejala membuat tes laboratorium kehamilan. Interpretasi terbaik adalah dengan
melahirkan. Walaupun jarang, persalinan, merupakan alat diagnosis yang paling baik kadar T3 karena kadar fT4 juga meningkat
seksio sesarea, dan infeksi dapat memicu untuk penyakit tiroid pada ibu hamil. pada separuh wanita hiperemesis gravidarum
hipertiroid atau bahkan badai tiroid (thyroid tanpa hipertiroid.2
storm).2,8 Mual dan muntah setelah kehamilan 20
minggu jarang ditemukan. Kondisi muntah Hipertiroid subklinis (kadar TSH di bawah
Kehamilan, begitu juga hipertiroid adalah harus dibedakan dari kondisi lain yang juga normal, kadar fT4 dan T4 dalam batas normal
kondisi peningkatan laju metabolisme. Fakta dapat menyebabkan muntah persisten, dan tidak ada tanda-tanda hipertiroid) dapat
ini menyulitkan mengenali tanda dan gejala seperti hiperemesis gravidarum, gangguan ditemukan pada hiperemesis gravidarum.
tipikal tirotoksikosis yang biasanya mudah gastrointestinal (appendisitis, hepatitis, Pengobatan kondisi ini tidak berhubungan
dikenali pada pasien tidak hamil. Misalnya, pankreatitis, dan gangguan saluran empedu), dengan perbaikan hasil kehamilan dan dapat
gejala seperti amenorea, lemas, labilitas emosi, pielonephritis, dan gangguan metabolik lain. memberikan risiko paparan obat anti tiroid
intoleransi terhadap panas, mual dan muntah yang tidak perlu terhadap janin.2
dapat terlihat baik pada pasien hamil dan juga Pemeriksaan laboratorium mencakup
hipertiroid. Begitu juga tanda-tanda seperti kadar keton urin, BUN, kreatinin, alanin PENGOBATAN
kulit terasa hangat, takikardia, peningkatan aminotransferase, aspartat aminotransferase, Secara umum, terdapat beberapa modalitas
tekanan darah, dan bahkan struma kecil tidak elektrolit, dan tirotropin (termasuk tiroksin pengobatan hipertiroid antara lain
bersifat pasti. Namun, ada menifestasi yang T4 bebas jika tirotropin rendah). Biasanya pendekatan farmakologis, pembedahan, dan
harus lebih diperhatikan seperti kenaikan tirotropin tertekan pada pasien-pasien hamil juga iodin radioaktif, masing-masing dengan
berat badan yang rendah selama hamil karena hCG bereaksi silang dengan tirotropin risiko terhadap kehamilan (Tabel 2). Pada
dengan nafsu makan baik, adanya tremor, dan menstimulasi kelenjar tiroid. Kondisi kondisi hamil, pengobatan iodin radioaktif
dan manuver Valsava tanpa akselerasi laju hipertiroid ini biasanya hilang spontan dan secara langsung merupakan kontraindikasi
jantung. Mengingat kebanyakan kasus tidak membutuhkan pengobatan. Kadar T4 karena meningkatkan risiko abortus spontan,
disebabkan oleh penyakit Grave, dicari tanda- dan tirotroponin pada hiperemesis dapat kematian janin intra uterin, hipotiroid dan
tanda oftalmopati Grave (tatapan melotot, mirip dengan pasien Grave, akan tetapi pasien retardasi mental pada neonatus.10

502 CDK-206/ vol. 40 no. 7, th. 2013


TINJAUAN PUSTAKA

Pada ibu hamil, PTU masih merupakan obat obat anti tiroid memiliki perkembangan dan selama anestesi dan juga mengoptimalkan
pilihan utama yang direkomendasikan oleh fungsi intelektual yang normal.12 kondisi operasi dengan penyusutan struma
banyak penulis dan pedoman2,10,12 , dianggap dan mengurangi perdarahan.10,14
lebih baik karena lebih sedikit melewati Obat-obat golongan beta bloker untuk
plasenta dibandingkan methimazole. Tetapi mengurangi gejala akut hipertiroid dinilai Indikasi pembedahan adalah dibutuhkannya
telah terbukti efektivitas kedua obat dan waktu aman dan efektif pada usia gestasi lanjut, obat anti tiroid dosis besar (PTU >450 mg
rata-rata yang diperlukan untuk normalisasi pernah dilaporkan memberikan efek buruk atau methimazole >300 mg), timbul efek
fungsi tiroid sebenarnya sama (sekitar 2 bulan), bagi janin bila diberikan pada awal atau samping serius penggunaan obat anti tiroid,
begitu juga kemampuan melalui plasenta. pertengahan gestasi. Propanolol pada struma yang menimbulkan gejala disfagia
Penggunaan methimazole pada ibu hamil kehamilan akhir dapat menyebabkan atau obstruksi jalan napas, dan tidak dapat
berhubungan dengan sindrom teratogenik hipoglikemia pada neonatus, apnea, dan memenuhi terapi medis (misalnya pada
embriopati metimazole yang ditandai dengan bradikardia yang biasanya bersifat transien dan pasien gangguan jiwa).10
atresi esofagus atau koanal; anomali janin tidak lebih dari 48 jam. Propanolol sebaiknya
yang membutuhkan pembedahan mayor dibatasi sesingkat mungkin dan dalam dosis SIMPULAN
lebih sering berkaitan dengan penggunaan rendah (10-15 mg per hari).2,10,13 Hormon tiroid berfungsi mengatur
methimazole, sebaliknya tidak ada data aktivitas metabolik dan seluler; memelihara
hubungan antara anomali kongenital dengan Tiroidektomi subtotal dapat dilakukan saat keseimbangan hormon tiroid dalam batas
penggunaan PTU selama kehamilan. Namun kehamilan dan merupakan pengobatan lini normal selama kehamilan sangat penting
kadang methimazole tetap harus diberikan kedua penyakit Grave. Tiroidektomi sebaiknya untuk mencegah dampak buruk. Hipotiroid
karena satu-satunya pengobatan anti tiroid dihindari pada kehamilan trimester pertama selama kehamilan walaupun ringan dapat
yang tersedia. dan ketiga karena efek teratogenik zat anestesi, menurunkan fungsi intelektual anak.
peningkatan risiko janin mati pada trimester Sedangkan hipertiroid dalam kehamilan
Jika kondisi hipertiroid sudah berkurang, pertama serta peningkatan risiko persalinan dapat meningkatkan angka morbiditas dan
dosis obat anti tiroid juga harus diturunkan preterm pada trimester ketiga. Paling optimal mortalitas ibu dan janin. Diagnosis hipertiroid
untuk mencegah hipotiroid pada janin. dilakukan pada akhir trimester kedua meski- dalam kehamilan sulit karena gejala sering
Pada trimester ketiga, hampir 30% ibu dapat pun tetap memiliki risiko persalinan preterm tumpang tindih dengan gejala kehamilan
menghentikan pengobatan anti tiroid dan sebesar 4,5%-5,5%. Tindakan pembedahan pada umumnya dan pengobatannya
mempertahankan status eutiroid. Bagi ibu harus didahului oleh pengobatan intensif lebih rumit mengingat efek samping dan
menyusui, kedua jenis obat anti tiroid dinilai dengan golongan thionamide, iodida, dan potensi merugikan janin. Sangat dianjurkan
aman karena konsentrasinya rendah di dalam beta bloker untuk menurunkan kadar hormon memeriksa kadar hormon tiroid pada ibu
air susu. Bayi yang menyusui ibu pengkonsumsi tiroid agar mengurangi risiko thyroid storm hamil yang memiliki gejala penyakit tiroid.

DAFTAR PUSTAKA
1. Krassas GE, Poppe K, Glinoer D. Thyroid Function and Human Reproductive Health. Endocrine Rev. 2010;31:702-755.
2. Abalovich M, Amino N, Barbour LA, Cobin RH, Leslie J, Glinoer D, et al. Management of Thyroid Dysfunction during Pregnancy and Postpartum. J. Endocrinol. Metabolism. 2007; 92(8):
S1-S47
3. Girling J. Thyroid Disease in Pregnancy. Royal College of Obstetrician and Gynecologist. 2008;10:237-243.
4. Haldiman M, Alt A, Blanc A, Blondeau K. Iodine Content of Food Groups:descriptive statistics and analysis variance. Swiss Federal Office of Pubic Health. 2004.
5. WHO/UNICEF. Reaching Optimal Iodine Nutrition in Pregnant and Lactating Women and Young Children. WHO/UNICEF Joint Statement. New York, 2007.
6. Henrichs J, Bongers-Schokking JJ, Schenk JJ, Ghassabian A, Schmidt HG, Visser TJ, et al. Maternal Thyroid Function during Early Pregnancy and Cognituve Functioning in Early Childhood.
J. Endocrinol. Metabolism. 2010;95(9):4227-4234.
7. Colborn T. Neurodevelopmental and Endocrine Disruption. Environmental Health Perspective. 2004;112:944-949
8. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Gilstrap LC, Wenstrom KD, eds. Williams Obstetrics. 23rd ed. New York: McGraw-Hill; 2010. p.1126-1135.
9. Levine RJ, Vatten LJ, Horowitz GL, Qian C, Romundstad PR, Yu KF, et al. Pre-eclampsia, soluble fms-like tyrosine kinase 1, and the risk of reduced thyroid function: nested case-control and
population based study. BMJ. 2009;339:b4336
10. Meczekalski B, Czyzyk A. Hyperthyroidism in Pregnancy: Diagnosis and Management. Arch. Perinatal Med. 2009;15(3):127-135.
11. Niebyl JR. Nausea and Vomiting in Pregnancy: Clinical Practice. N Engl J Med. 2010;363:1544-1550.
12. Cooper DS. Antithyroid Drugs. Review Article. N Engl J Med. 2005;352:905-917.
13. Rosenthal T, Oparil S. The Effect of Antihypertensive Drugs On the Fetus. J. Hum. Hypertens. 2002;16:293298.
14. Bahn RS, Burch HB, Cooper DS, Garber JR, Greenlee MC, Klein I, et al. Hyperthyroidism and Other Cause of Thyrotoxicosis: Management Guidelines of the American Thyroid Association
and American Association of Clinical Endocrinologists. 2011;21(6):593-646.

CDK-206/ vol. 40 no. 7, th. 2013 503