Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM ANALISIS INSTRUMENTAL


TITRASI ASAM BASA DENGAN COMBITITRATOR

KELOMPOK :6

NAMA : 1. Muhammad Yozardi A(12)

2. Tika Charida (21)

3. Wulandari S.A. (23)

KELAS : 1D

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI MALANG

2015
TITRASI ASAM BASA
DENGAN COMBITITRATOR
Tanggal : 22 April 2015

I. Tujuan Percobaan :
- Mengoperasikan alat Combititrator untuk berbagai cara titrasi (asam-basa, titrasi dengan titik
akhir yang ditentukan

II. Dasar Teori :

Peralatan combititrator tersusun atas peralatan pH meter 632. Impulsomat dan Dosigraph 625.
Pusat susunan peralatan tersebut adalah impulsomat yang menerima input berupa tegangan (mV)
sekaligus mengatur penambahan larutan penetrasi pada dosimat dari pH meter (alat pengukur berupa
elektroda kaca kombinasi) yang memberikan output ke Dosigraph.

Impulsomat menyesuaikan kecepatan titrasi (penambahan penetrasi dengan kecepatan kertas pada
Dosigraph) . Dengan demikian volume larutan penetrasi (ml) dapat dihitung dari panjang kertas grafik.

Sistem elektroda dapat menggantikan indikator warna yang menentukan titik akhir titrasi.
Perubahan pH yang terjadi dalam larutan sampel selama titrasi berlangsung berdasarkan pada persamaan
Hederson Hasselbach yang dibahas pada teori pH.

pH = pKa + Log C garam


C asam

pH titrasi asam/basa ditentukan oleh perbandingan secara logaritma dari konsentrasi garam/asam,
karena pKa mempunyai nilai konstan. Selama asam/basa masih banyak berlebih, logaritma perbandingan
tersebut tidak banyak berupa dengan perubahan konsentrasi. Bila antara garam dan asam mendekati
kesetimbangan, logaritma akan berubah banyak dengan konsentrasi.

Impulsomat dapat digunakan untuk titrasi yang berbeda, yaitu :

1. Titrasi pada titik akhir yang ditentukan (end point mode with delay)
Titik akhir titrasi (pH atau mV) ditentukan terlebih dahulu. Kecepatan titrasi bisa diatur
sedemikian rupa, sehingga titrasi mula-mula berlangsung cepat, lalu diperlambat bila
mendekati titik akhir titrasi. Setelah titik akhir tercapai, impulsomat memerintahkan multi
dosimat untuk menghentikan penambahan volume penetrasi. Letak titik akhir tergantung pada
suasana larutan seperti knsentrasi garam, kekentalan, kadar pelarut organik dan sebagainya.

2. Merekam grafik titrasi (CRV mode)


Rekaman akan dimulai pada pH/potensial yang diatur terlebih dahulu, kemudian akan
berlangsung sesuai dengan jarak pH/potensial. Dalam hal ini elektrode tidak perlu dikalibrasi.
Span dan kompensasi dan pada recorder diatur sedemikian rupa, sehingga grafik titrasi dapat
direkam. Hasil rekaman berupa grafik dan untuk menentukan titik akhir titrasi dengan dua cara
yaitu dua garis sejajar untuk kurva simetris dan dua lingkaran untuk kurva tidak simetris.

3. Mempertahankan nilai yang diukur (Start mode : EP with t delay = )


Impulsomat dapat juga digunakan sebagai alat pengukur untuk mempertahankan nilai acuan (set
point). Bentuk kurva memberi informasi tentang tipe reaksi dan bisa diperoleh parameter yang
berguna, misal hidrolisa anhidrida, pemisahan senyawa secara

III. Alat Dan Bahan


Alat :

Gambar 3.3 Skema alat keseluruhan

- Impulsomat 614 = 1 buah

- pH meter 632 = 1 buah

- Dosigraph 625 = 1 buah


- Elektoda kaca kombinasi = 1 buah
- Multidosimat 614 = 1 buah
- Gelas kimia 50ml = 3 buah
- Pipet seukuran = 1 buah
- Botol semprot = 1 buah
- Labu ukur 100 ml = 1 buah
- Ball pipet = 1 buah
- Magnetic stirer = 2 buah
Bahan :
- NaOH 0,1N
- HCl 0,1N
- CH3COOH 0,1N
- Buffer pH 4
- Buffer pH 9

IV. Cara Kerja


A. Kalibrasi pH meter 632
A.1. Nyalakan pH meter dengan tombol on/off. pH meter berada dalam keadaan stand by
A.2. Tekan tombol pH. Jangan menekan tombol U/mV bila pH meter terpasang elektrodagelas
kombinasi, karena elektroda tidak dapat dipolarisasi.
A.3. Celupkan elektroda gelas kombinasi ke dalam larutan pH 7
A.4. Ukur temperatur larutan dan atur temperatur pad apH meter sesuai dengan temperatur larutan yang
digunakan dengan mengatur tombol t/C.
A.5. Slope diatur pada skala 1,0.
A.6. Tekan tombol meas baca pH pada display.
A.7. Atur angka pada display sesuai dengan pH larutan dapar dengan menggunakan tombol Ucomp.
A.8. tekan tombol stand by, bilas elektroda dengan air demineral dan keringkan.
A.9. Celupkan elektroda ke dalam larutan dapar pH 4.
A.10. Atur skala pada display sesuai dengan pH larutan dapar, dengan menggunakan tombol slope
A.11. Tekan tombol stand by, bilas elektroda dengan air demineral dan keringkan. pH meter telah selesai
di kalibrasi. Jangan mengubah lagi tombol slope dan Ucomp pada pengukuran selanjutnya.
B. Titrasi NaOH HCl dengan titik akhir tertentu
B.1. Hidupkan impulsomat, dosigraph dan dosimat
B.2. Pipet 10 ml HCl 0,1 N yang akn ditentukan konsentrasinya, masukkan kedalam gelas kimia 100 ml
dan tambahkan sedikit air akuades (50 ml)
B.3. Celupkan elektroda kaca kombinasi dan jalankan pengaduk magnet
B.4. Celupkan ujung buret kedalam HCl
B.5. Tekan tombol EP pada impulsomat
B.6. Atur tombol dynamic pada angka 9
B.7. Tekan tombol pH yang kearah pH 14 (karena dititrasi dengan basa)
B.8. Putar tombol 12 pada impulsomat kearah pH Coarse
B.9.Atur tombol EP ( t clock/m) pada posisi 1,5
B.10. Atur tombol t delay/m pada posisi 10
B.11. Masukkan dengan harga pH dengan nilai 07.00 ke pojok kiri bagian atas impulsomat (pH titik akhir
secara teoritis).
B.12. Tekan tombol start pada impulsomat. Titrasi berlangsung sampai tercapai pH 7 lalu berhenti secara
otomatis tanpa grafik titrasi.
B.13. Baca volume NaOH yang dibutuhkan pada multidosimat
B.14. Hitung konsentrasi HCl dengan menggunakan rumus :
V HCl x N HCl = V NaOH x N NaOH
B.15. Ulangi titrasi dengan mengubah harga pada tombol dynamic.
B.16. Ulangi titrasi seperti diatas dengan menggunakan 5ml larutan CH3COOH 0,1 N dan NaOH 0,1 N.
Dengan ph EP 8,8 .

V. Skema Kerja
A. Kalibrasi pH meter 632

pH meter dinyalakan

Tombol pH ditekan dicelupkan Larutan buffer pH 7

Elektroda gelas

Suhu pH meter diatur

Slope diatur pada skala 1,0

Meas

Tekan tombol Ucomp untuk mengatur pH

Stand by

Elektroda Air

Elektroda Larutan buffer pH 4

Slope
B. TITRASI NaOH HCl dengan titik akhir tertentu

Elektroda , buret

HCl 0,1 N aquadest

Tekan tombol EP pada impulsomat

Tombol dynamic diatur

Tombol pH diputar kearah pH 14

Tombol 12 pada impulsomat diatur kearah pH coarse

Tombol EP diatur pada posisi 1,5

Harga pH dimasukkan (7,00)

Tombol start ditekan

Volume pada dosimat

Konsentrasi HCl
VI. Hasil Percobaan

HCL

Dynamic V Waktu pH awal pH akhir


7 4 91,09 2,28 7,52
7 5 70,60 1,86 7,36
7 6 56,61 2,20 7,94
7 7 45,20 2,29 7,98

CH3COOH

Dynamic V Waktu pH awal pH akhir


7 4 130,67 3,46 8,92
7 5 78,34 3,23 8.94
7 6 81,25 3,20 9,11
7 7 57,30 3,20 8,90
PERHITUNGAN
1. Kadar HCl


% = 100 %

36,5 0,1 0,01


= 100 %
36,5

= 0,1 %

2. Kadar CH3COOH


% = 100 %

60 0,1 0,01
= 100 %
60

= 0,1 %

HCl
Dynamic 7 ; V = 4
V NaOH x N NaOH = V HCl x N HCl
9,8 x 0,1 = 10 x N HCl
9,8 0,1
N HCl = 10

= 0,098 N

CH3COOH
Dynamic 7 ; V = 4
V NaOH x N NaOH = V CH3COOH x N CH3COOH
6,0 x 0,1 = 5 x N CH3COOH
6,0 0,1
N CH3COOH = 5

= 0,12 N

VII. Pembahasan
Titrasi merupakan metode kimia secara kuantitatif yang biasa digunakan dalam laboratorium
untuk menentukan konsentrasi dari reaktan. pH meter adalah sebuah alat elektronik yang berfungsi untuk
mengukur pH (derajat keasaman atau kebasaan). Suatu cairan (ada elektroda khusus yang berfungsi
mengukur pH bahan-bahan semi padat). Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda(probe pengukur)
yang terhubung kesebuah alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH (Anonim 2013).
Combititrator adalah seperangkat alat yang digunakan untuk melakukan titrasi secara
otomatis.Peralatan combititrator tersusun atas pH meter, impulsomat, dan desigraph. Prinsip kerjanya
adalah pH meter yang memmbaca pH larutan tersebut dan memberikan output ke desigraph, impulsomat
yang menerima input berapa tegangan (mV) sekaligus mengatur penambahan larutan penetrasi tetes demi
tetes.
Cara kerja yang dilakukan pertamakali adalah melakukan kalibrasi pH meter. pH meter digunakan
untuk mengatur pH sebuah larutan. Kalibrasi pH meter dilakukan untuk pengukuran pH dengan tepat.
Kalibrasi harus dilakukan paling tidak 2 macam cairan standart buffer yang sesuai dengan rentang nilai
pH yang akan diukur. Kalibrasi dilakukan untuk mencari defiasi (penyimpangan) larutan buffer yang
digunakan adalah buffer pH 7 dan buffer pH 4 karena yang akan digunakan adalah asam kuat HCl dan
asam lemahnya CH3COOH. Cara kerjanya adalah mencelupkan elektroda gelas kombinasi pada larutan
buffer lalu diatur pH pada display sesuai pH buffer yang digunakan. Mencelupkannya bergantian, tetapi
saat ingin mengganti larutan buffer pH satunya, maka jangan lupa untuk membilas elektroda gelasnya
dengan akuades.
Setelah dilakukan kalibrasi pH meter, dilakukan titrasi HCL terlebih dahulu dengan menggunakan
larutan titrannya, yaitu NaOH 0,1N.Titrasi ini dilakukan untuk mencari konsentrasi HCL menggunakan
peralatan Combititrator.Titrasi ini menggunakan mode titrasi pada titik akhir titrasi yang sudah
ditentukan.pH titik akhir titrasi pada titrasi asam kuat dan basa kuat adalah 7 sehingga diatur pada
impulsumat dengan tombol Ep, lalu diatur tombol dynamic. Kemudian diatur tombol pH ke arah 14
karena yang digunakan sebagai titran adalah basa. Lalu diatur tombol + clock/m kearah 1,5 dan t delay/m
kearah 10. Diatur juga pH titik akhir titrasi yang ingin dicapai pada bagian pojok kiri atas impulsumat
yaitu 07.00 untuk HCL lalu ditekan tombol start untuk menjalankan titrasi, spidol pada multidosimat
diturunkan maka spidol tersebut akan menulis membentuk garis lurus yang menunjukkan volume NaOH
yang dibutuhkan untuk menitrasi sampel.Pada percobaan diperoleh data pada saat dynamic 7, V=4pH
awalsebesar2,28danpH akhir sebesar 7,52 dengan waktu titrasi 91,09 detik. Pada saat dynamic 7, V=5pH
awalsebesar1,86danpH akhir sebesar 7,36dengan waktu titrasi 70,60 detik.Pada saat dynamic 7, V=6pH
awalsebesar2,20danpH akhir sebesar 7,04 dengan waktu titrasi sebesar 56,61 detik. Pada dynamic 7,
V=7pH awalsebesar2,29danpH akhir sebesar 7,98 dengan waktu titrasi 45,20 detik.Dari volume
didapatkan,dapat dihitung kadar HCL sampel atau CH3COOH sampel dengan perhitungan berikut:
VNaOH x NNaOH = VHCL x NHCL
Untuk CH3COOH sampel
VNaOH x NNaOH = VCH3COOH x NCH3COOH
Dengan membentuk reaksi NaOH + HCL NaCL + H2O
Dan reaksi yang selanjutnya adalah
NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O

Titrasi menggunakan sampel asam lemah CH3COOH menggunakan prosedur yang sama hanya
memperhatikan pengaturan pH Ep (end point) . Pada Percobaan ini diperoleh data sebagai berikut : pada
dynamic 7, V= 4,pH awalsebesar3,46dan pH akhir sebesar 8,92 dengan waktu titrasi 130,67 detik , pada
dynamic 7, V= 5,pH awalsebesar3,23dan pH akhir sebesar 8,94 dengan waktu titrasi 78,34 detik . Pada
dynamic 7, V=6 ,pH awalsebesar3,20danpH akhir sebesar 9,11 dengan waktu titrasi 81,25detik. Pada
dynamic 7, V=7, pHawalsebesar3,20dan pH akhir sebesar 8,90 dengan waktu titrasi 57,30 detik.

Pada percobaan kedua, terjadi perbedaan antara hasil percobaan dan teoritis pada titrasi asam dan
basa antara NaOH CH3COOH . Dalam teoritis menyatakan dalam besar dynamic yang sama , maka
kecepatan berbanding lurus dengan waktu . Maka seharusnya semakin besar kecepatan menghasilkan
waktu semakin pendek . Namun pada kecepatan 6 larutan CH3COOH memperoleh waktu sebesar
81,25detik . Seharusnya waktu yang diperoleh semakin kecil dari kecepatan 5 . Hal ini dikarenakan
kurang ketelitian dalam melakukan percobaan .

VIII. Kesimpulan
1. Konsentrasi HCl pada dynamic 7, V=4 adalah0,098 N
Konsentrasi HCl pada dynamic 7, V=5 adalah 0,098N
Konsentrasi HCl pada dynamic 7, V=6 adalah 0,098N
Konsentrasi HCl pada dynamic 7, V=7 adalah 0,098N
2. Konsentrasi CH3COOH pada dynamic 7, V=4 adalah0,12 N
Konsentrasi CH3COOH pada dynamic 7, V=5 adalah 0,12N
Konsentrasi CH3COOH pada dynamic 7, V=6 adalah 0,24N
Konsentrasi CH3COOH pada dynamic 7, V=7 adalah 0,116 N
3. Secara teoritis, titik ekivalen titrasi NaOH HCl adalah pada pH 7 dan titik ekuivalen titrasi
NaOH CH3COOH pada pH 8, namun hal itu berbeda dengan hasil percobaan.

IX. Keselamatan Kerja


A. Asam Klorida (HCL)
- IDENTITAS PRODUK DAN PERUSAHAAN
NAMA PRODUK :Asam Hydrochloric
RUMUS KIMIA :HCl
CODE PRODUKSI : -
SYNONIM :Asam chloride, asammuriat, Hydroge chloride
- KOMPOSISI BAHAN
Bahan 36% berat CAS No.7647-01-0
Batas pemaparan : 5ppm ( 7,5 mg/m3 ) ( TLV-C )
- IDENTIFIKASI BAHAYA
Ringkasanbahaya yang penting :Asam chloride
sangatkorosifdantoksiksertairitatifbilakontakdengankulit, mataatauterhirup.
Akibatnyaterhadapkesehatan :
MATA :Menyebabkaniritasibahkandapatmenyebabkankebutaan
KULIT :Menyebabkanlukabakardan dermatitis
TERTELAN :Menyebabkanlukabakar membrane mukosa di mulut, Esophagusdanmulut
TERHIRUP :Menyebabkan bronchitis kronis
Karsinogenik :Tidakadaefek
Teratogenik :Tidakadaefek
Reproduksi :Tidakadaefek
- TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
Terkenapada :
MATA :Bilasdengan air mengalirsekurang-kurangnya 15 menit
KULIT :Cucidengan air sebanyak-banyaknya. Segeralepaskanpakaian yang terkontaminasi.
TERTELAN :Bilasadar, beriminum 1 2 gelasuntukpengenceran. Hindaripemanisbuatan.
TERHIRUP :Segerapindahkankorbanketempat yang cukupudara,
berikanpernafasanbuatanatauoksigen

B. Natrium Hidroksida (NAOH)


- SIFAT FISIKA dan KIMIA :
Keadaan fisik dan penampilan: Solid. (Deliquescent padat.)
Bau: berbau.
Molekul Berat: 40 g / mol
Warna: Putih.
pH (1% soln / air): [. Dasar] 13,5
Titik Didih: 1388 C (2530,4 F)
Melting Point: 323 C (613,4 F)
Spesifik Gravity: 2.13 (Air = 1)
Properti Dispersi: Lihat kelarutan dalam air.
Kelarutan: Mudah larut dalam air dingin.
- PENANGANAN :
Kontak Mata:
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Dalam kasus terjadi kontak, segera siram mata dengan
banyak air sekurang-kurangnya 15 menit. Air dingin dapat digunakan. Dapatkan perawatan medis
dengan segera.
Kontak Kulit :
Dalam kasus terjadi kontak, segera basuh kulit dengan banyak air sedikitnya selama 15 menit dengan
mengeluarkan pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. Tutupi kulit yang teriritasi dengan yg sesuatu
melunakkan. Air dingin mungkin dapat digunakan pakaian.cuci sebelum digunakan kembali. benar-
benar bersih sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis dengan segera.
Kulit Serius :
Cuci dengan sabun desinfektan dan menutupi kulit terkontaminasi dengan krim anti-bakteri. Mencari
medis segera
Inhalasi:
Jika terhirup, pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit
bernapas, berikan oksigen. Dapatkan segera perhatian medis.
Serius Terhirup:
Evakuasi korban ke daerah yang aman secepatnya. Longgarkan pakaian yang ketat seperti kerah,
dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. jika sulit bernapas, beri oksigen. Jika korban tidak bernafas,
lakukan pernafasan dari mulut ke mulut.
- PERINGATAN:
Ini mungkin berbahaya bagi orang yang memberikan bantuan lewat mulut ke mulut (resusitasi) bila
bahan dihirup adalah racun, infeksi atau korosif. Cari bantuan medis segera.
Tertelan:
JANGAN mengusahakan muntah kecuali bila diarahkan berbuat demikian oleh personel medis.
Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada korban yang sadar. Longgarkan pakaian
yang ketat seperti kerah, dasi, ikat pinggang atau ikat pinggang. Dapatkan bantuan medis jika gejala
muncul.

C. Asam Etanoat (CH3COOH)


- IDENTIFIKASI BAHAN
Darurat Ikhtisar :

Jangan menelan.

Hindari kulit dan kontak mata.

Hindari pajanan terhadapuap dan kabut.

Potensi Efek kesehatan :

Mata : Dapat menyebabkan iritasi.

Kulit : Dapat menyebabkan iritasi

Tertelan : Dapat menyebabkan ketidak nyamanan pencernaan.

Terhirup : Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan

- TINDAKAN PERTAMA

Prosedur Darurat dan Pertolongan Pertama:

Mata : Siram dengan air selama minimal 15 menit, menaikkan dan menurunkan

Kelopak mata sesekali. Dapatkan perawatan medis jika terjadi iritasi.

Kulit : Seksama mencuci area yang terkena selama minimal 15 menit. Hapus yang

terkontaminasi pada pakaian. Mencuci pakaian yang terkontaminasi

sebelum digunakan kembali. Dapatkan perawatan medis jika terjadi iritasi.

Menelan : Jangan menginduksi muntah. Jika tertelan, jika sadar, berikan banyak air,

segera memanggil seorang dokter atau pusat kendali racun. Jangan pernah memberikan
apapun melalui mulut kepadaorang yang tidak sadar.

Menghirup :

- Hapus untuk udara segar.


- Berikan oksigen jika sulit bernapas
- Memberikan pernapasan buatan jika napas telah berhenti.
- Tetap hangat, tenang, dan mendapatkan perhatian medis.

X. Daftar Pustaka
1. Jobsheet Praktikum Analisa Instrumental Polinema 2015
2. Modul Analisa Instrumental Polinema 2015
3.Anonim.2011.http://titrasiasambasa_combititrator.html . Diakses pada Minggu, 19 April 2015
4.Anonim.2013.http://www.blogspot.com/2013/11/laporan-titrasi-pH-meter-dengan-sampel.html

Diakses pada Minggu , 19 April 2015

5.Anonim.2011.http://www.chemistry.org/titrasiAsamBasa .Diakses pada Minggu ,19 April 2015

Malang , 22 April 2015


Mengetahui

Sigit Hadiantoro, Drs., Mpd


(195911141990031001)