Anda di halaman 1dari 3

Hal yang dapat digunakan agar mendengar dapat dikuasai (warren, 1992):

Jujur sepenuhnya terhadap diri anda sendiri mengenai apa yang telah
dilakukan baik maupun tidak baik. Objektivitas ini merupakan kunci kemauan
anda untuk mengubah berbagai perilaku yang merintangi penampilan diri anda
sendiri.
Perhatikan kelebihan anda (efektivitas pendengaran anda) dan hindarkanlah
hal-hal yang merisaukan hati anda. Kurangilah kekurangan anda yang dapat
diperbaiki untuk mencegah berbagai masalah yang serius. Misalnya anda
jarang meringkas ucapan-ucapan yang memperjelas pemahaman, maka
mulailah mempraktikan hal ini dalam pembicaraan anda dengan orang lain.
Luangkan waktu untuk menulis hasil-hasilnya. Bila anda secara sadar
melontarkan inti ringkasan ke dalam pembicaraan yang sedang berlangsung
dalam waktu yang tepat, maka anda akan menemukan ide-ide pokok
sehinghga ringkasan anda menjadi akurat dan berguna

Menurut warren (1992) Mendengar yang baik meliputi:


Memelihara perasaan saling hormat
Meningkatkan kerja sama dan dukungan
Mengurangi tegangan dan tekanan
Merangsang solidaritas kelompok
Mengungkapkan pernyataan nyata, bukan direkayasa atau menyesatkan

Dalam hal mendengarkan harus ada rasa kendali diri. Kendali yang utama adalah
maksud anda unuk mendengarkan. Bila maksud anda untuk mendengarkan itu kuat maka
anda mengakui perlunya (warren, 1992):
Menetapkan sasaran mendengarkan yang membantu anda mendengarkan untuk
menangkap maksud dan melacak ide-ide pokok.
Membuat pedoman mendengarkan yang selaras dengan sassaran anda, baik anda
hendak menghadiri rapat atau mengadakan pembicaraan yang sudah direncanakan
sebelumnya.
Membuat catatan yang meringkaskan isi pokok pesan dan membantu anda
menentukan apa yang harus anda lakukan selanjutnya.
Menyingkirkan prasangka yang menyelewengkan komunikasi.
Mengendalikan emosi yang merintangi kemampuan seseorang untuk berfikir
secara jernih.
Menghilangkan atau mentolerir sekecil-kecilnya gangguan yang mengacaukan
konsentrasi

Reed. H. Warren. 1992. Mendengarkan Secara Positif. Jakarta : PT. BRK Gunung Mulia

F. Mendengarkan yang Efektif


Untuk menguasai teknik-teknik mendengarkan, harus
mengetahui beberapa dimensi tentang cara mendengar
yang efektif, yaitu ;
1. Mendengarkan partisipatif dan pasif

2. Mendengarkan secara empatik dan secara objektif


3. Mendengarkan tanpa menilai dan mendengarkan secara
kritis.
4. Mendengarkan secara dangkal dan secara dalam

G. Teknik-Teknik Mendengarkan Aktif


1. Ajukan pertanyaan dan ulangi pikiran pembaca.
2. Jangan menginterupsi
3. Berilah respon pada pendengar anda
4. Tatap mata pembicara
5. Jangan mengalihkan topik pembicaraan yang sednag
dibangun pembicara.
6. Kendalikan emosi.

Referensi :
Zainal Abidin Partao,MM. 2006. Teknik Lobi dan Diplomasi,
Indeks, Jakarta. hal 241-268

Mendengarkan secara aktif

Mendengar adalah aspek yang penting dari proses komunikasi yang sering dilalaikan. Penerima
mendengar dan menyimpan sebagian kecil pesan dari pengirim. Mendengar merupakan aktifitas
penting yang tidak dapat ditaksir secara berlebihan. Munn menguraikan sepuluh langkah untuk
meningkatkan keterampilan dalam mendengar, yaitu: (Barbarra, 2005).

1. Perhatian tatap muka langsung yang sama seperti sebelumnya dicatat untuk menunjukkan
dan meningkatkan komunikasi dua budaya yang diterapkan dalam mendengar efektif
2. Mengobservasi klien setelah mengirim pesan yang sebagian beesar (65 %) adalah
nonverbal
3. Dapatkan ide-ide si pembicara hindari distraksi yang memperkuat biat/prasangka pribadi
4. Dengarkan pesan yang mendasari perasaan klien
5. Fokuskan pada persoalan yang ada, bukan pada penyimpangan individual
6. Hindari distraksi dan dengarkan pesan yang disampaikan oleh pembicara
7. Jangan menginterupsi pembicara karenapernyataannya yang salah. Dengarkan klarifikasi
yang diuraikan pembicara secara lengkap
8. Lihatlah pesan dari sudut pandang pengirim. Anda hanya dapat mengubah persepsi yang
sepenuhnya anda mengerti
9. Jangan mencoba untuk memiliki kata terakhir. Refleksikan pada masalah yang
diberikan sebelum memberi respon.
10. Kami berbicara rata-rata 125 kata per menit, mengingat otak kami memproses 500 kata
permenit. Gunakan rasio waktu untuk mengevaluasi, menyimpulkan dan menyiapkan
respon. keterampilan mendengarkan yang baik merupakan lawan yang tepat bagi
rintangan komunikasi.

Barbarra. 2005. Buku Keperawatan Perioperatif. Jakarta: EGC. Vol.1. hal 63