Anda di halaman 1dari 7

Contoh Soal Menghitung Rangkaian Campuran Resistor

nilai yang diberikan, yaitu:


R1 = 2
R2 = 8
R3 = 5
R4 = 6
R5 = 2
R6 = 4
E = 24 Volt

Hitung berapa nilai Rtotal (Rt), Itotal (It), I1, I2, I3 dan I4?

Penyelesaian:
Sederhanakanlah rangkaian menjadi seperti Gambar 1, lalu gantikan tiap-tiap kelompok
resistor menjadi sebuah resistor ekivalen seperti pada Gambar 2 s/d 6.

Rt1 = R5 + R6 = 2 + 4 = 6
Rt2 = Rt1 || R4 = (Rt1 x R4) (Rt1 + R4) = (6 x 6) (6 + 6) = 3
Rt3 = R3 + Rt2 = 5 + 3 = 8
Rt4 = Rt3 || R2 = (Rt3 x R2) (Rt3 + R2) = (8 x 8) (8 + 8) = 4
Rt5 = Rt = R1 + Rt4 = 2 + 4 = 6

sehingga diperoleh

Rt = 6
It = E Rt = 24 V 6 = 4 A
I1 = (Rt4 R2) x It = (4 8) x 4 = 2 A
I2 = (Rt4 Rt3) x It = (4 8) x 4 = 2 A
I3 = (Rt2 R4) x I2 = (3 6) x 2 = 1A
I4 = (Rt2 Rt1) x I2 = (3 6) x 2 = 1A
Beranda bilangan kompleks elektronika listrik perhitungan Menghitung Impedansi
Rangkaian R, L dan C

Menghitung Impedansi Rangkaian R, L dan C


Contoh soal:

Sebuah rangkaian seri yang ditunjukkan gambar di bawah ini, terdiri dari resistor, induktor dan
kapasitor. Rangkaian terhubung dengan tegangan AC yang memiliki frekuensi 1 MHz. Hitung
impedansi rangkaian jika nilai resistor yang diberikan adalah 5 , induktor 1 H dan kapasitor 25,33
nF!

Penyelesaian:

Diketahui:

R=5
L = 1 H = 10-6 H
C = 25,33 nF = 25,33 . 10-9 F
f = 1 MHz = 106 Hz
Z = R + jXL + jXC
Z = R + j(2 f L) j[1 (2 f C)]
Z = 5 + j(2 3,14 106 10-6) j[1 (2 3,14 106 25,33.10-9)]
Z = 5 + j6,28 j6,28
Z=5

Maka diperoleh impedansi rangkaian sebesar 5 .

Hukum Ohm menyatakan:

Besarnya kuat arus (I) yang melalui konduktor antara dua titik berbanding lurus dengan
beda potensial atau tegangan(V) di dua titik tersebut, dan berbanding terbalik dengan
hambatan atau resistansi(R) di antara mereka

Dengan kata lain bahwa besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah hambatan (R)
selalu berbanding lurus dengan beda potensial(V) yang diterapkan kepadanya.

Ilustrasi Hukum Ohm

Hukum Ohm dikemukakan oleh Georg Simon Ohm, fisikawan dari Jerman pada tahun
1825. Hukum Ohm kemudian dipublikasikan pada tahun 1827 melalui sebuah paper yang
berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically.

Berikut ini contoh penerapan Hukum Ohm untuk menghidupkan lampu LED.
Penerapan Hukum Ohm

Menghitung Resistor Seri

Pada rangkaian beberapa resistor yang disusun seri, maka dapat diperoleh nilai resistor
totalnya dengan menjumlah semua resistor yang disusun seri tersebut. Hal ini mengacu pada
pengertian bahwa nilai kuat arus disemua titik pada rangkaian seri selalu sama.

Rangkaian Resistor Seri

Menghitung Resistor Paralel


Pada rangkaian beberapa resistor yang disusun secara paralel, perhitungan nilai resistor
totalnya mengacu pada pengertian bahwa besar kuat arus yang masuk ke percabangan
sama dengan besar kuat arus yang keluar dari percabangan (I in = I out). Dengan
mengacu pada perhitungan Hukum Ohm maka dapat diperoleh rumus sebagai berikut.

Rangkaian Resistor Paralel

Menghitung Kapasitor Seri

Pada rangkaian kapasitor yang disusun seri maka nilai kapasitor totalnya diperoleh dengan
perhitungan berikut.
Rangkaian Kapasitor Seri

Menghitung Kapasitor Paralel

Pada rangkaian beberapa kapasitor yang disusun secara paralel maka nilai kapasitor totalnya
adalah penjumlahan dari semua nilai kapasitor yang disusun paralel tersebut.

Rangkaian Kapasito Pararel