Anda di halaman 1dari 4

Nama : Simplisius Ryski

Nim : D04112039

Pengecoran balok dan pelat lantai


Bahan terdiri dari:

Beton ready mix sesuai mutu yang telah disetujui


Calbond (Super Bonding Agent) /cairan perekat antara beton lama dengan baru
disebut juga lem beton
Curing compound/bahan perawatan dan perlindungan beton yang menghambat
proses penguapan air pada beton basah
Kawat ayam

Tenaga kerja:

Tukang cor terampil yang mengerti lingkup pekerjaan pengecoran.


Mandor dan pelaksana yang dapat membaca shop drawing/for
construtiondengan baik.

Alat berupa:

Concrete pump truck


Concrete mixer truck
Concrete vibrator
Waterpass/autolevel
Alat bantu
Batching Plant
Kerucut abrams
Alat cetak silinder benda uji beton
Metode kerja pengecoran balok dan pelat lantai

Sebelum proses pengecoran dilaksanakan, maka perlu dilakukan hal hal seperti berikut.

Pemeriksaan bekisting meliputi:


Ukuran bekisting ( lebar dan tinggi ).
Pemeriksaan elevasi dan kelurusan bekisting.
Pemeriksaan sambungan pada bekisting.

Pengecekan elevasi bekisting

Setelah pemasangan bekisting pelat lantai selesai dilaksanakan, kemudian dilakukan


pengecekan elevasi dengan menggunakan alat waterpass dan posisi as balok dengan
alat theodolite. Pengecekan elevasi bekisting balok dan pelat lantai adalah sebagai berikut.

1) Pengecekan elevasi balok dilakukan dengan menempatkan alat waterpassdimana tinggi


alat adalah setinggi marking pada kolom (1,00 m dari permukaan pelat lantai di
bawahnya).
2) Bak ukur ditempatkan pada bagian bawah bekisting balok (bottom).
3) Oleh pelaksana pengukuran ketepatan elevasi bottom dicek dengan alatwaterpass.

Apabila pembacaan alat waterpass belum menunjukkan elevasi yang sesuai dengan gambar
rencana, maka screwjack diputar untuk menaikkan atau menurunkan posisibottom balok.

Pengecekan elevasi bekisting

Setelah pemasangan bekisting pelat lantai selesai dilaksanakan, kemudian dilakukan


pengecekan elevasi dengan menggunakan alat waterpass dan posisi as balok dengan
alat theodolite. Pengecekan elevasi bekisting balok dan pelat lantai adalah sebagai berikut.

Pengecekan elevasi balok dilakukan dengan menempatkan alat waterpassdimana tinggi


alat adalah setinggi marking pada kolom (1,00 m dari permukaan pelat lantai di
bawahnya).
Bak ukur ditempatkan pada bagian bawah bekisting balok (bottom).
Oleh pelaksana pengukuran ketepatan elevasi bottom dicek dengan alatwaterpass.
Apabila pembacaan alat waterpass belum menunjukkan elevasi yang sesuai dengan
gambar rencana, maka screwjack diputar untuk menaikkan atau menurunkan
posisi bottom balok.

1) Pemeriksaan penulangan meliputi:

Pemeriksaan jumlah dan ukuran tulangan utama.


Pemeriksaan jumlah, jarak, dan posisi sengkang.
Pemeriksaan panjang overlapping dan penjangkaran pada tulangan.
Pemeriksaan kekuatan bendrat.
Pemeriksaan decking (tebal selimut beton)

Setelah semua pemeriksaan dilakukan dan hasilnya baik, maka bekisting dibersihkan
dengan menggunakan air compressor. Kemudian pelaksanaan pengecoran balok dan pelat
lantai, dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut.

1) Pasang batas pengecoran dengan menggunakan kawat ayam. Pengecoran dihentikan


pada jarak bentang dari tumpuan, karena pada lokasi tersebut momen yang dipikul
balok dan pelat lantai adalah nol.
2) Beton ready mix dengan mutu yang disyaratkan dituang dari concrete mixer truck ke
dalam gerobak untuk dilakukan pengujian slump. Slump yang digunakan adalah122.
3) Setelah nilai slump memenuhi persyaratan, maka beton ready mix dituang dariconcrete
mixer truck ke dalam bucket pada Concrete pump truck dan disalurkan dengan pipa
baja.
4) Sebelumnya, sambungan beton lama dengan beton baru disiram dengan calbond(super
bonding agent).
5) Setelah beton ready mix keluar dari pipa baja, langkah selanjutnya adalah meratakan
beton ready mix dengan penggaruk dan dipadatkan dengan
menggunakanconcrete vibrator.
6) Pengecoran dilakukan selapis demi selapis dimana setiap lapis dipadatkan
denganconcrete vibrator dengan maksud agar terbentuk beton yang benar-benar padat.
7) Pengecoran dihentikan pada batas zona pengecoran.
8) Setelah itu adukan diratakan dengan kayu perata sesuai dengan tinggi peil yang sudah
ditentukan.
9) Setelah beton setengah kaku angkat relat dan ratakan bekas relat dengan menggunakan
ruskam.

Standar hasil :

Menghasilkan produk beton pada balok dan pelat lantai sesuai dengan rencana, mutu
dan bentuk yang presisi, tidak bocor, tidak lendut, dan tidak retak.
Jika ada yang menyimpang maka diperlukan pekerjaan perbaikan.

oleh: ( Chairil Nizar )