Anda di halaman 1dari 2

2.

Pertanyaan Masalah dari pasien seperti tersebut no 1 kemudian dibuat


pertanyaan
3. Sumber Mulailah melakukan pencarian sumber journal melalui internet
untuk menjawab pertanyan tersebut
4. Evaluasi Evaluasi apakah jurnal yang kita peroleh cukup valid , penting
dan bisa diaplikasikan
5. Pasien Aplikasikan temuan berdasarkan bukti ilmiah tersebut ke pasien
dengan mempertimbangkan kepentinga atau kebutuhan pasien dan kemampuan klinis
dokter
6. Evaluasi Evaluasi hasil perawatan pasien tersebut

BAGAIMANA CARA MEMBUAT PERTANYAAN

Pertanyan digunakan untuk mekita (point-point penting saja).

Bisa dimasukkan di dalamnyaengan penyakit pasien seperti usia , jenis kelamin atau
suku bangsa.
hal-hal mengenai masalah, pemyakit atau kondisi pasien

IntervensiPrognosisexposure Berisikan hal sehubungan dengan intervensi yang


diberikan ke pasien

Apakah tentang meresepkan suatu obat ?


Apakah tentang melakukan tindakan ?
Apakah tentang melakukan tes dignosis?
Apakah tentang menanyakan bagaimana prognosis pasien ?
Apakah tentang menanyakan apa yang menyebabkan penyakit pasien ?
Comparison Tidak harus selalu ada pembandingnya. Pembanding bisa dengan plasebo
atau obat yang lain atau tindakan terapi yang lain
outcome Harapan yang anda inginkan dari intervensi tersebut,seperti

Apakah berupa pengurangan gejala ?


Apakah berupa pengurangan efek samping ?
Apakah berupa perbaikan fungsi atau kualitas hidup ?
Apakah berupa pengurangan jumlah hari dirawat RS ?

Contoh pertanyaan

Seorang wanita Ny Susi , 28 th G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke dokter ingin


konsultasi mengenai cara-cara melahirkan. Ibu Susi punya pengalaman kakaknya
divakum karena kehabisan tenaga mengejan , anaknya saat ini 6 tahun menderita
epilepsy dan kakaknya harus dijahit banyak pada saat melahirkan.Ia tidak mau
melahirkan divakum.Dia mendengar tentang teknik yang menggunakan forsep.Dia
bertanya yang mana yang lebih aman untuk ibu dan bayi.

Maka kata kunci dari pertanyaan yang mungkin diajukan adalah:


Pasien : melahirkan,kala II lama
Intervensi : vakum
Comparison : forcep
Outcome : aman untuk ibu dan bayi

Sehingga pertanyaannya adalah


Untuk penanganan melahirkan kala II lama manakah yang lebih aman untuk ibu dan bayi
antara vakum dan forcep ?

Tulisan selanjudnya akan berisi cara mengkritisi apakah suatu jurnal dapat
dipercaya dan digunakan untuk panduan kita merawat pasien.