Anda di halaman 1dari 11

BUSINESS ETHICS

CASE 8

Archer Daniels Midland and the Friendly Competitor

Disusun Oleh:

Aditya Dwi Novanto 61A/1261004


Ascasaputra Aditya 61A/1261014
Friztina Anisa 61A/1261034

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2013
I. PENDAHULUAN

Jenis-jenis pasar adalah sebagai berikut ini:

Persaingan Sempurna

Pasar dimana tidak ada pembeli atau penjual yang memiliki kekuatan cukup signifikan
untuk mampu mempengaruhi harga barang-barang yang dipertukarkan. Karakteristik pasar
persaingan sempurna:

1. Jumlah pembeli dan penjual relative banyak, dan tidak ada seorang punyang memiliki
pangsa yang relative substansial.
2. Semua pembeli dan penjual bebas masuk atau meninggalkan pasar.
3. Setiap pembeli dan penjual mengetahui sepenuhnya apa yang dilakukan oleh pembeli dan
penjual lainnya, termasuk informasi tentang harga, jumlah dan kualitas semua barang
yang diperjualbelikan.
4. Barang-barang yang dijual dipasar sangat mirip satu sama lain sehingga tidak ada seorang
pun yang peduli dari mana mereka menjual atau membelinya.
5. Biaya dan keuntungan memproduksi atau menggunakan barang-barang yang
dipertukarkan sepenuhnya ditanggung pihak-pihak yang membeli dan menjual barang-
barang tersebut, bukan oleh pihak lain.
6. Semua pembeli dan penjual adalah pemaksimal utilitas: semuanya berusaha untuk
memperoleh sebanyak mungkin dengan membayar sesedikit mungkin.
7. Tidak ada pihak luar (misalnya pemerintah) yang mengatur harga, kuantitas atau kualitas
dari barang-barang yang diperjualbelikan dalam pasar.

Dua karakteristik pertama merupakan karakteristik dasar dari sebuah pasar yang
kompetitif karena keduanya menjamin bahwa pembeli dan penjual memiliki kekuatan yang
kira-kira sama dan tidak ada yang bisa memaksakan kehendaknya pada yang lain.
Karakteristik ketujuh adalah apa yang membuat sebuah pasar bisa dikatakan sebagai pasar
bebas.

Etika dan Pasar Kompetitif Sempurna :


Pasar bebas kompetitif sempurna mencakup kekuatan-kekuatan yang mendorong pembeli
dan penjual menuju apa yang disebut titik kesetimbangan. Dalam proses ini, pasar dikatakan
mampu mencapai tiga nilai moral utama:

a. Mendorong pembeli dan penjual mempertukarkan barang dalam cara yang adil (dalam
artian adil tertentu).
b. Memaksimalkan utilitas pembeli dan penjual dengan mendorong mereka
mengalokasikan, menggunakan dan mendistribusikan barang-barang dengan efisiensi
sempurna.
c. Mencapai teujuan-tujuan tersebut dengan suatu cara yang menghargai hak pembeli dan
penjual untuk melakukan pertukaran secara bebas.

Pasar bebas kompetitif sempurna mencakup keadilan kapitalis karena pasar semacam ini
selalu mengarah pada titik kesetimbangan.Titik kesetimbangan adalah dimana pembeli dan
penjual secara rata-rata menerima nilai dari apa yang mereka berikan. Dari sudut pandang
kontribusi penjual, harga adalah adil (atau sama dengan biaya produksinya) hanya jika
berada di kurva persediaan penjual. Dari sudut pandang nilai yang diberikan konsumen pada
barang dalam jumlah berbeda, kontribusi dianggap adil (atau harganya sebanding dengan
nilai barang bagi konsumen) hanya jika berada dalam kurva permintaan konsumen. Sistem
pasar kompetitif sempurna mencapai efisien tersebut dalam tiga cara:

1. Pasar kompetitif sempurna memotivasi perusahaan untuk menginvestasikan sumber daya


mereka dalam industri-industri yang tingkat permintaannya tinggi dan mengalihkan
sumber daya dari industri-industri yang permintaannya rendah.
2. Pasar kompetitif sempurna mendorong perusahaan untuk meminimalkan sumber daya
yang dikonsumsi untuk memproduksi sauatu komoditas dan menggunakan teknologi
paling efisien yang tersedia.
3. Pasar kompetitif sempurna mendistribusikan komoditas di antara para pembeli dalam
suatu cara dimana semua pembeli menerima komoditas yang paling memuaskan yang
dapat mereka peroleh, dalam kaitannya dengan komoditas yang tersedia bagi mereka
serta uang yang mereka miliki untuk membelinya.
4. Pasar kompetitif sempurna mampu menciptakan keadailan kapitalis dan memaksimalkan
utilitas dalam suatu cara yang menghargai hak pembeli dan penjual.
a. Dalam pasar kompetitif sempurna pembeli dan penjual adalah bebas (menurut
definisinya) untuk memasuki atau menginggalkan pasar sesuai keinginan mereka.
b. Dalam pasar kompetitif sempurna pertukaran dilakukan secara sukarela.
c. Tidak ada penjual dan pembeli yang mendominasi dalam pasar kompetitif sempurna
sampai dia mampu memaksa orang lain untuk menerima syarat-syaratnya.

Pasar kompetitif sempurna adalah sempurna dalam tiga aspek moral penting: (a) masing-
masing secara terus menerus membentuk keadilan kapitalis; (b) secara bersama-sama,
semuanya memaksimalkan utilitas dalm bentuk efisiensi pasar, dan (c) masing-masing
menghargai hak-hak negative dari penjual dan pembeli. Hal yang perlu diperhatikan dalam
mengintepretasikan cirri-ciri moral dari pasar kompetitif sempurna:

1. Pasar ini tidak mendukung bentuk-bentuk keadilan lain


2. Pasar kompetitif sempurna memaksimalkan utilitas dari orang-orang yang mampu
berpartisipasi di dalamnya dengan batasan anggaran mereka
3. Meskipun pasar bebas kompetitif mendukung hak-hak negatif tertentu bagi pihak-pihak
yang terlibat didalamnya, namun sesungguhnya pasar semacam ini menekan hak positif
dari orang-orang di luar (misalnya yang tidak mampu bersaing) atau orang-orang
partisipannya minim
4. Pasar bebas kompetitif mengabaikan dan bahkan berkonflik dengan kewajiban untuk
memberikan perhatian
5. Pasar bebas kompetitif memberikan pengaruh buruk pada karakter moral individu.

Tiga nilai keadilan kapitalis, utilitas dan hak negatif yang dihasilkan pasar bebas hanya
diciptakan oleh pasar bebas jika ketujuh karakteristik persaingan sempurna terpenuhi

Persaingan Monopoli
Pasar monopoli hanya memiliki satu penjual dan satu penjual ini memiliki pangsa pasar
yang substansial (100%). Pasar monopoli adalah pasar dimana penjual lain tidak bisa masuk.
Ada berbagai hambatan yang mencegah masuknya pembeli lain, misalnya peraturan tentang
hak paten, yang hanya memberikan hak pada penjual tertentu untuk memproduksi suatu
komoditas atau biaya yang tinggi yang memberatkan penjual baru untuk mengawali bisnis
tersebut.
a. Persaingan Monopoli dilihat dari sisi terori etika (Keadilan, Utilitas dan Hak)
Pasar monopoli dianggap kurang baik dalam mencapai nilai-nilai moral karena
pasar monopoli tak teregulasi tidak mampu mencapai ketiga nilai keadilan kapitalis,
efisiensi ekonomi dan juga tidak menghargai hak-hak negatif yang dicapai dalam
persaingan sempurna.
b. Pasar monopoli mengakibatkan penurunan efisiensi dalam proses alokasi dan distribusi
barang :
1. Pasar monopoli memungkinkan penggunaan sumber daya dalam suatu cara yang akan
menciptakan kelangkaan atas barang-barang yang diingikan pembeli dan dijual
dengan harga yang lebih tinggi dari seharusnya.
2. Pasar monopoli tidak mendorong penjual untuk menggunakan sumber daya mereka
dalam cara-cara yang meminimalkan sumber daya yang dikonsumsi untuk
menghasilkan komoditas dalam jumlah tertentu.
3. Pasar monopoli memungkinkan penjual untuk menetapkan harga yang membatasi
konsumen guna memperoleh komoditas yang paling memuaskan yang bisa mereka
beli dengan uang mereka.
c. Pasar monopoli juga menerapkan pembatasan atas hak-hak negatif yang didukung oleh
pasar kompetitif sempurna :
1. Pasar monopoli menurut definisinya adalah pasar dimana penjual lain tidak bisa
masuk.
2. Pasar monopoli memungkinkan perusahaan monopoli memasok barang-barang yang
tidak diinginkan konsumen atau dalam jumlah yang tidak mereka inginkan.
3. Pasar monopoli didominasi oleh penjual tunggal yang keputusannya harga dan jumlah
komoditas yang ditawarkan.

Persaingan Oligopolistik

Dimana pasar tidak didominasi oleh satu parusahaan biasanya empat atau lebih
perusahaan.Pasar semacam ini terletak dalam spectrum antara dua ujung pasar kompetitif
sempurna dengan banyak penjual dan pasar monopoli sempurna dengan hanya satu
penjual.Struktur pasar yang tidak murni secara kolektif dinamakan pasar kompetitif tidak
sempurna dan salah satu karakteristik pentingnya adalah oligopoly (pasar yang sangat
terkonsentrasi). Dalam suatau oligopoli, dua dari tujuh karakteristik pasar kompetitif
sempurna tidak terpenuhi :

1. Tidak banyak penjual, yang hanya ada beberapa penjual besar yang secara bersama-sama
memiliki kemungkinan untuk menetapkan harga.
2. Penjual lain tidak dapat memasuki pasar.

Cara pembentukan paling umum struktur pasar oligopoly adalah melalui merger
horizontal. Merger horizontal adalah penggabungan antara dua atau lebih perusahaan yang
melakukan merger dalam suatu industri oligopoly yang hanya terdiri dari beberapa
perusahaan. Industri oligopoly dapat mempengaruhi pasar yaitu secara eksplisit atau diam-
diam menetapkan harga pada tingkat yang sama dan membatasi output, maka pasar oligopoly
berfungsi seperti layaknya satu perusahaan raksasa. Penggabungan kekuatan ini, bersama
dengan hambatan terhadap penjual dan persediaan yang rendah seperti pasar monopoli.
Akibatnya, pasar-pasar oligopoly, seperti layaknya pasar monopoli, bisa saja gagal
menunjukkan tingkat perolehan keuntungan yang adil, mengakibatkan penurunan utilitas
sosial dan tidak menghormati kebebasan-kebebasan ekonomi, secara umum semakin
terkonsentrasi suatu oligopoly, semakin tinggi pula keuntungan yang diperoleh.

Tindakan yang tidak etis dalam pasar oligopoly:

1. Perjanjian eksplisit
2. Penetapan harga, saat perusahaan beroperasi dalam pasar oligopoly, cukup mudah bagi
para manajer mereka untuk melakukan secara diam-diam dan setuju melakukan
penetapan harga.
3. Manupulasi persediaan, perusahaan-perusahaan dalam industry oligopoly mungkin
melalui persetujuan untuk membatasi produksi harganya naik lebih tinggi dibandingkan
yang dihasilkan dari pesaing.
4. Perjanjian eksklusif, sebuah perusahaan melakukan perjanjian eksklusif jika menjual
pada pengecer dengan syarat pengecer tersebut tidak membeli produk lain dari
perusahaan lain dan atau tidak akan menjua di luar wilayah geografis tertentu.
5. Perjanjian mengikat, sebuah perusahaan dikatakan melakukan perjanjian yang mengikat
bila menjual barang dalam jumlah tertentu pada pembeli hanya dengan syarat pembeli
tersebut membeli barang lain dari perusahaan yang sama.
6. Perjanjian menetapkan harga eceran, jika suatu perusahaan menjual ke pengecer dengan
syarat mereka setuju memasang harga yang sama untuk barang-barangnya, maka ia
dikatakan melakukan perjanjian penetapan harga eceran.
7. Diskriminasi harga, menetapkan harga yang berbeda pada pembeli yang berbeda untuk
barang atau jasa yang sama berarti melakukan diskriminasi harga.
II. PERMASALAHAN

Latar Belakang

ADM merupakan salah satu perusahaan agrikultur/pertanian terbesar di dunia.Pada tahun


1989 ADM memutuskan untuk memasuki pasaran bisnis lysine.ADMmulai membangun pabrik
barudengan total nilai investasi sebesar $ 100.000.000. Pabrik lysine dibangun pada bulan
September1989 dan selesai pada bulan Februari1991. Hal yang paling menajubkan adalah
selama 17 bulan kapasitas produksi pabrik tersebut mencapai 250 juta ton Lysine per tahun.
Artinya produksi tersebut cukup untuk memasok setengah dari seluruh permintaan tahunan
dunia. Kemudian ADM menyewa seorang pakar bio-kimia yang bernama Mark Whitacre. Pada
tahun 1991 ADM mulai menjual lysine ke pasar dengan volume produksi yang cukup besar
sehingga menyebabkan harga pasaran Lysine jatuh dan karena itu ADM merugi $ 7.000.000
/bulan. Whitacre menyadari akan kesalahannya. Dia berpikir untuk menyelamatkan karir
barunya. Dia memutuskan untuk melakukan perubahan. Salah satu langkah yang ditempuh
Whitacre ada bertemu dengan Terry Wilson.

Pada tahun 1992 bersama Terry Wilson (Presiden Divisi Corn-Processing), ADM
memanggil 4 perusahaan besar lainnya yang memproduksi Lysine, antara lain yaitu: Ajinomoto,
Kyowa, Miwon, dan Cheil untuk melakukan rapat guna mengontrol pasaran lysine di dunia. Dari
pertemuan tersebut dicapai kesepakatan bahwa harga lysine diatur agar sama di pasaran.
Kenyataannya, setahun kemudian pada 1993 harga lysine ternyata jatuh lagi karena banyaknya
supply daripada demand. Oleh karena itu mereka melakukan koordinasi lagi untuk mengatasi
permasalahan tersebut dengan cara membatasi jumlah lysine yang beredar di pasaran. Namun
ternyata harga tetap turun, ini disebabkan oleh ada beberapa perusahaan yang tetap memproduksi
dalam skala besar sehingga lysine di pasaran melimpah, dan itu menyalahi kesepakatan bersama.
Mengetahui hal tersebut, pihak ADM kembali mengajak keempat perusahaan tadi untuk
membahas bersama perjanjian tahun 1993, yang pada akhirnya pihak ADM mengancam jika ada
satu pihak yang memproduksi / menjual melebihi limit yang telah disepakati maka ADM akan
melakukan penjualan secara besar-besaran sehingga lysine di pasaran akan melimpah (flooding)
dan harga pasti akan jatuh dan semua akan menanggung rugi yang besar.
Kemudian pada tahun 1994 strategi dari ADM ini rupanya berhasil, penjualan meningkat
dan harga dapat diatur oleh perusahaan.Akan tetapi pada tahun 1995 ADM berurusan dengan
FBI dikarenakan adanya tuduhan memainkan harga (price-fixing).Informasi FBI ini diperoleh
dari Mark Whitacre. Dan setelah diselidiki ternyata Mark Whitacre terlibat dengan adanya aliran
uang yang masuk sebesar $2.500.000 atas perjanjian bawah tangan dalam upaya ADM
menghindari pajak.
III. PEMBAHASAN

1. Identifikasi hal-hal yang menyebabkan ADM melakukan penetapan harga.


a. Produk lysine merupakan produk yang hampir sama spesifikasinya: Produk tidak
terdiferensiasi
b. Kesalahan dalam pembuatan strategi supply dan demand produk Lysine. Akibatnya :
Quantity Supply lebih besar daripada Quantity Demand, yang mengakibatkan harga
menjadi turun
c. ADM memiliki pengalaman menyelesaikan masalah persaingan harga dengan membuat
perjanjian eksplisit dengan para pesaingnya
d. Penilaian kinerja sesorang didalam perusahaan hanya berdasarkan atas jumlah
keuntungan dan volume atas barang yang terjual; sehingga bonus, komisi dan
penghargaan ditetapkan hanya berdasarkan hal tersebut.

2. Apakah Mark Whitacre harus disalahkan atas apa yang dia lakukan? Mengapa hal tersebut
bisa terjadi?
Ya, tapi tidak hanya Whitacre saja yang mestinya disalahkan karena ada beberapa pihak
juga yang ikut andil dalam kesepakatan penetapan harga lysine
Whitacre merasa bersalah atas kebijakan yang dibuatnya sehingga merugikan perusahaan
sebesar $7 million
Whitacre telah melanggar etika moralitas, yang mana orang dikatakan bertanggung jawab
secara moral :
- Dia membantu dan menyebabkannya
- Ada proses pembiaran, padahal dia tahu itu salah
- Dia melakukan kegiatan tersebut tanpa paksaan

3. Apakah hukuman yang diberikan kepada Whitacre itu adil?


Kelompok kami menganggap bahwa hukuman yang Whitacre terima adil karena
Whitacre melaksanakan saran dari Wilson yaitu untuk menetapkan Price-fixing dengan
empat perusahaan kompetitor dan dihukum 20 bulan. Whitacre melakukan penggelapan uang
ADM sebesar 2,5 juta dollar sehingga dipenjara 9 tahun.
IV. KESIMPULAN

1.ADM melanggar hukum dengan melakukan penetapan Harga: UU Anti trust


2.Aktifitas Kartel Lysin menyebabkan kerugian konsumen dari 15 M hingga 70 M USD
3.Penetapan harga merugikan para pemasok faktor produksi sehingga mereka akan
kehilangan kesempatan dalam mendapatkan pendapatan
4.Konspirasi Lysiners mengakibatkan perubahan dalam lingkungan budaya kerja (
kepemimpinan) di Perusahaan ADM
5. Terjadi pelanggaran pada teori Utilitarianisme
6. Terjadi pelanggaran pada teori Justice & Fairness
7. Terjadi pelanggaran nilai moral dipasar Oligopoli
8. Fixed Pricing adalah tindakan yang tidak fair

V. DAFTAR PUSTAKA

Velasques, M.G. Business ethics: Concepts and cases, seventh edition. Upper Saddle River,
NJ: Pearson Education, Inc

Anda mungkin juga menyukai