Anda di halaman 1dari 16

Cara menghilangkan karet lutuh dibaju

Ini sih RPP yang saya pakai untuk maju microteaching senin 5 mei 2014 yang lalu. Hehe. Masih
banyak kekurangan, tapi mungkin bisa untuk referensi bagi teman teman yang akan maju
microteaching. Semoga bermanfaat. :)

SUSI NURATI
4301411148
PENDIDIKAN KIMIA/ROMBEL 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA 1 Pati


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/Satu
Materi pokok : Senyawa Kovalen Polar dan Non Polar
Alokasi Waktu : 1 x 2 JP

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalamberinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat danminatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


3.6 Menganalisis kepolaran senyawa.

Indikator:
1. Menyebutkan pengertian senyawa polar dan non polar
2. Mengidentifikasi senyawa polar berdasarkan percobaan
3. Mengelompokkan senyawa ke dalam senyawa polar dan non polar berdasarkan keektronegatifan
unsur penyusunya
4. Mengelompokkan senyawa ke dalam senyawa polar dan non polar berdasarkan PEI dan PEB
disekitar inti atom
C. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan pengertian senyawa polar dan non polar berdasarkan ke
elektronegatifan unsur penyusunnya
2. Siswa dapat menjelaskan pengertian senyawa polar dan non polar berdasarkan PEI dan PEB di
sekitar inti
3. Siswa dapat mengelompokkan senyawa kedalam senyawa polar dan non polar berdasarkan
keelektronegativan unsur penyusunnya
4. Siswa dapat mengelompokkan senyawa kedalam senyawa polar dan non polar berdasarkan PEI
dan PEB disektai inti atom
5. Siswa dapat merancang percobaan untuk mengidentifikasi senyawa polar dan non polar
6. Siswa dapat mengelompokkan senyawa ke dalam senyawa polar dan non polar berdasarkan
percobaan

D. Materi Pembelajaran
Perbedaan keelektronegatifan dua atom menimbulkan kepolaran senyawa. Adanya perbedaan
keelektronegatifan tersebut menyebabkan pasangan elektron ikatan lebih tertarik ke salah satu
unsur sehingga membentuk dipol. Adanya dipol inilah yang menyebabkan seyawa menjadi
polar. Pada ikatan kovalen H H, gaya tarik menarik inti seimbang terhadap pasangan electron
ikatan sehingga tidak terjadi pengkutuban atau kepolaran muatan. Ikatan kovalen demikian
disebut ikatan kovalen non-polar. Pada senyawa HCl, pasangan elektron milik bersama akan
lebih dekat pada Cl karena daya tarik terhadap elektronnya lebih besar dibandingkan H. Hal itu
menyebabkan terjadinya polarisasi pada ikatan H Cl. Atom Cl lebih negatif daripada atom H,
hal tersebut menyebabkan terjadinya ikatan kovalen polar.
1. Senyawa kovalen polar
a. Pengertian kovalen polar
Senyawa kovalen dikatakan polar jika senyawa tersebut memiliki perbedaan keelektronegatifan.
Dengan demikian, pada senyawa yang berikatan kovalen terjadi pengutuban muatan. Ikatan
kovalen polar adalah ikatan kovalen yang Pasangan Elektron Ikatannya (PEI) cenderung tertarik
ke salah satu atom yang berikatan. Senyawa kovalen polar biasanya terjadi antara atom-atom
unsur yang beda keelektronegatifannya besar, mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai
momen dipol (= hasil kali jumlah muatan dengan jaraknya) 0.
b. Ciri-ciri senyawa polar
- dapat larut dalam air dan pelarut polar lain
- memiliki kutub + dan kutub - , akibat tidak meratanya distribusi elektron
- memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki
perbedaan keelektronegatifan
- Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5
2. Senyawa kovalen non polar
a. Pengertian kovalen non polar
Senyawa kovalen dikatakan non polar jika senyawa tersebut tidak memiliki perbedaan
keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa yang berikatan kovalen tidak terjadi
pengutuban muatan. Ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen yang Pasangan Elektron
Ikatannya (PEI) tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa kovalen
nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda keelektronegatifan nol atau
mempunyai momen dipol = 0 (nol) atau mempunyai bentuk molekul simetri.
b. Ciri-ciri senyawa polar
- Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain
- Tidak memiliki kutub + dan kutub - , akibat meratanya distribusi electron
- Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau
keelektronegatifannya sama
- Contoh : Cl2, PCl5, H2, N2, CaCl2
2. Perbedaan antara senyawa kovalen polar dan non polar

Kovalen Polar Kovalen Non Polar


Larut dalam air Tidak dapat larut dalam air
Memiliki pasangan elektron bebas Tidak memiliki pasangan elektron bebas
Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5 Berakhiran genap
Contoh : NH3, PCl3, H2O, HCl, HBr, SO3, Contoh : F2, Cl2, Br2, I2, O2, H2, N2, CH4,
N2O5, Cl2O5 SF6, PCl5, BCl3

METODE PEMBELAJARAN:
1. Tanya Jawab
2. Ceramah
3. Diskusi Kelompok
4. Problem solving

MEDIA, DAN SUMBER PEMBELAJARAN


1. Media.
Video
2. Sumber Belajar
Sunardi, Kimia Bilingual SMA/MA , Tyama Widya , Bandung
Internet

G. Langkah-langkahKegiatan Pembelajaran
Kegiatan Waktu
A. Pendahuluan 1
1. Guru memasuki ruang kelas, mengucapkan salam
2. Guru mengingatkan materi sebelumnya
3. Guru memberikan apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan berpikir kritis,
guru memutarkan video 1
4. Guru bertanya apa isi dari video 1
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
6. Guru menyampaikan prasyarat pengetahuan:
Rumus Lewis
B. Kegiatan Inti Guru
1. Guru menjelaskan materi senyawa polar dan non polar. 13
2. Guru membagi siswa dalam kelompok, masing masing kelompok 5 anak
3. Guru membagikan pemasalahan pada setiap kelompok
4. Guru menunjuk siswa untuk menjelaskan tentang permasalahan yang diberikan
5. Guru menegaskan kembali jawaban dari siswa yang maju

C. Penutup 4
1. Guru mengajak siswa untuk menjawab pertanyaan dari video yang diputar di awal
pelajaran
2. Guru meminta siswa untuk menyimpulkan pelajaran
3. Guru memberi tugas siswa untuk merancang percobaan sederhana untuk
menganalisis kepolaran senyawa secara kelompok dan dibuat video
4. Guru menutup pelajaran

H. Penilaian
Mekanisme dan
No Aspek Instrumen Keterangan
Prosedur
1. Sikap - Observasi Kerja - Lembar Observasi
Kelompok
2. Pengetahuan - Penugasan - Hasil pembuatan
video
- Tes Tertulis - Soal Objektif
3. Ketrampilan - Laporan Praktik - Rubrik Penilaian

Semarang, 4 Mei 2014


Kepala SMA Negeri ........ Guru Mata Pelajaran KIMIA

............................ Susi Nurati


NIP. ........................ NIM : 4301411148
SKENARIO PEMBELAJARAN

Kegiatan Skenario
A. Pendahuluan G : Assalamualaikum Wr. Wb.
1. Guru memasuki ruang kelas, M : Waalaikumsalam Wr. Wb.
mengucapkan salam G : Selamat pagi anak anak
2. Guru mengingatkan materi M : Selamat pagi Bu
sebelumnya G : Oke, masih semangat ya, masih pagi kok, jadi harus fokus
3. Guru memberikan apersepsi untuk memperhatikan pelajaran pagi ini
mendorong rasa ingin tahu dan Baiklah, pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari tentang
berpikir kritis, guru memutarkan video ikatan kimia, masih ingat ikatan apa saja?
4. Guru bertanya apa isi dari video M : Ikatan ion dan ikatan kovalen
5. Guru menyampaikan tujuan G : Ikatan ion yang bagaimana?
pembelajaran Ikatan kovalen yang bagaimana?
6. Guru menyampaikan prasyarat G : Okee bagus masih ingat, jangan dilupakan, diingat setiap hari
pengetahuan: Baiklah, hari ini kita masih belajar bab ikatan kimia, tapi
Rumus Lewis sebelumnya ibu akan menampilkan tayangan (meutar video)
Stop, oke, kira-kira apa yang dilakukan ibu tersebut untuk
membersihkan getah nangka yang menempel pada pisau? Dengan
air kah? Debu kah? Pasirkah? Atau apa?
M : Dengan minyak bu
G : Naaah, bagus pakai minyak, tapi kenapa minyak ya?
Jawabannya akan kita ketahui sesaat lagi, karena kita akan
mempelajari tentang ikatankovalenpolar dannon polar
Setelah mempelajari materiini kalian diharapkan mampu
menglongkan senyawa kedalam senyawa polar dan non polar
Agar dapat mempelajari materi ini, kalian harus sudah menguasai
rumus Lewis suatu senyawa.
B. Kegiatan Inti Guru
6. Guru menjelaskan materi senyawa (Penjelasandari guru dengan merode tanya jawab dan ceramah)
polar dan non polar.
7. Guru membagi siswa dalam G : Sekarang,ibu minta kalian membentuk kelompok,masing
kelompok, masing masing kelompok 5 masing 5anak
anak (guru membagikan kertas berisi masalah)
8. Guru membagikan pemasalahan pada
setiap kelompok
9. Guru menunjuk siswa untuk
menjelaskan tentang permasalahan
yang diberikan
10. Guru menegaskan kembali jawaban
dari siswa yang maju

C. Penutup G: Nah, sudah pahamkan mengenai ikatan kovalenpolar dan non


11. Guru mengajak siswa untuk polar,jadi sekarang kalian sudah dapat menjawab mengapa minyak
menjawab pertanyaan dari video yang digunakan untuk menghilangkan getah nangka?
diputar di awal pelajaran M : Iya Bu,karena getah nagka merupakan senyawa non polar
12. Guru meminta siswa untuk sehingga hanya bisa larut dalam senyawa nonpolar, maka
menyimpulkan pelajaran digunakanlah minyak
13. Guru memberi tugas siswa untuk G :okey, sip. Sekarang ibu minta kalian untuk menyimpulkan
merancang percobaan sederhana untuk pelajaran pada hari ini
menganalisis kepolaran senyawa (murid menyimpulkan)
secara kelompok dan dibuat video Baiklah sudah tidak ada pertanyaan? Kalau begitu ibu aka
14. Guru menutup pelajaran memberi tugas. Ibu minta kaian untuk merancang sebuah
percobaan,kalian bisa mencari di internet,tentang percobaan
menidentifikasi senyawa polar dan non polar.Kalian dapat
merekamnya dan minggu depan dikumpulkan.
Baiklah sekian pelajaran pagi ini, wassalamualaikum Wr. Wb

PERMASALAHAN

1. Baju yang terkena minyak, kemudian dicuci menggunakan sabun, sabun bersifat polar atau non
polar?
Menghilangkan cat kuku dengan aseton

PERCOBAAN KIMIA PERTAMA

Judul Percobaan: Senyawa Polar dan Nonpolar

1. Tujuan percobaan: Mengetahui kepolaran suatu senyawa


2. Landasan teori:
~Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai
keelektronegatifitas yang berbeda.
~Senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron
pada unsur-unsur yan membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berkaitan mempunyai
nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama.
3. Alat dan Bahan:
Alat :
1) 7 Gelas kimia 100 ml
2) Gelas kimia 600 ml
3) Pipet tetes
4) 7 Tabung reaksi
5) Rak tabung reaksi
Bahan:
Aquades

4. Prosedur kerja:
1) Tuangkan Aquades ke dalam gelas kimia ukuran 600 ml
2) Tuangkan aquades pada 7 tabung reaksi
3) Kemudian, gunakan pipet tetes untuk mengambil sempel pada masing-masing gelas kimia
dan tuangkan ke dalam tabung reaksi yang sudah di isi aquades.
4) Kemudian dihomogenkan dengan cara menggoyang-goyangkan tabung reaksi

5. Hasil pengamatan:
6. Pertanyaan dan Jawaban:
Pertanyaan:
1) Jelaskan pengertian polar dan nonpolar?
2) Jelaskan sifat dari senyawa polar dan nonpolar?
Jawaban:
1) Pengertian polar dan nonpolar.
- Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berkaitan tersebut mempunyai nilai
keelektronegatifitas yang berbeda.
- Senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron
pada unsur-unsur yan membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berkaitan mempunyai
nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama.
2) Sifar dari senyawa polar dan nonpolar
- Sifat senyawa polar :
Dapat larut dalam air dan pelarut lain,
Memiliki kutub + dan kutub -, akibat tidak meratanya distribusi elektron,
Memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan
keelektronegatifan.

- Sifat senyawa non polar:


Tidak larut dalam air atau pelarut polar lain,
Tidak memiliki kutub positif dan negatif, akibat meratanya distribusi elektron,
Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau
keelektronegatifanya sama.

7. Kesimpulan:
- Senyawa polar
Senyawa NaOH,NaCl, Methanol,HCl, dan Sabun termasuk senyawa polar
~Analisis data:
- Senyawa NaOH mudah larut dalam air/aquades.
- Senyawa NaCl mudah larut dalam aquades karena memiliki sifat kimia yang menyebabkan
gaya antar partikelnya setara dengan pelarut aquades. Pada saat senyawa NaCl dilarutkan dalam
aquades, ion-ion yang tersusun rapat dan terikat akan tertarik oleh molekul-molekul aquades dan
aquades akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidasi) yang akhirnya akan
terlepas satu sama lain dan bergerak bebas dalam larutan.
- Methanol mudah larut dalam air/aquades.
- HCl mempunyai ikatan kovalen polar.Hcl merupakan senyawa yang terdiri atas unsur h dan
cl, dengan selisih nilai keelektronegatifan 0,9 sehingga hcl merupakan senyawa polar.
- Sabun mudah larut dalam air/aquades. Sehingga, senyawa polar hanya akan menghasilkan
senyawa polar juga.
- Senyawa nonpolar
Minyak dan Bensin termasuk senyawa nonpolar karena tidak dapat larut dalam air.
~Analisis data:
- Minyak bersifat nonpolar karena tidak dapat larut dalam aquades yang bersifat polar karena
konstanta dieletriknya rendah sehingga tidak memisahkan ikatan antar dipol dan ikatan hidrogen
dalam aquades. hal ini berakibat minyak tidak dapat larut dalam aquades.
- Bensin (Aseton atau propanon) memiliki rumus kimia CH3COCH3. Pada senyawa ini,
ditemukan 3 atom carbon, 6 atom hidrogen, dan 1 atom oksigen. Atom-atom ini membentuk
ikatan kovalen tunggal dan rangkap dua, dan pada senyawa ini tidak ditemukan pasangan
elektron bebas. Oleh karena itu, menurut struktur Lewis-nya, senyawa ini dimasukkan dalam
senyawa non-polar

Assalamu'alaikum... Dibawah ini adalah sebuah laporan dari hasil penelitian tentang kepolara
suatu senyawa yang diuji, senyawanya adalah air, asam klorida, bensin, larutan gula, dan alkohol
dan pembahasannya adalah sebagai berikut :

I. TUJUAN
Menyelidiki kepolaran beberapa senyawa

II. DASAR TEORI


1) Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada
unsur-unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut mempunyai nilai
keelektronegatifitas yang berbeda.

Ciri-ciri senyawa polar:


1. Dapat larut dalam air dan pelarut lain
2. Memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-), akibat tidak meratanya distribusi elektron

3. Memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau memiliki perbedaan
keelektronegatifan.
Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5.
2) Senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron
pada unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan mempunyai
nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama
Ciri-ciri senyawa non polar
1. Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain
2. Tidak memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (), akibat meratanya distribusi elektron
3. Tidak memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau
keelektronegatifannya sama.
Contoh : Cl2, PCl5, H2, N2

PERBEDAAN SENYAWA POLAR DAN NON POLAR

Senyawa polar
a. Dapat larut dalam air
b. Memiliki pasangan elekton bebas ( bentuk tidak simetris)

c. Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5

Contoh : NH3, PCl3, H2O, HCl, HBr

Senyawa non polar


a. Tidak dapat larut dalam air

b. Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bentuk simetris )

c. Berakhir genap

Contoh : F2, BR2, O2, H2

III. ALAT DAN BAHAN

ALAT :
1. Buret dan statif
2. Penggaris mika
3. Gelas beker

BAHAN
1. Rambut
2. Air
3. Bensin
4. Alkohol 70 %
5. Larutan HCl
6. Larutan Gula

IV. CARA KERJA


1. Pasanglah buret pada statifnya.
2. Isilah masing-masing buret dengan air, bensin, alkohol, larutan HCl, dan larutan gula.
3. Gosoklah penggaris mika dengan rambut (10-30 gosokan).
4. Alirkan zat cair dari buret ke dalam gelas beker dan dekatkan penggaris mika bermuatan pada
aliran zat cair tersebut.
5. Amati apa yang terjadi pada aliran zat cair tersebut.

V. HASIL PENGAMATAN
Pengaruh batang politena bermuatan pada aliran zat cair.
NO ZAT CAIR PENGARUHNYA
1 Air Aliran air menjadi membelok
2 Bensin Aliran bensin menjadi tidak membelok (lurus)
3 Alkohol Aliran alkohol menjadi membelok
4 Larutan HCl Aliran larutan HCl menjadi membelok
5 Larutan Gula Aliran larutan gula menjadi membelok

VI. ANALISIS DATA


Air
Pada saat keran tabung buret dibuka, air mengucur ke dalam gelas kimia dan didekatkan
dengan penggaris plastik yang telah digosok pada rambut kering. Ternyata, membuat aliran air
yang semula lurus membelok ke arah medan listrik yang dihasilkan oleh penggaris. Hal ini
karena Molekul air yang tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O merupakan ikatan kovalen polar.
Dianalisis dengan :
Senyawa air memiliki rumus kimia H2O, artinya terdiri dari 2 atom hidrogen dan 1 atom
oksigen. Atom hidrogen memiliki elektron valensi 1 sedangkan atom oksigen memiliki elektron
valensi 6. Maka pada senyawa ini akan terbentuk 2 ikatan kovalen tunggal dan memiliki
pasangan elektron bebas. Sehingga senyawa ini digolongkan pada senyawa polar.

Bensin / Aseton
Pada saat keran buret dibuka, aseton yang mengalir menuju gelas kimia sewaktu didekati oleh
penggaris beraliran listrik tidak mengalami pembelokkan atau reaksi apapun. Hal ini karena
molekul aseton mempunyai ikatan kovalen polar.
Dianalisis dengan :
Aseton atau propanon memiliki rumus kimia CH3COCH3. Pada senyawa ini, ditemukan 3
atom carbon, 6 atom hidrogen, dan 1 atom oksigen. Atom-atom ini membentuk ikatan kovalen
tunggal dan rangkap dua, dan pada senyawa ini tidak ditemukan pasangan elektron bebas. Oleh
karena itu, menurut struktur Lewis-nya, senyawa ini dimasukkan dalam senyawa non-polar,
meskipun pada percobaan digolongkan senyawa polar. Pada dasarnya, senyawa ini merupakan
senyawa semi-polar.

Etanol / Alkohol
Pada saat keran buret dibuka, etanol yang mengalir menuju gelas kimia yang awalnya lurus
sewaktu didekati oleh penggaris beraliran listrik mengalami pembelokkan. Hal ini karena
molekul etanol mempunyai ikatan kovalen polar.
Dianalisis dengan :

Senyawa alkohol dengan rumus kimia C2H5OH tersusun dari 2 atom Carbon, 6 atom
hidrogen, dan 1 atom oksigen. Senyawa ini membentuk 8 ikatan kovalen tunggal dan tidak
memiliki pasangan elektron bebas sehingga termasuk senyawa polar.
Larutan HCl / Asam Klorida
Pada saat keran buret dibuka, hcl yang mengalir menuju gelas kimia yang awalnya
lurussewaktu didekati oleh penggaris beraliran listrik mengalami pembelokkan. Hal ini
karenamolekul hcl mempunyai ikatan kovalen polar.
Dianalisa dengan :
Hcl merupakan senyawa yang terdiri atas unsur h dan cl, dengan selisih nilai
keelektronegatifan 0,9 sehingga hcl merupakan senyawa polar.

Larutan Gula
Larutan gula dengan rumus kimia C6H12O6 merupakan campuran dari glukosa yang
dilarutkan dalam pelarut air. Ketika kran buret dibuka dan penggaris didekatkan, aliran
glukosa yang awalnya lurus ternyata juga di belokkan , hal ini menunjukkan bahwa larutan
gula mempunyai sifat polar.
VII. PERTANYAAN
1. Sifat apakah yang ditunjukkan oleh jenis molekul yang terpengaruh oleh penggaris mika
yang bermuatan?
Jawab : Polar

2. Bagaimana kiranya molekul-molekul tersebut memperoleh sifat demikian?


Jawab : Karena pada molekul polar, titik pusat muatan positif tidak berimpit dengan titik
pusat muatan negatif sehingga menimbulkan dipol (dua kutub positif dan negatif). Karena
ada kutub posittif dan negatif, senyawa polar dipengaruhi oleh medan magnet atau medan
listrik

3. Zat-zat apa yang tidak terpengaruh oleh penggaris mika bermuatan? Mengapa demikian?
Jawab : Bensin, karena bersifat non polar

VIII. KESIMPULAN
Apabila suatu benda bermuatan listrik didekatkan pada cairan tertentu maka akan ada
reaksi yang berbeda-beda tergantung molekul cairan tersebut. Reaksi pembelokan suatu
cairan ketika didekati benda bermuatan listrik terjadi apabila cairan tersebut mempunyai
ikatan kovalen polar. Sedangkan apabila tidak ada reaksi maka cairan tersebut mempunyai
ikatan kovalen non polar.
Hasil percobaan mengatakan bahwa :
i. Senyawa air yang berumus kimia H2O merupakan ikatan kovalen polar.
ii. Senyawa aseton / bensin dengan rumus kimia CH3COCH3 merupakan ikatan
kovalen nonpolar.
iii. Senyawa etanol yang berumus kimia C2H5OH merupakan ikatan kovalen polar.
iv. Larutan HCl merupakan ikatan kovalen polar.
v. Larutan gula dengan rumus kimia C6H12O6 merupakan ikatan kovalen polar.
Dalam hal kepolaran suatu senyawa tergantung dari harga momen dipolnya. Kepolaran
suatu senyawa juga dipengaruhi oleh nilai keelektronegatifan tiap unsur.

Sekian informasi yang dapat saya sampaikan. Kami mohon maaf jika banyak kekurangan.
Dan mohon komentarnya jika ada yang salah ya... Assalamu'alaikum...